Trik Psikologi Jatuh Cinta

10 Trik Psikologi untuk Membuat Orang Jatuh Cinta Denganmu

Apakah kamu sedang suka dengan seseorang dan ingin orang itu suka denganmu juga? Atau kamu hanya sekedar ingin membuat orang-orang di sekitarmu suka dengan dirimu?

Trik Psikologi Jatuh Cinta

Ada 10 trik psikologi yang bisa kamu terapkan untuk membuat orang jatuh cinta kepadamu. Trik ini dibuktikan dengan penelitian ilmiah oleh beberapa psikologi terkenal, jadi simak terus ya!

Efek Mere – Exposure : menghabiskan waktu yang banyak dengannya.

Mungkin kamu tidak asing dengan peribahasa Jawa yang berbunyi, “witing tresna jalaran saka kulina” yang artinya orang akan jatuh cinta karena terbiasa. Nah, Fenomena ini disebut dengan Mere-Exposure effect. 

Fenomena Mere -xposure ini sendiri pertama kali diteliti di sekitar tahun 1950, yaitu ketika peneliti MIT menemukan bahwa anak-anak perkuliahan yang rumahnya berdekatan akan lebih mudah berteman daripada yang tinggal berjauhan. Hal ini dijelaskan karena ketika mereka tinggal berdekatan, akan ada interaksi setiap harinya secara langsung dan tidak langsung. Mungkin diawali dengan saling menyapa saja, yang perlahan akan berkembang menjadi persahabatan.

Studi ini kemudian dikembangkan oleh Psikologi dari Universitas Pittsburgh di tahun 1992. Dalam studi ini, empat wanita dengan penampilan yang sama menyamar jadi mahasiswi di kelas psikologi. Namun mereka muncul dalam waktu berbeda-beda, yaitu muncul sebanyak 15 kali, 10 kali, 5 kali hingga tak pernah muncul. Keempat wanita ini tidak berinteraksi dengan mereka sedikitpun.  

Di akhir, mahasiswa disuruh memilih mana wanita yang paling menarik untuk mereka.  Jawaban mereka meunjukan bahwa mereka tertarik dengan wanita yang sering muncul yaitu sebanyak 15 kali walaupun mereka tidak berinteraksi sedikitpun dengan wanita itu.

Maka, menghabiskan waktu dan berada dekat dengan orang yang kamu suka bisa membuat mereka suka denganmu. Kalaupun kamu tidak tinggal berdekatan dengannya, cobalah terus bersamanya atau mengikuti rutinitas mereka seperti ngopi bareng, ambil kelas bareng, makan siang bareng atau bahkan satu kelompok tugas bareng.

Efek chameleon : Trik Psikologi Dengan Meniru Si Dia

Strategi ini mungkin lebih dikenal dengan ‘mirroring’, di mana orang meniru kebiasaan orang yang  disuka. Fenomena ini dinamakan dengan “chameleon effect” atau efek bunglon.

Peneliti di Universitas New York pada tahun 1999 menemukan bahwa orang secara tidak sadar meniru perilaku satu sama lain yang menjadi pertanda bahwa mereka saling suka.

Dalam studi ini, mereka mengumpulkan 72 pria dan wanita untuk mengerjakan suatu tugas secara berpasangan. Beberapa dari mereka mengikuti perilaku pasangannya, dan beberapa tidak. Di akhir studi ini, peneliti meminta menunjukan seberapa besar mereka menyukai pasangannya. Para peserta ini lebih cenderung mengatakan bahwa mereka menyukai pasangan mereka ketika pasangan mereka meniru perilaku mereka.

Jadi, kamu bisa coba hal sederhana seperti ketika sedang ngopi dengannya kemudian mengikuti sedikit gerak-geriknya seperti mungkin cara dia memegang gelas kopi itu, atau kebiasannya dia memegang rambut dan sebagainya. Kamu bisa juga menirukan cara mereka berbicara atau juga ekspresinya.

