Rumah Monokrom 60m2 Kecil Tapi Nyaman Banget…

Kemajuan teknologi dan perkembangan berbagai bidang turut membantu kehidupan masyarakat era sekarang menjadi lebih mudah. Seperti kemampuan arsitek dan industri konstruksi dalam membangun rumah nyaman di tengah keterbatasan lahan.

Karena bertambahnya jumlah penduduk dan berbagai industri, maka keberadaan lahan juga ikut menyempit sehingga orang semakin sulit bangun rumah karena harga lebih mahal. Tetapi tanah sempit bukan berarti tidak bisa punya ruman nyaman.

Seperti hasil arsitek dan bangunan Linaya Delution Land, Anda bisa memiliki hunian super nyaman di rumah monokrom yang mungkin kelihatan kecil ini, tetapi semua hal tentang bangunan tersebut sangat futuristic.

Rumah Monokrom yang Super Keren

Di lahan tanah seluas 60meter persegi, bangunan rumah dua setengah lantai dengan tema monokrom bisa berdiri hingga luas bangunan mencapai 92meter persegi. Tetapi yang membuatnya istimewa bukan itu saja, melainkan semua detail arsitek estetiknya.

Dari awal masuk bangunan, bagian pintu masuk utama yang dibuat dari kaca besar, bahkan dinding depan hampir seluruhnya kaca akan memberi kesan ruangan lantai satu luas, besar. Itu juga ditujukan supaya cahaya bisa masuk.

Saat pertama kali masuk, maka kesan luas, besar dan minimalis akan terlihat. Seperti temanya yang monokrom, warna lantai dinding, perabot dan hampir semua bagian dalam ruangan adalah dominasi putih, beberapa perabotan abu dan juga hitam.

Letak dapur dan ruang makan berdekatan, namun yang spesial ialah peletakan lemari dan perabotannya. Rak penyimpanan dibuat vertikal untuk memberi kesan lebih luas, meja makan bahkan bisa dilipat ke atas sebagai penghematan ruang.

Di ruang tamu, susunan sofa serta perabotannya juga sangat presisi, di mana desain semua hal diperhatikan. Bahkan colokan dibuat hampir tidak terlihat, sama seperti desain dinding seamless pada kamar lantai duanya, pandangan tidak terganggu sama sekali.

Ada juga taman dekat dapur, di mana atasnya beratap kaca untuk memungkinkan cahaya dan udara tetap bisa masuk ke rumah. Kamar tidur ada di lantai dua, ada juga satu untuk ART di lantai satu, semua desainnya tetap masih estetik.

Kamar tidur mengusung konsep minimalis dan simple, di mana perabot serba multifungis dengan banyak cermin dan kaca yang menambah kesan luas. View dan pencahayaan sangat dijunjung tinggi oleh bangunan ini.

Secara keseluruhan, rumah ini mengusung konsep greenhouse dengan mementingkan kenyamanan penghuni. Cahaya, sirkulasi udara, minimalis, hingga smart home, menjadi hal paling menonjol pada rumah kecil nyaman ini.

Untuk menonton langsung bisa di link https://www.youtube.com/watch?v=S0y_rS_1LAk, akun Youtube WicakMifta yang diposting 25 Mei 2021. Sudah dilihat 900 ribu lebih pengunjung, sulit tidak takjub melihat arsitek modern rumah kecil ini.


Sekilas Tentang Jendral Besar Soedirman

Jenderal Besar Raden Soedirman (lahir 24 Januari 1916 – meninggal 29 Januari 1950 pada umur 34 tahun) adalah seorang perwira tinggi Indonesia pada masa Revolusi Nasional Indonesia.

Dan berikut video “Tentang Jendral Soedirman”

Pada tanggal 12 November 1945, beliau menjadi panglima besar Tentara Nasional Indonesia pertama dan ia secara luas terus dihormati di Indonesia.

Terlahir dari pasangan rakyat biasa di Purbalingga, Hindia Belanda, Soedirman diadopsi oleh pamannya yang seorang priyayi. Setelah keluarganya pindah ke Cilacap pada tahun 1916, Soedirman kecil tumbuh menjadi seorang siswa rajin; ia sangat aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk mengikuti program kepanduan yang dijalankan oleh organisasi Islam Muhammadiyah.

Pada tanggal 19 Desember 1948, beberapa hari setelah Soedirman keluar dari rumah sakit, Belanda melancarkan Agresi Militer II untuk menduduki Yogyakarta. Di saat pemimpin-pemimpin politik berlindung di kraton sultan, Soedirman, beserta sekelompok kecil tentara dan dokter pribadinya, melakukan perjalanan ke arah selatan dan memulai perlawanan gerilya selama tujuh bulan.

Awalnya mereka diikuti oleh pasukan Belanda, tetapi Soedirman dan pasukannya berhasil kabur dan mendirikan markas sementara di Sobo, di dekat Gunung Lawu. Dari tempat ini, ia mampu mengomandoi kegiatan militer di Pulau Jawa, termasuk Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta, yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto. Ketika Belanda mulai menarik diri, Soedirman dipanggil kembali ke Yogyakarta pada bulan Juli 1949.

Meskipun ingin terus melanjutkan perlawanan terhadap pasukan Belanda, ia dilarang oleh Presiden Soekarno. Penyakit TBC yang diidapnya kambuh; ia pensiun dan pindah ke Magelang. Soedirman wafat kurang lebih satu bulan setelah Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta.