Penelitian Buktikan Anak yang Ranking 1 di Sekolah Belum Tentu Sukses Dimasa Depan.

Di dalam dunia pendidikan rangking di kelas masih menjadi salah satu hal yang sangat penting. Terlebih untuk orang tua. Rangking di dunia pendidikan masih dianggap sebagai sebuah indikator kesuksesan belajar dari anak. Padahal kenyataannya?

Rangking sebagai indikator kesuksesan belajar

Ya, karena sistem perengkingan yang dilakukan disekolah, banyak orang tua maupun anak yang menjadikan rangking sebagai salah satu indikator kesuksesan belajarnya. Padahal kenyataannya kesuksesan belajar anak tidak bisa dilihat dari seberapa besar nilai rapornya dan juga rangkingnya.

Melihat rangking tidak salah, akan tetapi menjadikan rangking sebagai hal utama dalam pencapaian pendidikan adalah hal yang keliru. Pasalnya hal ini akan membuat anak kehilangan fokus yang sesungguhnya harus mereka capai dalam proses pembelajaran di sekolah.

Hilangnya nilai penting dalam pendidikan modern

Harusnya pendidikan tidak digunakan untuk kompetisi. Karena kompetisi dalam pendidikan akan membuat anak-anak dengan rangking di bawah akan merasa lebih rendah dari anak-anak yang mendapatkan rangking tinggi.

Pandangan sebelah mata malah membuat anak ragu dan menganggap sekolah sebagai sebuah beban. Akibatnya, anak bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai baik dan rangking di kelasnya. Inilah yang menyebabkan pendidikan di Indonesia tidak maju dan bahkan dianggap tertinggal 100 tahun dari pendidikan di negara lainnya.

Nilai yang wajib ditemukan dalam sebuah proses pendidikan

Banyak orang tua dan anak kehilangan esensi pendidikan yang sesungguhnya. Lalu apa esensi pendidikan yang sesungguhnya? Tujuan utama dari pendidikan adalah untuk menghilangkan buta aksara, meningkatkan kualitas dari sumber daya manusia dengan nilai-nilainya.

Nilai-nilai ini sangat banyak seperti :

  • Meningkatkan kegemaran membaca pada anak
  • Selalu belajar untuk meningkatkan pengetahuan
  • Selalu berpikir logis
  • Tahu nilai benar dan salah
  • Mengembangkan dan menekankan kejujuran
  • Mengembangkan bakat
  • Meningkatkan semangat juang dan rasa senang pada aktivitas sekolah
  • Mencapai cita-citanya
  • Mempelajari kedisiplinan dan konsistensinya.

Selain nilai-nilai di atas, masih banyak lagi nilai-nilai dari sebuah kegiatan bersekolah dalam menempuh pendidikan. Akan tetapi karena lebih banyak orang tua yang fokus pada rangking. Nilai-nilai ini menjadi makin diabaikan.

Penelitian mengenai rangking dan masa depan

Penelitian menunjukkan bahwa pada dasarnya rangking di dunia pendidikan tidak ada kaitannya dengan kesuksesan di masa depan. Bahkan, dalam penelitian tersebut terungkap bahwa anak yang memiliki rangking 1 di masa sekolahnya cenderung tidak lebih sukses dari rekan-rekan yang lainnya. Hal inilah yang membuat rangking di sekolah perlu dikaji ulang.

Perangkingan harusnya tidak hanya dilihat dari pencapaian akademis saja tapi berubah menjadi penilaian-penilaian yang menyangkut nilai-nilai yang ingin dicapai dalam dunia pendidikan. Dalam hal ini, peran guru dan perubahan sistem secara masif akan lebih dibutuhkan.

Peran guru dinilai sangat penting dalam melakukan perombakan dalam dunia pendidikan saat ini. Guru dan sistem pendidikan di Indonesia diharapkan untuk memiliki sistem yang tidak hanya memasukkan penilaian akademis tapi juga mengenai soft skill siswa dalam hal perangkingan. Hal ini bisa membuat sistem rangking menjadi lebih tepat sasaran.

Penilaian mengenai rapor anak

Akan tetapi membuat sistem perangkingan dengan cara di atas memang tidak mudah. Hal ini disebabkan karena sebuah sistem memang harus memiliki cara yang definit dalam menyajikan data. Inilah yang membuat yang rapor dan rangking jadi indikator yang lebih mudah mengenai hasil belajar dan pendidikan anak.

Melihat hal ini, penyaringan diharapkan datang dari orang tua. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, mengharap nilai rapor anak yang baik tentu sah-sah saja. Akan tetapi, akan lebih baik jika orang tua lebih melihat rapor sebagai laporan untuk membantu memahami bakat dan kemampuan anak.

Dengan melihat nilai rapor, orang tua bisa lebih mudah mencari tahu bidang apa yang disukai anak dan menjadi kekuatan anak. Tujuannya adalah untuk mengarahkan anak dengan lebih murah dalam pilihan masa depannya.

Dengan memahami hal menarik bagi anak, lebih murah bagi orang tua untuk mengarahkan anak pada nilai-nilai pendidikan yang sesungguhnya seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Serta tentunya masa depan yang lebih baik.

Jadi apakah rangking di dunia pendidikan masih diperlukan? Semuanya kembali pada kamu sebagai orang tua yang bijak!