Efek pratfall : tunjukan kelemahanmu padanya

Ketika kamu terlihat sempurna, orang akan susah menjangkaumu. Tapi ketika kamu melakukan kesalahan-kesalahan kecil, mereka akan menggangapmu lebih gampang untuk didekati. Menunjukan bahwa kamu tidak sempurna membuat orang berpikir bahwa kamu juga sama seperti mereka. Trik psikologi ini dikenal dengan Pratfall effect.

Seorang Psikologi asal Amerika, Elliot Aronson, menemukan fenomena ini ketika ia menyadari bahwa kesalahan sederhana dapat mempengaruhi tingkatan ketertarikan seseorang. Dia menanyakan kepada mahasiswa pria dari Universitas Minnesota untuk mendengarkan rekaman orang yang melakukan wawancara. Para mahasiswa ini lebih menyukai orang yang menyelesaikan wawancara dengan baik namun menumpahkan kopi di akhir daripada orang yang terlihat sempurna dan tidak melakukan kesalahan sedikitpun di wawancara itu.

Dalam hal ini, perlu diperhatikan apabila orang yang melakukan kesalahan ini bukan berarti mereka tidak kompeten, ya. Pada dasarnya, manusia tidak ada yang sempurna dan menunjukan bahwa kamu punya kekurangan berarti kamu bisa membuka diri dengan orang lain dengan mudah juga.

Efek Ben Franklin : mengubah benci menjadi cinta

Mungkin kamu tidak asing dengan fenomena ini. Banyak film atau drama yang memperlihatkan bagaimana mengubah benci menjadi cinta dengan perlakuan manis seseorang. Dalam permainan trik psikologi ini dikenal dengan Benjamin Franklin effect , atau disonansi kognitif. Singkatnya, hal ini adalah bukti dari tidak selarasnya pikiran, perkatan, dan perbuatan.

Benjamin Franklin mengungkapkan fenomena ini dalam buku memoarnya yang berjudul Mémoires de la vie privée de Benjamin Franklin yang dirilis tahun 1791. Dia sendiri dikenal sebagai kolektor buku dengan selera sastra yang tinggi. Dia juga seorang politikus, wartawan, dan juga penulis.

Ada beberapa orang yang tidak menyukainya, namun dia justru ingin mencoba menerapkan prinsip psikologis ini dengan cara meminta tolong ke orang yang membencinya itu untuk meminjamkan buku miliknya.

Sebagai gantinya, Ben mengembalikan buku itu dengan ucapan dalam secarik kertas. Ternyata perlakuan manis Ben ini cuup membuat orang yang membencinya itu luluh, dan akhirnya mereka justru terlihat lebih bersahabat.

Hal ini menjelaskan bahwa orang terkadang mempunyai dualisme pemikiran. Di mana ketika ada orang yang membencimu, namun justru kamu bersikap manis dan baik dengannya maka secara tidak sadar orang etrsebut akan lebih memilih menyesuaikan sikapnya dengan sikap baikmu itu. Mungkin tidak bisa sepenuhnya menghilangkan rasa benci, tapi bisa meredam emosi negatif.

Jadi kalau kamu ingin lebih dekat dengan orang yang membencimu, coba cari celah untuk bisa meminta tolong kepadanya, kemudian kamu mengucapkan terima kasih dengan tulus. Siapa tahu memang trik ini bisa ampuh layaknya adegan di film romansa kesayanganmu.

Efek Pygmalion: berekspetasi hal baik ke dia

Ketika kamu berkespetasi bahwa orang itu baik maka dia juga akan memperlakukanmu dengan baik. Trik psikologi ini secara umum dikenal dengan Pygmalion effect.

Robert Rosenthal, seorang psikologi di Universitas California, mengungkapkan “Ketika kita mengharapkan perilaku tertentu dari orang lain, kita cenderung bertindak dengan cara yang membuat perilaku yang diharapkan lebih mungkin terjadi.”

