Mau Kerja Disini? 7 Perusahaan Di Indonesia Dengan Gaji Paling Tinggi

YouTube video

Gaji besar saat bekerja di perusahaan tentu menjadi dambaan setiap orang. Di Indonesia sendiri ada beberapa perusahan yang mampu menggaji karyawannya dengan nominal yang besar lho!

Berikut 7 perusahaan di Indonesia tersebut yang diupload VAINGLORY DAYS.

Pertama, perusahaan di Indonesia dengan gaji tertinggi ditempati PT. Freeport Indonesia. Perusahaan tambang asal Amerika Serikat ini mampu menggaji karyawannya dengan nominal Rp10 juta/bulan. PT. Freeport sendiri berkantor di Jakarta dan Papua.

Berikutnya ada perusahaan Schlumberger yang berkantor di Jakarta. Perusahaan asal Amerika Serikat ini bergerak dibidang migas. Untuk karyawannya, Schlumberger mampu menggaji Rp10 juta setiap bulannya.

Selanjutnya ada Conoco Philips yang juga masih dari Amerika Serikat. Conoco Philips ini adalah perusahaan yang bergerak dibidang eksplorasi laut dan migas. Untuk gaji yang ditawarkan oleh perusahaan ini adalah Rp12 juta/bulan. Gaji tersebut bisa lebih besar lagi bila karyawan tersebut ditempatkan di off shore yang penuh tantangan.

Keempat ada perusahaan British Petroleum dari Inggris. Perusahaan yang sudah ada di Indonesia sejak 35 tahun lalu ini bergerak dibidang perminyakan dan gas bumi. Untuk gaji yang ditawarkan yaitu Rp12 juta/bulan, bahkan bagi fresh graduate sekalipun.

Kelima ada PT Badak NGL yang merupakan perusahaan dibidang gas alam cair. Perusahaan yang berlokasi di Bontang, Kalimantan Timur ini sanggup menggaji karyawannya dengan nominal Rp12 juta/bulan.

Keenam perusahaan di Indonesia dengan gaji paling tinggi yaitu Chevron Indonesia. Perusahaan asal Amerika Serikat ini bergerak dibidang energi dunia. Untuk kisaran gaji yang ditawarkan untuk pemula adalah Rp15 juta/bulan

Terakhir, ada PT JICT yang merupakan perusahaan dalam pelayanan jasa di dermaga. Berlokasi di Tanjung Priuk, Jakarta Utara, PT JICT ini mampu menggaji karyawannya hingga nominal Rp35 juta/bulan.

Video ini dibuat oleh VAINGLORY DAYS, 1 Mei 2019 dan telah ditonton 3,6 juta kali.


Viral Kisah Seorang Kakek dan Nenek Yang Menghabiskan Masa Tuanya

Sebagai seorang yang sudah lanjut usia, tentunya kita ingin menghabiskan masa tua kita dengan tenang. Tidak hanya menghabiskan masa tua dengan tenang, tentunya kita ingin menghabiskan masa tua, dengan orang orang yang kita sayangi.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas membahas, kakek dan nenek yang menghabiskan masa tuanya.  Seperti apa mereka menghabiskan masa tua mereka? Yuk simak informasinya berikut ini.

YouTube video

Kisah Kakek Sumadi Dari Rembang

Kisah kakek yang menghabiskan masa tuanya, datang dari Kakek Sumadi dari Rembang Jawa Tengah.  Kakek Sumadi ini viral di media social dan media massa, karena ia membongkar makam dekat dengan pusara istrinya.

Menurut penuturan kakek Sumadi, ia membongkar makam , karena ia ingin ada aktivitas. Ia pun bosan saat berada di rumah, sehingga ia melakukan kegiatan membongkar makam. Selain ingin ada aktivitas, kakek Sumadi ingin mempersiapkan kematiannya.

Melanjutkan perkataan kakek Sumadi, saat ia meninggal, ia tidak ingin merepotkan tetangga dan anak anaknya.  Ia ingin mempersiapkan kematiannya sendiri, termasuk mempersiapkan tempat peristirahatan terakhirnya.

Aksi menggali kubur yang dilakukan oleh kakek Sumadi tersebut viral, dan diliput oleh Media CNN Indonesia. CNN Indonesia memberi judul video kisah kakek membuat makam sendiri, dan video tersebut ditonton 1,9 juta orang.

Warga Desa Ngemplak Rembang menuturkan, kalau aksi yang dilakukan oleh kakek Sumadi, telah dilakukan selama satu minggu.  Warga telah mengingatkan kakek Sumardi, agar tidak melakukan hal tersebut. Namun kakek Sumadi, tetap membongkar makam tersebut.

Kisah Nenek Samini Yang Sebatang Kara

Kisah selanjutnya datang dari nenek Samini, yang berada di Gresik Jawa Timur.  Nenek Samini ini berusia sekitar 80 tahun, dan ia tinggal sendiri di rumahnya yang sederhana. Suaminya sudah lama meninggal, namun sayangnya ia tidak dikaruniai seorang anak.

Nenek Samini ini diurus oleh keponakannya, yang rumahnya tidak jauh dari rumah Nenek Samini.  Karena Nenek Samini ini sudah mulai sakit sakitan, Pemerintah Desa pun membantu nenek Samini agar bisa berobat.

Video Nenek Samini ini bisa dilihat pada channel CNN Indonesia, yang merupakan kelanjutan dari kisah kakek membuat makam sendiri.  Dengan adanya video tersebut, diharapkan banyak orang yang membantu nenek Samini.

Hal Unik Dari Video Yang Diupload CNN Indonesia

CNN Indonesia mengunggah video, yang  berjudul kisah kakek membuat makam sendiri.  Video yang diunggah pada Oktober 2020 lalu itu, telah ditonton sebanyak 1,9 juta orang. Video tersebut terbagi jadi dua video, yakni kisah Kakek Sumadi dan Nenek Samini.

Ada hal hal unik, yang ditampilkan dari video tersebut. Pertama adalah, kakek Sumadi yang membongkar makam.  Di usianya yang sudah tua tersebut, ia masih semangat untuk melakukan aktivitas.

Hal unuk yang lainnya adalah, kakek Sumadi membangun makam adalah untuk mempersiapkan kematiannya. Ini mengingatkan kita semua, agar kita mempersiapkan kematian kita , tanpa merepotkan banyak orang.

Terakhir hal unik dari video itu adalah, kita diingatkan bahwa kita akan jadi tua. Saat kita tua, kita akan jadi nenek Samini dan Kakek Samadi.  Aktivitas aktivitas menjadi terbatas, dan hanya menunggu kapan dipanggil Tuhan.

Komentar dari Netizen Atas Video Tersebut

Karena video tersebut telah diupload oleh CNN Indonesia, tentunya video tersebut mendapat komentar dari para netizen.  Berikut adalah komentar yang diberikan netizen, atas video kakek Sumadi dan nenek Samini.

“Selama ini orang berbondong bondong membangun rumah mewah tapi tidak sanggup membangun tempat peristirahatan terakhir”  Gerry Bima Channel

“Aku salut sama kakek” ramina gc 168

“Kasihan neneknya jadi kembang amben. Dalam tradisi Jawa disebut dadi kembang aben, artinya hanya bisa tidur saja karena penyakit yang dideritanya” Vygo

Nah itulah kakek dan nenek, yang menghabiskan masa tuanya, dengan cara yang berbeda. Bagaimana menurut kalian tentang kakek Sumadi dan Nenek Samini?  Bagaimana impian kalian saat masa tua nanti?

Related Posts