Warga Sulap Selokan Penuh Sampah Jadi Kolam Ikan. Panen Ikan Berlimpah

YouTube video

Melihat saluran irigasi yang penuh sampah, pemuda karang taruna setempat mencoba berinisiatif membersihkannya hingga tak menyangka menjadi tempat wisata.

Berikut cuplikan wawancara proses pembersihan aliran irigasi yang diupload CapCapung.

Dalam wawancara ini ada Suradianto, ketua karang taruna serta Andi, perwakilan dari Bendung Lephen, Mrican, Umbulharjo, Jogjakarta.

Awal mula inisiatif membersihkan aliran irigasi yang digagas pemuda karang taruna ini adalah karena melihat aliran yang penuh sampah serta juga limbah rumah tangga dan pabrik.

Selain itu melihat aliran irigasi yang sampai hingga persawahan, membuat mereka semakin bersemangat untuk membersihkan sampah. Dari sinilah kemudian tahun 2019 bulan Januari, Maret dan April, pembersihan aliran irigas dilakukan.

Dalam kerja bakti pembersihan saluran irigasi ini pemuda karang taruna juga dibantu warga kampung Mrican. Tidak hanya membersihkan sampah namun kerja bakti juga dilakukan dengan membersihkan lumpur setinggi 60 cm.

Untuk ikan yang ada di aliran irigasi ini dihadirkan dari swadaya kampung Mrican. Pertama kali dibeli ikan nila sebanyak 1 kwintal. Kemudian menyusul ikan tomro dan ikan tawes. Meski sudah bersih, tapi perawatan dan pemeliharaan tetap dilakukan setiap dua bulan sekali.

YouTube video

Ketika ikan sudah besar maka ikan pun akan dipanen. Untuk hasilnya pertama diberikan untuk warga dan selanjutnya untuk pengelolaan tempat wisata.

Mengenai munculnya tempat wisata di sini penggagasnya tidak menyangka karena memang awalnya hanya ingin membersihkan aliran irigasi. Tapi karena kemudian ada beberapa foto yang di share di media sosial, akhirnya tempat ini destinasi wisata.

Untuk tembok warna-warni yang ada di sini adalah inisiatif dari warga sendiri. Penggagasnya ternyata belum puas dengan apa yang diraihnya kemudian membuat plan untuk tahun ini yaitu pembersihan saluran irigasi hingga 1 km.

Terakhir, insiator berpesan untuk menjaga alam dan tidak membuang sampah sembarangan.

Video ini dibuat oleh CapCapung, 24 Juli 2020 dan telah ditonton 3,6 juta kali.

Artikel Terbaru


Inilah Rumah Adat Indonesia Yang Menghebohkan Dunia. Yuk Lihat…

Pernahkah kamu memperhatikan rumah adat di Indonesia yang kaya akan budayanya ini?

Indonesia memiliki 33 provinsi. Jumlah rumah adatnya? Wow, jauh lebh banyak. Setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing. Ketiga bangunan di bawah ini memiliki keunikan masing-masing:

Rumah Gadang

YouTube video

Siapa yang tak kenal Rumah Gadang? Rumah adat Sumatera Barat ini sudah dikenal hampir seluruh masyarakat Indonesia. Bentuknya yang khas membuatnya mudah dikenali.

Bagian atap bangunan ini sebelah kanan dan kirinya berbentuk runcing seperti tanduk kerbau. Dahulu, atapnya terbuat dari ijuk dan dapat bertahan hingga puluhan tahun. Saat ini, bagian tersebut sudah terbuat dari seng.

Bagian dalamnya berupa lanjar, yang jumlahnya tergantung besar. Ada yang dua,  tiga, atau empat. Juga, terdapat ruang yang jumlahnya selalu ganjil, antara tiga hingga sebelas.

Di halaman depan terdapat dua buah bangunan yang disebut rangkiang. Fungsinya adalah untuk menyimpan padi.