Rosenthal melakukan penelitian terhadap efek ini kepada seorang guru selama 8 bulan.  Dalam penelitian ini, guru ini menanamkan pemikiran bahwa murid-muridnya akan memperoleh prestasi yang istimewa di akhir, sedangkan kelas lainnya tidak seperti ini.  Setelah kurang lebih delapan bulan, ternyata hasilnya anak-anak yang digunakan percobaan ini memperoleh hasil yang sangat baik dibanding yang lain.  

Ini bukti bahwa berekspetasi positif  akan memberikan hasil positif apabila adanya feedback positif berupa kenyakinan dan perilaku yang positif juga.

Jadi ketika kamu ingin orang mencintaimu, pikirkan bahwa mereka akan memperlakukanmu seperti itu maka secara otomatis sikapmu ke dia juga akan menunjukan hasil yang seperti itu.

Self Disclosure : katakan rahasiamu ke dia

Dalam sebuah studi yang dipimpin oleh para peneliti di Universitas Negeri New York di Stony Brook, Sekolah Pascasarjana Psikologi Keluarga California, Universitas California, Santa Cruz, dan Universitas Negeri Arizona, menunjukan munculnya ketertarikan melalui sebuah obrolan yang mendalam dan personal. Dalam penelitian ini, mereka memasangkan beberapa orang untuk mengobrol selama 45 menit dan saling mengenal satu sama lain.

Peneliti menyediakan beberapa pertanyaan yang nantinya ditanyakan oleh peserta ini. Ada pertanyaan yang personal  seperti ,”Bagaimana hubunganmu dengan orang tuamu?” dan ada juga pertanyaan ringan seperti, “kamu suka liburan ke mana? Kenapa?”

Hasilnya adalah peserta yang mengajukan pertanyaan personal ini akan merasa lebih dekat daripada yang hanya mengobrol ringan seperti hanya basa-basi saja.

Kamu bisa mencoba teknik ini untuk bisa lebih dekat dengan orang lain. Contohnya, kamu bisa perlahan menanyakan pertanyaan umum seperti apa film favoritmu hingga ke pertanyaan apa yang mereka suka dari film itu atau adakah yang menyentuh dari film itu karena berhubungan dengan hidupnya.

Ketika kamu membagikan informasi yang personal dan intim, orang akan merasa lebih dekat denganmu lebih cepat dan orang itu juga terlihat nyaman denganmu karena bisa menunjukan sisi dirinya kepadamu. Namun ingat juga ketika kalian berbagi informasi personal seperti ini, kalian harus juga menjaganya karena ini akan sangat berpengaruh dengan rasa percaya orang tersebut.

Spontaneous trait transference : suka memuji dia

Siapa orang yang tidak suka dipuji? Kamu pasti suka apabila ada orang yang memujimu, kan. Dengan pujian ini tentunya kamu akan mengungkapkan dukunganmu untuk orang tersebut yang bisa meningkatkan rasa percaya diri orang tersebut.

Nah, ketika kamu memberikan pujian untuk orang maka secara otomatis mereka akan menggambarkanmu seperti itu juga. Inilah yang dikenal dengan Spontaneous trait transference.

“Apapun yang kamu katakan tentang orang lain memengaruhi cara orang melihat dirimu,’” kata Gretchen Rubin, penulis ‘The Happiness Project.’ Sedikit berkaitan dengan pygmalion effect, namun hal ini menunjukan bahwa apa yang kamu ucapkan ke orang lain itu juga menggambarkan dirimu.

Kalau kamu memuji orang itu tulus dan baik, orang tersebut akan menilaimu seperti itu juga. Kebalikannya kalau kamu membicarakan orang di belakang, orang lain juga akan menilaimu negatif seperti itu. Maka dari itu, pujilah orang-orang yang kamu suka itu, sehingga mereka juga bisa berbalik suka kepadamu nantinya.

