4 Lap Paling Berantakan dan Drama di MotoGP Austria Sepanjang Sejarah MotoGP

Pasti Anda sudah tidak asing lagi bukan, dengan kejuaraan balap motor yang diselenggarakan oleh MotoGP. MotoGP merupakan pertandingan balap motor, yang rutin dilakukan setiap musim pertandingan sejak tahun 1949 dan selalu ditunggu-tunggu setap musimnya.

Di setiap balapan tentunya terdapat momen-momen menegangkan, juga tidak terlupakan bagi penontonnya. Dan tidak jarang bahwa pertandingan ini berjalan dengan tidak lancar, yang mungkin disebabkan karena performa dari pembalap tidak maksimal.

Bagi Anda penggemar seri balapan Grand Prix sepeda motor ini, pastinya pernah melihat beberapa lap berantakan selama pertandingan berlangsung. Berikut kami akan merangkum, balapan paling berantakan sepanjang sejarah MotoGP.

4 Lap Paling Berantakan pada MotoGP Austria 2021

Seperti yang kita tau bahwa ada beberapa pembalap teratas yang cukup terkenal dengan keahliannya, seperti Valentino Rossi, Marc Marquez, Fransesco Bagnaia dan lainnya. Di seri MotoGP yang berlangsung di Austria, kali ini pertandingan tersebut cukup membawa drama.

Sebab pada lap ke 25 dari 28, terlihat bahwa Marc Marquez yang berada di posisi terdepan dan diikuti oleh Fransesco Bagnaia, Jorge Martin, Fabio Quartararo dan Joan Mir. Kelima pembalap tersebut, memilih untuk mengganti bannya.

Namun Brad Biner memilih untuk tidak mengganti bannya, sehingga ia langsung menduduki posisi pertama. Pada lap 26 dari 28, saat itu Valentino Rossi langsung menyusul di posisi ke-4 yang sebelumnya ia berada di posisi ke-10.

Brad Biner masih memimpin di posisi pertama, sedangkan Marc Marquez masih tertinggal jauh di posisi ke-10. Pada lap 27 dari 28, Marc Marquez sempat mengalami kecelakaan namun tidak menimbulkan kerusakan pada kendaraannya sehingga tetap meneruskan balapan.

Di lap terakhir yaitu 28 dari 28, Valentino Rossi turun pada urutan ke-5, sedangkan Brad Biner masih memimpin, diikuti oleh Aleix Espargaró dan Iker Lecuona.

Meski Sirkuit Red Bull Ring sempat diguyur hujan, akhirnya pertandingan selesai dan dimenangkan oleh Brad Biner yang memimpin pada 3 lap terakhir. Tentunya pertandingan kali ini membuat Marc Marquez sial, karena harus mengganti kendaraannya pada 3 lap terakhir.

Alhasil posisinya langsung diambil oleh Brad Biner, dan ia berhasil mempertahankannya hingga lap terakhir. Pada posisi kedua dan ketiga, berhasil diduduki oleh Fransesco Bagnaia dan Jorge Martin.

MOTOGP Trans7 Official mengunggah video tersebut pada tanggal 16 Agustus 2021, hingga saat ini tayangan tersebut telah ditonton sebanyak 4.341.950 orang. Anda bisa menyaksikan tayangan tersebut melalui https://www.youtube.com/watch?v=0L2UDlQSVNE .

Setiap musimnya, MotoGP selalu membawakan suasana berbeda serta menghadirkan momen-momen tidak terlupakan dan salah satunya adalah pada MotoGP Austria 2021.

Inilah 3 Tradisi Budaya Bangka Belitung YG Perlu Kamu Ketahui

Selain keadaan alam yang sangat indah, Bangka Belitung punya tradisi budaya yang unik, lho.

Inilah 3 tradisi budaya yang selalu dilakukan masyarakat Bangka Belitung:

1. Perang Ketupat

Di Pulau Bangka terdapat tradisi ini, yang lebih dikenal dengan sebutan ruah tempilang. Acara ini diadakan setiap 1 Muharam. Lokasinya di Pantai Tempilang. Pada saat itu para penduduk di desa itu bersiap menerima tamu, siapa pun yang datang dalam rangka menghadiri acara tersebut.

Ruah tempilang adalah acara perang ketupat, dengan harapan masyarakat terus sejahtera. Mereka berkumpul di pantai. Ketika meriam ditembakkan, mereka saling melempar ketupat ke siapa saja yang mereka temui.

Begitu meriahnya acara ini, sampai-sampai orang yang sedang di rantau pun kerap sengaja pulang kampung, agar dapat mengikuti ruah tempilang.

2. Mandi Belimau

Adalah tradisi yang biasa dilakukan masyarakat Melayu, terutama Bangka Belitung dan Riau, dalam rangka menyambut bulan Ramadhan. Di Bangka Belitung, tradisi ini sudah dijalankan sejak 300 tahun yang lalu. Mandi belimau berarti pensucian diri baik lahir maupun batin, menggunakan air limau.

Caranya, masyarakat berziarah ke makam pahlawan atau tokoh masyarakat yang sangat dihormati. Setelah itu mereka pergi ke tempat belimau. Air belimau adalah air yang ditempatkan di guci dengan tulisan Arab. Air dicampur dengan bahan-bahan seperti daun serai wangi, daun pandan, daun dan buah limau purut, akar siak-siak, daun mentimun, mayang pinang, dan beberapa bahan lain. Yang membuat ramuan air ini adalah para kaum pandai dan ulama.

Air yang harum itu disiramkan ke badan, dengan niat untuk pembersihan diri sebelum menjalankan ibadah puasa. Setelah itu, masyarakat bersalam-salaman dan saling memaafkan, agar bersih lahir batin.

3. Selikur

Ini adalah tradisi menyalakan lampu likur. Tradisi ini dilaksanakan satu minggu sebelum lebaran. Pada saat itu masyarakat menyalakan lampu di depan rumah masing-masing, mulai 7 hari sebelum lebaran sampai malam takbiran. Hari pertama, lampu yang dinyalakan adalah satu buah. Hari kedua bertambah lagi satu buah. Pada malam takbiran, lampu yang terpasang berjumlah 7 buah.

Saat ini selalu diadakan lomba kreasi lampu likur hias antar desa. Masyarakat pun berlomba-lomba mengkreasikan lampunya, ada yang berbentuk masjid, ketupat, dan lain-lain. Lampu-lampu yang dilombakan diletakkan di pintu masuk desa.

Tradisi budaya ini sangat menarik. Kalau kamu berencana datang ke Bangka Belitung, waktunya bisa disesuaikan dengan adanya tradisi ini, agar dapat menyaksikannya.