Jalan Kaki Mendekat ke Pusat Semburan Lumpur Lapindo

Peristiwa lumpur lapindo di Sidoarjo sempat menggegerkan masyarakat Indonesia pada tanggal 29 Mei 2006. Lumpur panas ini terus keluar dari inti bumi hingga menenggelamkan ribuan bangunan di wilayah sekitarnya.

Meskipun sudah terjadi sejak lama, pasalnya lumpur ini belum berhenti menyembur sampai saat ini. Penambahan tanggul dan pelebaran tanggul terus dilakukan karena volume lumpur panas ini terus bertambah seiring dengan waktu.

Kondisi Lumpur Lampindo Saat Ini

Dulu, peristiwa lumpur lapindo mungkin sempat menggerakan negara kita tapi sekarang banyak orang yang tidak tahu bagaimana kondisi terkini lumpur lapindo. Itulah mengapa Cak Son akan mengajak Anda mendekati pusat semburan lumpur.

Saat ini, Cak Son bersama salah satu warga menuju pusat semburan melalui titik 25 menggunakan motor. Menurut warga tersebut, tidak ada yang tahu kapan lumpur lapindo akan berhenti menyembur, bahkan profesor sekalipun.

Selama berjalan-jalan, mereka bertemu dengan proyek pengerukan dan pelebaran tanggul karena volume lumpur lapindo yang terus bertambah sampai sekarang. Bahkan ada beberapa alat berat yang rusak dan kemudian tenggelam dalam lumpur.

Mereka juga melalui tempat presiden dan para tamu ketika hadir untuk melihat kondisi lumpur lapindo ini. Selain itu, masih ada makam seorang kyai dan pesantren yang ada di sisa tanggul utama.

Pada titik tersebut, Anda akan melihat ada satu kapal penyedot air dan dua kapal lainnya berada di titik yang berbeda. Apabila musim kemarau, mereka bisa melalui lumpur tersebut menggunakan kendaraan motor.

Namun, jika terjadi hujan lumpur akan menjadi gembur dan tidak bisa dilalui sehingga harus menunggu lumpur terkena sinar matahari sekitar 2 sampai 3 jam agar mengeras dan bisa dilalui, baik dengan motor atau jalan kaki.

Cak Son mengajak kita berjalan-jalan di atas lumpur lapindo yang sudah mengeras dan diperlihatkan juga lumpur yang masih hidup sehingga tidak bisa dilalui karena bisa menghisap orang yang ada di atasnya.

Pada akhir perjalanan, Cak Son mengunjungi makan salah seorang kyai untuk mendoakan dan sekaligus beristirahat sejenak sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan berkeliling ke bagian lain dari lumpur lapindo.

Jika Anda penasaran, tonton saja di channel Cak Son Jalan-jalan yang di unggah pada 17 Agustus 2020 dengan jumlah viewer 2,3 juta melalui link https://www.youtube.com/watch?v=sEtAbmDFaJE. 


Kita Hanya Memiliki “Saat Ini”, Manfaatkanlah Sebaik-Baiknya

Kemarin adalah masa lalu yang tidak akan pernah kembali. Esok adalah sebuah misteri. Jadi, kita hanya punya hari ini.

Saat ini.

Detik ini.

Apa yang kamu perbuat hari ini?

Hanya inilah kesempatan kita. Semua yang kita lakukan saat ini akan berpengaruh di kemudian hari. Masa depan kita, tergantung pada segala sesuatu yang kita lakukan saat ini.

Apa yang bisa dilakukan?

Banyak.

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengisi “saat ini”. Misalnya, merintis usaha, jika cita-cita kita adalah menjadi pengusaha. Mengerjakan semua tugas satu per satu agar bisa lulus kuliah sesuai target. Mencari pekerjaan agar sebelum usia 30 tahun nanti sudah punya rumah idaman.

Bayangkan jika kita gemar menunda. Semua hal kita bebankan pada hari esok. Asumsimu, tidak apa-apa tidak melakukan apapun sekarang, toh masih ada hari esok. Percaya deh, besoknya kamu juga akan masih berpikiran seperti ini. Lagi dan lagi. Akhirnya, kamu tidak pernah melakukan apapun dan kapan pun.

Kalau hal ini sudah terjadi, yakin deh, kamu akan terus menerus menyesali. Katamu, andai saja kemarin kamu melakukan sesuatu yang lebih baik, pasti hari ini harimu akan lebih berarti.

Tidak ada gunanya menyesali hari yang sudah berlalu. Sekarang, kamu sudah tahu. Kamu hanya punya hari ini. Jangan sampai hari cepat berlalu.

Ayo, lakukan sesuatu!