Perbandingan Gedung-Gedung Tertinggi

Menakjubkan rasanya bisa di era sekarang melihat hasil peradaban manusia bahkan dari beribu-ribu tahun yang lalu. Sejak lama struktur memang banyak diciptakan sebagai kemajuan eranya, seperti Burj Khalifa di Dubai yakni gedung tertinggi saat ini.

Dari hanya tumpukan batu saat manusia belum punya teknologi canggih membuat struktur lebih modern sampai menara setinggi ratusan meter menarik untuk dilihat perbandingan peradaban manusia ini. Bisa terlihat peningkatan mengagumkan karya multi generasi ini.

Youtube Sisi Terang menjelaskan semua bangunan struktur menara yang pernah diciptakan oleh manusia dan melihat perbandingan apa yang sudah terjadi. Jika digabungkan menjadi satu, setinggi apa gedung ini akan terbentuk.

Gabungan Gedung Tertinggi Manusia, Masih Jauh ke Bulan

Struktur paling tua yang masih bisa manusia saksikan sekarang ialah Stonehenge. Ini tumpukan batu dan semakin lama semakin rendah ketinggiannya. Ada lagi namanya rumah keret, rumah tersempit di dunia.

Selanjutnya Cloud Gate, gedung Newby Mcmahon, Papan Hollywood, Parthenon hingga Spihinx Agung punya orang mesir. Struktur ini merupakan bukti adanya perkembangan era teknologi dengan bentuk dan arsitek gedungnya yang unik.

Seluruh dunia punya menara atau gedung tinggi termasuk di Asia, ada banyak menara pencakar langit yang terus di bangun. Di Malaysia kita bisa melihat Petronas dengan struktur mirip huruf M raksana.

Di Asia timur, ada Menara Oriental, gedung Taipe 101 dan masih banyak lagi di mana bukan hanya tinggi namun juga sangat besar. Kegunaannya juga beragam, mulai untuk gedung pemancar hingga tempat hiburan masyarakat.

Semakin maju, gedung yang dibangun lebih tinggi lagi, Anda bisa lihat dari menara Ostankino, One World Trade Center, menara CN Kanada, Kanton KVLY TV, menara Shanghai, hingga Burj Khalifa sebagai gedung tertinggi di dunia dengan ketinggian 830 meter.

Bahkan untuk mendukung mobilitas dari sruktur bangunan menara yang tinggi ini, desainnya memerlukan fasilitas yang super canggih. Bagaimana supaya orang bisa berpindah dari lantai bawah menuju ketinggian ratusan meter, liftnya harus cepat jalannya.

Meskipun demikian, jika digabungkan semuanya, gedung peradaban manusia sejak dahulu hingga sekarang nyatanya masih belum mengerankan. Dibanding panjang tembok china atau ketinggian bulan masih sangat jauh, totalnya hanya 16 km keseluruhan.

Ini setara ketinggian dua kali gunung Everest atau satu setengah kali kedalaman palung mariana. Cukup membanggakan melihat perbandingan gedung-gedung di seluruh dunia, selain untuk kebutuhan manusia namun juga bukti kemajuan arsitek dan ilmunya.

Pembuat Video: Channel Youtube Sisi Terang


Kota Tolikara, Kota dari Pulau Papua Yang Indah

Yuk mengenal Tolikara. Pulau Papua adalah pulau terbesar pertama yang ada di Indonesia, sedangkan urutan kedua di dunia setelah Greenland dipegang oleh pulau yang terkenal dengan alamnya yang masih alami ini. Pulau Papua berada di sebelah Utara Autralia dengan wilayah Timur di Indonesia.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pulau yang masih alami ini dapat dikatakan masih berupa hutan belantara. Sebelumnya, Papua lebih dikenal dengan sebutan Irian Jaya atau Netherland, New Guinea, Irian Barat, West Irian yang sebagian wilayah dari pulau ini merupakan negara terpisah bernama papua Nugini.

