Astronot NASA Ini Kesulitan Berjalan Setelah Kembali Ke Bumi

YouTube video

Astronot dalam menjalankan misi ke luar angkasa, bisa mencapai ratusan hari berada disana. Kehidupan di luar angkasa tentunya jauh berbeda dengan kehidupan di bumi, hal ini juga membuat biologis para astronot berubah.

Tanpa adanya gaya gravitasi, seorang astronot harus bisa beradaptasi untuk bergerak di luar angkasa. Apalagi setelah beratus-ratus hari berada di luar angkasa, mereka juga harus kembali beradaptasi saat kembali ke bumi.

Kesulitan yang mereka alami saat kembali ke bumi, tentunya akibat biologis para astronot sudah berubah dan menyesuaikan ketika mereka di luar angkasa. Bagi Anda yang penasaran apa saja kesulitan yang para astronot alami, simak artikelnya berikut ini.

Kesulitan Para Astronot Setelah Kembali ke Bumi

Beradaptasi merupakan hal yang lumrah pada umumnya manusia alami, sama halnya yang dialami oleh para astronot yang sudah lama meninggalkan bumi. Dan ketika mereka kembali ke bumi, tubuh mereka membutuhkan beberapa hari untuk beradaptasi.

  1. Sulit Berjalan

Saat hidup di luar angkasa, tubuh mereka sudah terbiasa dengan tidak adanya gaya gravitasi. Sehingga mereka tidak berjalan, melainkan melayang di udara. Kesulitan berjalan menjadi hal utama yang mereka alami saat kembali ke bumi.

Salah satu kasusnya adalah yang menimpa astronot NASA Andrew J. Feustel, ia menjalankan misi di luar angkasa selama 197 hari. Ketika kembali ke bumi, tubuhnya sulit untuk berdiri dan perlu dilatih beberapa hari agar mereka bisa berjalan dengan lancar seperti biasanya.

Secara biologis hal ini memang lumrah terjadi, karena sensor orientasi pada tubuh kita mempengaruhi cara kita berjalan. Saat di luar angkasa, saat tidak ada gravitasi sistem vestibular yang mengontrol keseimbangan tubuh hilang.

Namun saat berada di bumi, sistem tersebut akan kembali dan bisa menimbulkan gejala pusing dan mual selama beberapa hari. Hal tersebut juga merupakan bagian dari adaptasi tubuh dengan keadaan di bumi.

  • Otot melemah

Saat kembali ke bumi, tubuh para astronot bisa mengalami disorientasi tulang dan otot dan menyebabkan otot melemah. Penyebabnya yaitu perubahan gravitasi yang drastis, saat berada di luar angkasa gaya gravitasi adalah nol.

Saat di luar angkasa, tulang rangka tidak digunakan sebab kita berada di ruang tanpa gravitasi. Sehingga tulang rangka dan otot mulai melemah, sehingga ukurannya mengecil. Apabila tidak berolahraga secara teratur, mereka bisa kehilangan 20% dari massa otot.

  • Penglihatan Berkurang

Penjelajahan luar angkasa selama kurang lebih 6 bulan, dapat mengurangi kemampuan penglihatan mereka. Bahkan apabila terlalu lama disana, bisa menyebabkan penglihatan buram dan kabur. Hal ini disebabkan karena perubahan pada bola mata dan retina.

Perubahan biologis yang terjadi pada astronot, terjadi karena perubahan kondisi dan lingkungan yang berubah. Sehingga tubuh perlu beberapa hari untuk bisa beradaptasi dan terbiasa.

Artikel Terbaru

Video yang bisa menambah pengetahuan kita dan diunggah oleh akun Youtube bernama The Shinny Peanut, telah disaksikan oleh 4.393.138. Sejak diunggah pertama kali pada tanggal 10 januari 2019. Anda juga bisa menonton video tersebut melalui https://www.youtube.com/watch?v=McN1UBsmV48


Hal Baru Akan Membuatmu Punya Semangat Baru

Apa aktivitasmu saat ini? Masih berjuang meyelesaikan kuliah? Atau, sudah bekerja?

Apapun aktivitasnya, kamu butuh melakukan hal baru agar semangatmu terbarui lagi. Banyak hal yang bisa kamu lakukan. Lihat saja daftar di bawah ini:

Mencari pekerjaan baru

Pekerjaan yang kamu geluti sekarang memang tidak bermasalah. Kamu sudah nyaman di sini. Suasananya asyik, gajinya pun menarik. Tapi, bukan berarti kamu tidak boleh mencari pekerjaan lain. Selain dapat memberikan semangat baru, pekerjaan baru juga membuatmu semakin bertambah keahlian.

Mencoba hal baru

Kalau selama ini kamu hanya berkutat di belakang meja, kini waktunya mencoba hal baru yang membuatmu lebih banyak bergerak. Berkebun, misalnya. Atau, belajar mengendarai kendaraan. Cari hal-hal baru yang menarik menurutmu. Hal asyik itu pasti akan membuatmu punya semangat baru.

Belajar bahasa baru

Belajar bahasa itu mengasyikkan, lho. Selain bahasa Inggris, mungkin kamu tertarik memelajari bahasa Korea, Jerman, Prancis, atau bahasa daerah di negeri ini. Saat ini bahasa-bahasa tersebut memang belum berguna. Tapi, suatu saat nanti kamu pasti bersyukur bisa menguasai bahasa itu. Lagipula, bisa beberapa bahasa akan menbuatnya beberapa tingkat lebih keren, lho.

Mengunjungi tempat baru

Hei! Dunia ini bukan hanya tempatmu berpijak. Di luar sana sangat luas dan indah. Yuk, kemasi pakaian, siapkan koper! Jelajahi dunia ini dengan penuh kegembiraan. Mengunjungi tempat-tempat baru akan membuat semangatmu menggebu-gebu.

Mencoba penampilan baru

Rutin punya rambut panjang? Coba deh, ganti penampilan dengan memotong pendek rambutmu. Setelah itu perhatikan dampaknya. Dijamin, kamu akan mendapatkan suasana yang belum pernah kamu rasakan sebelumnya.

Banyak cara untuk menambah semangat atau mendapatkan semangat baru. Kamu nggak akan kehabisan ide, deh.

Related Posts