Sepeda Anak

Tips Memilih Sepeda Anak yang Tepat dan Aman

Kegiatan bersepeda bisa membuat anak-anak aktif bergerak dan meningkatkan kemampuan motoriknya. Selain itu, bersepeda bisa jadi salah satu sarana rekreasi bagi anak.

Sepeda juga merupakan salah satu mainan edukasi. Untuk anak-anak, kegiatan bersepeda dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan kepekaan panca indera mereka.

Sepeda Anak

Meski memiliki banyak manfaat, sayangnya memilih sepeda untuk anak bisa jadi perkara yang cukup memusingkan bagi orangtua. Berbeda dengan sepeda untuk orang dewasa, ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan saat memilih sepeda untuk anak.

Walaupun cukup memusingkan, ada juga sisi menyenangkannya lho! Proses ini bisa memunculkan kegembiraan jika para orangtua melibatkan anak-anak di dalamnya. Nah, agar tak salah pilih, simak tips memilih sepeda yang tepat dan aman untuk anak berikut ini!

Pilih yang Pas Dengan Usia Anak 

Berapa usia anak Anda? Usia anak menjadi pertimbangan penting untuk memilih sepeda. Semakin bertambah usia, anak tentu membutuhkan sepeda yang sesuai dengan kemampuan dan tinggi badannya.

Contohnya saja sepeda roda tiga dengan dorongan. Sepeda jenis ini cocok untuk anak di bawah tiga tahun (batita) karena dilengkapi aspek keamanan dan ketahanan yang kuat. Orangtua bisa membantu mendorong sepeda dengan menggunakan tongkat pengendalinya.

Sementara itu sepeda roda tiga untuk anak usia 3-4 tahun berbeda dengan sepeda roda tiga untuk anak batita. Sepeda ini memiliki satu roda di bagian depan dan dua roda di bagian belakang dengan pedal yang menempel pada roda depan.

Sedangkan untuk anak usia 4-6 tahun dengan tinggi 100cm hingga 120cm, lebih cocok menggunakan sepeda roda dua dengan diameter roda sekitar 16 inci sampai dengan 18 inci.

Ukur Dulu Inseam Anak

Selain memilih sesuai dengan usia anak, sebaiknya pilih sepeda sesuai dengan ukuran inseam anak. Adapun yang dimaksud dengan inseam adalah panjang pangkal paha sampai dengan pergelangan kaki. Ukuran inseam ini akan sangat membantu jika postur tubuh anak tidak sesuai dengan usianya. Misalnya saja tubuh anak yang cenderung lebih besar karena faktor gizi ataupun genetika.

Untuk mengukur inseam anak, siapkanlah meteran dan sebuah buku. Ajaklah anak untuk berdiri dan bersandar pada tembok sembari menjepit buku di pangkal pahanya. Usahakan agar buku tersebut sedekat mungkin dengan bagian selangkangan. Kemudian pakailah meteran untuk mengukur dari permukaan lantai hingga bagian atas buku.

Kemudian bawalah ukuran inseam ini ke toko sepeda dan sampaikan kepada penjualnya. Berdasarkan ukuran inseam ini, pilih sepeda dengan rentang inseam yang cukup agar anak punya ruang untuk bersepeda dengan nyaman. Termasuk saat tubuhnya nanti bertambah tinggi.

Perhatikan Rangka dan Bobot Sepeda

Tak sedikit sepeda di pasaran yang punya bobot terlalu berat untuk ditopang anak-anak. Bahkan ada sepeda yang bobotnya 50% lebih berat dari tubuh anak-anak. Sepeda yang terlalu berat akan menyulitkan anak dan membuatnya mudah lelah.

Sebaiknya pilih rangka yang menggunakan material utama aluminium atau titanium. Kedua material ini cenderung lebih ringan. Jika memiliki rangka baja, pastikan komponen-komponen lain cukup ringan sehingga bobot keseluruhan sepeda tidak terlalu berat.

Sesuaikan Pemakaian Pedal Dengan Usia Anak

Banyak orangtua berpikir ekonomis dengan memilihkan sepeda berpedal untuk anak. Alasannya tak lain agar sepeda bisa digunakan lebih lama saat usia anak bertambah. Padahal pada usia yang terbilang muda, sebaiknya anak memulai kegiatan bersepeda dengan sepeda tanpa pedal.

Sepeda tanpa pedal atau balance bike cocok digunakan untuk anak yang baru menginjak usia 18 bulan hingga 5 tahun. Penggunaan sepeda tanpa pedal dapat membantu melatih keseimbangan anak terhadap mobilitas. Sepeda tanpa pedal dikendalikan dengan dua kaki sehingga anak dituntut untuk menjaga keseimbangan tubuhnya.