Sense of humor : suka melawak

Penelitian dari Illinois State University dan California State University di Los Angeles menemukan bahwa orang yang lucu terlihat menarik untuk menjadi teman ataupun pasangan. Sedangkan tidak memiliki selera humor akan menjadi bumerang untukmu.

Sebuah studi mengungkapkan, dengan trik psikologi ini, dari 140 pekerja Tiongkok yang berumur 26 hingga 35 menjadi orang yang tidak disukai di antara lainnya karena mereka terlalu terlalu fokus pada moral.

Maka dari itu, berusahalah mempunyai selera humor. Janga terlalu serius dalam berbicara, kamu bisa menggunakan beberapa cerita lucu tentang dirimu atau orang lain yang bisa kamu bagikan ke dia. Pada dasarnya, ini akan membuat mood orang yang berada di sekitarmu menjadi lebih bahagia, sehingga mereka akan suka berada di dekatmu.

Bedroom eye : melakukan kontak mata secara mendalam

Tatapan mata memiliki pengaruh yang besar ke seseorang. Dengan melakukan kontak mata, orang yang berbicara denganmu akan merasakan perhatian darimu.

Bedroom eyes sendiri adalah sebuah cara melihat seseorang yang memperlihatkan bahwa kamu tertarik dengan dia. Ini digambarkan dengan mata yang terlihat sedikit tertutup terlihat sedikit sensual dan menikmati momen yang intim dengannya.

Pada suatu studi menjelaskan apabila kamu tertarik dengan sesuatu maka pupil matamu akan membesar. Coba perlahan tatap mata orang yang kamu suka itu dan tunjukan betapa kamu menggaguminya. Secara tidak sadar, matamu ini terlihat berbicara bahwa kamu sangat menyukainya dan dia bisa menangkap itu.

Left-ear : bisikan kata-kata emosional ke telinga kiri

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Teow Chong Sim dan Carolyn Martinez dari Sam Houston State University mengungkapkan bahwa telinga kiri lebih baik menerima kata-kata emosional seperti cinta.

Penelitian ini dilakukan kepada 62 peserta. Mereka mendengarkan audio yang berisikan kata-kata emosi seperti cinta dan non-emosi seperti kata-kata gabungan biasa dengan cara dichotic listening.

Penemuan ini membuktikan trik psikologi bahwa otak belahan kanan dapat menerima ingatan dengan lebih kuat melalui telinga sebelah kiri. Penemuan ini menguatkan fungsi otak belahan kanan dalam menerima persepsi informasi emosional. Jadi ketika kamu ingin mengucapkan kata-kata yang manis atau romantis, coba kamu ucapkan dekat di telinga kiri mereka dan lihat respon apa yang akan kamu dapatkan setelah itu.

Nah, sekarang sudah tahu kan apa aja trik psikologi . Sisanya tinggal kamu coba aja, nih. Tanpa adanya usaha yang maksimal, trik-trik ini mungkin juga tidak akan berguna untukmu. Jadi terus berusaha, ya!

Selamat Datang di Indonesi.com

Situs yang akan membuat Anda menjadi lebih baik, dengan artikel dan tips terpilih.

Visi kami adalah menjadikan inspirasi untuk sejuta orang Indonesia.

Redaksi Indonesi.com
Cipinang Indah. Jakarta Timur.

Related

Toxic Positivity adalah

Belakangan, topik toxic positivity marak diperbincangkan di dunia maya seiring meningkatnya isu mental health selama…

Read more
Manfaat Kopi

Nongkrong bersama teman sambil ngopi memang asyik, tapi ternyata selain bisa diseruput, kopi memiliki banyak manfaat…

Read more
Ketagihan Belanja Online

Di era digital, kita sangat dimudahkan oleh berbagai aplikasi untuk melakukan belanja online dengan menggunakan…

Read more

Internet is huge! Help us find great content

About

Bacaan Yang Membuat Anda Lebih Baik