Pria Iseng Ini Menuang Garam Dan Sedikit Jus Jeruk Ke Pantai, Lihat Reaksinya.

Pria Iseng Ini Menuang Garam Dan Sedikit Jus Jeruk Ke Pantai, Lihat Reaksinya. Ternyata kerang-kerang bambu yang ngumpet keluar dari persembunyiannya.

Kerang Bambu merupakan merupakan kerang air laut berukuran sedang. Kerang ini termasuk ke dalam genus Ensis. Bentuk cangkang memiliki bentuk memajang yang simetris, menyerupai pisau cukur atau pisau lipat, membuat biota ini lebih dikenal dengan nama Razor clam atau Jack knife.

Kerang jenis ini juga banyak dijual di restoran. Dan di Jawa Timur, kadang disebut sebagai lorjuk.


Penangkapan Pemburu Satwa Liar Oleh Polda Sumatera Utara

Perburuan liar sangat dilarang dinegara Indonesia. Terutama hewan yang dilindungi oleh pemerintah. Pasalnya dengan berkurangnya hewan dilindungi yang ada di Indonesia tentu saja akan membuat kelestarian alam Indonesia akan terancam.

Karena tidak adanya perputaran ekosistem di hutan sehingga banyak hewan liar yang ada di hutan masuk ke perkampungan warga. Hal ini terjadi disebabkan adanya pembalakan liar dan perburuan hewan yang dilindungi. Banyaknya penangkapan secara liar tentu saja akan berdampak pada ekosistem hewan itu sendiri.

Salah satu hewan yang sering dilakukan perburuan liar adalah harimau sumatera. Harimau menjadi pilihan para pemburu untuk diambil kulitnya maupun tulangnya. Untuk harga jualnya dari setiap harimau yang ditangkap seharga ratusan juta hingga miliaran rupiah. Tergantung umur harimau sumatera yang ditangkap.

Seperti kejadian yang satu ini dialami oleh pemburu harimau yang ditangkap oleh tim direkrim Polda Sumatera Utara pada beberapa waktu lalu. Menurut AKP olma fradiko pihaknya mendapati adanya laporan bahwa ada transaksi jual beli kulit harimau di Kabupaten Langkat Sumatera Utara. Sesuai arahan dari kepala reserse kriminal Polda Sumut Arya Sunarya tim langsung bergerak ke TKP.

Polisi Membentuk Tim

Sebelum berangkat ke TKP tepatnya di dekat persawahan yang ada di Kabupaten Langkat Sumatera Utara. AKP Olma Fradiko di brifing terlebih dahulu oleh kepala reserse  kriminal Arya Sunarya di kantor Polda Sumut.

Setelah itu tim Intel Polda Sumut langsung menuju tempat transaksi jual beli kulit harimau yang ada di Langkat. Setelah sampai disana AKP Olma Fradiko mengutus salah satu anggota timnya untuk memancing penjual kulit harimau. Lalu tim memilih untuk menunggu kabar dari pembeli yaing diutus oleh AKP. Olma Fradiko.

Nego Harga Dengan Penjual Kulit Harimau

Beberapa saat kemudian tim mendapati informasi tentang harga kulit harimau yang akan dibeli. Dari sambungan telepon harga yang ditawarkan oleh penjual kulit harimau dengan harga 200 juta untuk satu kulit harimau. Sambil menego dengan penjual tim perlahan bergerak ke tempat penyergapan di area persawahan warga.

Disitu tim mendapati pelaku sedang bertransaksi dengan utusan tim tadi. Alhasil pelaku tertangkap dan tidak mengelak apa-apa saat diinterogasi oleh tim satuan reserse kriminal Polda Sumut. Tim langsung membawa pelaku ke Polda Sumut agar tidak menimbulkan keramaian warag disekitar penangkapan.

Konfirmasi Ke BKSDA

Sebelum sampai ke Polda AKP Olma Fradiko memberi tahu pihak BKSDA Sumut untuk mengidentifikasi kulit harimau hasil perburuan liar. Setelah sampai di Polda Sumut pihak BKSDA yang diwakili oleh bapak Ikbal langsung mengidentifikasi temuan dari tim reserse kriminal. Pihak BKSDA langsung mengidentifiaksi bahwa hasil temuan dari tim dari Polda Sumut berasal dari hutan di daerah Bireun Aceh.

Harimau ini sengaja diselundupkan untuk diambil kulitnya dan tulangnya. Harga yang dipatok oleh penjual harimau yaitu 200 juta. Bila lolos dari serbuan para Polisi kulit harimau ini akan dijual di sekitar sumatera utara.

Konten ini dipublikasikan oleh acara 86 net tv pada 8 Maret 2019. Pembuat video ini atas kerjasama pihak Polda Sumut dan Net Tv. AKP Olma fradiko sebagai presenter dalam acara 86 net tv yang merangkap sebagai pembuat video. AKP Olma Fradiko meruapakan unit bagian reserse kriminal Polda sumut. Disini beliau mendapatkan tugas untuk memberantas perbutuam liar. Sejak dirilisnya video ini sudah ditonton sebanyak 21 juta kali oleh penonton.

Selain itu, konten ini menuai beberapa pendapat dari kalangan masyarakat seperti bugisoffucial yang mengatakan bahwa seharusnya pemerintah terus menjaga kelestarian hutan. Selanjutnya ada komentar dari Muhamad Fikri yang mengatakan bahwa mendukung polisi memberantas perburuan liar.