Coba Pinjaman Online Ilegal, Pejabat OJK Lihat Ada Praktik Curang

Pinjaman online sering dijadikan solusi bagi mereka yang mengalami kesulitan finansial. Sayangnya, banyak pinjaman online yang tidak terdaftar dalam OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sehingga menimbulkan berbagai keresahan bagi warga.

Menanggapi masalah ini, Hardi Rofiq Nasution sebagai Kepala OJK wilayah Jember menjajal salah satu pinjaman online ilegal untuk mendapatkan pengalaman terkait praktis pinjol ilegal. Penasaran dengan tanggapan kepala OJK terkait pinjol ilegal?

Potongan Awal dan Bunga Pinjol

Untuk mendapatkan pengalaman ini, Hardi meminjam uang pada pinjol ilegal sebesar Rp 1juta. Meskipun uang yang dipinjamnya sebesar Rp 1juta, tapi uang yang diterimanya hanya Rp 700ribu saja.

Pinjol mengenakan potongan hingga 30% dari jumlah uang yang dipinjam dan tidak ada batasan waktu pinjaman akan ditagih. Waktu pengembalian angsuran pinjaman akan diatur oleh pinjol ilegal jadi nasabah harus mengikutinya.

Padahal, nasabah yang bekerja sebagai pegawai harus menunggu waktu menerima gaji, baik awal bulan maupun akhir bulan agar bisa mengembalikan pinjaman tersebut. Kondisi inilah yang akan membuat nasabah merasa kesulitan membayar.

Selain potongan di awal, nasabah juga akan dikenakan bunga sebesar Rp 56ribu setiap harinya. Padahal, tidak ada perjanjian di awal mengenai bunga pinjaman ini tapi pinjol ilegal yang mengatakan bahwa ini memang sudah ketentuannya.

Relasi Sesama Pinjaman Secara Online

Apabila nasabah tidak memiliki dana untuk membayar utang dari pinjol ilegal tersebut, biasanya mereka akan menyarankan nasabah untuk meminjam uang dari pinjol ilegal lainnya.

Pasalnya, aplikasi pinjol ilegal seperti ini memiliki relasi dengan lainnya sehingga mereka akan saling menyarankan satu sama lain karena satu kepemilikan. Pada akhirnya, nasabah akan berada dalam lingkaran pinjol yang tidak kunjung usai.

Sistem gali lubang tutup lubang tidak akan menyelesaikan permasalahan nasabah dalam melunasi pinjaman. Lama-kelamaan utang ini akan terus membengkak dan akhirnya nasabah harus menjual beberapa harta yang dimilikinya.

Setelah mengetahui praktik pinjol ilegal, Hardi kemudian mengembalikan uang yang dipinjamnya. Ia menjelaskan bahwa kita harus lebih hati-hati dalam memilih pinjaman online.

Pastikan untuk menghubungi layanan OJK di nomor 157 untuk mengecek surat izin dari pinjol tersebut. Jika terpaksa Anda membutuhkan pinjaman, maka pastikan bahwa pinjaman online tersebut terdaftar di OJK agar lebih aman dan terjamin.

Tayangan ini dapat Anda tonton di channel milik KOMPASTV. Tayangan ini sudah mendapat 317.744 penonton sejak diunggah pada 12 September 2021. Berikut linknya https://www.youtube.com/watch?v=YHrol5dsHA8.

Pinjaman online sering dijadikan solusi bagi mereka yang mengalami kesulitan finansial.


Beginilah Suasana Belanja Di Pasar Terapung Muara Kuin Banjarmasin

Pasar Terapung Muara [Sungai] Kuin atau Pasar Terapung Sungai Barito adalah pasar terapung tradisional yang berada di atas sungai Barito di muara sungai Kuin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pasar Terapung Muara Kuin merupakan pusaka saujana Kota Banjarmasin.

Para pedagang dan pembeli menggunakan jukung, sebutan perahu dalam bahasa Banjar. Pasar ini mulai setelah salat Subuh sampai selepas pukul tujuh pagi. Matahari terbit memantulkan cahaya di antara transaksi sayur-mayur dan hasil kebun dari kampung-kampung sepanjang aliran sungai Barito dan anak-anak sungainya.

Para pedagang wanita yang berperahu menjual hasil produksinya sendiri atau tetangganya disebut dukuh, sedangkan tangan kedua yang membeli dari para dukuh untuk dijual kembali disebut panyambangan. Keistemewaan pasar ini adalah masih sering terjadi transaksi barter antar para pedagang berperahu, yang dalam bahasa Banjar disebut bapanduk.

Kini pasar terapung Kuin dipastikan menyusul punah berganti dengan pasar darat. Banyak wisatawan yang berkunjung ke Kuin harus menelan kekecewaan karena tidak menjumpai adanya geliat eksotisme pasar di atas air.