Sebelum Pohon Raksasa ini Ditebang, Ada kru Terbang yang Pada Main Bergelantungan di Akar

Aktifitas menebang pohon memang jadi salah satu pekerjaan cukup berisiko. Pohon berukuran besar biasanya memiliki tinggi puluhan meter. Hal inilah yang membuat aktifitas ini butuh pengamanan ekstra.

Salah menebang dan salah mengarahkan arah tumbangnya bisa membuat banyak masalah. Cedera hingga cacat bisa tidak terhindarkan. Namun, bukan berarti aktifitas ini tidak bisa dilakukan secara santai.

Menebang Pohon yang Berukuran Besar

Sebuah konten yang menunjukan bahwa para kru sebelum menebang pohon melakukan aktifitas unik. Mereka bergelantungan di akar yang ukurannya besar. Hal ini dilakukan supaya proses selama penebangan dengan menyenangkan.

Di awal, terlihat ada sebuah pohon besar dengan diameter beberapa meter. Tidak disebutkan nama pohon tersebut dan lokasinya dimana. Namun, terlihat jelas bahwa itu dilakukan di tengah hutan.

Jika diperhatikan, setidaknya diameternya mencapai 2 meter dengan ketinggian hingga puluhan meter. Bahkan, akarnya saja bisa menahan beberapa kru yang bergelantungan sesaat sebelum mulai menebangnya.

Terlihat juga bahwa aktifitas ini nampaknya cukup menyenangkan. Apalagi, akar tersebut mampu menahan berat kru yang sedang bekerja. Tentu para kru juga tidak akan menyianyiakan kesempatan tersebut, bukan?

Setelah itu, seorang penebang mulai menebang pohon besar tersebut. Terlihat bahwa proses penebangan memakan waktu cukup lama. Apalagi, kayu tersebut terlihat cukup keras untuk ditebang menggunakan alat sederhana.

Prosesnya dimulai dengan membuat sebuah sudut untuk menentukan arah tumbangnya. Kemudian dilakukan pemotongan ke setiap sisi. Prosesnya memang sangat lama dan cukup melelahkan mengingat ukurannya yang besar.

Setelah beberapa saat, suda ada tanda-tanda bahwa pohon tersebut akan tumbang. Segera penebang mulai menjauh untuk menghindari kecelakaan. Tidak lama kemudian pohon tersebut tumbang dan menimbulkan suara keras.

Setelah tumbang, terlihat jelas bahwa ukurannya memang besar. Beberapa kru penebang mulai berjalan di atas pohon tersebut hingga ujung. Ternyata, panjangnya memang sampai puluhan meter.

Kemungkinan, ini akan diolah jadi kayu produksi. Beberapa kru lain juga mendekat untuk melihatnya lebih dekat. Terutama untuk melihat bagaimana kondisinya setelah tumbang ke tanah.

Aktifitas menebang kayu ini sendiri sudah ditonton lebih dari 6 juta kali sejak 31 Oktober 2018. Beragam reaksi diberikan oleh netizen. Video dari channel Mansyur Forest bisa Anda tonton di https://www.youtube.com/watch?V=v0gaf5_s4jo.


Tak Perlu Gentar Ketika Ditanya “Kapan Nikah?”

Tulisan ini khusus untuk kamu.

Ya, kamu yang selama ini mewarnai hari-hariku. Kamu yang selama ini selalu kutuju. Kuharap, kamu lebih bersabar menungguku. Sebab, aku sedang mempersiapkan diri untuk kelak menjadi istri yang baik.

Bukankah menjadi istri itu perlu persiapan? Aku harus mendahulukan kepentingan rumah tangga di atas keinginan pribadi. Karena itu, sebelum melangkah ke pelaminan, aku ingin melaksanakan semua keinginan yang belum tercapai, sendirian. Agar kelak ketika menikah, aku berkonsentrasi penuh pada perjalanan rumah tangga kita.

Aku ingin menabung agar kita lebih mapan saat telah menikah nanti. Pada saatnya, aku ingin bersanding di sampingmu dan menjadi pendamping hidupmu. Tapi, aku masih banyak kekurangan. Aku tak ingin terburu-buru mengikat janji sambil menambal kekurangan dan memperbaiki kualitas diri.

Jangan pedulikan orang yang selalu bertanya “kapan nikah?” Sebab, saat kita telah menikah pun akan tetap dibanjiri berbagai pertanyaan. Kapan punya anak? Kapan nambah anak? Dan banyak lagi pertanyaan yang terlontar.

Aku tidak ingin kita cepat-cepat menikah hanya karena gentar dengan pertanyaan itu. Pernikahan itu kita yang menginginkan. Kita yang menjalani. Siapa yang akan bertanggung jawab jika kita telanjur mengikat janji dan terjadi masalah di kemudian hari?

Siapa yang akan membantu menyelesaikan masalah itu?

Kita. Bukan orang lain.

Kumohon, beri waktu untukku, agar dapat mempersiapkan semuanya lebih matang. Bagaimana pun, kita pasti menginginkan rencana pernikahan yang matang, rumah tangga yang nyaman, serta kondisi keuangan yang lebih baik.

Percayalah, rumah tangga tidak bisa bertahan lama jika hanya mengandalkan cinta. Ya, cinta memang modal utama. Tetapi, kualitas diri, kemapanan, kedewasaan dalam bersikap, juga sangat diperlukan untuk membuat cinta semakin erat.

Jadi, izinkan aku untuk melaksanakan semua keinginan yang belum tercapai, sebelum nama kita tertera di undangan pernikahan.