Inilah Bukti Kalo Jepang Tidak Seperti Negara Lain

YouTube video

Dalam banyak hal kita memang akan mendapati beragam hal dan fakta menarik saat berada di Jepang. Hal inilah yang kemudian membuat Jepang berbeda dengan negara lain, termasuk Indonesia.

Berikut bukti yang diupload The Shiny Peanut bahwa Jepang tidak seperti negara lain.

Bukti pertama ada selokan di Jepang yang airnya sangat jernih dan bening. Bahkan begitu jernihnya di selokan ini kita bisa mendapati ikan-ikan koi yang terlihat ke sana-kemari.

Kalau kamu akan masuk toilet umum di Jepang maka kamu akan mendapati indikator sebagai tanda penuh atau tidaknya toilet tersebut. Di Jepang kita juga bisa mendapati gambar menu yang sama dengan yang disajikan.

Begitu rapinya orang-orang Jepang, kita bisa melihatnya dari papan survey yang dibuat mereka. Papan survey yang memperlihatkan asal negara ini terlihat sangat rapi untuk kolom Jepang dan berantakan untuk kolom negara lain.

Mau lihat permennya dibungkus origami? Datang saja ke Bandara Narita Jepang. Di negeri Matahari Terbit ini kita juga bisa mendapati antrian di tempat umum yang sangat rapi. Hal menarik lain dari Jepang adalah adanya gerbong kereta yang memiliki fasilitas merendam kaki untuk rileksasi.

Pernah ada kereta berangkat lebih awal tapi masinisnya kemudian meminta maaf karena tidak sesuai jadwal. Hal ini menunjukkan kedisiplinan orang-orang Jepang.

Di Jepang kita juga bisa mendapati tempat penyimpanan payung. Bila kamu ke ATM di Jepang maka akan dijumpai sandaran tongkat untuk membantu para lansia.

Di tempat-tempat umum di Jepang kita juga bisa mendapati stand untuk meletakkan kamera buat berfoto selfie. Di Jepang kita juga bisa mendapati tombol buat supir taksi agar jalannya lambat.

Saat membawa barang-barang berharga dan kita tertidur di dalam kereta, kita akan mendapati rasa aman yang sangat baik di Jepang. Ketika kita pipis di toilet umum di Jepang kita tidak akan jenuh karena ada video game yang menemani.

Video ini dibuat oleh The Shiny Peanut, 26 Juni 2018 dan telah ditonton 16,9 juta kali.

Artikel Terbaru


Karena Terlalu Percaya pada Google Maps, Bus Pariwisata Terperosok ke Sawah

Kabar tentang banyaknya orang yang tersasar akibat mengikuti arahan dari mesin penunjuk lokasi buatan Google ternyata bukan isapan jempol belaka. Salah satu korban dari Google Maps tersebut adalah sebuah bus pariwisata.

Disebabkan karena hanya bergantung pada petunjuk arah dari Google Maps, sebuah bus pariwisata tersasar jauh dari lokasi yang dituju bahkan terperosok ke sawah sedalam 2,5 meter di Gunung Kidul Yogyakarta.

Berita yang ditayangkan untuk pertama kalinya di GTV pada program Bulletin Pagi sebelum akhirnya diupload oleh Bulletin iNews di channel YouTube pada 20 Desember 2020 ini mengingatkan kepada kita untuk tidak hanya bergantung kepada teknologi. Karena secanggih apapun teknologi tetap buatan manusia yang tidak menutup kemungkinan melakukan kesalahan.

YouTube video

Disesatkan Google Maps

Dibuka dengan gambar video yang memperlihatkan sebuah bus yang oleng karena terperosok ke sawah, reporter menuturkan tentang peristiwa yang menimpah sebuah bus pariwisata bernomor polisi B 7428 BGA yang berangkat dari Surabaya.

Bus berpenumpang 40 orang itu tersasar akibat mengikuti arahan Google Maps hingga masuk ke Dusun Wonosobo, Desa Bandarrejo, Kecamatan Tanjungsari, Gunung Kidul, Yogyakarta.

Sang sopir hanya mengandalkan petunjuk arah yang diberikan Google Maps karena dia tidak mengetahui medan. Dia mengaku pernah ke Gunung Kidul, tapi sudah 8 tahun yang lalu. Akibatnya, rombongan wisatawan dari Surabaya yang menumpang bus pariwisata itupun tersasar dan menuju ke desa Bandarejo, Tanjungsari.

Dalam perjalanan, sang sopir sempat menghentikan kendaraan karena jalur yang dilewati menyebabkan kaca bagian belakang bus pecah akibat menabrak pohon. Usai kaca pecah sang sopir tetap memaksakan kendaraannya untuk tetap masuk ke jalan kampung yang sebetulnya hanya bisa dilalui oleh satu kendaraan saja.

“Pas tikungan ada kabel yang terlalu menjorok ke tengah jalan. Jadi saya menghindari kabel itu. Yang depan itu lolos yang belakang kena aspal yang gembur. Jadinya langsung bres, sudah tidak bisa berjalan lagi,” terang sopir bus, Didik Santoso.

Lamanya Proses Evakuasi

Akibat peristiwa itu, jalur ditutup hingga berjam-jam lamanya. Hal tersebut disebabkan karena jalur yang dilalui memang jalur pedesaan dan hanya bisa dilewati oleh satu kendaraan. Tampak dalam video, sebuah sepeda motor yang memaksakan diri dan terlihat kesulitan saat hendak melewati sisa jalan yang tertutup badan bus.

Jalur yang ditutup cukup lama itu disebabkan karena proses evakuasi memakan waktu lebih dari 10 jam. Untuk mengevakuasi badan bus yang cukup besar, dibutuhkan 7 mobil jeep dan dilakukan secara bertahap mengingat sempitnya jalan.

Tidak diberitakan lebih lanjut, bagaimana nasib dari wisatawan yang menumpang bus tersebut. Tapi yang pasti acara yang telah disusun rapi dipastikan berantakan dan tidak tertutup kemungkinan mereka kembali pulang sebelum sampai ke lokasi yang dituju.

Tanggapan Warganet

Ditonton sebanyak 903.205 kali, video ini mendapatkan 6.500 like dan 324 unlike. Sementara pendapat yang dilayangkan netizen sebanyak 2.229 komentar. Diantara komentar-komentar yang ditulis tersebut, banyak diantaranya yang memancing tawa.

“SUDAH KU DUGA MAPS BIKIN ESMOSI ADA YANG MASUK KE KUBURAN NYALAHIN SETAN GAK TAU NYA MAKE MAPS HADEW,” tulis Dimas Salamun.

“Google Maps Belike: Selamat Anda Kena Prank,” kata Dean.

Diantara berbagai pendapat yang ditulis netizen, beberapa diantaranya juga mengaku pernah disesatkan oleh Google Maps. Sehingga jelas, sopir bus pariwisata itu bukan satu-satunya korban dari mesin penunjuk arah buatan Google ini.

Mereka yang pernah terkena prank Google Maps diantaranya adalah Batara Jatmiko Channel yang menulis, “Saja pernah juga tapi pas ke pantai cahaya di Kendal Jawa tengah tapi malah nyasar,” dan akun Anak Kampung Halaman Channel yang menulis “Tadi malam saya tersesat ke rawa2 gara2 google map ,sendirian lagi …”

“Ayo tunjuk jari yang pernah Tersesat dengan google maps ……. berati kita sama….,” tulis akun Hyra Bird Farm. (*)

Related Posts