Selain itu, sepeda tanpa pedal melatih anak mengkoordinasikan gerak tubuh mulai dari kaki, tangan dan posisi tubuhnya. Beraktivitas dengan sepeda tanpa pedal juga dapat melatih perkembangan motorik dan sensorik. Anak akan belajar cara memandang jalan dan berkonsentrasi melihat ke arah depan.

Pertimbangkan Pemakaian Rem Dengan Kemampuan Motorik Anak

Ada sepeda anak yang dilengkapi rem dan ada pula yang tidak. Dari sudut pandang orang dewasa, sepertinya tampak lebih aman jika sepeda anak dilengkapi rem. Tetapi perlu diingat pula bahwa penggunaan rem tersebut membutuhkan tenaga dan kemampuan motorik yang sudah sangat optimal.

Karena itulah, sepeda yang dilengkapi rem sebenarnya direkomendasikan untuk anak usia 4 tahun ke atas. Sebab pada usia ini umumnya sistem motorik anak sudah berkembang dengan sangat optimal.

Tak perlu kuatir, anak bisa menghentikan laju sepeda tanpa rem dengan menurunkan kakinya ke tanah. Tanpa adanya rem, genggaman anak pada gagang sepeda pun menjadi lebih leluasa.

Pilih Sepeda Dengan Pelindung Rantai

Pelindung rantai memiliki fungsi yang sangat penting yakni melindungi kaki anak dan juga celana mereka agar tidak tersangkut ketika mengayuh sepeda. Rantai yang terbuka kemungkinan besar dapat membuat kaki anak terluka ketika terkena rantai saat sepeda sedang melaju.

Pastikan Ukuran Velg Sesuai Dengan Usia Anak

Saat memilih sepeda anak, perhatikan pula bagian velg dan ukurannya. Velg yang bagus untuk sepeda anak terbuat dari bahan logam campuran dan aluminium. Saat jalanan basah, rem pada sepeda anak lebih mudah mencengkeram velg yang terbuat dari bahan-bahan tersebut.

Selain memperhatikan bahan velg, cermati pula ukuran velg. Pastikan ukuran velg sesuai dengan usia anak. Untuk anak usia 2-4 tahun, sebaiknya menggunakan ukuran velg 30cm atau 12inci. Untuk anak usia 4-7 tahun, direkomendasikan untuk memakai ukuran velg 40cm atau 16inci. Sedangkan untuk anak usia 5-8 tahun, disarankan menggunakan ukuran velg 45cm atau 18inci. Sementara itu untuk anak usia 8-12 tahun, pilihlah ukuran velg 50cm atau 20inci.

Pilih Desain yang Menarik

Jika anak tampak kurang berminat dengan kegiatan bersepeda, cobalah untuk memilih desain sepeda sesuai karakter atau warna favoritnya.

Saat ini ada berbagai macam desain sepeda dengan warna yang menarik, misalnya saja sepeda bertema Spiderman yang digandrungi anak laki-laki dan sepeda bertema Frozen yang pasti disukai anak perempuan.

Jangan lupa untuk mengajak anak memilih sendiri sepeda kesukaannya. Dengan cara ini, anak akan lebih bersemangat untuk bersepeda!

Cermati Garansinya

Sepeda anak yang berkualitas memang diikuti dengan harga yang tak murah. Sepeda anak seperti ini umumnya juga memiliki masa garansi yang lebih panjang, rata-rata hingga 5 tahun. Perlu diketahui, garansi untuk sepeda anak biasanya berlaku untuk bagian tertentu saja, yakni untuk frame atau rangka.

Adanya garansi tersebut tentu menguntungkan, para orangtua bisa lebih berhemat. Kelak jika usia anak sudah bertambah, kondisi yang masih bagus memungkinkan sepeda anak masih bisa digunakan oleh adik-adiknya ataupun dijual.

Nah, tak hanya saat membeli sepeda baru, tips memilih sepeda yang tepat dan aman untuk anak ini juga bisa dipraktekkan ketika membeli sepeda anak bekas. Ingat, utamakan keamanan dan kenyamanan buah hati. Jangan sampai para orangtua salah memilih!

Selamat Datang di Indonesi.com

Situs yang akan membuat Anda menjadi lebih baik, dengan artikel dan tips terpilih.

Visi kami adalah menjadikan inspirasi untuk sejuta orang Indonesia.

Redaksi Indonesi.com
Cipinang Indah. Jakarta Timur.

Related

Usia 20 Tahun

Banyak hal yang terjadi ketika kamu mulai menginjak umur 20-an. Dari kamu mulai masuk universitas, kemudian menjalani…

Read more
Mendapat Uang Dari Menulis

Pekerjaan dalam bidang menulis bisa dibilang gampang-gampang susah, harus ada perjuangan yang lebih untuk mendapatkan…

Read more
30 Day Challenge

Pernah mendengar tentang 30 days challenge? Seperti namanya, tantangan memberikan waktu kepada pelakunya untuk…

Read more

Internet is huge! Help us find great content

About

Bacaan Yang Membuat Anda Lebih Baik