Lapangan Golf & Kuburan Pribadi Dirumah Aleta Molly! Boy Kaget

Silakan simak videonya diatas.


Cara Mudah Mancing Belut Sawah

Jika Anda generasi tahun 80-an dan tinggal di wilayah pedesaan, aktifitas memancing belut di area persawahan tentu sudah tidak asing lagi, karena aktifitas ini tidak hanya menyenangkan tapi juga menghasilkan lauk yang lezat dan bergizi tinggi.

Sebagaimana diketahui, dalam setiap 100 gram daging belut, terkandung 303 kkal, 27 gram lemak, 18,4 gram protein, 20 miligram kalsium, 200 miligram fosfor, 20 miligram zat besi dan sejumlah nutrisi yang lain.

Itu sebabnya, daging belut yang rasanya gurih dan lezat bermanfaat sebagai sumber energi, meningkatkan berat badan, meningkatkan kekebalan tubuh dan sangat baik untuk dijadikan campuran makanan bayi karena dapat membantu pertumbuhan tulang, meningkatkan kecerdasan otak lewat kandungan omega-3 dan omega-6nya serta memelihara kesehatan mata.

Aktifitas Outdoor Anak-anak Jadul

Generasi 80-an sudah pasti belum mengenal smartphone dan berbagai jenis gadget yang menjadi sarana bermain anak-anak zaman sekarang. Itu sebabnya mereka lebih banyak melakukan aktifitas outdoor, salah satu diantaranya adalah memancing belut di sawah bagi anak-anak yang tinggal di wilayah pedesaan.

Sawah yang dijadikan tempat perburuan belut tersebut adalah sawah-sawah yang habis diairi dan menunggu waktu untuk ditanami. Pada saat proses mengairi sawah, belut-belut yang semula hidup di sungai, ikut terbawa masuk ke dalam sawah. Begitu air meresap ke dalam  tanah, belutpun membuat lubang untuk dijadikan sebagai sarang.

Karena itu, untuk memancing belut sawah, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari genangan-genangan air yang ada di area persawahan disusul dengan mencari lubang-lubang kecil di sekitar genangan air tersebut.

Kolam-Kolam Liar di Tengah Sawah

Dalam video yang diunggah Juanda Faisal di akun  YouTubenya, sang pemburu belut langsung mengajak pemirsa ke area persawahan yang dihiasi kolam-kolam liar. Sudah barang tentu kolam yang dimaksud bukan kolam yang sengaja dibuat untuk pemancingan. Melainkan genangan-genangan air yang terbentuk usai sawah diairi dengan air sungai.

Kolam-kolam liar itulah yang dijadikan spot pemancingan dengan mencari lubang-lubang kecil yang menjadi sarang belut. Sedang untuk alat yang digunakan sangat sederhana, yaitu sebuah tambang seukuran setengah jari kelingking yang diikat pada kail dan diberi umpan cacing tanah.

Untuk peralatan memancing belut sebenarnya cukup fleksibel. Tali yang digunakan tidak harus tambang, tapi bisa senar atau benang nilon yang kuat. Sementara umpannya juga tidak harus cacing, tapi bisa juga menggunakan jengkerik, orong-orong atau jenis serangga yang lain, namun dalam video ini, pemancing menggunakan tambang kecil dan umpan cacing tanah.

Salam Belut Hunter

“Salam belut hunter!” kata-kata itulah yang kerap diucapkan pemancing, baik pada saat mengawali perburuan, disaat strike maupun setelah berhasil mendapatkan belut. Salam yang disampaikan ini tidak saja menciptakan kedekatan antara pemburu belut dengan pemirsa, tapi juga mengajak pemirsa untuk ikut larut dalam perburuan.


Ingin memulai atau mengembangkan bisnis online?

Website anda adalah titik Anda memulai bisnis online. Pilih webhosting yang terpercaya, pilih server, domain dan kembangkan peluang bisnis Anda di tahun ini. Jangan lupa, kendalikan keuangan menggunakan berbagai asuransi, reksadana, pembelian rumah, ruko dan mobil, kuliah plus investasi melalui berbagai pilihan yang tersedia.


Terlebih pemirsa juga diajak langsung ke spot-spot yang menjadi sasaran serta ditunjukkan proses pemancingan dari awal memasukkan umpan ke dalam lubang hingga mendapatkan belut yang menjadi sasaran perburuan. Membuat pemirsa seolah berada di lokasi dan menjadi bagian dari perburuan belut.

Salah satu contoh pada perburuan ketiga. Kamera menyorot langsung ke dalam lubang dan terlihat kepala seekor belut yang tengah mengintip. Melihat ukuran  kepalanya, Juanda langsung menarik kesimpulan bahwa belut yang menjadi sasarannya kali ini adalah induk belut dengan ukuran besar.

Umpanpun dilepaskan dan dengan rakus belut tersebut langsung mencaploknya. Meski jelas-jelas sudah strike, namun tali tidak kunjung ditarik, karena menunggu momen yang tepat. Begitu momen tersebut datang, tali pun perlahan-lahan ditarik keluar. Kali ini belut memberikan perlawanan dengan cukup kuat meski akhirnya berhasil ditangkap.

Induk belut dengan tubuh besar namun berukuran pendek tersebut meronta-ronta. Karena cukup kuat rontaannya dan kulitnya juga licin, membuat induk belut tersebut akhirnya terlepas dan masuk ke genangan air yang berada di dekat lubang.

Dengan melihat tayangan ini, bagi mereka yang pernah mengalaminya atau pernah berburu belut sawah tentu menjadi media untuk bernostalgia. Sementara bagi penduduk kota atau mereka yang belum pernah memancing belut sawah, tentu menjadi hiburan sekaligus tambahan pengetahuan.

Tidak heran jika video berdurasi 10 menit 18 detik ini menyedot banyak pemirsa dengan ditonton sebanyak 1.494.041 kali, disukai sebanyak 10.000 penonton dan 1.937 diantaranya memberikan komentar.

Related Posts