Kenapa Banyak Orang Jepang Baru Mandi pada Malam Hari

Jepang memiliki segudang kebudayaan unik yang selalu membuat dunia takjub. Ada banyak sekali orang yang mengidolakan negara matahari terbit ini karena kesadaran masyarakatnya terhadap budaya. Padahal mereka hidup dalam teknologi yang sangat maju.

Ada banyak budaya Jepang yang senantiasa diekspose karena keunikannya. Salah satunya adalah cara mereka mandi. Ada yang tahu? Percaya atau tidak, kebiasaan mandi orang Jepang berbeda jauh dengan kebiasaan orang Indonesia.

Kebiasaan Mandi Pada Orang Jepang

Orang jepang terbiasa mandi pada malam hari. Hal ini biasanya dilakukan setelah aktivitas mereka benar-benar selesai. Cara mandi mereka juga berbeda jauh dengan cara mandi di Indonesia. Benar-benar unik, namun ternyata baik secara medis. Banyak peneliti yang sudah melakukan riset terkait hal ini. 

Orang Jepang biasanya mandi larut malam dengan air hangat. Sebelumnya mereka mandi dengan air dingin terlebih dahulu. Namun sesi pertama ini lebih ke membuang semua kotoran yang menempel di kulit.

Setelah membasuh diri dengan menggunakan air biasa, mereka kemudian akan berendam di bathtub yang berisi air panas atau hangat. Biasanya orang Jepang akan menambahkan garam Epsom terhadap larutan air di bathtub. 

Setelah berendam dengan air panas, orang Jepang akan kembali membasuh mereka dengan air dingin. Karena pori-pori tubuh sudah terbuka dan suhu udara di kamar mandi meningkat, maka kotoran akan mudah dilepaskan. 

Mandi Relaksasi Ala Orang Jepang

Setelah membasuh diri dua kali dengan air dingin, orang Jepang akan kembali berendam dengan air panas sebelumnya. Ini merupakan fase relaksasi dan biasanya dilakukan sangat lama. Untuk mereka yang berambut panjang biasanya akan mengikat rambutnya agar tidak terkena air.

Perlu dipahami, budaya berendam ini sangat populer di Jepang. Karena itulah ada banyak sekali pemandian umum yang bisa Anda temukan di jepang. Pemandian umum ini biasa disebut Shanto. Namun karena teknologi sudah maju, biasanya orang Jepang punya tempat berendam sendiri di rumah.

Berdasarkan penelitian secara medis, kebiasaan berendam orang jepang ini memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Diantaranya adalah melancarkan metabolisme tubuh, Melancarkan peredaran darah, mengangkat kotoran membandel di kulit dan menghilangkan stress.

Jika Anda ingin menyaksikan video tersebut bisa melalui https://www.youtube.com/watch?v=tdL1F3B0F_w . Tepatnya di chanel youtube Sisi Terang. Video tersebut juga sudah ditonton sebanyak 1.211.337 kali.


Jangan Sampai Terjebak Oleh Pikiran Sendiri

Hidup itu ibarat berlari berkilo-kilo meter di jalan raya. Di sepanjang jalan banyak rambu-rambu yang harus kita patuhi. Banyaknya rambu kadang-kadang membuat kita terhenti sejenak atau malah akan membuat kita tertegun dan ingin berhenti berlari. Ada juga rambu-rambu yang membuat kita tergoda untuk memperlambat laju lari kita dan akhirnya berhenti.

Di dalam kehidupan, proses berlari itu tidak sesederhana berlari di jalan raya. Proses “berlari” yang ada di dalam kehidupan melibatkan perasaan dan pergulatan batin. Banyak pikiran yang muncul saat kita sedang semangat-semangatnya. Kalau yang muncul hanya pikiran yang positif dan memotivasi sih, tidak ada masalah. Tapi, kalau yang muncul adalah pikiran buruk yang menghambat langkah, bagaimana?

Sebenarnya tidak apa-apa juga berbagai pikiran mampir di benak kita. Tapi, kita harus cukup kuat untuk memilah. Pikiran yang terus memotivasi, harus terus dipelihara agar kita tidak pernah lelah menjalani hidup. Sebaliknya, pikiran-pikiran yang membuat lemah, sebaiknya dibuang saja.

Pikiran-pikiran yang membuat lemah, misalnya:

Untuk apa sih, kita rajin belajar? Toh, nanti juga akan lulus dan akhirnya wisuda juga.

Omzet toko kita sudah lumayan, sudahlah, sebaiknya tidak usah melancarkan aksi merketing terlalu rajin.

Buka usaha? Buat apa? Untungnya belum jelas, ruginya sudah pasti!

Pikiran buruk seperti itulah yang harus dibuang jauh-jauh.

Walaupun wisuda sudah pasti, nilai tinggi wajib dicari. Bagaimana pun juga, mendapatkan nilai tinggi adalah sebuah prestasi membanggakan yang bisa diingat sampai tua nanti.

Omzet? Tentu saja kamu harus terus bekerja keras untuk meningkatkan sales yang akan berpengaruh pada pendapatan.

Pikiran-pikiran buruk sudah seharusnya dibuang jauh-jauh, demi terjaganya motivasi dan pencapaian prestasi.