Dangerously Beautiful Indonesia

Sukses Menjadi EO Reuni

Posted: April 16th, 2009 | Author: dania | Filed under: Simplify Your Life | 3 Comments »

Ada seorang teman yang kebetulan sejak SD hingga SMA selalu satu sekolah dengan saya. Bahkan di SD kami selalu sekelas serta satu kali di SMP dan sekali lainnya di SMA.

Teman saya ini, entah bagaimana caranya, memiliki kontak hampir semua teman. Misalkan, saat di SMA, kami hendak berkumpul untuk menggalang dana bagi guru kami yang sedang sakit keras. Dan, hanya dalam waktu kurang dari lima hari, ia berhasil mengontak sebagian besar teman-teman dan acara penggalangan dana itu berhasil.

Saat kuliah pun begitu, ia dengan mudah mengumpulkan kami, teman-teman SMA-nya saat kami merasa rindu satu sama lain. Dan, memang hanya selalu dia yang mengurus.

Sekarang, di era Facebook, wah ia semakin jaya. Hampir tiap hari, ada saja teman yang ia suggest kepada saya dan teman lainnya.

Tak pelak lagi, ia memang patut diandalkan. Bahkan untuk reuni mendadak sekalipun. Pernah suatu hari ada seorang teman yang tinggal di luar kota dan ingin bertemu dengan kami. Si teman ini baru menghubungi siang hari, tapi malamnya, sekitar dua puluh orang sudah berkumpul di salah satu kafe yang ia tunjuk. Rauni kecil pun berlangsung.

Nah, rencananya SMP kami akan mengadakan reuni, minimal untuk teman seangkatan. Acara tersebut dijadwalkan untuk terlaksana pada bulan Juli nanti. Semenjak minggu lalu, saat rencana itu dicanangkan, teman saya yang Ratu Reuni dan telah dinobatkan sebagai EO sudah beraksi.

Saya yakin, reuni itu akan berjalan sukses.

Saya perhatikan, sebenarnya apa saja sih yang membuatnya begitu sukses dalam mengelola acara reuni atau kumpul-kumpul itu?

Kira-kira inilah hasil penelitian saya:

  • Tulus. Setelah saya perhatikan, teman saya ini melakukannya dengan tulus, tanpa pamrih.
  • Silaturahmi. Ia pernah bercerita bahwa ia memang senang bersilaturahmi. Semenjak kecil ia dibiasakan untuk membina silaturahmi dengan siapapun.
  • Terorganisir. Ia memang suka berorganisasi. Semenjak SMP ia hampir selalu memegang jabatan di organisasi sekolah.
  • Rajin. Ia sangat rajin mengumpulkan data mengenai teman-teman kami. Ternyata, ia memiliki sebuah buku yang berisikan bukan hanya alamat dan nomor telepon teman-teman, tapi juga tanggal lahir mereka.
  • Waktu luang. Nah, ini juga penting. Tanpa waktu luang, ia takkan sempat mengurus segala sesuatu. Syukurlah ia memilikinya. :)

Dengan semua itu, saya yakin ia akan dengan sangat sukses sebagai EO Reuni SMP kami nanti.

Hanya saja, saya harus belajar banyak darinya karena saya diminta teman-teman sebagai wakil ketua EO Runi nanti. Saya sempat menolak. Tapi, gagal.

Untung suami mengijinkan. Jadi, dalam beberapa bulan ke depan, dua minggu sekali, saya harus mengorbankan Jum’at malam saya untuk rapat. Tapi, seru juga. Mana tahu nantinya saya bisa membuat usaha baru, mendirikan perusahaan EO khusus Reuni bersama teman saya yang satu itu. ;)


Seprai Khusus Pasangan Lasak

Posted: December 18th, 2008 | Author: dania | Filed under: Ide Kreatif, Simplify Your Life | 3 Comments »

tidur lasak
Sahabat saya tahu betul bahwa jika tidur, saya bisa sangat lasak–karena saya sering juga menginap di rumahnya saar single dulu. Dan, ternyata, suami saya juga lasak!

Dulu sekali, di awal pernikahan kami, saya pernah curhat ke sahabat saya ini tentang kenyataan bahwa saya dan suami sama-sama lasak. Sekarang sih masalahnya sudah selesai karena ternyata alam bawah sadar saya sudah membentuk gaya tidur baru buat saya. Saya bisa tidur dengan posisi yang sama sepanjang malam.

Suami saya sih masih memiliki masalah yang sama walau nggak separah dulu.

