Investasi Reksadana

Mau Investasi Reksadana? Kenali Berbagai Jenisnya Terlebih Dulu

Bagi anda yang saat ini mulai tertarik berinvestasi, tentu anda tidak asing dengan istilah reksadana, bukan? Investasi Reksadana sendiri merupakan salah satu produk investasi yang sangat cocok dipilih terutama bagi anda para investor pemula.

Investasi Reksadana

Selain dana yang dibutuhkan relatif kecil, berinvestasi reksadana pun tidak memerlukan pengetahuan atau keahlian khusus dalam pengelolaannya.

Mengapa demikian?

Hal ini dikarenakan dalam pengelolaannya, reksadana tidak dikelola langsung oleh investor yang menempatkan dananya melainkan melalui seorang ‘perantara’ yang lebih dikenal dengan sebutan manajer investasi.

Nah, sebelum membahas lebih dalam tentang berbagai jenis reksadana, kita coba bahas dulu sebenarnya apasih reksadana itu. Yuk disimak.

Pengertian Reksadana

Tak kenal maka tak sayang.

Peribahasa diatas pun berlaku setiap kali anda ingin melakukan investasi. Apabila anda tidak mengenal dan memahami terlebih dahulu produk investasinya, lalu bagaimana mungkin anda mau mengoptimalkan keuntungan dari investasi yang anda lakukan? Nah untuk itu penting buat tau lebih dulu apasih reksadana itu.

Kalo kita kutip pengertian reksadana dari Undang-Undang Pasar Modal No.8 tahun 1995, di Pasal 1 ayat 27 disebutkan bahwa reksadana merupakan wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Dari pengertian diatas, ada 3 poin penting yang harus kita garis bawahi:

  • Menghimpun dana dari masyarakat pemodal. Artinya dalam 1 reksadana itu terdiri dari banyak pemodal yang menginvestasikan dana mereka.
  • Diinvestasikan dalam portofolio efek. Portofolio efek ini merupakan kumpulan berbagai jenis instrument investasi seperti saham, obligasi, deposito, produk pasar uang dan lain sebagainya.
  • Dikelola oleh manager investasi. Manajer investasi merupakan seseorang yang dipercayai memiliki kemampuan dan keahlian dalam mengelola dana para pemodal.

Jadi secara garis besar, para investor hanya cukup menyetor dana yang ingin mereka investasikan, lalu memilih produk reksadananya dan percayakan pengelolaannya secara penuh kepada manajer investasi. Reksadana itulah yang menjadi wadah dalam menghimpun dana para investor.

Tipe-tipe Reksadana

Setelah memahami inti dari reksadana tersebut, investor harus tahu kalo reksadana itu terdiri dari berbagai jenis, dimana masing-masing jenis reksadana memiliki komposisi efek yang berbeda-beda.

Secara garis besar ada 4 jenis reksadana, dimana setiap jenis reksadana tersebut memiliki ciri, kelebihan serta keterbatasannya masing-masing. Ini penting untuk anda ketahui agar ketika berinvestasi anda tidak salah memilih produk reksadana mana yang paling tepat serta dapat membantu anda untuk mencapai tujuan keuangan anda.

Tipe-tipe reksadana tesebut antara lain:

Reksadana Pasar Uang

Dalam reksadana pasar uang, penempatan dana yang diinvestasikan oleh para investor seluruhnya diinvestasikan ke dalam portofolio efek yang berisi instrument-instrument pasar uang, seperti surat berharga, deposito, surat utang negara (SUN), obligasi yang jatuh temponya < 1 tahun.

Reksadana ini memiliki risiko yang relatif kecil, sehingga return yang dihasilkannya pun lebih kecil dibandingkan tipe reksadana lainnya, namun masih lebih tinggi dibandingkan return deposito dan tabungan. Investasi reksadana ini cocok dipilih untuk investasi periode jangka pendek.

Tujuan dari investasi reksadana ini adalah menjaga likuiditas, sehingga cocok untuk para investor konservatif yang cenderung menginginkan hasil yang stabil meski nilainya tidak terlalu tinggi. Return dari reksadana ini bisa mencapai 5% – 6%.

Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap memiliki tujuan untuk mencapai tingkat imbal hasil yang lebih stabil. Returnnya pun lebih besar bila dibandingkan dengan reksadana pasar uang, dimana bisa mencapai 7% – 10%. Tingkat pengembaliannya cenderung stabil dan rutin setiap bulan.

Untuk reksadana ini, portofolio efeknya 80% berupa hutang, diinvestasikan dalam efek seperti obligasi pemerintah (ORI), sukuk ritel, sukuk tabungan dan lainnya. Investasi dalam reksadana ini cocok untuk jangka waktu menengah 1 – 3 tahun. Bagi anda yang memiliki profil investasi moderat bisa mempertimbangkan jenis investasi reksadana ini, dimana return yang diinginkan tetap setiap bulannya namun pokok investasi anda tidak berkurang.

Reksadana Saham

Untuk reksadana saham, portofolio efeknya minimal sebesar 80% ditempatkan pada instrumen saham, sisanya merupakan reksadana pasar uang. Karena sebagian besar ditempatkan pada saham, maka reksadana jenis ini merupakan reksadana yang paling besar risikonya. Namun perlu diingat high risk high return, adanya risiko yang besar ini tentunya menghasilkan tingkat imbal hasil yang paling tinggi pula dibanding kedua tipe reksadana sebelumnya.

