Kenapa Ngga Dari Dulu Tau Tips Ini…. Pantesan Banyak Yang Ngisi Bensin Pada Malam Hari

Silakan simak videonya diatas

Sumber: youtube YtCrash, 7 OKt 2020


Viral: Pria Memanggil Siamang dengan Terompet

Seorang pria memanggil sekelompok siamang dari hutan dengan berteriak dan membunyikan terompet di Sumatra Utara.

Dari sebuah video, tampak cuplikan seorang pria bernama Joni Permai yang sedang meniupkan terompetnya dengan nyaring. Ternyata ia bukan sedang bermain musik, namun memanggil siamang dan monyet. Joni melakukan aksi unik tersebut di Taman Wisata Kera Sibaganding Parapat, di Simalungun, Sumatra Utara.

Punya Nama Masing-Masing

Joni telah terbiasa memanggil siamang dan monyet menggunakan terompet sejak tahun 2000. Ia selalu membagikan videonya melalui akun Facebook pribadi. Joni telah paham betul berbagai jenis kera, beruk, monyet, atau siamang di area tersebut sampai-sampai memberikan nama pada siamang-siamangnya yang sudah jinak.

Joni memberikan nama sesuai dengan jenis kelamin hewan primata yang ia temui. Ada sekolompok siamang yang terdiri dari pejantan, betina, dan dua anak yang paling sering datang menghampirinya.

Mereka adalah Tambah dan pasangannya Neli, serta dua anakan bernama Tara dan Gopal. Lucunya nama lengkap Gopal adalah Gopal Korona. Keempat hewan tersebut sudah jinak dan terbiasa berada di sekitar Joni.

Dari cuplikan videonya sendiri, tampak Neli yang disusul dengan ketiga lainnya datang tak lama setelah Joni memanggil mereka. Biasanya siamang akan datang dengan berayun dari dahan ke dahan, lalu langsung turun dan menghampiri Joni untuk mengambil makanan yang telah disiapkan Joni sebelumnya.

Hidup Bebas dan Akrab

Siamang-siamang ini datang dari hutan liar. Mereka tidak dimasukkan ke dalam kandang dan bisa hidup bebas. Siamang sendiri biasanya hidup dalam kelompok kecil dan sifatnya monogami. Siamang dulu dianggap sebagai hama petani, namun dari video Joni, siamang tampak jinak dan akrab dengan manusia.

Joni sendiri tampak sering bercanda dengan mereka. Misalnya saat mereka datang dan langsung mengambil pisang: “gak ada sopanmu ya, datang-datang makanan terus kau tengok!” candanya terekam kamera.

Namun demikian, untuk membuat siamang bisa dipanggil dengan terompet dan dijinakkan manusia, perlu keahlian khusus dari seseorang yang berpengalaman.


Ingin memulai atau mengembangkan bisnis online?

Website anda adalah titik Anda memulai bisnis online. Pilih webhosting yang terpercaya, pilih server, domain dan kembangkan peluang bisnis Anda di tahun ini. Jangan lupa, kendalikan keuangan menggunakan berbagai asuransi, reksadana, pembelian rumah, ruko dan mobil, kuliah plus investasi melalui berbagai pilihan yang tersedia.


Joni sendiri menyebutkan ia perlu waktu setidaknya 7 hingga 8 bulan untuk membuat siamang-siamang tersebut jinak dan merasa aman berada di sekitarnya. Itupun tidak semua siamang boleh kita pegang. Siamang dewasa seperti Tambah dan Neli, misalnya, tidak boleh dipegang bahkan oleh Joni sendiri.

Dalam cuplikan, Joni juga mengundang warganet yang menyaksikan videonya untuk datang dan menontonnya secara langsung. Joni berjanji akan memanggilkan satwa lucu ini sendiri. Menurutnya, pengalaman memanggil siamang dari hutan yang hidup bebas akan berbeda dan tidak seperti saat di kebun binatang yang satwanya berada dalam kurungan.

Apresiasi Warganet

Video lengkap mengenai cuplikan keseruan Joni dan siamang-siamangnya dapat disaksikan di kanal youtube Jaya Entertaiment. Video tersebut telah ditonton sebanyak 3,8 juta kali setelah diunggah pada 20 Desember 2020 lalu.

Melalui kolom komentarnya, tampak warganet yang memberi apresiasi kepada Joni sebagai pecinta satwa. Beberapa juga tampak antusias dan tertarik untuk datang ke tempatnya.

 “Yang seperti ini harus di up. Sukses terus abangku semoga siamang di sana tetap lesatari”  – Maulana Muhammad

“Abang kayak gini nih yang harus di perhatikan, yang mau merawat satwa. Ada rezeki Insya Allah saya kesana bang!” – Alfi Pastawa

“Gak dikerangkeng, gak dikandangin. You’re the coolest person I’ve seen today” – Ale Summer

Related Posts