Tongkonan

Adalah rumah adat yang terdapat di Toraja. Tongkonan berasal dari kata “tongkon”, yang berarti duduk bersama-sama. Bentuk rumah adat ini, kedua ujungnya melengkung seperti perahu. Dahulu, bagian atap terbuat dari bambu. Kini, terbuat dari seng, seperti Rumah Gadang.

Tongkonan bagian dalam digunakan sebagai dapur dan tempat tidur. Di bagian depan terdapat “alang” atau lumbung padi, yang terbuat dari batang pohon palem.

Rumah Panggung

Salah satu rumah adat di Indonesia ini berada di daerah Jambi dan sering juga disebut dengan Kajang Leko. Bagian dalam terdiri atas 8 ruangan.

Pertama, jogan. Di sini adalah tempat untuk menyimpan air dan sebagai tempat beristirahat anggota keluarga. Kedua, serambi depan. Ruangan ini khusus untuk menerima tamu laki-laki.

Ketiga, serambi dalam. Fungsinya untuk kamar tidur anak laki-laki. Keempat, amben melintang, yaitu kamar tidur untuk pengantin. Kelima serambi belakang.

Ditempati sebagai kamar tidur anak perempuan yang belum menikah. Keenam adalah laren, tempat untuk menerima tamu perempuan. Ketujuh, garang, tempat mengolah makanan dan menyimpan air, dan kedelapan adalah dapur untuk memasak makanan.

Fakta Menarik dari Rumah Adat Di Indonesia

Indonesia adalah sebuah negara yang terdiri dari banyak pulau dan juga daerah. Perbedaan geografis yang dimiliki menyebabkan Indonesia memiliki banyak perbedaan budaya.

Indonesia yang memiliki banyak suku yang menempati daerah-daerah tentunya memiliki rumah adat masing-masing. Berikut ini adalah 5 info menariknya

Memiliki teknologi Anti gempa

Indonesia dikenal sebagai negara yang rawan dengan bencana alam. Hal ini disebabkan lokasi yang merupakan daerah Ring of Fire atau Lingkaran Api Pasifik.

Hal ini menyebabkan Indonesia sering mengalami gempa bumi yang disebabkan karena meletusnya gunung berapi. Hal ini terjadi sejak zaman dahulu.

Akibatnya tidak sedikit daerah Indonesia yang kemudian membangun rumah permanennya dengan teknologi anti gempa. Salah satunya ada adalah Omo Hada. Rumah adat Omo Hada ini adalah rumah adat dari Nias yang memiliki teknologi anti gempa.

Kokoh tanpa paku

Pada zaman dahulu orang akan membangun rumahnya dengan menggunakan bahan-bahan alami. Salah satunya adalah rumah Tongkonan di Tana Toraja.

Bangunan ini dibangun dengan bahan-bahan yang berasal dari alam. Dibuat hanya dengan menggunakan kayu. Kayu ini disusun sedemikian rupa sehingga bangunannya dapat kokoh berdiri.

Hingga saat ini struktur pembangunannya ini masih dipertahankan oleh masyarakat tersebut.

Penyimpanan Jenazah. Selain dibuat dengan bahan alami kayu, Tongkonan Toraja ini juga memiliki keunikan lain. Bangunan ini digunakan untuk menyimpan jenazah yang belum bisa di upacara sehingga mencapai kesempurnaannya.

Rumah adat yang bisa dipindah

Salah satu yang unik adalah rumah adat Minahasa. Di Minahasa hanya bisa melihat sebuah tradisi di mana rumah adat dapat dipindahkan.

Saat ini, Adat pemindahan ini memang sudah tidak banyak dilakukan oleh masyarakat Minahasa. Namun Di Bitung, masyarakat masih melaksanakan upacara adat pemindahan yang dimiliki oleh leluhur.

Rumah adat berdasarkan gender

Satu lagi keunikan lain adalah di Papua yaitu Hanoi. Di Papua bangunan dibagi menjadi 2 atau 3 bangunan yang berbeda. Yang pertama adalah untuk pria. Bagian kedua untuk wanita dan ketiga untuk hewan ternak.

Related Posts