Kisah Desa Kosong Majalengka Tak Berpenghuni. Pemandangan Siang Harinya.

Silakan simak videonya diatas.


Jeritan Hati Pengubur Jenazah Covid-19

Mengangkat sisi lain dari dampak pandemi covid-19 menjadi daya tarik tersendiri dari berita yang diunggah CNN Indonesia dengan durasi 2 menit 42 detik ini.

Pemirsa seolah diingatkan bahwa penanganan covid-19 bukan hanya urusan para pejabat dan petugas kesehatan saja, tapi juga sosok-sosok yang menjadi garda terakhir yaitu para penggali dan pengubur jenazah.

Suasana Area Pemakaman yang Mencekam

Seolah ingin menegaskan judul dari video yang diunggah, yaitu: “Penggali Kubur Jadi Saksi Ganasnya Virus Corona”, pemirsa langsung dibawa ke lokasi area pemakaman Tegal Alur, Jakarta Barat.

Sesaat kemudian terlihat 2 mobil ambulance yang saling berpapasan disusul 3 mobil ambulance yang sedang parkir di pinggir area pemakaman. Suasana mencekam tersebut diikuti dengan prosesi pemakaman jenazah korban covid-19 yang diiring isak tangis keluarganya.

Tidak butuh waktu lama bagi pembawa acara untuk mendeskripsikan suasana yang mencekam dan mengharu biru akibat ganasnya virus corona. Sebelum akhirnya mengajak pemirsa untuk melihat sudut lain, yaitu para penggali kubur yang tak kenal lelah mengantar jenazah pasien covid-19 ke tempat peristirahatan terakhir.

Ungkapan Hati Penggali Kubur

Epeng, salah seorang penggali kubur berusia 55 tahun yang berkesempatan mengungkapkan isi hatinya dalam menangani jenazah pasien covid-19 menuju ke tempat persemayaman. Dikatakannya, selama 30 tahun bekerja saebagai penggali kubur di Tegal Alur, baru pada tahun 2020 dia harus bekerja melebihi batas normal.

Ayah dari 6 anak ini mengungkapkan bahwa dia bersama 30 rekannya sesama penggali kubur, setiap hari harus bersiaga penuh dari pagi hingga gelap tanpa kenal tanggal merah. Bahkan momen libur tahun baru pun harus dia habiskan di atas tanah pemakaman.

Tanpa mengenal panas maupun hujan dengan menantang segala risiko, dia bekerja sepenuh hati untuk mengazani serta memakamkan jenazah. Betapa tidak, setiap hari dia bersama rekan-rekannya harus menyiapkan lebih dari 40 liang lahat.

Karena yang harus ditangani adalah jenazah korban covid-19, sudah barang tentu perasaan khawatir akan tertulari virus corona tidak dapat dia pungkiri. Itu sebabnya Epeng bersama rekan-rekannya tidak pernah melepaskan Alat Pelindung Diri (APD) setiap kali menjalankan tugas.

Kapankah tugas berat tersebut akan berakhir? Jawabannya masih belum dapat dipastikan, karena perang melawan virus corona memang masih belum usai. Bahkan, satgas covid-19 menyebut bahwa kasus kematian pasien covid-19 di tanah air meningkat 20% dalam sepekan terakhir.


Ingin memulai atau mengembangkan bisnis online?

Website anda adalah titik Anda memulai bisnis online. Pilih webhosting yang terpercaya, pilih server, domain dan kembangkan peluang bisnis Anda di tahun ini. Jangan lupa, kendalikan keuangan menggunakan berbagai asuransi, reksadana, pembelian rumah, ruko dan mobil, kuliah plus investasi melalui berbagai pilihan yang tersedia.


Dengan terus bertambahnya jumlah jenazah covid-19 setiap harinya, sudah barang tentu TPU Tegal Alur menjadi semakin sempit dan tenaga para pengali kubur yang menjadi saksi hidup  ganasnya virus corona masih terus dibutuhkan. Entah sampai kapan.

Tanggapan Warganet

Video yang diunggah CNN Indonesia tersebut, hingga artikel ini ditulis sudah ditonton sebanyak 2.260.490 kali, dan menuai 4.528 komentar yang memberikan berbagai macam tanggapan.

Haziah Kalsum salah satu diantaranya. memberikan support dengan menuliskan, “Bukan tak kenal lelah, tepatnya menahan lelah demi kewajiban. Sehat selalu ya pak, semoga virus segera sirna”.

Ungkapan lainnya yang bernada simpatik ditulis oleh Lia Yuliawati, “Ya Rabbi Berkahi petugas TPU Virus Corona & Petugas Medis yang sdh mendapat AmanahMU menjalankan tugas berat Aamiin Allahumma Aamiin.”

Sementara warganet yang lain ada juga yang mengutuk para koruptor yang telah menjarah dana bansos, sebagaimana ditulis akun pocong tobat, “MALAIKAT MENJADI SAKSI GANASNYA PARA KORUPTOR DANA BANSOS YANG SEKARANG MASIH HIDUP DENGAN TENANG”.

Related Posts