Detik-Detik Python 7 Meter Gigit Pawang Ular Di Talo Kabupaten Seluma – Bengkulu

Silakan simak videonya diatas

Sumber: Arya Gading, Jun 7, 2019


Temuan Mengejutkan dari dalam Es

Banyak temuan-temuan mengejutkan berasal dari lapisan es yang mencair, seperti hewan prasejarah, manusia purba, sekotak permata, hingga virus dari zaman kuno.

Penemuan dari lapisan es semakin sering terjadi karena perubahan iklim dan pemanasan global. Dirangkum oleh kanal youtube edukasi Draft5, berikut adalah temuan-temuan aneh sekaligus menarik dari dalam es yang membeku.

Hewan-Hewan Prasejarah

Peneliti Rusia menemukan fosil gajah purba (mamut) di danau Siberia yang masih dalam kondisi baik walaupun usianya diperkirakan telah mencapai 10 ribu tahun. Saat diambil dari danau, fosil tersebut masih lengkap dengan kulit, tendon, dan kotorannya.

Penduduk di Siberia dan Kutub Utara juga menemukan bangkai anak singa gua dan beruang dari zaman es. Bangkai anak singa berusia 1 tahun yang ditemukan ini masih memiliki bulu dan cakar. Sedangkan bangkai beruang es yang hidup 22-39 ribu tahun lalu masih memiliki gigi dan hidung yang utuh.

Selain dari zaman es, ichtyosaurus dari periode Cretaceous juga pernah ditemukan dari lapisan gletser yang mencair di Chili, Amerika Selatan. Peneliti menduga reptil raksasa tersebut mati karena tertimbun longsoran kemudian terperangkap dalam sedimen laut dalam sebelum akhirnya menjadi gletser.

Manusia Purba Zaman Es

Tidak hanya hewan, pernah ditemukan pula jasad manusia es atau dikenal sebagai Otzi. Penemuan manusia purba ini cukup menarik karena ditemukan secara tidak sengaja oleh sepasang pendaki di pegunungan Alpen dan mengiranya sebagai jasad korban kecelakaan mendaki.

Saat diperiksa petugas, diketahui bahwa ‘korban’ tersebut ternyata mumi manusia purba yang berasal dari Eropa Utara. Faktor lingkungan membuatnya terawetkan dengan baik walaupun usianya telah mencapai lebih dari 5 ribu tahun.   

Rusa yang Terinfeksi Antraks

Di Siberia Barat ditemukan bangkai rusa berusia puluhan tahun yang ternyata terinfeksi Antraks. Temuan dari bangkai tersebut diketahui menyebabkan kematian 1.200 rusa lainnya di sekitar wilayah temuan. Peneliti juga menduga bahwa rusa yang terinfeksi antraks ini menginfeksi belasan ribu manusia yang hidup nomaden pada masa itu.

Artefak dan Permata Berharga

Pemansan global menyebabkan gletser di Norwegia mencair dan mengungkapkan artefak-artefak dari zaman dahulu di sebuah pegunungan. Banyaknya artefak seperti panah, sepatu kuda, sarung tangan, dan tunik dari zaman 230 hingga 390 Masehi di pegunungan tersebut karena merupakan jalur utama zaman nenek moyang terdahulu.


Ingin memulai atau mengembangkan bisnis online?

Website anda adalah titik Anda memulai bisnis online. Pilih webhosting yang terpercaya, pilih server, domain dan kembangkan peluang bisnis Anda di tahun ini. Jangan lupa, kendalikan keuangan menggunakan berbagai asuransi, reksadana, pembelian rumah, ruko dan mobil, kuliah plus investasi melalui berbagai pilihan yang tersedia.


Tidak hanya artefak sejarah, pernah pula ditemukan kotak berisi seratus permata berharga oleh pendaki di Mont Blanc, Pegunungan Alpen. Diduga kotak penuh permata tersebut milik korban kecelakaan pesawat dari penerbangan Air India yang jatuh tahun 1966 lalu.

Benih Tanaman

Peneliti Rusia berhasil menemukan sebuah benih tanaman berusia 32 ribu tahun yang terbungkus dalam es. Benih tanaman tersebut kemudian dicoba untuk ditumbuhkan kembali oleh ilmuan agar menjadi menjadi bunga dengan benih baru.

Virus Zaman Kuno

Salah satu temuan terbaru adalah temuan virus dari zaman kuno di dataran tinggi Tibet. Peneliti menemukannya saat mengambil sampel inti es tertua di bumi. Peneliti mengungkapkan bahwa perubahan iklim dapat membuat virus dari zaman kuno menyebar secara luas karena es yang melindunginya makin cepat mencair.

Itulah beberapa temuan paling menarik dari dalam lapisan es. Informasi yang membahas mengenai zaman prasejarah dan temuannya ternyata banyak menarik minat warganet. Video unggahan Draft5 ini telah ditonton sebanyak 1,3 juta kali sejak diunggah pada 6 November 2020 lalu.

Related Posts