Desa Girpasang, Desa Terpencil dan Terisolir di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah

Orang yang tinggal seperti ini bisa lebih happy, dari warga kota yang sesak padat, penuh polusi


Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, parenting adalah sebuah interaksi antara orang tua dan anak dengan tujuan mendukung perkembangan fisik, emosi, sosial, intelektual, dan spiritual yang dimulai sejak anak berada di dalam kandungan hingga ia dewasa. Simpelnya, parenting adalah pola asuh orang tua terhadap anaknya.

10 Tips Parenting Anak, Ibu dan Ayah.

Lalu bagaimanakah pola parenting yang baik? Berikut ini beberapa tips parenting yang mungkin bisa dicoba.

Tips Parenting

1. Mempersiapkan Diri Sebelum Memiliki Anak

Banyak yang tidak menyadari pentingnya mempersiapkan diri sebelum memiliki anak. Hal ini dikarenakan kebanyakan orang tidak menyadari bahwa parenting dimulai sejak anak berada di dalam kandungan. Tentunya calon orang tua harus mulai mempersiapkan dan membekali diri dengan ilmu parenting sebelum memiliki anak.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan diri diantaranya adalah membaca buku tentang parenting, mengikuti seminar parenting atau bahkan ikut kelas parenting. Di masa sekarang, ada banyak kelas parenting yang bersifat offline ataupun online.

2. Sering mengajak anak bicara

Sebagian besar orang dewasa beranggapan bahwa anak – anak tidak harus selalu di dengarkan. Hal ini tentunya sangat keliru. Sebagai orang tua, seharusnya kita meluangkan waktu sebanyak mungkin untuk berbicara dengan anak. Mengajak bayi yang belum bisa berbicara akan menstimulus otak anak. Bayi yang sering diajak bicara cenderung lebih aktif dibandingkan dengan bayi yang jarang diajak berbicara.

Tak hanya dengan bayi, orang tua juga perlu berbicara dengan anak – anak. Luangkan waktu untuk mengobrol dan mendengarkan cerita mereka. Sebisa mungkin orang tua tidak mendominasi percakapan, buatlah anak – anak aktif bercerita. Hal ini akan menumbuhkan rasa percaya diri anak dan menumbuhkan rasa percaya anak terhadap orang tua. Selain itu, orang tua juga dapat lebih mengenal dan memahami anak – anak.

3. Memberi contoh dengan tindakan

Anak adalah cerminan dari orang tua. Mungkin kita seringkali mendengar kalimat seperti itu, mengapa demikian? Ya, persis seperti cermin yang akan memantulkan gambar diri kita, seperti itulah pula anak bersikap. Anak – anak cenderung meniru hal – hal yang ia lihat dan dengar di lingkungan sekitarnya. Orang tua adalah role model utama dari anak – anak, tak heran jika anak akan selalu meniru orang tuanya.

Oleh karena itu, sebaiknya orang tua memberikan contoh pada anak dalam bentuk tindakan. Anak cenderung lebih mudah meniru perilaku orang tuanya dibanding hanya ucapan dari orang tuanya. Contoh ketika orang tua hendak menasehati anak untuk menggosok gigi setiap pagi, orang tua bisa langsung mengajak anaknya untuk menggosok gigi bersama. Selain lebih mudah ditiru anak, melakukan aktivitas bersama anak seperti ini juga mampu meningkatkan kedekatan orang tua dengan anak.

4. Jangan membentak anak

Terkadang anak – anak memang membuat orang tua merasa jengkel dengan ulahnya. Namun, ini bukan alasan untuk orang tua bisa membentak anak. Hal seperti ini sebaiknya di hindari karena dapat mengakibatkan trauma pada anak. Anak yang sering dibentak cenderung akan tumbuh menjadi anak yang emosional dan kasar. Tentunya para orang tua tidak ingin hal ini terjadi, bukan?

