3 Chef Dunia Marah. Chef Juna Marah Tidak Ada Apa Apanya?

YouTube video

Setelah melihat ulasan tadi, maka perasaan kami cukup kaget. Karena yang mulanya kita pikir chef Juna adalah paling galak menjadi juri. Ternyata ada yang lebih galak dan menyeramkan saat marah.

Dalam video tersebut menceritakan ringkasan video tentang 3 chef dunia yang sedang marah melebihi dari Juna. Tentunya setelah melihat tayangannya langsung kaget karena kebanyakan sangat temperamental dan tidak pantas diucapkan.

Tokoh utama yang ada dalam video tersebut ada 3 chey, yaitu Alvin leung dari Kanada, Joseph Bastianich dari Astoria, dan Gordon Ramsay dari Skotlandia.

3 Chef Dunia yang Sedang Marah

3 koki tersebut juga telah menjadi juri dalam sebuah ajang perhelatan memasak. Bahkan kemarahan koki itu melebihi dari Chef Juna yang terbiasa menggunakan bahasa Bali ketika sedang marah menjadi juri.

Salah satu kokinya adalah Alvin Leung yang lahir di London pada tahun 1961. Dirinya dibesarkan di Scarborough, Ontario, Kanada. Dia adalah seorang koki otodidak dan memiliki gaya memasak yang khas.

Yaitu x-treme Chinese. Saat itu dirinya mencoba menghidangkan kondom yang bisa dimakan dan berisi campuran dari madu serta ham. Menariknya lagi adalah semua hasilnya disumbangkan untuk amal di yayasan aids.

Gaya marahnya adalah suka berteriak-teriak dan tidak mau dibantah oleh para pesertanya karena selalu merasa benar. Ada lagi koki lainnya, yaitu chef Joseph Bastianich. Dia lahir di Astoria, Queens, AS.

Joseph Bastianich lahir pada tahun 1968 dan orangtuanya lahir di Kroasia, kemudian pindah ke AS pada 1958. Dirinya dibesarkan di lingkungan restoran Italia milik orangtuanya di kota Manhattan New York.

Joseph dikenal sebagai juri chef yang memiliki tempramen tinggi dan wajahnya selalu terlihat serius. Bahkan saat marah, dirinya langsung membuang hidangan pesertanya ke tempat sampah tanpa basa basi

Selanjutnya chef Gordon Ramsay dari Skotlandia. Dirinya lahir di tanggal 8 November 1966 dan berhasil mendapat penghargaan paling tinggi di dunia kuliner, yaitu 12 bintang Michelin pada usia 5 tahun.

Dia adalah salah satu chef paling kasar, kejam, dan sering marah. Bahkan sering menyuruh pesertanya keluar sambil mengatakan sampah ketika tidak menyukai masakan para peserta.

Jadi ulasan tadi diambil dari Jurnal Balinesia channel. Dimana videonya itu diunggah pada tanggal 22 Mei 2020. Sejak saat itu sudah ada 3.975.445 views. Selebihnya bisa langsung dicek di

Artikel Terbaru


Pantai Klayar Pacitan yang Sangat Menawan dan Unik

Pantai Klayar yang ada di kabupaten Pacitan Jawa Timur, menyimpan keindahan alam yang sangat mengagumkan. Di pantai ini, Anda akan dapat menemukan berbagai keunikan yang jarang bisa Anda temukan di pantai lain, seperti hamparan pasir putih yang membentang luas, karang raksasa yang kokoh berdiri bak patung Sphinx, air mancur alami yang dapat mencapai ketinggian 10 m serta “seruling samudera”.

Pesona keindahan Pantai Klayar memang menjadi magnet tersendiri, terutama bagi masyarakat yang tinggal di Propinsi Jawa Timur. Meski akses menuju pantai ini terbilang cukup menantang, namun hal itu akan terbayarkan setelah Anda menginjakkan kaki di pantai ini.

Jalan menuju pantai Klayar dipenuhi tikungan – tikungan tajam dan jalanan yang naik turun. Oleh karenanya, wisatawan dihimbau untuk selalu waspada dan berhati – hati saat mengemudiakan kendaraan menuju ke sana.

Pada hari – hari biasa, tidak banyak wisatawan atau pengunjung yang datang ke pantai Klayar. Anda mungkin hanya akan menemukan nelayan – nelayan setempat yang mempersiapkan peralatan sebelum melaut. Namun, saat masa liburan tiba, pantai ini akan penuh dengan pengunjung karena merupakan salah satu destinasi wisata favorit. Tidak sedikit pula wisatawan mancanegara yang datang ke pantai ini, meski jumlahnya tidak sebanyak wisatawan domestic.

Setibanya di pantai Klayar, Anda akan langsung disambut dua buah karang yang berdiri setinggi pohon kelapa di sebelah timur pantai. Karang tersebut menjadi ikon pantai ini. pada latar belakang karang, berdiri karang lain yang menahan ombak. Bahkan tidak sedikit yang menyebut bahwa karang tersebut mirip dengan apa yang ada di Tanah Lot, Bali.

Hal Menarik di Pantai Klayar

Pantai Klayar mempunyai banyak sekali tebing. Beberapa di antaranya berlubang karena sering diterjang ombak. Terdapat pula deretan pohon kelapa di sepanjang pinggiran pantai. Karena ombaknya cukup besar dan banyaknya karang – karang tajam, wisatawan tidak diijinkan untuk berenang atau bermain – main ke tengah.

Di Pantai ini, Anda akan dapat menemukan sebuah hal yang unik yang tidak dapat Anda temukan di tempat lain, yakni apa yang disebut sebagai “seruling samudera”, yakni cekungan atau cerukan yang berada di bawah tebing karang. Ketika cekungan tersebut dihantam oleh ombak, maka air akan menyembur ke permukaan melalui sela – sela bebatuan. Pada saat itu akan terdengar bunyi melengking seperti serunling yang dimainkan.

Hal unik lainnya yang akan Anda temukan di pantai ini adalah patung yang menyerupai patung Sphinx yang ada di Mesir. Patung ini secara alami terbentuk dan jika dilihat dari kejauhan akan Nampak seperti Sphinx. Wisatawan diperbolehkan untuk menaikinya, namun dianjurkan untuk berhati – hati karena cukup tinggi dan curam.

Apabila Anda memandang ke sisi barat pantai, Anda akan melihat sebuah tebing karang yang ukurannya lebih besar dengan ketinggian sekitar 50 m. tebing tersebut adalah salah satu gugusan karang yang ada di Pantai Klayar. Banyak yang mengatakan kalua tebing raksasa tersebut seolah – olah seperti kapal besar yang sedang bersandar.

Di pantai ini, Anda juga akan dapat melihat air mancur alami. Air mancur tersebut terbentuk secara alami ketika ombak menerjang bebeatuan karang yang kemudian menciptakan cipratan air yang tingginya bisa mencapai 10 m.

Rute Menuju Pantai Klayar

Untuk bisa ke Pantai Klayar, Anda harus menggunakan kendaraan pribadi. Jika berangkat dari arah Yogyakarta, maka rute yang harus Anda lewati adalah Yogyakarta – Wonosari – Pracimantoro – Giribelah – perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur – Punung kemudian Klayar.

Jika Anda berangkat dari arah Solo, maka rute yang harus dilalui adalah dari Solo kea rah Pracimantoro kemudian Giribelah lalu belok kanan hingga tiba di perempatan Kalak. Dari sana, hanya dibutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk mencapai pantai Klayar.

Related Posts