Coba Teflon Baru, Masak Sederhana untuk Keluarga di Kampung

Masakan sederhana dari kampung terkadang membuat kita rindu karena cita rasanya membuat kita teringat akan masakan rumah. Peralatan dapur yang digunakan juga tidak terlalu sulit untuk ditemukan, termasuk teflon.

Dalam konten kali ini, Anda akan diajak mencoba teflon baru untuk memanggang ayam kampung agar bisa disantap bersama keluarga. Bukan hanya membuat ayam panggang, Anda juga akan diajak memasak masakan kampung yang nikmat.

Masak Sederhana untuk Keluarga di Kampung

Konten ini menampilkan bagaimana seorang ibu rumah tangga bernama IsaYang sedang memasak menyiapkan makanan untuk keluarga tercinta. Pertama, IsaYang merebus tempe dengan bumbu ayam ungkep sebelum akhirnya di goreng.

Setelah setengah matang, tempe tersebut digoreng untuk lauk makan siang tadi. IsaYang mengangkat tempe tersebut setelah terlihat kecoklatan dan matang. Selagi memasak, ia menjelaskan kompor yang digunakannya saat ini hanya sementara.

Seharusnya, dapurnya menggunakan kompor tanam tapi ibunya tidak bisa menggunakan kompor tanam sehingga digunakanlah kompor biasa. Meskipun begitu, tidaklah masalah asal masih bisa memasak.

Selanjutnya, IsaYang kembali melanjutkan aktivitas memasaknya, yaitu dengan membuat bumbu oseng sawi putih yang terdiri dari irisan bawang putih dan bawang merah, kemudian ditambahkan bumbu cabai yang dihaluskan.

Bumbu yang sudah jadi kemudian ditumis dan dimasukkan sawi putih yang sudah dibersihkan sekaligus dipotong lebih kecil. Untuk melengkapi menu kali ini, IsaYang membuat sambal terasi yang menambah selera makan.

Tiba saatnya kita mencoba teflon baru untuk memanggang ayam kampung berukuran kecil. Tapi, sebagian tulang di ujung paha harus dipotong sedikit agar muat masuk ke teflon.

Akhirnya, semua bagian ayam bisa masuk ke dalam teflon dan tinggal menunggu sebentar sampai ayam masak. Selagi menunggu ayam tersebut matang, IsaYang kembali melanjutkan aktivitas memasaknya.

Setelah beberapa lama, teflon tersebut dibuka dan IsaYang mengecek setiap bagian ayam, apakah sudah matang atau belum. Ternyata masih ada bagian tertentu yang belum matang jadi IsaYang kembali menutup dan membalik teflon.

Tidak lama kemudian, ayam kampung sudah matang jadi siap disantap bersama keluarga. Suami, ibu dan anaknya sudah mencicipi kelezatan ayam panggang, oseng sawi, tempe goreng dan sambal kemudian IsaYang juga mencicipinya.

Jika penasaran Anda bisa menonton channel IsaYang 123 yang diterbitkan tanggal 11 Juli 2021 dengan 1 juta penonton, Anda bisa menonton langsung dari https://www.youtube.com/watch?v=OBEcg6y6ZZA.


Simpan Kenangan Indah Untuk Menutup Kenangan Pahit

Ada kenangan manis, ada juga kenangan pahit. Sayangnya, kita tidak diberi kesempatan untuk memilih mengalami kenangan manis saja. Semua itu harus kita alami. Harus dirasakan.

Ketika sedang mengalami hal manis sih, kita senang-senang saja. Bagaimana kalau giliran kita mengalami hal pahit?

Tersiksa dan pasti ingin semua cepat berlalu. Parahnya, meskipun semua sudah berlalu, kadang-kadang perihnya masih terasa.

Jangan biarkan hal ini terjadi berkepanjangan. Soal hati memang tak ada yang tahu. Soal perasaan juga hanya kita yang bisa mengatur. Kita jugalah yang bisa mengizinkan, rasa sedih atau bahagia yang dominan di hati.

Tak ada kata terlambat. Sebaiknya, kita mulai sekarang.

Kumpulkan semua perasaan bahagia, sejak kita kecil hingga sekarang. Yang penting, kita masih mengingatnya dengan jelas.

Masa-masa kita tamasya bersama orangtua saat berusia lima tahun. Meskipun hanya ke Monas, misalnya, kita bahagia karena masih dekat dengan orangtua.

Saat pertama kali masuk SD. Banyak teman, punya guru, terpilih sebagai siswa terbaik di kelas.

Saat pertama kali merasa gagah dengan seragam Pramuka. Tak ada teman jelek. Yang ada hanyalah kita dan teman-teman yang sama-sama gagah dengan seragam itu.

Saat teman mentraktir.

Saat kamu dinobatkan sebagai siswa dengan bilai terbaik di sekolah.

Ketika pertama kali mengenal perempuan cantik.

Saat cewek paling cantik di sekolah jatuh cinta padamu.

Apapun.

Kumpulkan semua kenangan indah dalam hidupmu. Gabungkan semua perasaan itu jadi satu, sampai hatimu penuh dengan kebahagiaan saat mengingatnya.

Lalu, tutup pengalaman pahitmu dengan pengalaman bahagia itu.

Letakkan pengalaman tak menyenangkan, di tumpukan paling bawah. Biarkan kenangan indah menghapusnya perlahan-lahan.

Terakhir, lupakan.

Berusahalah membuang jauh-jauh pengalaman pahit. Tapi, sisakan sebagian.

Ya, jangan buang hikmahnya.