Masih Muda Hidup Sendiri di Hutan Eps. 02, Alamnya Bikin Jatuh Cinta…

https://www.youtube.com/watch?v=Gjf2CkfAzNM

Tentu Anda sudah sering mendengar bahwa manusia adalah makhluk sosial. Oleh karena itu manusia membentuk masyarakat dan saling bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan hidup masing-masing.

Namun pernahkah Anda bayangkan bagaimana jika ada seorang manusia yang memutuskan hidup sendiri di hutan? Hal ini ternyata benar terjadi. Berikut ini adalah kisah pemuda yang hidup sendiri di hutan.

Andri, Pemuda yang Hidup Sendiri di Hutan

Andri adalah seorang pemuda yang memutuskan untuk hidup sendiri di hutan. Ia sudah berada di hutan sejak tahun 2007. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ia memilih cara bertani.

Ada banyak sayuran yang dikembangkan oleh Andri. Mulai dari cabai, sawi dan juga kol. Andri hidup di hutan karena pada awalnya ia dibawa oleh kakaknya.

Kehidupan di hutan membuat Andri jarang berinteraksi dengan sesama manusia lainnya. Hal ini membuat Andri memiliki suara yang pelan dan mendayu. Namun bukan berarti ia tidak dapat berbahasa dan berkomunikasi.

Luas sawah atau kebun yang dikelola Andri adalah sekitar 400 tumbak. 1 tumbak sendiri sama dengan 14 meter persegi. Sehingga total kebun atau sawah yang dikelolanya sekitar 5600 meter persegi.

Bagi Andri, tidak ada yang berat dari hidup sendiri di hutan meski di tempat tinggalnya tidak ada sinyal ataupun listrik. Hal yang sangat berbeda dengan kebanyakan masyarakat saat ini.

Untuk hidup, Andri tinggal di sebuah pondok yang terbuat dari seng. Namun karena pondok tersebut tidak dibangun dengan baik, membuatnya kurang layak untuk dijadikan tempat tinggal.

Salah satu masalah yang terjadi adalah banjir ketika hujan datang. Sebab pondok tersebut tidak tertutupi seluruh bagiannya. Sehingga air akan masuk ke dalam ketika hujan turun.

Jarak pondok milik Andri hingga ke kampung berkisar 3-5 kilo meter. Andri sendiri akan turun ke kampung satu seminggu sekali pada hari Jumat. Bagi Andri, tidur di pondok sangatlah nyaman.

Sebenarnya Andri masih memiliki saudara dan keluarga. Namun orang tua serta saudara-saudaranya berada di Bandung. Sementara yang berada di kampung hanyalah nenek dan kakek dari Andri.

Hidup seorang diri di tengah hutan tentu sangat menyulitkan untuk kebanyakan orang. Namun bagi Andri, justru kehidupan tersebut lebih menyenangkan. Anda bisa melihat kehidupan Andri lebih detail melalui link https://www.youtube.com/watch?v=Gjf2CkfAzNM.

Video tersebut diunggah di kanal milik Singgasana Kita pada 18 Desember 2020. Saat ini tayangan mengenai Andri tersebut sudah ditonton oleh lebih dari 1 juta orang di dunia.


Anak Anak Di Jepang Ini Senang Sekali Membersihkan Sendiri Sekolah Mereka

Kehidupan murid sekolah di Jepang memang unik diantaranya adalah mereka diharuskan membersihkan sendiri berbagai ruangan sekolah mereka.

Dan berikut video “Japanese Students Clean Classrooms To Learn Life Skills”

Ya, begitulah suasana sekolah di Jepang yang selalu mengajarkan kebersihan sejak dini. Dan inilah alasan mengapa kota-kota di Jepang terlihat selalu bersih dan rapih.

Mereka belajar life skilss seperti kebersihan dengan cara membersihkan sendiri ruangan yang ada di sekolahnya. Namanya Osoji dan mereka melakukan hal tersebut setiap hari. Anak anak pun terlihat sangat bergembeira melakukannya karena mereka mereka merasa memiliki ruangan tersebut bersama-sama.

Di Jepang kebiasaan membersihkan sampah sesudah makan memang sudah dilakukan sejak masih belia. Oleh karena itu, tak jarang jika sedang ada event olahraga, supprter Jepang suka sekali tas plastik untuk memungut sampah sampah yang berserakan. Mereka senang sekali kebersihan dan merasa sangat senang jika melihat orang yang membuang sampah pada tempatnya.

Sekolah-sekolah di Jepang memang kebanyakan memiliki fasilitas yang lengkap seperti aula yang dijadikan satu dengan lapangan olahraga seperti basket atau voli. Tidak hanya aula, mereka terkadang juga mempunyai lapangan outdoor seperti baseball, tenis, kolam renang, ruang klub, ruang musik, ruang memasak, ruang penyiaran radio dll.

Dan untuk menunjang itu semua, anak anak Jepang merasa sangat senang sekali jika harus membantu pihak sekolah dalam hal kebersihan tersebut.