Papua Nugini sendiri merupakan wilayah dimana terjadinya koloni Inggris di masa lalu meskipun secara etnis, memiliki hubungan kekerabatan dari populasi penduduknya.

Papua di masa lalu dalam sejarah negara Indonesia

Saat pertama kali didatangi oleh para penjelajah dari Eropa, mereka menyebut Papua, tepatnya penduduk dari Papua dengan sebutan Melanesia yang merupakan bagian dari kata Yunani, yaitu “Mela” atau “hitam” karena warna kulit mereka yang rata-rata gelap. Kemudian bangsa Asia Tenggara dan juga Portugis berinteraksi lebih dekat dan lebih memanggil mereka dengan sebutan orang Papua.

Dalam kita Nagarakretagama, Papua adalah wilayah yang termasuk atau dimiliki oleh Kerajaan Majapahit, yang wilayah kekuasaannya masuk dan tercantum pada kitab Prapanca dalam susunan tahun 1365. Meskipun begitu, catatan tersebut menjadi suatu kontroversi, namun tetap ditegaskan demikian.

Keragaman yang ada di Papua salah satunya adalah bahasa yang mereka miliki, yaitu terdapat kurang lebih dua ratus bahasa daerah yang berbeda di antara penduduk yang ada di sana. Hal ini dikarenakan banyaknya kelompok-kelompo antara satu sama lainnya yang menjadi pembeda di antara penduduk yang ada di sana.

Kota Tolikara, “Jantung” dari Pulau Papua

Salah satu kota yang ada di Pulau Papua yaitu Tolikara merupakan jantung karena berada tepat di tengah daratan Pulau paling Timur di Indonesia tersebut. Namun sebenarnya, Kota Tolikara merupakan penghubung dari Kabupaten yang ada di sekitarnya atau kota-kota yang ada di sekitarnya.

Beribukota di Karubaga, kota ini berada di kawasan pegunungan tengah Papua dengan puncak Jayawijayanya yang terkenal akan sumber daya alam, seperti emas, batu gamping, bahan baku semen, hingga tembaga.

Kota ini terbentuk pada tahun 2002 lalu, tepatnya empat belas tahun yang lalu yang sarana transportasinya lebih banyak menggunakan pesawat terbang, dibandingkan dengan angkutan darat mobil atau motor.

Namun meskipun masih sulit dalam perihal sarana transportasi, kota Tolikara juga tidak lepas dengan pesona alam serta panoramanya yang indah sehingga selalu ada wisatawan yang ingin menikmati hal-hal menarik yang ada di sana.

Khususnya dalam soal pariwisata atau destinasi tujuan tempat wisata, Kota Tolikara ini memiliki potensi objek wisata yang dapat dikembangkan terutama untuk meningkatnya sektor dalam bidang pariwisata dan juga perekonomian.

Beberapa diantaranya yang merupakan destinasi wisata yang dapat dikembangkan yaitu objek wisata Danau Biuk. Lokasi yang juga berdekatan dengan Kota Karubaga. Danau ini dapat digunakan sebagai tempat pemancingan juga olahraga karena pemandangan alamnya yang juga indah membuat tempat ini nyaman untuk dikunjungi terutama jika ingin menjauh dari penatnya perkotaan.

Selain itu juga terdapat Cagar Alam dan Taman Nasional Lorenz yang berada di daerah pegunungan dengan larangan pengambilan flora dan fauna. hal ini tentu saja untuk melindungi dan melestarikan. Namun dengan aksesibilitas yang masih sulit, membuat cagar budaya ini masih jarang dan terbatas untuk dikunjungi.

Pulau Papua boleh jadi pulau yang masih belum sepenuhnya tersentuh dengan modernitas di sebagian kota-kotanya. Akan tetapi, dengan banyaknya keragaman budaya yang harus dijaga dan dilestarikan, maka sudah seharusnya jangan melewatkan Pulau Papua, terutama untuk mengunjungi “jantung”-nya, Kota Tolikara.