Hanya 2 Jam Perhari Dikerja 300 Ekor Ayam Petelur

YouTube video

Tutorial ternak ayam yang sangat bermanfaat. Cocok untuk para peternak ayam yang sedang  belajar beternak ayam namun memiliki waktu yang terbatas. Tipsnya terutama untuk beternak ayam skala kecil atau dibawah 500 ekor.

Disini dijelaskan cara untuk menternakkan 300 ekor ayam. Metode ini juga bisa digunakan untuk beternak 400 hingga 500 ekor ayam. Jumlah ayam yang diternakan pada video ada 300 ekor. Disediakan juga kandang serta lokasi atau area berpagar untuk umbaran ayam.

Area umbaran dipagari dengan bambu dengan luas area 6×7 meter atau sekitar 42 meter persegi. Ketika cuaca hujan dan kandang umbaran basah maka ayam tidak dikeluarkan. Ayam hanya dikeluarkan ketika cuaca panas atau cerah.

Uniknya ayam – ayam dalam video tersebut bisa masuk sendiri kembali ke kandang tertutup ketika hujan turun. Pada pukul 7 pagi ayan akan diberi pakan sebanyak 11kg yang membutuhkan waktu sekitar 10 menit. 

Sekitar pukul 12 siang ayam kembali diberi pakan sebanyak 10kg. Siang hari ini juga merupakan waktu panen telur. Memberi pakan siang dan memanen telur total butuh waktu 25 menit. 

Pemberian pakan ketiga kalinya dilakukan sore hari pukul 5. Pemberian pakan sore sekaligus waktu untuk mengambil sisa telur. Total waktu yang dibutuhkan dalam satu hari adalah 40 menit. Ini merupakan opsi pertama.

Ia menjelaskan ada opsi kedua yaitu pemberian pakan 2 kali sehari di pagi dan sore hari. Sore hari juga merupakan waktu untuk membersihkan tempat minum serta mengisi air minum. Sedangkan tempat pakan dibersihkan setiap 3 hingga 4 hari sekali. 

Waktu membersihkan serta mengisi air minum sekitar 15 menit. Selanjutnya dilanjutkan dengan mengolah serta mencampur pakan ayam yang akan diberikan esok hari. Mencampur dan mengaduk pakan dilakukan secara manual.

Kegiatan mencampur dan mengaduk pakan membutuhkan waktu sekitar 45 menit diselingi istirahat. Setelah itu dilanjutkan dengan menyalakan lampu dan beres-beres kandang seperti memasang terpal dan lain-lain. 

Video unggahan Sederhana TV ini diunggah di kanal YouTube pada 2020 lalu. Kini penonton video ini sudah mencapai 215 ribu penonton. 


Seperti Apa Liontin yang Dipakai Manusia Purba?

Masa lalu yang terkubur oleh zaman dan masa depan yang masih menjadi angan-angan senantiasa menarik untuk diperbincangkan. Tidak heran jika berbagai informasi yang berkaitan dengan masa lalu dan masa depan selalu mengundang perhatian.

Tidak terkecuali dengan video berjudul “Penemuan Liontin Berumur 39 Ribu Tahun” yang ditayangkan CNN Indonesia dan diunggah ke channel YouTube pada 24 Agustus 2017 ini. Dalam kurun waktu kurang dari empat tahun, video berdurasi 2 menit 42 detik ini telah ditonton sebanyak 6.374.000.508 kali, mendapatkan like sebanyak 18.000 dan dikomentari 3.120 pemirsa.

Artikel Terbaru

YouTube video

Penggalian Benda Arkeologi

Diawali dengan tayangan gambar dari dinding gua Bulu Buttae yang eksotis yang terletak di  Kelurahan Kalabirang, Kecamatan Bantiburung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, disusul dengan gambar video dari aktivitas para arkeolog yang sedang melakukan ekskavasi atau penggalian benda purbakala di bagian dalam gua.

Menurut pembaca berita tidak kurang dari 50 orang arkeolog dari berbagai universitas ternama di Indonesia dan Australia yang bergabung dalam ekskavasi yang sudah dilakukan sejak tahun 2014.

Sebelumnya, tim arkeolog tersebut telah berhasil menemukan sebuah karya lukisan telapak tangan yang umurnya mencapai 39.900 tahun minimum atau jauh lebih tua dari lukisan purbakala yang ada di Alcastino Spanyol yang berumur maksimum 4000 tahun.

Selama lebih dari 1 bulan melakukan penelitian, ribuan benda telah ditemukan dan diduga sebagai peninggalan manusia purbakala yang tertanam di dasar gua. Selain itu beberapa bekas gambar telapak tangan yang sudah mulai memudar juga masih dapat dilihat menempel di beberapa langit-langit gua.

Liontin Buatan Manusia Purba

Diantara sekian banyak temuan benda purbakala,  tim arkeolog juga berhasil menemukan sebuah benda yang diyakini sebagai liontin manusia purba yang terbuat dari tulang jari tengah hewan kus-kus. Benda ini sudah memiliki lubang tengah untuk memasukkan temali layaknya liontin yang dipakai oleh manusia modern pada saat sekarang.

Menurut Konjen Australia untuk Indonesia, Richard Mathew yang mengunjungi tim arkeolog, tulang jari tengah dari kus-kus tersebut diambil oleh manusia purba untuk dijadikan hiasan. Bukti kalau tulang tersebut merupakan liontin  adalah adalah adanya lubang kecil pada sisi atas.

“Untuk membuat lubang kecil tidak gampang. Harus ada alatnya. Cuma belum ketemu alatnya,” kata Richard Mathew.

Untuk menemukan benda-benda purbakala tersebut, tim arkeologi sudah bekerja selama lebih dari satu bulan dan dengan proses yang panjang, mulai dari proses penggalian, proses pemisahan tanah dengan benda temuan hingga pada proses seleksi benda yang diduga sebagai peninggalan manusia purbakala.

Dalam proses seleksi tim arkeolog bahkan harus menggunakan teknologi yang cukup canggih serta mendatangkan peneliti dari Griffith Australia untuk menentukan benda yang digali tersebut apakah benar-benar  merupakan benda peninggalan purbakala.  

Jejak-jejak Kebudayaan Manusia

Muhammad Bakri, reporter CNN Indonesia pada kesempatan itu juga sempat mewawancarai Iwan Sumantri, salah seorang Arkeolog Universitas Hasanuddin Makassar yang menjadi bagian dari tim ekskavasi gua Bulu Buttae yang ada di Maros, Sulawesi Selatan.

Menurut Iwan banyak sekali benda-benda peninggalan manusia purbakala yang berhasil diketemukan di dalam perut gua oleh tim arkeolog. Benda-benda bersejarah tersebut tambah Iwan merupakan jejak-jejak kebudayaan manusia yang pernah tinggal di gua.

Dengan hasil penemuan ini diharapkan ilmu pengetahuan khususnya arkeologi dapat terus berkembang dan menempatkan Indonesia sebagai negara yang memiliki sejarah kebudayaan yang tinggi di mata dunia.

Related Posts