Intip Fasilitas Mewah Sekolah Elit Termahal di Indonesia! SPPnya Seharga Mobil

YouTube video

Sekolah yang menerapkan kurikulum internasional hingga fasilitas maupun pengajarnya bertaraf dunia, membuat beberapa sekolah swasta di Indonesia ini buat gigit jari masyarakat awam. Per tahun orang tua bisa menghabiskan biaya sebuah mobil hanya untuk anak TK.

Akun Youtube Daftar Populer tahun 2021 ini mendeskripsikan bahwa beberapa sekolah unggul ini datang dengan beragam fasilitas. Siswanya bukan hanya belajar di kelas, tapi ada program untuk mendidik empati dan skill mereka.

Daftar Sekolah Paling Mahal SPPnya

Sekolah pertama bernama Alexandria Islamic School yang punya bangunan super elit serta program pendidikannya juga. Menyediakan sistem boarding school dan full day school, orang tua menghabiskan biaya sekolah anak sekitar 50-70 jutaan pertahun.

Kedua ada SMA Ciputra Surabaya, dengan 40 juta untuk biaya tahunan, belum termasuk SPP. Memiliki jenjang TK hingga SMA, Ciputra memberikan pengalaman menarik bagi murid melalui petualangan ke berbagai daerah terpencil.

Berikutnya ada Sekolah Pelita Harapan Cikarang yang juga termasuk satu bagian UPH. Terkenal sebagai sekolah mewah, orang tua murid setidaknya harus menghabiskan 120 jutaan dalam setahun untuk biaya siswa.

Pendidikan ini sangat mahal karena sekolah memberikan ini mutu pendidikan yang fokus mengembangkan anak. Semua potensi murid akan dimaksimalkan melalui studi di sekolah dan di luar. Bahkan untuk menjaga empati anak, muridnya akan studi sosial ke Papua

Sekolah keempat adalah SMA Dwiwarna Boardingschool lengkap dengan fasilitas dan ekskulnya untuk mendukung anak berkembang optimal. Biaya masuknya mencapai 60 juta dan masih diluar SPP. Jadi pertahun orang tua juga akan habiskan ratusan juta.

Kelima ada BINUS Nusantara Internasional School, mulai dari playgroup sampai SMA. Murid di sini terkenal banyak prestasinya bahkan secara internasional. Dengan biaya pendidikan SPP 10 juta perbulan, orang tua perlu lebih dari 200 jutaan pertahun bagi anaknya.

Terakhir ada New Zealand Independence School dengan biaya 224 juta pertahun. Menggunakan kurikulum Cambridge membuat privat school ini sangat eklusif di Indonesia. Siswanya akan di ajar guru khusus agar siap untuk pasar global.

Pembuat Video: Channel Youtube Daftar Populer


Tahun 1771, Seorang Pria Sering Diganggu Saat Melintasi Sungai Kapuas. Lihat Kisah Selanjutnya

YouTube video

Ingatkah Anda dengan julukan kota khatulistiwa? Mana kota di Indonesia yang mendapatkan julukan tersebut? Tidak lain adalah Kota Pontianak yang berada di Kalimantan Barat. Kota tersebut dikenal sebagai kota khatulistiwa karena karakteristiknya yang khas, yakni dilalui garis khatulistiwa.

Di bagian utara kota, atau tepatnya di Siantan, dibangun sebuah Tugu Khatulistiwa yang dibangun sebagai penanda bahwa Pontianak adalah kota yang dilalui garis khatulistiwa.

Artikel Terbaru

Selain dikenal sebagai kota yang dilewati jalur khatulistiwa, Pontianak juga dikenal sebagai kota di mana sungai terpanjang di Indonesia, Kapuas, melintas di daerahnya. Selain itu ada juga sungai Landak, di mana kedua sungai tersebut turut membelah kota dan membentuk simbol tertentu.

