Beginilah Ide Proyek Menguras Laut untuk Dijadikan Daratan

YouTube video

Terdengar gila, bahwa PBB dan anggotanya berencana membuat super mega proyek untuk membuat daratan dari laut yang airnya dikuras. Dengan mengeringkan sekitar 600 ha lahan, maka sebuah kontinen baru yang bahkan lebih luas dari Prancis terbentuk.

Jadi badan PBB mempunyai seorang anggota dengan ide lumayan revolusioner sekaligus agak gila. Berkeinginan membentuk tanah kering yang baru di wilayah antara Afrika dan Eropa, seorang arsitek Jerman mencetuskan ide ini.

Melihat contoh yang sudah lama kejadian, tepatnya di Belanda, di mana negara ini memang posisinya berada dibawah permukaan laut. Dari nenek moyang mereka dahulu, Belanda sudah menjalankan proyek mengeringkan laut untuk menambah luas daratannya.

Sebuah channel Youtube dengan konten pendidikan yakni MAQ, oleh naratornya Mukhlis Amin menjelaskan bagaimana sebuah proyek penguras laut sebenarnya bisa terjadi. Untuk menambah hunian baru bagi manusia masa depan.

Proyek Menguras Laut, Belanda sudah Lama Lakukan

Sebuah ide seorang arsitek di rapat PBB sekitar tahun 1920 untuk menguras air laut mediterania. Tujuannya supaya ada daratan yang baru sebagai hunian manusia. Ini disebut proyek benua super Euro-Afrika karena letaknya diantara Afrika dan Eropa.

Wilayah pada bagian barat dan timur lautan ini akan dikeringkan hingga 200 meter masing-masing, sehingga nantinya sebuah daratan lahan baru yang tercipta luasnya bahkan lebih besar dari Prancis, diperkirakan lebih dari 650 Ha.

Mungkin untuk manusia awam, mega proyek ini seperti rencana ngawur dan mustahil, bagaimana mungkin air laut dikuras. Namun jika dilihat lagi, ternyata negara kincir angin Belanda sudah sukses sejak lama melakukan pengeringan laut.

Sejak 1800-an Belanda membatasi daerah yang berbatasan dengan laut dengan pematang raksasa. Jadi idenya ialah tanah rendah dibentengi dengan bukit pasir buatan sehingga air laut tidak masuk ke daratan.

Pertama-tama dilakukan pada daerah Belanda utara, di mana bukit pematang tadi ditanami juga tumbuhan agar lebih tahan terhadap ombak dan air. Air yang masih terperangkap di daratan kemudian dikuras sehingga lama kelamaan semakin luas darat Belanda.

Melihat keberhasilan Belanda tadi, maka nampaknya proyek menguras laut dari PBB tadi mungkin bisa dilakukan. Bahkan dapat diusahan berhasil, namun mengingat ini agak besar, mereka perlu dana lebih besar, tetapi bukan mustahil.

Pembuat Video: Channel Youtube MAQ


5 Tips Cerdas Mendapatkan Beasiswa S-2 di Luar Negeri

YouTube video

Beasiswa, siapa yang tidak ingin mendapatkannya? Saat ini cukup banyak sekali beasiswa yang ditawarkan oleh berbagai institusi, baik pemerintahan, maupun pihak swasta.

Artikel Terbaru

Bagi kalangan mahasiswa tingkat akhir dengan program S-1 yang tengah diambilnya saat ini, tentu sudah menjadi impian umum bagi mereka untuk melanjutkan study S-2 di Luar Negeri melalui program beasiswa.

Ada berbagai macam tujuan yang mereka inginkan dalam melanjutkan study di luar negerinya tersebut, seperti halnya untuk mencari pengalaman, tambah improve dalam skill bahasanya, atau bahkan untuk tujuan mengejar gelar dari luar negeri tanpa mengeluarkan biaya pribadi.

Untuk mendapatkan beasiswa S-2 di luar negeri tersebut, tidak ada salahnya jika Anda mencoba beberapa tips cerdas di bawah ini, sebagai bentuk informasi dan juga referensi dalam mempersiapkan diri untuk meraih beasiswa S-2 di Luar negeri tersebut.

1. Kesungguhan membangun tingkat percaya diri.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan membangun tingkat percaya diri yang Anda miliki melalui niat dan kesungguhan untuk mengejar beasiswa tersebut. Tidak perlu khawastir ataupun merasa cemas dengan kekurangan yang Anda miliki, seperti halnbya IPK yang standar, atau mungkin kemampuan bahasa Inggris yang masih di bawah rata-rata.

Karena cukup banyak orang yang membuktikan bahwa untuk mendapatkan beasiswa S-2 di Luar Negeri, juga dapat dilakukan dengan kemampuan yang pas-pasan. Selain itu, melalui tingkat percaya diri dan kesungguhan anda yang tinggi, kemungkinan hal-hal yang Anda khawatirkan tersebut dapat lebih meningkat, sesuai dengan kesungguhan Anda secara pribadi.

2. Informasi dari pengalaman

Informasi beasiswa memang banyak dan dapat Anda kunjungi kapan pun Anda mau melalui Internet. Tetapi tidak ada salahnya jika Anda mulai mencari informasi dari orang yang sudah berpengalaman. Orang yang dimaksud tersebut adalah orang yang sudah pernah menerima beasiswa study di luar negeri.

Karena dengan begitu, Anda bisa mendapatkan Informasi yang lebih nyata dan juga dapat dijadikan referensi bagi sebagai tujuan beasiswa study S-2 yang Anda impikan.

3. Relasi

Setelah mempersiapkan diri melalui kesungguhan dengan tingkat percaya diri yang lebih tinggi, kemudian mencari informasi sebanyak mungkin dari orang yang berpengalaman.

Anda juga dapat membangun relasi yang lebih matang lagi ddan juga memungkinkan Anda untuk mendapatkan beasiswa S-2 dengan mudah di Luar Negeri. Relasi yang harus di bangun, selain dengan orang yang sudah berpengalaman, bangun pula lah dengan orang-orang yang memiliki chanel ke berbagai program beasiswa di Luar Negeri.

Anda juga dapat membuat relasi melalui jalan belakang, seperti menghubungi secara langsung universitas yang dituju dan tanyakan mengenai info beasiswa.

4. Rekomendasi atau motivation letter yang menjual

Tips selanjutnya untuk mendapatkan beasiswa S-2 di Luar Negeri adalah dengan membuat surat rekomendasi atau pun motivation letter yang menjual, sehingga dapat membuat pemberi beasiswa merasa pantas untuk memberikan beasiswa S-2nya tersebut kepada anda.

Karena pada dasarnya surat rekomendasi ataupun motivation letter adalah salah satu bagian yang penting dan juga cukup signifikan dalam menentukan beasiswa yang Anda tuju, sehingga berhasil Anda dapatkan atau tidak.

5. Cara lain mendapatkan beasiswa

Cara lain yang dapat di tempuh, yaitu dengan masuk terlebih dahulu pada universitas atau pun institusi yang Anda tuju, kemudian setelah Anda masuk dan diterima baru dilanjutrkan dengan mencari info beasiswa yang disedikana oleh pihak universitas atau pun institusi tersebut.

Hal ini pada dasarnya lebih mudah dilakukan, dan tidak memerlukan banyak persiapan seperti halnya mencari beasiswa terlebih dahulu.

Tetapi, belum cukup banyak orang yang berani mengambil cara tersebut. alasan utamanya yaitu karena masalah biaya yang ditakutkan nantinya.

Related Posts