Ternyata, curhatan saya dulu begitu membekas di kepala sahabat saya itu–karena baik dia dan suaminya, jika tidur, mereka begitu rapi. Sehingga, saat dia menerima sebuah e-mail dari rekan kerjanya, ia langsung mem-forward ke saya.

Dia bilang, “Semestinya, seprai begitu ada yang jual ya saat kamu baru menikah. Kalau ada, aku pasti belikan selusin!”

Dasar sahabat jahil…hm…tapi, saya jadi ingin cari seprai seperti itu deh. Seprai khusus pasangan lasak! Ada yang jual?

;)


Pintar Packing untuk Liburan Keluarga

Posted: December 17th, 2008 | Author: dania | Filed under: Keluarga, Simplify Your Life | 1 Comment »

koper liburanSebentar lagi libur panjang. Saya dan suami sudah menyerahkan formulir cuti ke HRD. Anak-anak pun sebentar lagi akan menerima rapot.

Rencananya, minggu depan kami akan berangkat menuju kota Cirebon selama beberapa hari. Selain berlibur, kami juga hendak mengunjungi kerabat yang sudah sepuh.

Kami akan menghabiskan dua malam tiga hari di sana.

Sejujurnya, ini perjalanan paling lama yang akan kami lakukan sekeluarga. Sebelumnya, paling lama satu malam.

Suami saya nggak jago packing. Saya apa lagi.

So, semenjak beberapa hari yang lalu, kami sibuk cari informasi mengenai packing yang efektif dan simpel.

Berikut ini adalah tips yang berhasil kami kumpulkan:

  • Rencanakan dengan seksama

Kami harus tahu dengan benar di mana akan menginap, cuaca kota tersebut, beserta kegiatan apa yang akan kami lakukan. Karena, semua itu berhubungan dengan jumlah baju yang kami bawa.

Jika menginap di tempat yang menyediakan jasa cuci, kami bisa menghemat jumlah pakaian yang dibawa.

Jika kota tersebut panas, maka kami harus siap dengan jumlah pakaian yang cukup karena ada kemungkinan anak-anak—atau bahkan kami sendiri—sering berganti pakaian.

Jika kami berniat untuk berbelanja, sebaiknya jumlah pakaian yang dibawa dikurangi. Pakai saja baju yang dibeli di sana—dengan syarat kami harus membelinya di tempat yang kira-kira higienitasnya terjamin.

  • packing tips liburanBuat daftar acara

Supaya perencanaan lebih maksimal, kami perlu buat daftar lengkap acara kegiatan kami di sana. Bukan apa-apa, kabarnya, salah satu kerabat sudah tahu kami akan datang dan mengundang untuk makan malam. Berarti, kami harus menyiapkan pakaian yang lebih pantas.

  • Pilih-pilih jenis bahan pakaian

Kalau memang bepergian ke tempat yang cuacanya tidak dingin, bawa saja pakaian yang tidak tebal. Bukan hanya agar tidak ‘gerah’ saat beraktivitas, tentunya juga agar kopor tidak penuh meski kita membawa pakaian agak banyak.

Karena kota yang akan kami datangi kabarnya cukup panas, maka tentunya kami akan membawa pakaian berbahan tipis saja.

  • Bawa plastik

Kalau ternyata tak ada fasilitas mencuci di tempat menginap, ada baiknya jika membawa plastik untuk membungkus pakaian yang telah kotor atau dipakai. Hal ini dapat menghindari bau tak sedap di koper. Atau, jika ada pakaian bersih yang tak terpakai tak perlu bersentuhan dengan pakaian yang kotor tersebut.

  • Sisakan space

Meskipun liburan tidak diniatkan untuk berbelanja, rasanya tidak mungkin jalan-jalan ke suatu tempat tanpa membeli barang khas daerah tersebut. Jadi, pastikan ada space sisa untuk barang belanjaan.

  • Tas khusus untuk anak

Biarkan anak membawa beberapa barang mereka di dalam tas mereka sendiri. Selain untuk mengurangi penggunaan space di kopor, anak juga akan belajar packing dan bertanggung jawab dengan barang mereka sendiri.

Ayo liburan!!!


Tips Pintar Belanja Online

Posted: December 11th, 2008 | Author: dania | Filed under: Simplify Your Life | Comments Off

kereta dorong belanjaBelakangan ini banyak sekali toko online di internet. Mulai dari toko online yang menjual perangkat komputer seperti bhinneka.com, menjual buku seperti inibuku.com dan kutukutubuku.com, hingga beragam produk lainnya seperti pakaian dan aksesoris.

Memang, saat ini, sudah sekitar 30 juta rakyat Indonesia telah bersinggungan dengan internet. Tak hanya di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Medan, Yogyakarta, dan Surabaya. Masyarakat di kota yang lebih kecil pun sekarang sudah ‘melek’ internet.

