Bikin Jebakan Kera. Keranya dimakan Harimau Sumatra.

Kalau kita berbicara mengenai alam pulau Sumatra, maka belum sepenuhnya terungkap. Terlebih lagi sering diabadikan oleh mata kamera televisi. Di mana ada berbagai macam kehidupan liar masih terdapat didalamnya.

Tentu saja hal ini cukup menegangkan karena banyak konten video yang membuat kita dapat melihat langsung seperti apa kondisi alam. Terutama berbagai macam flora dan fauna, termasuk kera.

Banyaknya Hama Kera di Sumatra

Meskipun memiliki populasi besar, tapi bukannya kera menjadi hewan yang diinginkan. Malahan masuk kategori hama karena sering mengganggu kebun. Sayangnya tidak boleh ditembak, melainkan memakai jebakan khusus.

Tentu saja karena alami, maka proses pembuatan jebakan lebih baik dilakukan sendiri. Bahannya memakai bambu dan kayu. Semuanya dibuat sendiri dan tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.

Sebenarnya yang paling efektif adalah mirip jebakan tikus. Di mana jika sudah masuk, tidak mungkin keluar. Lalu supaya mau masuk, maka menggunakan umpan berupa buah pisang dan jagung.

Selain itu jika ada gerombolan, mungkin setengahnya akan didapatkan penjebak. Hal ini menjadi kabar sangat bagus bagi pemilik kebun. Penjebak atau pemburu juga senang karena menjalankan hobinya.

Banyak pemilik tanah memang sudah tidak tahan karena kera mengganggu kegiatan perkebunan. Sama sekali tidak boleh dibiarkan meski hanya satu kelompok. Bisa membuat hasil kebun menjadi buruk.

Munculnya Jejak Hewan Buas Pemangsa

Tapi yang mengejutkan seringkali jebakan kera terbuka. Padahal sangat kuat karena diikat dengan tali ataupun kawat besi. Tentu saja menjadi indikasi merah yang membuat orang khawatir.

Tidak jarang juga ditemukan kera didalamnya mati. Mungkin hanya tersisa satu dua ekor tergeletak mati. Mereka juga bersimbah berdarah dan sekitarnya terdapat jejak kaki cukup besar.

Kemungkinan besar pada awalnya memang banyak yang terjebak. Tapi dimakan oleh binatang buas, kemungkinan harimau. Terlebih sampai sekarang sedang banyak berkeliaran harimau dalam wilayah warga.

Inilah yang selalu menjadi bukti jelas kalau Sumatra masih liar. Ditambah lagi harimau lokal merasa terganggu, adanya perkebunan dan pembukaan jalan. Warga lokal tetap merasa ngeri, banyak kasus penyerangan harimau.

Sampai sekarang sebenarnya berbagai jenis perburuan tidak menjadi masalah. Asalkan dilakukan dengan cara yang benar dan tidak mengincar hewan dilindungi. Selain itu dari awal maksudnya baik seperti membasmi hama.

Kalau mau melihat pembuatan jebakan atau penangkapan kera, cek YouTube SNIPER SUMATRA PETUALANG dan tonton https://www.youtube.com/watch?v=4i199nYXt0A . Konten yang diunggah 21 desember 2019 tersebut telah ditonton 2,5 juta orang.


Tidak Ada Yang Tahu Batasan Kita Jika Kita Tidak Memaksakan Melakukan Yang Lebih Baik

Ternyata, memaksakan diri itu penting. Memaksakan diri bukan berarti kamu ambisius, tetapi berusaha lebih keras untuk mencapai target tertentu.

Bayangkan jika kamu tidak berusaha memaksakan diri. Kamu tidak akan sampai pada titik ini. Ambil saja contoh ketika kamu harus menyelesaikan skripsi. Kalau mengikuti keinginan, kamu pasti ingin bermalas-malasan dan sampai kapan pun tidak akan mau menyusun skripsi. Di sinilah kamu harus memaksakan diri untuk membuat skripsi.

Kamu harus bekerja keras mencari judul, berjuang mencari narasumber, menyusun bahan-bahan, dan menuliskan semua naskahnya.

Semua itu tidak mudah, karena itulah kamu terus berusaha agar kesulitan itu terpecahkan. Kemampuan kamu dalam memecahkan kesulitan saja sudah bia dianggap memaksakan diri. Sebab, kalau tidak dipaksa, kapan skripsimu bisa selesai?

Di awal penyusunan skripsi, kamu merasa perjalanan masih sangat jauh. Rasanya malah hampir tidak mungkin kamu bisa menyelesaikannya dengan baik. Tapi, ketika kamu berhasil menyelesaikannya, kamu baru menyadari bahwa untuk mencapai di posisi ini, perlu pemaksaan diri tiada henti.

Kamu berhasil membuktikan bahwa setelah memaksakan diri, kamu bisa berada di posisi sekarang ini.

Hal-hal yang lain juga tidak jauh beda. Kalau dulu kamu harus memaksakan diri untuk menyelesaikan skripsi, sekarang kamu harus melakukan hal lain, seperti bekerja.

Tidak ada pekerjaan yang mudah. Semua harus dilalui dengan penuh perjuangan. Sama saja dengan kejadian pembuatan skripsi, kamu tidak akan pernah sampai di pencapaian tertentu jika tidak memaksakan diri.

Paksakan dirimu untuk menyelesaikan pekerjaan, sesulit apa pun itu. Selagi kamu berusaha, itu berarti kamu sedang berbproses. Saat kamu berhasil, itulah batasanmu. Batasan yang tidak akan pernah diketahui jika kamu tidak pernah memaksakan diri untuk menggapainya.