Jika anak – anak rewel atau nakal, itu adalah hal yang wajar. Lalu bagaimana cara menangani anak – anak tanpa membentaknya? Cobalah mengajak anak bicara pelan – pelan dan beri waktu untuknya mengungkapkan perasaannya.

5. Memfilter tontonan anak

Hal ini seringkali diabaikan oleh para orang tua, padahal tontonan memiliki pengaruh yang cukup besar bagi anak – anak. Membiarkan mereka menonton film yang tidak sesuai dengan usianya sangat tidak direkomendasikan. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, anak – anak cenderung akan meniru apa yang mereka lihat. Mereka belum memahami mana yang baik dilakukan ataupun tidak. Mungkin kita pernah mendengar kasus anak – anak yang membunuh karena terinspirasi dari film yang ia tonton. Tentunya hal ini tidak diinginkan oleh para orang tua.

Oleh karena itu, orang tua harus berperan sebagai filter yang menyaring apa saja yang boleh di tonton oleh anak ataupun tidak. Biasanya film – film sudah dilengkapi dengan keterangan usia yang aman untuk menonton film tersebut. Pastikan anak – anak menonton film kategori ‘semua usia’. Ada juga beberapa film yang mengharuskan pendampingan dari orang tua, sebaiknya orang tua menemani anak saat menonton film tersebut.

6. Batasi penggunaan gadget

Sepertinya sudah jadi rahasia umum jika banyak orang tua yang memberikan gadget pada anaknya dengan dalih agar anak anteng. Padahal jika ditelusuri lebih jauh, hal tersebut justru banyak memberikan efek negatif pada anak, misalnya merusak kesehatan mata anak. Oleh karena itu, sebaiknya orang tua membatasi jam bermain anak dengan gadget. Alihkan perhatian anak pada hal lain agar anak tidak kecanduan gadget.

7. Jangan memaksakan kehendak pada anak

Seringkali kita lihat orang tua memaksakan kehendaknya pada anak mereka. Padahal hal ini tidak baik karena setiap anak pasti memiliki keinginannya masing – masing. Memaksakan kehendak pada anak hanya akan membuat anak melawan pada orang tua bahkan membenci orang tuanya sendiri.

Sebagai orang tua, seharusnya bisa memahami dan mendukung keinginan anak – anaknya. Saat melakukan hal yang diinginkan, anak akan lebih bersemangat dan lebih bahagia. Selain itu, dukungan dari orang tua akan membuat anak merasa lebih nyaman dan lebih dekat dengan orang tuanya.

8. Tidak membandingkan anak

Orang tua terkadang membandingkan anak dengan anak lainnya, bahkan dengan saudaranya sendiri. Hal ini sebaiknya tidak dilakukan karena dapat membuat anak merasa minder. Orang tua harus menyadari bahwa setiap anak memiliki keunikan dan kelebihannya masing – masing. Daripada membandingkan anak dengan anak lainnya, lebih baik fokus untuk melihat potensi pada anak dan memaksimalkan potensi tersebut.

9. Beri pujian ketika anak meraih pencapaian

Hal ini mungkin terdengar sepele, namun pada kenyataannya pujian yang diberikan pada anak akan meningkatkan semangat anak dan memotivasi anak untuk berusaha lebih baik. Tidak perlu menunggu pencapaian yang luar biasa, pujilah ia dari hal – hal terkecil seperti saat anak bisa merapihkan mainannya sendiri atau ketika anak mendapatkan nilai yang bagus di sekolah.

10.  Luangkan waktu untuk quality time dengan anak

Terkadang kesibukan kerja membuat orang tua tidak memiliki banyak waktu untuk bersama dengan anak – anaknya. Namun, orang tua sebisa mungkin harus meluangkan waktu agar bisa memiliki quality time dengan anaknya. Menyempatkan waktu untuk menemani anak sebelum tidur atau mengajak anak – anak untuk berlibur di akhir pekan merupakan salah satu contoh quality time yang bisa dicoba.