Karenanya, pasar begitu terbuka.

Lalu, bagaimana kita, sebagai konsumen, menyikapi cara baru dalam berbelanja ini?

Banyak yang masih takut berbelanja di internet. Ada juga yang sudah berani, tapi hanya sebatas berbelanja di situs-situs yang besar dan jelas seperti yang saya sebutkan di atas.

Padahal, tak sedikit produk dengan harga miring dijual di blog dan forum. Sebenarnya, dengan sedikit ketelitian, kita dapat menyingkirkan rasa takut itu.

Jika saya berbelanja di blog—saat ini paling sering di multiply—atau jika suami saya berbelanja di forum, kami memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Penjualnya. Biasanya, penjual yang jujur akan membuka diri. Jika di blog atau multiply, maka ia akan mengisi data pribadi dengan lengkap, seperti lokasi, alamat e-mail dan YM ID. Ia pun memiliki lingkaran teman yang riil, alias bukan makhluk maya yang sengaja mereka ciptakan. Di forum, biasanya terdapat ‘reputasi’. Jika reputasinya bagus, maka saatnyalah untuk menghapus rasa curiga.

  • Testimonial dan komentar. Suami saya memberi perhatian lebih dalam hal testimoni. Ia hanya berbelanja dari orang-orang yang memiliki testimoni dengan nada positif dalam jumlah yang cukup banyak. Jika ada satu testimoni yang negatif saja, ia akan mengecek ke anggota forum lainnya mengenai kredibilitas sang penjual. Sementara, jika berbelanja di blog atau multiply, saya akan memperhatikan komentar para pembeli baik di halaman produk ataupun guestbook dan chatbox.

  • Nomor telepon. Jika memang ia penjual sungguhan, maka ia akan memberikan nomor teleponnya. Batalkan penjualan jika si penjual bersikukuh tidak memberitahukan nomor telepon yang dapat dihubungi.

  • Perjanjian pengiriman uang dan barang. Sebagian penjual memilih untuk COD (Cash on Delivery). Untuk yang satu ini, kamu nggak perlu khawatir lagi. Barang bisa diperiksa atau dites terlebih dulu di hadapan sang penjual. Untuk penjual yang berdomisili di luar daerah, dapat dilakukan dua pilihan kesepakatan. Pertama, biasanya penjual mebelanja onlineminta uang ditransfer terlebih dulu baru barang akan dikirim. Jika ketiga hal di atas terpenuhi, maka pilihan satu ini tak berbahaya. Walau begitu, saya dan suami bersedia melakukannya hanya jika transaksi di bawah 500 ribu rupiah. Jika lebih, maka kami memilih cara kedua berikut ini. Di forum-forum tertentu, terdapat satu dua orang yang me-manage rekening bersama. Kita memang mentransfer uang terlebih dahulu, namun tidak langsung ke si penjual, melainkan ke rekening bersama tersebut. Lalu, si pemilik rekening akan memberitahukan penjual yang kemudian mengirim barang. Setelah barang diterima, maka kita sebagai pembeli sebaiknya memeriksa dan menguji coba. Jika tidak ada masalah, kita dapat memberi instruksi kepada pemilik rekening bersama untuk mentransfer kepada penjual. Jika barang tidak sesuai, kita dapat mengirim kembali barang tersebut dan meminta uang kembali. Memang, kita diminta melebihkan uang yang ditransfer sebanyak sekitar 10 ribu rupiah untuk biaya administrasi. Namun, apalah artinya dibandingkan dengan resiko yang kita tanggung jika tak menggunakan rekening bersama tersebut.

  • Garansi. Untuk barang-barang elektronik—terutama yang second—pastikan ada garansi, baik dari si pembeli ataupun distributor. Hal ini untuk meminimalisasi resiko kerugian jika barang yang dikirimkan dalam keadaan rusak.

Sejauh ini, jika kelima hal tersebut sudah terpenuhi, kami tak segan-segan berbelanja online. Karena, banyak keuntungan juga yang kami petik. Di antaranya:

  • Diskon khusus, di toko buku online, biasanya terdapat diskon minimal 15% dari harga toko offline.
  • Kami nggak perlu membuang waktu di pusat perbelanjaan.
  • Kami nggak perlu mengeluarkan ongkos untuk ke pusat perbelanjaan.
  • Kami nggak perlu ‘window shopping’ yang biasanya berujung pada pembelian barang-barang yang nggak diperlukan.

Jadi, masih takut belanja di internet?


