Kerajinan Buah Jenitri Jejak Si Gundul

Di Indonesia banyak tumbuh buah jenitri. Tanaman tersebut awalnya berasal dari India. Kemudian bisa tumbuh dengan baik di berbagai kota di Indonesia. Salah satunya di daerah Jawa Tengah.

Jenitri merupakan buah yang dapat dapat dibudidayakan. Setelah 3,5 tahun bisa dipanen. Banyak sekali manfaat dapat diperoleh. Mulai dari membuat kerajinan hingga urusan kesehatan. Dapat melancarkan aliran darah karena adanya kandungan elektromagnetik.

Ketika musim hujan tiba, buah tersebut harus segera dipetik. Bila tidak, maka akan rontok terbawa angin dan air hujan. Melalui acara jejak Si Gundul, Anda bisa melihat bagaimana jenitri diolah menjadi kerajinan.

Proses Buah Jenitri diolah Menjadi Kerajinan

Anda pasti sudah tidak asing dengan program acara Jejak Si Gundul. Program andalan Transmedia yang menampilkan si Gundul dalam berbagai kegiatan masyarakat. Seperti mencoba kegiatan ekonomi atau mata pencaharian penduduk.

Salah satunya adalah mencoba membuat kerajinan dari Jenitri. Proses pertama yang dilakukan ialah memetik buah tersebut dari pohonnya. Setelah cukup terkumpul, kemudian dipisahkan dari tangkai.

Setelah itu, kemudian direbus dalam air mendidih selama 2 jam. Waktu yang cukup lama untuk bisa melunakkan buah tersebut. Setelah Jenitri direbus, proses selanjutnya adalah memasukkannya ke dalam karung.

Hanya membutuhkan alat sederhana untuk mengolah buah tersebut. Selanjutnya adalah meremas-remas dan membanting karung tersebut. Tujuannya adalah agar kulit buah bisa terlepas. Tidak perlu mengupas satu per satu.

Apabila semua kulit sudah terlepas dari biji, maka langkah berikutnya adalah menjemur di bawah sinar matahari. Apabila saat itu sedang mendung atau hujan, bisa dijemur keesokan harinya.

Setelah kering, biji kemudian di ayak. Ayakan yang digunakan mempunyai berbagai ukuran lubang. Mulai dari 5 mm sampai 12 mm. Biji tersebut disortir berdasarkan ukuran.

Karena setiap ukuran akan digunakan untuk membuat kerajinan yang berbeda. Setelah itu, biji dibor. Mata bor yang dipakai mulai dari 1 hingga 0,5 mm. Biji tersebut kemudian dirangkai menjadi berbagai kerajinan.

Bentuk kerajinan yang dapat dibuat seperti gelang, kalung, mahkota, topi, aksesoris mobil, benda dekoratif dan lain sebagainya.

Mayoritas pesanan justru berasal dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, India, Nepal, Cina, Jepang, Kanada dan Jerman.

Proses pembuatan kerajinan berbahan alami ini dapat Anda saksikan melalui channel Trans7 Official dengan judul “Kerajinan Buah Jenitri JEJAK SI GUNDUL (03/01/19) PART 3”.

Anda bisa mengakses melalui link https://www.youtube.com/watch?v=NOwlrFpw3K0. video berdurasi 6 menit 28 detik tersebut telah mencapai 394 ribu views. Konten tersebut diunggah pada 4 Januari 2019. 


Ingatlah Selalu Bahwa Di Atas Langit Ada Langit

Lega sekali ketika kamu dinobatkan sebagai karyawan terbaik di kantor. Senang, haru, dan rasa tidak percaya, campur aduk jadi satu di dalam hati. Jerih payahmu selama ini telah membuahkan hasil.

Kamu memang tidak pernah mengira pencapaiannya sampai sejauh ini. Selama ini kamu hanya berusaha melakukan tugas dengan baik. Datang tepat waktu, mengerjakan tugas hingga tuntas dan sesuai dengan yang diharapkan perusahaan, bertanggung jawab sesuai posisi di kantor, dan loyalitas terhadap perusahaan. Semua kamu lakukan karena tugasmu memang itu.

Ketika mendapat predikat terbaik, kamu pun melayang-layang. Kamu seperti terbang ke lantai ketujuh. Rasanya, kamu adalah bintang hari ini. Kamu merasa dunia ada di genggamanmu.

Oke, kamu boleh merasa senang karena pencapaianmu melebihi target yang kamu tetapkan. Tapi, perlu diingat juga. Kamu harus tetap rendah hati. Kamu boleh terbang sejenak tapi beberapa saat kemudian harus mengikat kakimu erat-erat agar tetap menjejak bumi.

Bagaimanapun, di atas langit ada langit. Sehebat apapun kamu, pasti masih ada yang lebih hebat lagi. Dan di antara yang paling hebat di muka bumi ini, ada yang Mahahebat.

Kerja kerasmu pantas dihargai. Kamu pun pantas dinilai tinggi. T

api, kerendahan hati yang tetap kamu lakoni, akan membuatmu malah lebih mungkin lagi bertambah prestasi.

Semua ini butuh kerja keras dan kerja cerdas. Kamu sudah mendapatkan hasilnya. Jangan sampai perjuanganmu sia-sia karena sikapmu yang ingin selalu menjadi satu-satunya langit.

Untuk kamu yang berhasil mencapai impian dan tetap rendah hati, selamat, ya. Kamu sudah menjadi bintang bagi diri sendiri, sekaligus lingkungan.