Bila IHSG melambung tinggi, tentu harga-harga saham juga akan naik, para investor bisa memperoleh capital gain yang bahkan bisa mencapai keuntungan 20% per tahunnya. Begitupun sebaliknya, ada pula kemungkinan terjadinya capital loss bila harga saham merosot jauh.

Dengan adanya fluktuasi harga yang tinggi dalam periode jangka pendek, maka reksadana jenis ini cocok dipilih bila jangka waktu investasi adalah jangka panjang, lebih dari 5 tahun. Jenis reksadana ini cocok pula bagi investor yang memiliki profil investasi agresif, yang mengingkan imbal hasil tinggi dan tidak takut akan kerugian yang mungkin saja bisa dialami dari investasi yang dilakukan.

Reksadana Campuran

Dalam reksadana campuran, portofolio efeknya merupakan campuran atau perpaduan antara reksadana saham dan reksadana pendapatan tetap. Sehingga dana para investor akan diinvestasikan dalam bentuk hutang dan juga saham. Alokasi dari perpaduan ini tergantung dari manajer investasi yang mengelolanya, bisa 50:50, 70:30 atau prosentase lainnya.

Risiko dari reksadana campuran ini lebih kecil dibandingkan reksadana saham, namun untuk keuntungannya balik lagi tergantung dari komposisi alokasi yang dilakukan oleh manajer investasi.

Reksadana Sarana Mencapai Tujuan Keuangan

Setelah membahas berbagai macam jenis reksadana, kini saatnya anda mulai mempersiapkan tujuan keuangan yang ingin anda capai dengan pemilihan jenis reksadana mana yang paling sesuai.

Kita menyadari bahwa banyak sekali instrumen investasi yang bisa digunakan untuk mencapai tujuan di masa depan, mulai dari logam mulia, deposito, reksadana, saham, obligasi dan lain sebagainya. Dengan memilih reksadana yang tepat, tentu tujuan keuangan anda dapat tercapai dengan hasil yang optimal.

Sebelum berbicara tujuan keuangan atau financial goals, anda harus mengetahui terlebih dahulu profil risiko investasi anda, apakah anda termasuk ke dalam investor yang konservatif, moderat atau justru agresif.

Konservatif.

Investor dalam golongan ini cenderung berinvestasi di instrumen yang memiliki risiko rendah, mereka tidak bermasalah dengan imbal hasil yang cenderung kecil selama dana investasi mereka aman.

Moderat.

Tipe ini berada ditengah-tengah, mereka mengharapkan imbal hasil yang cenderung agak besar namun berharap risikonya pun tidak terlalu besar.

Agresif.

Untuk tipe agresif, mereka berani dalam mengambil risiko. Tidak takut akan kerugian besar, karena mengharapkan imbal hasil yang tinggi pula dari investasi yang dilakukannya.

Selain itu, anda juga perlu menentukan jangka waktu dari investasi yang dilakukan. Tentu bila tujuan keuangan anda adalah untuk membeli aset dalam 2 – 3 tahun kedepan, maka akan berbeda produk reksadana yang dipilih dengan tujuan keuangan anda yaitu apabila untuk menyiapkan dana pensiun 20 tahun mendatang.

Sebagai contoh, untuk investasi reksadana pasar uang dimana risikonya relatif kecil, ini cocok untuk investor yang konservatif, namun hanya cocok untuk investasi jangka pendek kurang dari 1 tahun misalnya untuk keperluan dana liburan di 1 tahun mendatang.

Namun, bila investor yang memiliki profil konservatif tapi berinvestasi untuk keperluan dana pensiun 20 tahun mendatang, maka sangat keliru bila memilih reksadana pasar uang, karena bisa jadi tujuan keuangannya tidak akan tercapai secara optimal. Jadi reksadana sahamlah yang paling sesuai untuk dipilih guna mengoptimalkan investasi jangka panjang 20 tahun.

Hal ini dikarenakan dalam jangka panjang, kenaikan harga saham akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan kenaikan instrument investasi pasar uang.

Begitu pula bila anda seorang investor yang agresif namun berencana untuk liburan 1 tahun mendatang, maka investasi yang bisa dipilih adalah reksadana pasar uang. Akan berisiko bila anda memilih reksadana saham, sebab fluktuasi harga saham di jangka pendek sangatlah tinggi. Alih-alih tujuan keuangan anda tercapai, yang ada anda malah bisa mengalami kerugian.

Sehingga dalam mencapai setiap financial goals yang telah ditetapkan, perlu diperhatikan pula jangka waktu dari investasi yang akan anda lakukan.

Semoga artikel diatas dapat membantu anda untuk memilih dengan tepat produk reksadana mana yang anda butuhkan.

Selamat Datang di Indonesi.com

Situs yang akan membuat Anda menjadi lebih baik, dengan artikel dan tips terpilih.

Visi kami adalah menjadikan inspirasi untuk sejuta orang Indonesia.

Redaksi Indonesi.com
Cipinang Indah. Jakarta Timur.

Related

Investasi Saham

Investasi saham merupakan instrument investasi yang saat ini banyak dibicarakan generasi muda. Ketertarikan ini tidak…

Read more
Usia 20 Tahun

Banyak hal yang terjadi ketika kamu mulai menginjak umur 20-an. Dari kamu mulai masuk universitas, kemudian menjalani…

Read more
Mempunyai Rumah di usia muda

Memiliki rumah di usia muda tentu merupakan impian banyak orang, tidak terkecuali bagi kaum millennial saat ini. Rumah…

Read more

Internet is huge! Help us find great content

About

Bacaan Yang Membuat Anda Lebih Baik