Cerita Sopir Avanza Yang Tersesat Di Hutan, Lihat Ada Jurang & Belok Ke Jalan Banyak Lampu

Silakan simak videonya diatas

Sumber: youtube TribunNews.com, Feb 15, 2021


Penemuan Situs Terowongan Kuno di Mojokerto

Sebuah situs kuno diduga peninggalan Majapahit ditemukan secara tidak sengaja oleh masyarakat saat mencari madu di Kabupaten Mojokerto.

Kanal youtube Asli Mojokerto mengunggah video liputannya saat melakukan ekspedisi penemuan situs bangunan kuno yang ditemukan tanpa sengaja oleh masyarakat saat mencari madu tawon liar di sekitar bantaran sungai yang mengering di Dusus Seduri Kelurahan Tumapel, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.

Ditemukan Saat Mencari Madu

Suhariyanto, salah satu anggota tim pencari madu sedang melihat tawon liar terbang di pinggiran tanah pembatas sungai dan mengikutinya ke sarang. Ternyata sarang tawon tersebut berada di badan sungai dan menempel dekat tumpukan bata.

Menyadari bahwa tumpukan bata tersebut adalah situs peninggalan yang menyerupai terowongan, Ki Kethut, salah satu dari tim pencari madu kemudian mengunggah dokumentasi temuannya ke sosial media agar informasi tersebut viral dan cepat mendapat perhatian.

Diduga Sebagai Lorong Aliran Air Kuno

Situs tersebut terdiri dari tumpukan bata yang berbentuk mirip terowongan kecil. Namun sebagian isi dan badan terowongan tertimbun dengan tanah sehingga tidak tampak utuh. Lorong tersebut diperkirakan cukup panjang saat dicoba dimasukan dengan sebatang kayu.

Ukuran batu bata yang dipakai untuk bangunan tersebut adalah bata besar dengan panjang sekitar 36 hingga 37 cm dengan lebar sebesar 20 cm. Tebalnya mencapai 6 sampai 7 cm dan diperkirakan ukuran aslinya lebih besar dari saat ini karena bisa saja batu bata kuno tersebut telah tergerus seiring waktu.

Belum dapat dipastikan apa sebenarnya fungsi bangunan tersebut. Namun karena bentuknya menyerupai lorong dan fakta bahwa situs berada dekat sungai purba, bangunan tersebut diperkirakan adalah aliran pembuangan air kuno.

Sanan Surya Sindupatih, perwakilan dari berbagai komunitas pencinta dan pelestari sejarah yang mengikuti ekspedisi, dalam wawancaranya mengungkapkan kekagumannya terhadap penemuan di Dusun Seduri tersebut. Menurutnya temuan ini spektakuler karena jarang ditemukan di area seperti ini.

Ia juga menjelaskan bahwa belum dapat dipastikan peninggalan dari masa apakah situs tersebut karena belum ada penemuan pendukung. Pecahan keramik yang ditemukan di sekitar situs juga tidak cukup memberi informasi karena keramik banyak digunakan pada berbagai masa kuno.


Ingin memulai atau mengembangkan bisnis online?

Website anda adalah titik Anda memulai bisnis online. Pilih webhosting yang terpercaya, pilih server, domain dan kembangkan peluang bisnis Anda di tahun ini. Jangan lupa, kendalikan keuangan menggunakan berbagai asuransi, reksadana, pembelian rumah, ruko dan mobil, kuliah plus investasi melalui berbagai pilihan yang tersedia.


Sejauh yang dapat diketahui, jika melihat dari area temuan, area tersebut masuk ke wilayah lingkungan kerajaan Majapahit. Namun demikian, sebelum kerajaan Majapahit pun area tersebut juga telah ramai pemukiman di masa Tumapel Singosari.

Butuh temuan lebih lanjut untuk mengetahuinya secara pasti fungsi dan asal bangunan kuno ini. Diperkirakan butuh waktu lama untuk menggali dan memugar situs tersebut agar menjadi bangunan utuh.

Warisan Nenek Moyang yang Membanggakan

Video ekspedisi temuan situs kuno ini telah ditonton sebanyak 45 ribu kali setelah diunggah oleh kanal youtube Asli Mojokerto pada 19 Agustus 2020 lalu.

Melalui kolom komentar, warganet yang menyaksikan ekspedisi tersebut menyampaikan antusiasme dan perasaannya bangganya terhadap peninggalan Indonesia:

“Peradaban nenek moyang kita jaman dahulu sudah maju. Berbanggala dengan tanah air yang hebat ini” – DenRama

Beberapa warganet juga berharap agar situs peninggalan dapat dirawat dan dilestarikan karena merupakan peninggalan nenek moyang:

“Tolong para arkeolog bisa lakukan penggalian dan meneliti peninggalan nenek moyang ini” – Nita DAP

 “Ayo selamatkan warisan nenek moyang kita. Kita rawat agar tetap lestari” – Andi Marsela

Liputan ekspedisi dapat disaksikan lengkap di

Related Posts