Rumah Minimalis Idaman Milenial, Ada Balkon Tempat Ngopi, Ada Kolam Renang Ikan. Tanah 7×13 Meter

Memiliki rumah minimalis adalah harapan kebanyakan orang.

Ini sebenarnya merupakan hal wajar mengingat rumah sendiri adalah tempat kembali dari berbagai permasalahan. 

Ketika berada di rumah, seseorang harusnya bisa menjernihkan pikiran.

Jika bentuk rumah tidak seperti harapan, kondisi tersebut tidak akan terasa. 

Bukannya sukses meredakan masalah, rumah yang tidak nyaman akan membuat masalah terasa semakin besar. Jika memiliki tanah 7x13 meter, tidak perlu kebingungan.

Itu karena, ukuran tersebut sudah sangat cukup ketika dibuat menjadi rumah. Nantinya, rumah dua tingkat bisa dibuat. Berikut ulasannya secara lebih lengkap.

Kondisi di Bagian Depan

Dalam rumah 7x13, lebarnya adalah 7 meter dan panjangnya adalah 13 meter. Oleh sebab itu, bagian depannya bisa dibagi dua. Pembagian tersebut masing-masing adalah 3,5 meter.

Nantinya salah satu bagian bisa dirubah menjadi garasi dengan penambahan panjang sebesar 5 meter. Selain itu, bagian sampingnya bisa dibuat menjadi teras. Namun panjangnya tidak perlu sebesar bagasi.

Kondisi di Bagian Bawah

Ketika masuk ke ruangan utama, ruang tamu bisa diperlihatkan terlebih dahulu. nantinya, dua buah pintu menuju kamar bisa terlihat di sampingnya.

Ruang tamu sendiri memiliki akses langsung ke dapur. Nantinya penambahan meja makan bisa dilakukan. Tidak perlu membuat gudang. Bagian atas bisa dibuat lebih tinggi dan membuat penyimpanan barang bisa dilakukan.

Di bagian belakang sendiri bisa dibuat sebuah ruangan dengan luas 1,5 meter. Nantinya, penambahan kolam renang ikan dan kamar mandi bisa dilakukan.

Kondisi di Bagian Atas

Untuk bagian atas, tidak ada lagi ruangan yang ditambahkan. Ini sebenarnya hanya berfungsi sebagai rooftop. Nantinya konsep pelana kuda bisa digunakan. Dengan konsep pelana kuda, bagian bawahnya bisa menambahkan kayu dengan warna cokelat.

Menambahkan kursi dan meja juga bisa dilakukan sehingga bersantai akan menjadi semakin mudah. Jangan lupa juga untuk menambahkan pagar.

Ini penting agar keamanan ketika berada di atas menjadi terjaga. Jangan lupa juga untuk mempertimbangkan saluran air sehingga hujan tidak akan menjadi masalah.

Konten ini sudah dipublis terlebih dahulu di channel youtube Puguh wicaksono pada 9 Januari 2021. Kontennya sendiri sangat diminati karena memiliki jumlah pengunjung mencapai 1,1 juta orang di https://www.youtube.com/watch?v=MS3XBTyYK-I.

Pantai Siung, Melihat Keindahan Sembari Panjat Tebing

Pantai Siung adalah pantai yang belakangan sangat populer di kalangan wisatawan. Pantai yang masuk ke dalam wilayah Dusun Wates, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ini memang sangat fenomenal karena menawarkan sensasi liburan yang berbeda dari pantai – pantai lain.

Jika Anda mengunjungi Pantai Siung, Anda akan menemukan bebatuan karang berukuran raksasa yang membentang di sebelah barat dan timur. Batu karang tersebut merupakan cikal bakal penamaan pantai ini. Bebatuan karang tersebut letaknya asedikit menjorok ke laut sehingga jika dilihat dari kejauhan mirip dengan bentuk gigi kera atau Siung Wanara.

Pantai Siung juga terkenal akan keindahan pemandangannya. Hamparan pasir putih diiringi dengan deburan ombak Laut Selatan seakan membius setiap pengunjung. Namun, tidak disarankan untuk berenang di pantai ini karena ombaknya terbilang cukup ganas, terutama pada saat air pasang.

Pada tahun 1989, bebatuan karang di pantai ini mulai digunakan oleh pecinta alam dari Jepang sebagai lokasi panjat tebing. Dari sanalah kemudian pantai Siung dikenal sebagai lokasi panjat tebing kelas dunia.

Pada tahun 2005, pemerintah Yogyakarta secara resmi menjadikan kawasan Pantai Siung sebagai lokasi untuk panjat tebing. Dalam rangka peresmian tersebut, diselenggarakan Asean Climbing Gathering yang diikuti oleh 250 peserta dari 65 negara. Dari sana pula pantai ini mendapat julukan The Best Rock Climbing Site in Jogjakarta. Di pantai ini, total ada sekitar 250 jalur panjat tebing dengan berbagai tingkat kesulitan.

Kegiatan Yang Bisa Dilakukan di Pantai Siung

Kegiatan pertama yang patut untuk dicoba di ketika Anda berkunjung ke pantai Siung adalah menjajal keahlian memanjat tebing. Tidak masalah apabila Anda merupakan pemanjat pemula karena ada banyak sekali jalur panjatan yang cocok bagi pemula. Setelah sampai di atas, Anda akan bisa menyaksikan keindahan laut selatan dari ketinggian.

Bagi Anda yang ingin mendaki bersama komunitas dan menginap dengan tenda, terdapat sebuah camping ground di sebelah timur pantai. Namun, ada syarat yang harus dipatuhi, yakni untuk tidak mencemari lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan dan tidak merusak atau mengganggu habitat penyu.

Terdapat sebuah rumah panggung di dekat camping ground yang biasa dijadikan sebagai base camp. Rumah kayu tersebut mampu menampung hingga 15 orang. Dari sana, Anda dapat menyaksikan dan menikmati keindahan laut lepas.

Anda juga bisa berkemah di atas karang. Namun untuk bisa melakukannya, Anda harus berjalan ke deretan tebing batu kapur di bagian barat pantai. Di atss tebing, terdapat sebuah tanah lapang yang cocok untuk dijadikan tempat mendirikan tenda.

Jika Anda tidak begitu menyukai kegiatan ekstrim, Anda bisa mengunjungi pantai Siung untuk sekadar menikmati keindahannya. Apabila pantai sepi pengunjung, biasanya aka nada gerombolan kera liar yang datang menghampiri dan meminta makanan.

Rute Menuju Pantai Siung

Jika ingin pergi ke Pantai Siung, Anda disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi karena belum ada angkutan umum yang sampai ke sana. Kondisi jalan menuju pantai sudah cukup baik meski banyak tanjakan, turunan serta tikungan tajam. Sepanjang perjalanan, Anda akan melintasi hamparan persaawahan dan perbukitan kapur.

Dari Yogyakarta, rute yang harus Anda ambil adalah Jalan Wonosari yang ada di sebelah timur pusat kota Yogyakarta. Kemudian melaju kea rah Tepus – Purwodadi – Siung. Terdapat banyak penunjuk jalan sehingga Anda tinggal mengikutinya. Dibutuhkan waktu sekitar 2 jam dari kota Yogyakarta untuk sampai di pantai ini.