Kota Pontianak sebagai sebuah nama diberikan karena ada keterkaitan dengan mitos yang menyebut bahwa Syarif Abdurrahman sering diganggu hantu kuntilanak ketika melintyasi Sungai Kapuas.

Ia kemudian melepaskan tembakan Meriam untuk mengusir hantu tersebut. Tempat jatuhnya peluru Meriam sekaligus menandakan lokasi daerah kesultanannya. Menurut cerita setempat, daerah dekat persimpangan Sungai Landak dan Sungai Kapuas, yakni Kampung Beting, diyakini sebagai lokasi jatuhnya Meriam yang ditembakkan Syarif Abdurrahman.

Siapakah gerangan Syarif? Ia adalah pendiri Kota Pontianak, yang menurut cerita didirikan pada 23 Oktober 1771. Syarif mendirikan kota tersebut dengan membuka hutam di persimpangan Sungai Kapuas Besar, Kapuas Kecil, dan Landak.

Di persimpangan itulah Syarif mendirikan rumah dan balai sebagai tempat tinggal. Syarif Abdurrahman dikukuhkan sebagai Sultan Pontianak pada tahun 1778. Masjid Jami’, yang kini menjadi Masjid Sultan Syarif Abdurrahman, menjadi pusat pemerintahannya; bersama dengan Istana Kadariah yang terletak di Keluarahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur.

Dengan sejarah yang padat serta julukan sebagai kota khatulistiwa, tentu saja banyak orang berharap kepada Pontianak. Artinya, banyak orang ingin tahu apa saja objek wisata yang ditawarkan oleh kota tersebut, selain Tugu Khatulistiwa tentunya? Tidak lain adalah dua lokasi historis yang menjadi penanda kelahiran Pontianak. Selain itu ada satu makanan enak khas Pontianak yang juga harus dicicipi.

Keraton Kadariah

Bangunan istana kerajaan ini dibangun pertama kali pada tahun 1771 oleh Syarif Abdurrahman. Keraton tersebut berada di Jalan Tritura, Kota Pontianak. Bangunannya sendiri sederhana dan didominasi oleh warna kuning. Meski arsitekturnya sederhana, bangunan tersebut tetap memiliki ciri khas tersendiri, antara lain karena penggunaan kayu belian, yang di Kalimantan dikenal sebagai kayu besi karena kekuatannya yang keras dan luar biasa.

Di halaman istana, pengunjung bisa melihat Meriam kuno peninggalan Portugis dan Jepang. Di bagian dalam beda lagi, sebab pengunjung bisa menemukan pakaian sultan, foto-foto, serta berbagai macam koleksi lain milik Sultan. Yang paling unik dari semua koleksi milik Keraton Kadariah adalah Al-Quran yang ditulis tangan oleh Syarif Abdurrahman.

Masjid Jami

Masjid ini sekarang dikenal dengan nama Masjid Sultan Syarif Abdurrahman. Keraton Kadariah dan Masjid Jami menjadi saksi kelahiran kota Pontianak. Arsitektur masjid ini terdiri dari atap bertingkat empat, serta empat pilar utama yang dibuat dari material kayu belian (masing-masing pilar berdiameter 0.5 meter). Gaya rumah panggung menjadi ciri khas arsitektur masjid Jami, yang dibuat guna menghindari luapan air sungai Kapuas saat banjir. Kebetulan sekali, Masjid Jami dan Keraton Kadariah hanya berjarak sekitar 200 meter.

Lek Tau Suan

Orang akan dengan mudah menemukan makanan bernama Lek Tau Suan di sepanjang Jalan Gajahmada. Kuliner yang satu ini terbuat dari kacang hijang yang dikupas kulitnya. Ketika dihidangkan, dengan sinar matahari menimpa di atasnya, biji-bijian Lek Tau Suan akan tampak berkilauan layaknya mutiara. Makanan ini biasanya disajikan dengan gorengan Ca Kwee, dan disajikan bersama dengan campuran kuah tapioca, pandan, dan gula pasir.

Related Posts