Masak untuk Tetangga: Lontong Sayur Kari 13 Porsi 1 Juta Sambil Ngasuh Bayi 3 Bulan

YouTube video

Wow, sebuah video menunjukkan seorang ibu yang membuat lontong sayur dengan riangnya. Namun yang lebih mencengangkan 13 porsi menu lontong sayur tersebut dihargai 1 juta.

Menariknya dalam video yang diunggah di kanal Youtube Inces Bolang tersebut semua proses memasak dikerjakan sambil mengasuh buah hati berusia 3 bulan. Bahkan ibu muda tersebut juga sempat membersihkan rumah.

Video dengan durasi 41 menitan tersebut memperlihatkan proses memasak menu lontong yang dibalut dengan sayur kari. Menu yang dilengkapi dengan 25 bakwan ini sesungguhnya adalah pesanan langganan Inces Bolang.

Tokoh utama di dalamnya adalah seorang ibu muda bernama Nanda Gita yang tinggal bersama suaminya di Belanda.

Proses Masak Lontong Sayur Kari 13 Porsi untuk Tetangga

Inces membuka video vlognya dengan menunjukkan bahan-bahan lontong salah satunya adalah beras yang dikemas dengan plastik foodgrades. Ia juga menjelaskan plastik yang digunakan aman untuk kesehatan.

Langkah demi langkah ia kerjakan sambil menemani buah hati yang sesekali menangis. Berikut langkah-langkah memasak lontong sayur kari senilai 1 juta versi Channel Youtube Inces.

  1. Memasak lontong dengan beras di dandang

Hal pertama yang dilakukan adalah memasak beras agar menjadi lontong yang lezat. Inces memilih meletakkan plastik berisi beras di dalam air yang sudah mendidih agar lebih pulen.

  • Membuat sayur kari untuk sajian lontong

Sambil menunggu lontong matang dengan sempurna sang ibu muda tersebut membuat bumbu-bumbu untuk lontong kari. Bahan-bahan yang digunakan rupanya sudah dibeli di negara kincir angin tersebut.

Diantaranya jahe yang sudah digiling, lengkuas, bumbu kari, kunyit bubuk, lada dan santan, garam, dan daun salam. Sementara itu untuk isiannya dibuat dari tahu, kacang panjang, tempe telur dan kentang.

  • Menyajikan menu lontong sayur di box

Setelah proses masak selesai menu lontong sayur kari dipacking ke dalam box makan berwarna putih. Lontong diiris kecil-kecil agar muat diletakkan di dalam box sementara bumbunya dibungkus dengan plastik.

Secara keseluruhan video ini memperlihatkan ibu muda yang memasak pesanan para tetangganya dengan menu lontong sayur. Di akhir video Inces Bolang mengantarkan pesanan tetangganya tersebut.  

Pembuat Video: Nanda Gita atau dikenal Inces Bolang. Tanggal penerbitan: 2 Maret 2021

Artikel Terbaru


Toxic Positivity, Menurut Gita

Youtuber, Gita Savitri Devi baru  – baru ini mengunggah sebuah konten yang sangat menarik tentang Toxic Positivity. Konten yang diunggah pada chanel pribadinya pada tanggal 23 Juli 2019 tersebut menerangkan kepada netizen tentang bahaya toxic positivity. 

YouTube video

Di awal video, Gita menjelaskan bahwa kesehatan mental itu sangat penting. Gita memaparkan bahwa 1 dari 4 orang, setiap tahunnya mengalami gangguan mental. Gangguan mental tersebut tentu sangat buruk dan perlu diatasi dengan tepat.

Pada video tersebut Gita juga menjelaskan bahwa di Indonesia isu terkait kesehatan mental masih dianggap sepele oleh masyarakat. Kita ada orang yang mengalami depresi masih sering dibilang lemah, atau kurang iman. Padahal menurutnya orang depresi perlu diberikan perhatian yang lebih baik.

Masyarakat Terbelenggu Toxic Positivity

Dalam unggahan Youtube yang telah ditonton sebanyak 367 ribu tersebut, dijelaskan Gita bahwa di Indonesia orang bunuh diri sering dikomentari secara negatif. Padahal  menurut Youtuber tersebut, masyarakat harus berempati. 

Gita menyimpulkan bahwa masyarakat Indonesia masih terbelenggu toxic positivity. Secara spesifik, Gita Savitri memberikan ilustrasi tentang Toxic positivity tersebut. Misalnya saat ada teman yang curhat tentang masalahnya, respon orang lain cenderung dengan kalimat stay positive.

 Misalnya seperti “Tetap sabar ya, mungkin nanti ada solusi yang lebih baik.”, “kamu harus kuat, karena ada orang lain yang masalahnya lebih parah”.

Gita memandang bahwa kalimat – kalimat tersebut merupakan sikap toxic positivity. Padahal, menurut Gita, saat ada orang yang curhat harusnya kita menjadi pendengar yang baik. 

Dalam Video dengan durasi 4 menit tersebut, Gita menjelaskan bahwa perasaan negatif tidak selamanya buruk. “Dengan jujur sama diri sendiri, bikin kita lebih tahu cara merespon perasaan negatif dan keadaan sekitar” tutur Youtuber yang telah memiliki 1, 16 jt subscriber tersebut. 

Gita menuturkan bahwa kecewa atau marah, tidak perlu merasa buruk, karena itu normal. Ia menegaskan bahwa  memiliki emosi negatif tidak membuat kita jadi orang yang buruk. Video lengkapnya bisa diliat pada link berikut

Related Posts