Viral.. Photoshoot Ootd Hits Pakai Kain Batik Keren.. Trend 2021

Silakan simak videonya diatas


Kerasnya Jalanan Ibukota Bagi Sopir Angkot Wanita

Menjalani profesi sebagai sopir angkot tentu saja menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya banyak sekali tantangan yang harus dihadapi. Apalagi di jalanan ibukota yang mempunyai berbagai tantangan yang sangat berat. Itulah kebanyakan orang yang hidup di Jakarta harus berjuang untuk tetap hidup di ibukota yang semakin lama semakin ruwet. Dengan permasalahan yang begitu kompleks tentu saja menjadikan Jakarta sebagai kota yang memiliki sejarah. Jakarta menjadi tempat bagi semua orang mencari receh ditengah permasalahan yang sangat banyak di kota ini seperti macet, banjir hingga kerusuhan sering terjadi di Ibukota.

Namun, tidak bagi Rusni yang menjadi sopir angkutan kota sejak hampir dua puluh tahun silam. Profesi yang dilakoninya bersama sang suami terkadang membuat dirinya merasa begitu dipandang remeh. Karena Rusni seorang perempuan yang jarang sekali mengemudikan angkutan kota. Kebanyakan laki-laki yang membawa sopir tapi Rusni tetap membawa angkutnya dengan penuh suka cita. Seperti dilansir dari oleh Chanel Asumsi Rusni menjalani profesi ini sudah sejak lama. Dia harus mencukupi kebutuhan keluarganya selama ini dan membiayai anaknya yang sekolah.

Untuk itu berikut  ini kisah dari sopir angkot wanita yang berjuang melawan kerasnya ibukota :

Berangkat Mulai Subuh

Sebelum menarik angkot ibu Rusni berangkat dari rumah yang berada di kawasan pulogadung pada pagi hari. Ibu Rusni berangkat bersama suaminya dengan menggunakan angkot yang ditumpanginya. Setelah sampai terminal dia mulai melakukan kegiatannya ssbagai kenek. Ibu Rusni lalu mengajak penumpang untuk masuk ke mobilnya dan mengantarkannya sampai tujuan. Dia bercerita bahwa seringkali susah sekali mencari penumpang jika sampai ke terminal siang hari.

Bergantian Dengan Suami

Rusni yang sebagai ibu rumah tangga juga ditemani oleh sang suami ketika menarik angkot. Angkot yang dia gunakan juga silih berganti dengan suami ibu rusni ini. Terkadang bila suami ibu Rusni kecapean saat menarik penumpang dengan keadaan jauh ibu Rusni lah yang harus menggantikannya.

Atau juga saat suami ibu Rusni sakit ibu Rusni yang bergantian mencari nafkah. Menurut suami Bu Rusni awalnya istrinya mengeluh dengan pendapatan suaminya. Sehingga dia ingin terjun langsung untuk membantu suami menarik angkot. Sebelumnya Rusni sebagai kernet Kopaja. Namun, karena ingin berpindah angkutan akhirnya dia memilih menjadi sopir angkot daripada Kopaja.

Sering Kekurangan Setoran

Sejak korona ibu Rusni mengaku bahwa penghasilannya sebaagi sopir angkot berkurang. Dia mengaku bahwa setiap harinya hanya sedikit yang naik ke angkutannya. Hal ini berbanding terbalik sebelum Corona. Pasalnya sebelum Corona penghasilannya bisa cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi, saat ini untuk menyetorkan uang ke juragan angkot sangat sedikit. Bila sebelum korona dia harus menyetorkan uang sejumlah 120 ribu rupiah. Namun, sejak Corona uang setoran yang harus disetorkan habyalah 70 ribu saja. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya juga susah. Karena dia harus hutang kesana kemari untuk keperluan rumah.

Video ini telah dipublikasikan pada 12 November 2020 lalu. Konten ini ditayangkan oleh Chanel Asumsi. Sampai saat ini video ini sudah ditonton oleh penonton sebanyak 2,1 juta lebih. Dan video ini menuai berbagai kritik dan saran. Seperti halnya tanggapan dari Rony yang mengatakan bahwa konten ini penuh inspiratif dan sangat bagus ditonton oleh anak zaman sekarang. Selain itu, ada nur yang mengatakan bahwa konten ini mempunyai cerita yang bagus untuk ditonton. Video ini dibuat oleh Asumsi yang merupakan salah satu platform konten yang membahas berbagai tema sosial, budaya, pendidikan dan ekonomi.