3 Hewan Dengan Tubuh Yang Koyak Karena Makan Mangsanya Sendiri.

Ketika salah perhitungan, nafsu memangsa hewan ternyata bisa menjadi bomerang bagi dirinya sendiri. Ini terbukti dari beberapa hewan yang mati karena mangsa yang telah dimakannya. Tentu ini seperti peribahasa senjata makan tuan ya.

Nah berikut beberapa hewan dengan tubuh robek karena makan mangsanya yang diupload oleh Zona Biru.

Hewan pertama yang bisa tewas karena tubuhnya yang robek setelah makan mangsanya yaitu ikan black swallower. Ikan yang satu ini memang dapat memangsa ikan 10 kali lebih besar dari tubuhnya sendiri. Bahkan mulutnya bisa membuka lebar untuk memakan banyak mangsa.

Meski memiliki perut yang elastis, namun perut ikan black swallower ini bisa saja robek sampai membuatnya mati. Hal ini bisa terjadi bila mangsa yang dimakan ikan black swallower ini terlalu besar hingga membuat perutnya tak mampu menahannya.

Berikutnya ada ular python yang perutnya bisa robek dan membuatnya mati karena mangsa yang dimakan. Hal ini sendiri pernah terjadi di sungai taman nasional Florida dimana ditemukan ular python yang perutnya robek setelah memangsa aligator.

Dalam penemuan tersebut juga didapati aligator yang mati tidak jauh dari bangkai ular python. Diyakini ular python ini mati karena tubuhnya yang tidak bisa menahan aligator yang telah dimangsanya. Hal ini terlihat dari robeknya tubuh sang ular dan aligator yang berada di dekatnya.

Terakhir, hewan dengan tubuh yang robek karena mangsanya sendiri yaitu burung bangau. Kejadian burung bangau yang mengalami nasib naas ini diabadikan oleh seorang fotografer. Dalam jepretannya, fotografer tersebut mengabadikan seekor bangau yang sedang terbang dengan perut yang robek karena belut.

Diyakini burung bangau itu telah memangsa belut namun sang belut bisa keluar dari saluran pencernaan burung bangau hingga merobeknya. Belut memang bisa saja keluar dari perut yang memangsanya karena kepala atau ekornya yang keras.

Video ini dibuat oleh Zona Biru, 20 November 2020 dan telah ditonton 3,8 juta kali.


11 Tips Buat Tidurmu Lebih Nyenyak Dan Nyaman Di Malam Hari

5 Cara Mengatasi Susah Tidur MAKSIMAL Menurunkan Berat Badan. Video oleh The Doctor’s Diet

Apakah kamu pernah kesulitan untuk tidur nyenyak di malam hari? Tidur dengan nyenyak sama pentingnya dengan teratur makan dan olahraga. Kualitas tidur yang buruk dapat memberikan efek negatif untuk tubuhmu seperti mengurangi konsentrasi, fungsi otak dan kesehatanmu.

Sehingga meningkatkan kualitas tidur sangatlah penting untuk pola hidup yang sehat. Berikut 11 tips yang bisa membantumu tertidur nyenyak di malam hari :  

Meningkatkan paparan cahaya di pagi dan siang hari

Tubuhmu mempunyai jam pengatur alami yang dikenal dengan ritme sirkadian. Hal ini membantu untuk memberi tahu tubuhmu kapan waktunya tidur dan terbangun. Sistem ini bekerja dengan merespon gelap dan terang yang ada di sekitarmu. Kemudian sinyal ini akan dikirimkan ke sel tubuh sebagai isyarat kapan harus terbangun dan tertidur.

Sinar matahari alami atau cahaya di siang hari membantu menjaga ritme sirkadian ini tetap baik.  Dengan ini akan meningkatkan energi di siang hari, dan meningkatkan pula kualitas durasi tidur di malam hari.

Tips Tidur
sumber: unsplash

Melalui sebuah studi dari Campbell, Dawson, Anderson pada tahun 1993, mengatakan bahwa  pada orang dengan insomnia, paparan cahaya terang di siang hari meningkat kualitas tidur di malam hari. Hasilnya ini mengurangi waktu yang dibutuhkan tertidur hingga 83%. Studi serupa dari Arne Fetveit, Arvid Skjerve, Bjørn Bjorvatn pada  tahun 2003, menjelaskan bahwa pada orang tua yang terpapar cahaya alami  2 jam akan meningkatkan tidur sebanyak 2 jam dan efisiensi tidur sebesar 80%.

Dengan ini membuktikan apabila cahaya terang alami atau buatan di siang hari bisa meningkat kualitas dan durasi tidur, terutama bila kamu mempunyai insomnia. Usahakan terkena paparan cahaya setiap harinya, baik itu cahaya alami atau bisa cahaya buatan dari lampu bohlam.

