Rumah Ada Musholla, Dengan Dapur Seperti Kafe. Carportnya 6 Meter. Tanah 6×14 Meter.

Dengan lahan sempit, persisnya sekitar 6x14M, sebuah unit rumah yang minimalis bisa berdiri cantik. Keterbatasan lahan bukan lagi masalah untuk memiliki rumah impian nan cantik. Karena arsitek dan pengembang mampu mendesain bangunan sesuai keinginan.

Seperti rumah yang dibangun oleh perusahaan konstruksi di Jawa Timur ini, dengan modal terjangkau dan lahan kecil, bangunan rumah berhasil berdiri indah. Itu bahkan dilengkapi dengan carport mencapai ukuran 6meter.

Keunggulan unit rumah itu juga cukup komplit, seperti kelengkapan ruangan seperti Musholla, dapur, perlengkapan maupun aksesoris pada pintu serta bel bernuansa etnik tentu akan menambah unik hunian ini.

Bahkan bagian belakang rumah, penghuni nantinya bisa menikmati pemandangan alam cukup indah. Lahan pertanian padi dan hamparan alami akan membuat rumah nyaman ditinggali, meskipun sederhana.

Rumah Minimalis Lengkap dari Material Berkualitas

Dari depan luar, pemandangan bangunan unit rumah minimalis ini sudah cukup menarik. Material batuan alam pada pinggiran kusen jendela sangat menonjol karena tampak indah. Tidak itu saja, pintu utama masuk ke rumah terbuat dari kayu jati, dan itu kualitas terbaik.

Engsel dan bel depan rumah terbuat dari ornament etnik era jadul, menambah uniknya bangunan ini. Kemudian memasuki rumah, langsung menuju ruang tamu dan keluarga yang cukup luas, itu bahkan lebih indah karena desain plafonnya.

Dibangun satu lantai di tanah tidak terlalu luas, bisa dibilang bahwa rumah sederhana ini akan memenuhi impian Anda. Karena semua kebutuhan tersedia, mulai dari ruang tamu/keluarga, kamar tidur, kamar mandi, dapur, Mushola, taman, bahkan parkiran mobil luas.

Kamar tidurnya ada dua berukuran 3x3 meter, masih menggunakan pintu jati serta juga penuh AC. Sementara dapur, itu semakin menarik karena selain peralatan yang lengkap, ada juga meja seperti bar dan tambahan lampu untuk mempercantik, seperti suasana café.

Kamar mandi meskipun sederhana, tambahan ubin bercorak membuat nuansanya terlihat lebih indah, terlebih fasilitas yang lengkap seperti pemanas air hingga desain pintunya menambah kecantikannya.

Mushola yang cukup nyaman dan sederhana juga tersedia untuk tempat ibadah meskipun rumah ini minimalis. Tidak itu saja ternyata, pencahayaan juga diperhatikan, sehingga bagian belakang digunakan kaca agar sinar matahari masuk bebas ke rumah.

Untuk melihat langsung bangunan rumah minimalis tapi tidak tetap sangat indah, langsung saja buka link https://www.youtube.com/watch?v=3-oD3MmjAH4, atau ke Youtubenya Puguh Wicaksono. Itu sudah mendapat 561 ribu lebih view dari 27 November 2020 lalu.


Mengerti Tentang Siklus Alam Akan Membuat Kita Tidak Putus Asa Saat Masa Sulit Tiba

Bahwa rusa makan rumput, semua orang sudah tahu. Tapi, pernahkah kita menyadari bahwa rumput tidak  pernah menolak saat rusa akan menyantapnya? Terlebih nantinya rusa pun akan dimangsa oleh hewan lain.

Bahwa musim kemarau akan datang menggantikan musim hujan, adakah orang yang bisa menghentikannya?

Siklus alam sudah terjadi sejak dahulu. Semua sudah ada yang mengatur dan kemudian siklus alam itu terjadi secara otomatis, dari tahun ke tahun.

Kehidupan pun ada siklusnya. Kadang kita pada posisi bahagia, kadang pula sedang harus menderita karena masa sulit sudah tiba.

Jika kita menyadari bahwa segala sesuatu ada masanya, karena semua mengalami pergerakan. Jika saat ini kehidupan berada di suatu titik, lalu akan terus berputar sesuai siklus, kemudian akan kembali ke titik awal. Begitu seterusnya. Semua bergerak, sehingga tidak ada yang menang dan kalah.

Kalau saat ini kita sedang berada di titik tersulit dalam hidup, kemudian siklus terus berputar melewati titik paling membahagiakan. Setelah itu kita akan kembali ke titik sulit lagi.

Begitu seterusnya.

Untuk kita yang sudah pernah sampai di titik tersulit, seharusnya bila tiba di titik itu lagi, sudah bisa lebih menyikapi dengan baik. Tidak ada lagi keluhan, juga tidak ada sikap putus asa.

Begitu pun sebaliknya. Jika sudah pernah merasa bahagia, sekarang, ketika kembali merasakan bahagia, kita tetap harus rendah hati dan justru mengajak orang lain untuk turut merasakan kebahagiaan itu juga.