Rahasia Menanam Durian dari Biji Cepat Berbuah Pendek

Buah durian memang termasuk ke dalam kategori buah mahal yang dijual dipasaran, bisa memiliki harga tinggi itu dikarenakan waktu panen cukup lama. Terlebih lagi merawat pohonnya tidak mudah seperti buah pisang.

Untuk menumbuhan benih pohon durian hingga berbuah untuk membutuhkan waktu cukup lama. Terlebih lagi sampai bisa terasa manis dan segar, pasalnya tidak semua pohon bisa dengan cepat menghasilkan buah manis.

Butuh waktu beberapa lama untuk mencapai tahap tersebut, jika dilihat dari ketinggian pohonnya juga sangat tinggi. Namun kali ini sudah banyak yang menjual bibit yang sudah tumbuh dari biji.

Cara Menanam Bibit Durian dari Biji

Langkah pertama ambil sebuah biji durian yang sudah menjadi bibit, artinya sudah tumbuh tangkai pohon keatas walaupun baru beberapa cm. pastikan kondisi bibit tersebut sehat dan daun tumbuh sempurna.

Setelah itu harus di sambungkan dengan tangkai lainnya, jauh sebelum penyambungkan itu harus ada pemupukan. Yakni menggunakan pupuk MPK seminggu sebelum penyambungan dilakukan campuran air hingga larut.

Sebuah channel Petani Muda menyarankan untuk terus diberi pemupukan hingga daun berwarna hijau. Ketika daun warna hijau itu artinya sudah cukup, penyambungan bisa dengan cara sisit di batang.

Lalu ambil entrace dari pohon yang sudah terjamin berbuah setiap tahunnya, tentu itu akan membantu pertumbuhan semakin maksimal. Lalu tangkai dari pohon yang sudah berbuah sambungkan dengan bibit dari biji melalui sisit di batang.

Untuk menyambungannya bisa di sisit sedikit di bagian atas kulit batang, disarankan ketika penyambungan pada pagi hari. Lalu sayat sedikit tangkai yang akan disambungkan kepada batang bibit sebelumnya.

Langkah selanjutnya yakni tempelkan pada batang, selanjutnya bisa di tutupi menggunakan plastik es. Banyak orang juga penutupi nya menggunakan plastik makanan tutupi jangan sampai ada udara masuk.

Karena ini merupakan sambung pucuk dan sambung sisit itu diperlukan ditutupi lagi oleh plastik agar menutupi pohon. Biasanya menggunakan istilah tutup sungkup.

Kemudian simpan daerah agak gelap agar tidak terkena matahari langsung. Buah durian menggunakan cara seperti ini berhasil menghasilkan buah manis dan lebih cepat pertumbuhannya.

Anda dapat melihat di channel Petani Muda atau klik link https://www.youtube.com/watch?v=PIPdKHbS3o8 telah membuktikannya. Tayangan yang di upload pada tanggal 12 Maret 2020 ini dan sudah lebih dari 2,8 juta penonton yang menyaksikannya.


Memudahkah Urusan Orang Lain Akan Membuat Urusan Kita Juga Dimudahkan

Seorang teman mengeluh (lagi). Katanya, dia selalu nggak cocok dengan ibu kos, di mana pun dia nge-kos.

Dia bilang, ibu kos A selalu cerewet karena dia nggak pernah merapikan kamar kos.

Ibu kos B terlalu “rajin” menagih uang kos padahal belum tanggalnya.

Saya heran. Selama ngekos, saya tidak pernah menerima hal-hal itu.

Cerita tidak berhenti sampai di situ. Si Teman masih punya kisah menarik lainnya.

Setiap ingin mengerjakan tugas, ada saja halangannya. Laptop yang bermasalah, koneksi internet yang nggak bersahabat, dan masih banyak lagi. Juga, ban motor yang tiba-tiba kempes, dosen yang selalu protes dengan hasil tugas dia, dan lain-lain.

Kayaknya kok, hidup dia susah amat, ya? Lagi-lagi, saya merasa heran.

Saya tahu, Si Teman jengkel dengan semua ini. Dia nggak tahu penyebabnya, tapi sering tertimpa masalah. Sampai kemudian dia nggak bisa menahan sedih dan akhirnya menghilang.

Suatu hari, Si Teman muncul lagi. Kali ini dengan wajah yang ceria. Cerita mencengangkan pun mengalir dari mulutnya.

Ketika sedang sedih-sedihnya saat tertimpa berbagai masalah, dia pun merenung. Dia mulai kilas balik ke semua kehidupannya. Dia mulai menyadari, selama ini merasa tidak pernah butuh orang lain. Dia merasa kuat melakukan segala sesuatu sendiri. Sehingga, dia pun tidak pernah mau melihat kesulitan orang lain.

“Kamu yang benar kalau pegang uang, masa hari gini sudah kehabisan uang dan mau pinjam sama aku?”

“Ya ampun! Nitip absen lagi? Nggak, deh!”

“Sori deh, aku buru-buru. Nggak bisa ngantar Ika ke dokter. Minta antar yang lain aja, deh.”

Itu hanya tiga ucapan yang nggak enak di telinga dan hati. Selain itu masih banyak ucapan yang benar-benar nggak manusiawi banget.

Alhasil, lama kelamaan, dia menuai perbuatannya. Hidupnya dipersulit orang lain, bahkan untuk urusan yang paling mudah sekalipun.

Saat menyadari, untunglah semua belum terlambat. Masih ada waktu untuk memperbaiki. Masih ada kesempatan untuk menjadi lebih baik.

Dia mulai meringankan tangannya untuk membantu orang-orang di sekitarnya. Semua urusan orang lain dia buat mudah. Bersamaan dengan itu urusan-urusannya pun dipermudah.

Dia sudah nggak pernah mengalami hal buruk lagi.

Tidak ada yang kebetulan. Semua sudah diatur olehNya. Siapa yang menabur, dia akan menuai. Apa yang dipanen, itulah yang ditanamnya.

Terdengar klise, tapi semua itu benar-benar terjadi.