Mengurangi cahaya biru di malam hari sebelum tidur

Seperti sebelumnya, tubuhmu mempunyai ritme sirkadian yang akan secara alami mengatur jam tidurmu. Maka paparan cahaya di siang hari akan sangat bermanfaat, tetapi sebaliknya untuk di malam hari. Bila ada cahaya di malam hari, efeknya ritme sirkadian akan menipu otakmu dan memikirkan bahwa itu masih siang hari. Sehingga akan mengurangi hormon melatonin, yang membuatmu rileks dan tidur nyenyak.

Cahaya yang sering kita jumpai di malam hari kebanyakan dari cahaya biru yang dipancarkan peralatan elektronik seperti smartphone dan komputer. Cara untuk mengurangi ini dengan tidak menggunakan TV dan smartphone sekitar 1 hingga 2 jam sebelum tidur. Kamu juga bisa memasang aplikasi untuk menghentikan akses ke smartphonemu bila sudah mendekati jam tidurmu. Dengan seperti ini, kamu akan lebih siap untuk tidur.

Mengurangi minum kafein di sore hari

Tentunya kamu tahu kalau meminum kafein dapat membuatmu lebih terjaga. Kafein memang bisa meningkatkan fokus, energi dan kinerjamu.  Jadi kalau kamu meminumnya di sore hari akan menstimulasi saraf dan dapat menghentikan tubuhmu untuk bersantai di malam hari.

Melalui studi dari Christopher Drake, Timothy Roehrs, John Shambroom, dan Thomas Roth di tahun 2013, mengungkapkan bahwa meminum kafein pada 6 jam sebelum tidur akan secara signifikan memperburuk kualitas tidur. Kafein dapat berada di dalam darah selama 6 hingga 8 jam. Oleh karena itu, hindari minum kopi di sore hari atau di atas jam 4 sore. Apalagi untuk yang sangat sensitif terhadap kafein dan juga sulit tidur, sangat tidak disarankan.

Tapi jika kamu pecinta kopi dan ingin meminum di sore atau malam hari,  kamu bisa mengkonsumsi kopi decaf atau kopi dengan kadar kafein yang lebih rendah.

Mengurangi tidur siang yang tidak teratur atau lama

Tidur siang memang memberikan manfaat positif, namun tidur siang yang lama dan bahkan tidak teratur akan memberikan dampak negatif ke dirimu sendiri. Ini akan mengacaukan ritme sirkadian dan akan membuatmu sulit tidur di malam hari.

Melalui studi dari Rajiv Dhand dan Harjyot Sohal pada tahun 2006, mengungkapkan bahwa tidur siang selama kurang dari 30 menit dapat meningkatkan fungsi otak di siang hari. Namun bila berlebihan akan mengganggu kesehatan dan kualitas tidur. Bila kamu punya masalah tidur di malam hari, kamu harus mengurangi waktu tidurmu di siang hari.

Selain itu, mereka yang memang tidur teratur di siang hari tidak mengalami kualitas tidur yang buruk atau gangguan tidur di malam hari. Jadi, berusahalah tidur siang yang teratur dalam waktu yang singkat saja.

Mencoba tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari

Dengan tidur yang teratur pada jam yang sama, akan melatih ritme sirkadian menjadi peka terhadap matahari terbit maupun terbenam. Konsisten waktu ini akan meningkatkan kualitas tidurmu.

Pada sebuah studi dari Flavia Giannotti , Flavia Cortesi, Teresa Sebastiani, dan Salvatore Ottaviano pada tahun 2002, mengungkapkan orang yang memiliki pola tidur tidak teratur atau tidur terlalu larut malam akan memiliki kualitas tidur yang buruk.  Studi lain dari E K Baehr, W Revelle, C I Eastman pada tahun 2000, juga menyatakan bahwa pola tidur tidak teratur dapat mengubah ritme sirkadian dan kadar melatonin, yang memberi sinyal pada otakmu untuk tidur.

Jadi cobalah membuat siklus tidur yang teratur, di mana kamu tertidur dan bangun pada jam yang sama, termasuk di akhir pekan. Kamu bisa menggunakan alarm untuk membantumu melakukan ini. Setelah beberapa minggu, kamu mungkin tidak membutuhkan alarm itu karena sudah terbiasa.

Mengoptimalkan suasana kamar tidurmu menjadi lebih nyaman

Banyak orang percaya kalau suasana kamar tidur sangat penting untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik. Faktor-faktor ini antara lain suhu, kebisingan, cahaya eksternal dan bahkan penaatan furniture.

Sebuah studi dari Kerstin Persson Waye , Angela Clow, Sue Edwards, Frank Hucklebridge, dan Ragnar Rylander di tahun 2003, mengatakan bahwa kebisingan eksternal kebanyakan dari suara lalu lintas seperti suara kendaraan dapat mengurangi kualitas tidur. Studi lain oleh Kathryn A Lee dan Caryl L Gay  pada tahun 2011, mengungkapkan sebanyak 50% wanita mengalami peningkatan kualitas tidur ketika mengurangi suara kebisingan dan cahaya. Jadi, buatlah suasana kamar tidurmu santai, tenang dan nyaman dengan mengurangi kebisingan eksternal dan cahaya.

