Sudah 55 Tahun Bergelut Di Dunia Kontruksi Bangunan, Ga Pernah Melihat Teknik Seperti Ini Sebelumnya

“Bangga punya orang tua yang bekerja sebagai tukang bangunan. Bangga punya bapak yang berkerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarga…” komentar Sidig di video ini…

Silakan simak videonya diatas

sumber: youtube daftar populer


11 Tips Jualan Online Laris Manis Untuk Pemula

Silakan simak videonya diatas.


Masa pandemi ini banyak orang beralih ke digital. Dari toko yang berjualan offline, harus mencoba untuk memasarkan produknya secara digital. Selain itu beberapa orang ‘terpaksa’ harus berwirausaha karena kehilangan lapangan pekerjaan.

Untuk itu, di sini kita akan bahas 11 cara-cara paling gampang yang bisa digunakan untuk memulai bisnis online terutama untuk pemula :

Mencari ‘need’ dan menentukan ‘want’

Ketika kamu ingin berjualan online, hal pertama yang perlu kamu pikirkan adalah produk apa yang cocok kamu jual. Untuk itu kamu perlu melakukan riset kecil-kecilan.

Pertama, bisa  mencari ‘apa yang dibutuhkan dan diinginkan’ di pasar saat ini.

Misalnya di saat pandemi ini, orang membutuhkan masker. Kemudian kamu memutuskan untuk menjual masker karena itu paling dibutuhkan. Tetapi dengan seperti ini saja, daya saingnya akan sangat tinggi karena banyak juga yang membuat masker. Jadi, kamu perlu menambahkan inovasi misalnya membuat masker dengan beberapa motif lucu.

Kedua, kamu bisa membuat sendiri produk yang sama sekali belum pernah ada.

Biasanya untuk eksperimen seperti ini lebih untuk makanan. Contohnya saja dari bahan makanan sederhana seperti tahu. Kamu bisa membuat inovasi cemilan seperti tahu mayones, tahu walik, tahu kering, tahu pedas, dsb.

Tentukan target pasar yang akan kamu tuju

Setelah kamu menentukan produk apa yang akan kamu jual, tentukan ‘pasar’ mana yang akan kamu tuju. Maksud pasar di sini bukan sebuah tempat, tetapi target kostumer. Misalnya saja tadi kamu membuat masker dengan motif lucu, jadi target kostumermu anak-anak SMP hingga kuliah. Dengan begitu, kamu bisa lebih memfokuskan untuk mendesain sesuai dengan target pasarmu.

 Contoh lainnya kalau kamu menjual cemilan, berarti target pasarnya lebih umum. Apabila umum, coba kamu kerucutkan lagi menjadi lebih sederhana. Misalnya lebih ke cemilan untuk ibu-ibu yang bekerja di rumah. Jadi kamu mulai memikirkan menu apa yang ringan untuk bisa dibawa ke mana-mana.

Tentukan harga yang sesuai dengan pasaran namun tetap profit

Setelah kamu menentukan target pasarmu, sekarang kamu tentukan harganya. Cara menentukan harga dengan menghitung modal yang kamu butuhkan untuk memproduksi itu, termasuk dengan biaya listrik, akomodasi dan biaya untuk packing nantinya. Setelah itu tambahkan keuntungan yang diinginkan.

Untuk menentukan harga yang lebih pas, kamu juga harus membandingkan dengan harga pasaran. Misalnya  kamu menjual masker. Untuk masker medis umumnya lebih murah sekitar 2rb/buah, sedangkan untuk masker modifikasi dijual dari 30rb – 65rb. Nah, kamu bisa menentukan harga maskermu di kisaran harga segitu. Tentukan juga dengan target pasarmu. Bila target pasarmu itu anak-anak SMP hingga kuliah, mereka pasti menyukai masker yang murah. Jadi, buatlah di sekitar harga 35rb saja sudah cukup.

Untuk harga sebenarnya juga diberikan beberapa variasi. Seperti contohnya harga dibedakan berdasarkan bahan dari masker itu. Bila High-quality akan lebih mahal dibandingkan dengan bahan low-quality. Atau, kamu bisa menjual produk untuk edisi spesial yang nantinya djual limited edition, jadi harganya menjadi 2 kali lipat dari biasanya.

Tentukan sosial media atau e-commerce yang kamu gunakan berjualan online

Setelah menentukan produk, harga dan target pasar, sekarang kamu siap berjualan. Tentukan di mana aja nih kamu mau berjualan. Ada dua pilihan yang ramah untuk jualan online bagi pemula, yaitu di sosial media dan e-commerce. Di sosial media misalnya menawarkan melewati Instagram, facebook, Twitter, dsb. Sedangkan e-commerce seperti Shopee, Lazada, Bukalapak, Blibli, dll.

Kamu bisa menggunakan salah satu atau bahkan dua-duanya. Namun disarankan supaya kamu bisa membuka toko online di banyak tempat, sehingga kamu bisa menjangkau banyak orang. Beberapa sosial media sekarang ini juga sudah memulai fitur untuk orang-orang yang mau berbisnis. Jadi, tidak ada salahnya juga mempromosikan sekaligus berjualan melalui sosial media.

Walaupun begitu, sosial media terbatas di bagian sistem pembayaran. Sehingga menggunakan e-commerce sangat disarankan. Di e-commerce berbagai macam pembayaran dan juga ekspedisi tersedia. Di e-commerce juga ditawarkan beberapa fitur untuk gratis ongkir (ongkos kirim). Ini pasti sangat disukai oleh kostumer. Jadi penggunaan keduanya, sosial media dan e-commerce bisa saling melengkapi.

Menentukan cara mempromosikan produkmu secara online

Setelah memilih di mana akan menjual, saatnya memikirkan cara berpromosi. Seperti apa promosi yang cocok untuk jualan online? Tidak beda jauh dengan berjualan offline, promosi di online ada yang berbayar dan ada juga yang tidak (organik).

Untuk yang organik sendiri pastinya membutuhkan waktu yang lebih lama. Kamu diharuskan melakukan branding produkmu dengan kuat di awal. Kamu bisa membagikan beberapa content melalui sosial media terlebih dahulu untuk mengumpulkan calon kostumer. Content ini beberapa terselip branding juga tentunya. Kemudian, kamu perlahan baru akan menjual produkmu ke pasaran.

Untuk yang kedua, kamu bisa melakukan promosi berbayar, contohnya seperti membayar akun besar atau influencer untuk endorse. Walaupun berbayar bukan berarti menjamin kalau kamu akan balik modal dengan itu, Makanya kamu harus melakukan riset apakah sejauh ini akun atau influencer itu berpengaruh atau tidak. Kemudian lihat juga berapa olshop yang sudah menggunakan jasa promosi mereka ini, apakah olshop yang menggunakan jasa mereka terlihat sudah profit atau tetap begitu saja. Buatlah beberapa list akun atau influencer yang potensial lalu pilihlah yang sesuai dengan budgetmu.

Membuat tutorial order untuk calon pembeli

Sebelum kamu mempromosikan lebih jauh, tentunya kamu menginginkan ada kostumer yang coba membeli produkmu dong. Tapi terkadang beberapa customer tertarik dan melihat, namun ternyata tidak ada detail produk bahkan cara order. Jadi, kemudian mereka pergi dan tidak jadi beli. Untuk menghindari itu, buatlah tutorial order dan detail produk yang jelas.

Untuk detail produk kamu harus mencantumkan sejelas mungkin di deskripsi produk. Selain itu kamu harus menampilkan foto yang jelas juga. Kalau bisa kamu menampilkan foto real produk bukan hanya mockup saja. Setelah itu, buat tutorial order, seperti bagaimana cara mereka memilih produk, kemudian order bisa melalui mana aja, kemudian pembayaran seperti apa, ekspedisi apa aja, hingga mungkin kustom-kustom tertentu yang bisa kamu tampilkan.

Menjawab semua pertanyaan pembeli dengan sabar dan sopan

Walaupun sudah mencantum detail produk dengan jelas, dan juga membuat tutorial produk, bukan tidak mungkin apabila ada yang masih bertanya tentang hal tersebut. Bila kamu masih menemui pertanyaan seperti itu, tetaplah jawab dengan sopan dan tetap. Jualan online memang butuh kesabaran untuk menjawab customer. Apalagi bila kamu menemui kostumer yang sama sekali belum pernah belanja online dan mereka ingin sekali membeli produkmu. Mereka akan menanyakan pertanyaan yang sama berulang-ulang dan karena itu makanya kamu harus menjawab dengan sabar.

Kamu juga harus pintar-pintar menjawab, seperti kostumer menanyakan produk serupa tapi belum ada di tokomu. Kamu bisa menjawab, “mohon maaf, itu belum tersedia di toko kami. Nanti kami infokan kembali kalau sudah tersedia ya, terima kasih.”

Termasuk untuk komplain, kamu juga harus merespon dengan kepala dingin, Walaupun mungkin itu kesalahan kostumer tapi kamu harus dengan sopan menanggapi seperti, “mohon maaf, kemarin anda memesan yang biru, dan itu sudah sesuai pesanan yang anda terima. Mohon lain kali bisa dicek kembali bila ingin berbelanja, terima kasih.”

Memasang testimonial pembeli di platfrom yang kamu gunakan

Untuk kenyamanan calon pembeli, biasanya mereka melihat testimonial sebelum membeli. Ada baiknya bila kamu sudah mendapatkan 1-2 pembeli, langsung meminta testi dari produk itu dengan customer tersebut. Bila testinya baik, kamu bisa pasang di tokomu, Namun, bila itu berisi komplain, kamu bisa simpan untuk bisa kamu perbaiki ke depannya. Lalu, apakah di awal membuka toko, testimoni ini tetap harus ada? Jawabannya iya.

Orang yang berbelanja online akan lebih mudah percaya bila toko sudah memiliki testimonial ataupun mendapatkan rating tinggi di e-commerce. Jadi, waktu awal membuka, coba bagikan produkmu dengan gratis ke keluarga, saudara dan temanmu. Kemudian, suruh mereka memberikan testimonial sebagai bayaran buat produkmu. Setelah itu kamu bisa pasang itu di tokomu.

Konsistensi dalam membuat content marketing

Setelah tokomu berjalan, tidak mungkin kamu hanya upload produk saja kan setiap hari? Gunakan sosial media untuk melakukan promosi kreatif. Satunya yang paling sering digunakan sekarang menggunakan content marketing, yaitu di mana kalian menyelipkan beberapa bacaan ringan yang edukatif namun terkait dengan produkmu juga.

Contohnya kamu menjual masker dengan motif lucu tadi. Kamu bisa membuat konten terkait dengan desain yang kamu buat, misalnya membicarakan karakter yang dihubungkan sama zodiak, membicarakan karakter yang disamakan dengan karakter karakter drama populer, dll. Selain itu kamu juga bisa membuat game yang bisa melibatkan keaktifan follower dari sosial mediamu.

Selain game, kamu juga bisa membuat giveaway kecil-kecilan dengan berbagai syarat yang bisa melibatkan mereka untuk aktif berpromosi juga. Misalnya syarat giveaway harus mention 3 teman mereka yang belum tahu tokomu itu, atau suruh post di sosial media mereka tentang produk yang diinginkan dari tokomu itu dan apa kelebihan tokomu. Semakin ke sini, content marketing semakin bervariasi, jadi cobalah secara aktif untuk mencari tahu apa yang trend dan apa yang bisa cocok untuk tokomu.

Melakukan collaborative work untuk campaign tertentu

Selain content marketing yang melibatkan tokomu dan kostumer, kamu juga bisa melakukan kerjasama/ collaborative work terkait dengan produkmu. Misalnya kamu menjual masker dengan desain motif lucu, kamu bisa bekerjasama dengan designer doodle terkenal dan membuat produk edisi khusus.

 Setelah itu kamu bisa juga menyelipkan campaign khusus, misalnya dengan membeli produk itu, kamu akan menyumbangkan 10% dari keuntungan untuk orang yang membutuhkan. Buatlah project-project menarik seperti ini yang targetnya bisa lebih relevan dan tepat sasaran. Walaupun keuntunganmu berkurang tapi kamu akan memiliki eksposur lebih tinggi untuk produkmu setelah ini.

Mencoba mencari inspirasi untuk terus mengembangkan produk

Setelah beberapa bulan, kamu tidak akan mungkin hanya menjual satu produk saja. Kamu harus berinovasi untuk mengembangkan produkmu bukan dari desainnya saja tetapi dalam bentuk produk yang lain. Misalnya kamu membuat desain sarung tangan, desain baju, desain topi, desain tas, dan sebagainya.

Tetap jalan lupa untuk melakukan analisis pasar untuk apa yang paling dibutuhkan dan diinginkan kostumer. Kamu bisa melakukan voting dengan follower di sosial mediamu, barang apa yang mereka inginkan. Setelah itu, pilihlah barang dengan voting tertinggi dan cobalah untuk meproduksi itu. Setelah itu lakukan promosi yang serupa dengan sebelumnya.Terakhir, semangat terus, ya!