Begini Cara Menghadiahkan Surah Al Fatihah Untuk Diri Sendiri. Amalkan…

Al Fatihah merupakan surah pertama yang ada di dalam Al-Qur’an dan termasuk dalam surah Makiyah. Surah yang terdiri dari 7 ayat ini mengandung makna yang begitu dalam dan memberikan pesan pada seluruh umat manusia.

Surah tersebut berisi tentang sifat-sifat Allah SWT sebagai dzat yang Maha Esa dan satu-satunya Tuhan bagi semua makhluk yang ada di langit dan bumi. Pesan utama surah ini adalah perintah untuk selalu berbuat baik dan bersujud pada Allah SWT.

Cara dan Keutamaan Menghadiahkan Surah Al Fatihah untuk Diri Sendiri

Surah Al Fatihah memiliki begitu banyak keutamaan dan sering dijadikan asupan untuk ruh yang ada di dalam diri. Pasti Anda sudah tidak asing dengan kejadian di mana seseorang memberikan hadiah berupa surah Al Fatihah untuk orang lain.

Al Fatihah memang sering dijadikan hadiah pada orang lain, baik bagi mereka yang masih hidup atau sudah meninggal. Tapi, apakah Anda pernah berpikir untuk menghadiahkan surah ini untuk diri sendiri?

Hal ini dikarenakan akan ada banyak keutamaan yang bisa Anda rasakan saat menghadiahkan Al Fatihah untuk diri sendiri. Roh menjadi lebih segar dan keimanan akan semakin kuat.

Cara melakukannya sangatlah mudah, yaitu dengan duduk sejenak setelah bangun tidur di pagi hari. Setelah itu, tempelkan tangan kanan Anda pada dada di sebelah diri atau di area jantung dan berikan salah pada diri.

Niatkan dalam hati bahwa Anda menghadiahkan surah Al Fatihah untuk diri sendiri. Bacalah surah Al Fatihah satu kali lalu panjatkan doa terbaik untuk diri Anda. Baru kemudian Anda bisa melanjutkan aktivitas seperti biasa.

Banyak keutamaan yang akan Anda rasakan apabila melakukan hal ini secara rutin.

Keutamaan pertama adalah menjadikan surah Al Fatihah ini sebagai obat penawar dan rahmat bagi orang yang beriman.

Selain itu, menghadiahkan Al Fatihah untuk diri sendiri juga memberikan keutamaan sebagai rukyah diri, perlindungan diri dari godaan setan yang menjerumuskan pada dosa dan Allah SWT akan memudahkan kita untuk melakukan aktivitas.

Jika Anda ingin mendapatkan penjelasannya jangan ragu untuk mengunjungi channel NS BOR CHANNEL di https://www.youtube.com/watch?v=RAn0LARecoM. Konten yang diunggah pada 8 Januari 2021 sudah mendapat 500 ribu penonton.


Jangan Resah Jika Ada Orang Yang Iri Padamu, Ini Jurus Ampuh Menghadapinya

Kamu merasa dirimu biasa-biasa saja. Pintar juga nggak. Kaya juga nggak. Terkenal, apalagi, nggak banget. Pokoknya semuanya serba biasa-biasa saja, seperti orang-orang kebanyakan.

Anehnya, ada saja orang yang iri padamu. Dia dekat denganmu. Ada di sekitarmu. Kamu dan dia sebenarnya berada di lingkungan yang sama. Bahkan, kamu punya beberapa kegiatan yang rutin dilakukan bersama.

Meskipun sering bersama, dia tidak seperti teman yang lain. Dia bersikap manis padamu, ikut bercanda, ikut senang kalau kamu mendapat prestasi. Tapi, di balik itu semua, dia menyimpan sesuatu di dalam hati, yang bisa meledak kapan saja. Di balik keceriaannya, dia memerhatikan gerak-gerikmu. Diam-diam dia ingin seperti kamu. Semua ilmu bisnis yang kamu miliki, ingin dimilikinya juga.

Sebenarnya kamu bersedia memberi bantuan, kalau dia bicara langsung. Kamu senang membagi ilmu bisnismu. Sayangnya, dia tidak pernah terang-terangan berbicara tentang keinginannya.

Dia yang awalnya seperti teman, lama-lama seperti menyembunyikan sesuatu. Dia diam, tapi sikapnya sangat terlihat iri padamu. Dia berusaha mengorek segala macam tentang kamu. Seperti ingin melakukan sesuatu yang kamu tidak tahu. Perlahan tetapi pasti, dia menciptakan jurang pemisah antara kamu dan dia.

Suatu hari, kamu dikejutkan sesuatu. Dia tiba-tiba memiliki bisnis yang sama persis dengan bisnismu. Mulai dari bahannya, sistem bisnisnya, sampai konsepnya, sama persis.

Kamu merasa kecewa.

Bukan karena dia berbisnis yang sama denganmu, tetapi karena dia diam-diam saja dan menganggapmu pesaingnya. Padahal, kamu tidak pernah menyembunyikan apapun.  Bahkan, kalau dia mau, kamu justru akan mengajari bisnis ini lebih dalam.

Orang-orang seperti itu tidak banyak, tetapi ada di sekitarmu. Dengan sikap seperti itu, sebenarnya kamu sedih karena jadi kehilangan teman. Tapi, kamu harus ikhlas. Kamu harus bisa bersikap biasa saja, dan tidak membuat jurang pemisah semakin dalam.