Mengatur suhu di kamar yang nyaman untuk tidur

Suhu juga mempengaruhi kualitas tidur. Seperti bila kamu mau tidur di siang hari yang panas, akan sulit tidur nyenyak karena terlalu hangat dan akhirnya membuatmu terbangun karena berkeringat.

Studi dari J P Libert , V Bach, L C Johnson, J Ehrhart, G Wittersheim, dan D Keller pada tahun 1991, mengatakan bahwa suhu lebih mempengaruhi kualitas tidur daripada kebisingan internal. Suhu yang disarankan agar tidur dengan nyenyak adalah 20 derajat celcius. Ini bisa didapatkan dengan menggunakan penyejuk ruangan. Kamu juga bisa memikirkan membuat banyak sirkulasi udara yang memungkinkan ada angin yang selalu masuk ke kamarmu.

Memilih kasur dan bantal yang nyaman untuk tidur

Kamu pasti pernah tidur di hotel dan merasakan betapa nyamannya tidur di hotel. Di hotel sendiri, bukan hanya suasana kamarnya yang dijaga kualitasnya tetapi juga kualitas kasurnya.

Dalam sebuah studi dari Bert H Jacobson , Hugh A Gemmell, Brad M Hayes, dan Thomas S Altena pada tahun 2002, mengungkapkan apabila seprai yang diperbaharui dalam 28 hari akan mengurangi nyeri punggung hingga 57%, nyeri bahu hingga 60%, dan kekakuan punggung sebanyak 59%. Ini juga meningkatkan kualitas tidur hingga 60%. Kemudian dalam penelitian yang serupa mengungkapkan apabila tempat tidur baru dapat meningkatkan kualitas tidur.  

Jadi, sangat direkomendasikan untuk memperbaharui seprai kasurmu setiap sebulan sekali. Selain itu, untuk kasur ada baiknya mengganti setiap 5 hingga 8 tahun sekali.

Berolahragalah secara teratur untuk meningkatkan kualitas tidur

Dalam sebuah studi Giselle S Passos , Dalva Poyares, Marcos G Santana, Silvério A Garbuio, Sergio Tufik, dan Marco Túlio Mello tahun 2010, mengungkapkan kalau olahraga lebih bermanfaat daripada penggunaan obat untuk orang yang insomnia. Dengan olahraga dapat mengurangi waktu untuk terlelap tidur sebanyak 55%, terjaga di malam hari sebanyak 30%,  kecemasan sebanyak 15% sekaligus meningkatkan total waktu tidur sebanyak 18%. Sedangkan studi lainnya menyebutkan bahwa olahraga pada orang dewasa bisa meningkatkan 41 menit jam tidur di malam hari.

Walaupun olahraga baik untuk meningkatkan kualitas tidur, bukan berarti disarankan untuk olahraga sebelum tidur. Beberapa menyebutkan olahraga akan memberikan efek stimulasi yang meningkatkan kewaspadaan dan hormon seperti adrenalin. Jadi, usahakan berolahraga pada pagi atau siang untuk meningkatkan kualitas tidur di malam hari.

Jangan minum cairan apapun sebelum tidur

Nokturia adalah istilah medis untuk buang air kecil yang berlebihan pada malam hari, di mana ini bisa mempengaruhi kualitas tidurmu di malam hari. Makanya kalau kamu meminum banyak cairan di malam hari dapat menyebabkan hal serupa.

Walaupun hidrasi sangat penting untuk kesehatanmu, sebaiknya kurangi asupan cairan di malam hari sebelum tidur. Usahakan tidak minum 1 jam sebelum tidur. Kamu juga mungkin harus buang air kecil sebelum tidur, sehingga nantinya tidak mengganggu tidurmu.

Relaksasi di malam hari

Saat kamu membaringkan diri di kasur, terkadang justru membuat kamu banyak berpikir. Seperti merefleksikan harimu saat itu, menyesali hal – hal yang kamu lakukan hari itu, hingga mengkhawatirkan hari esok. Akhirnya, kamu justru over-thinking dan tidak bisa tidur. Kalau sudah seperti ini, kamu membutuhkan relaksasi sebelum tidur.

Dalam sebuah studi dari R D Coursey, B L Frankel, K R Gaarder, dan D E Mott pada tahun 1980, mengungkapkan kalau teknik relaksasi sebelum tidur terbukti meningkatkan kualitas tidur pada orang yang insomnia. Saat ini banyak sekali yang bisa kamu lakukan untuk relaksasi seperti mendengarkan musik, membaca buku, menuliskan jurnal, meditasi atau bahkan latihan pernapasan. Cobalah secara perlahan untuk melatih dirimu untuk relaksasi, dan kamu akan merasakan bagaimana tubuhmu secara natural tertidur.