Digsby, tools keren buat IM, email, facebook

Posted: November 17th, 2008 | Author: indonesi | Filed under: Simplify Your Life | No Comments »

Baru aja browsing ke sana kemari dan ketemu satu aplikasi yang bener bener keren buat yang suka hangout di internet. Namanya digsby. Fungsinya banyak banget, dia bisa buat IM yahoo, gtalk, msn, twitter. terus juga bisa buat cek email gmail, yahoo, hotmail (email pop3 buat yang punya domain juga bisa) dan juga buat facebook, twitter, myspace.

Kayaknya berguna banget, daripada pindah-pindah software, mendingan integrasi di satu software. Lebih praktis. Mau lihat lebih lanjut. ada di sini http://digsby.com


Tips Sukses Mencari Jodoh di Internet

Posted: November 15th, 2008 | Author: dania | Filed under: Simplify Your Life | No Comments »

Ha! Kamu lagi cari jodoh? Pusing? Hm…kenapa sih musti pusing-pusing?

Ada YM, friendster, ada facebook, ada multiply, ada blog, ada plurk. Banyak kan jejaring sosial yang berisikan pria-pria dan wanita-wanita keren-keren?

Takut ditipu? Ini nih…duduk permasalahannya. Sebenarnya, gak perlu takut kok. Ada banyak cara untuk melacak apakah manusia di jejaring sosial yang kita hunting itu benar-benar ada atau semata khayalan.

Nih, aku kasih beberapa tipsnya:

  • Pertama, cek dulu profilnya. Umur berapa, sekolah di mana, kuliah di mana, kerja di mana. Dari data-data yang ada, kita bisa memulai pelacakan ke jejaring kita–ya, tentu kamu juga harus punya jejaring yang luas supaya proses pelacakan berjalan mulus. Tanyakan ke teman yang sekolah, kuliah atau bekerja di tempat yang sama dengan orang tersebut.
  • Kedua, perhatikan konsistensi ceritanya. Jika dia nge-blog atau nge-MP-i, ikuti postingan-postingannya. Jika dia hanya manusia khayalan, pasti ada titik di mana dia salah menyebutkan sesuatu. Setinggi-tinggi tupai melompat, toh akhirnya jatuh juga kan?
  • Ketiga, minta nomor telepon–sebaiknya HP dan nomor rumah. Kalau, misalnya dia sudah punya pacar atau bahkan berkeluarga, biasanya enggan memberikan nomor telepon. Atau, bisa saja dia menelepon kamu tapi dengan hidden number. Takut yaaa?
  • Keempat, ini yang paling penting, ajak ketemu! Jangan bawa perasaan kamu terlalu dalam sebelum kalian bertemu. Pastikan dia manusia betulan. Kalau dia di luar kota atau di luar negeri, minta dia muncul di webcam. Kalau dia nggak mau…it’s time to say goodbye! Sayonara!

Masih pusing? Duh, gak penting lah pusing-pusing. Lakukan saja. Ingat, usia semakin bertambah. Dan, pasti kamu sudah capek juga ditanya-tanya, “Kapan nih?”

Get online, dan jawab pertanyaan itu dengan, “Nih, undangannya!”

:)


Training ART Yuk…

Posted: November 7th, 2008 | Author: dania | Filed under: Simplify Your Life | No Comments »
cucian

Sehabis Idul Fitri, hampir setiap rumah tangga kelabakan. Apa lagi penyebabnya kalau bukan ART!

Apa sih ART?

ART adalah singkatan dari Asisten Rumah Tangga–ungkapan lebih sopan dari kata pembantu.

Biasanya seminggu sebelum Idul Fitri, mereka sudah memenuhi terminal bus dan stasiun kereta. Pulang kampung, mudik. Janji kembali. Tapi, janji tinggal janji. Mereka memutuskan untuk tidak kembali dengan berbagai alasan.

Tinggallah sang majikan kelimpungan. Cuti sudah habis, sementara ART belum kembali. Tak ada pilihan lain…mencari ART baru. Yah, yang belum berpengalaman pun ok lah. Daripada tidak ada sama sekali.

Nah…ini yang seru!

Gadis desa yang belum tahu apa-apa ini terkadang cukup merepotkan. Tanpa training yang terarah, bisa-bisa keberadaan mereka justru mengacaukan segalanya.

Bagaimana sih training yang ok?

  • Siapkan catatan lengkap! Ya…selengkap-lengkapnya. Jangan buat daftar apa-apa saja yang harus dilakukan tanpa penjelasan. Lebih bagus lagi jika daftar dibuat dengan disertai jam-jam yang jelas.
  • Abaikan hari kerja. Jika ART masuk hari Selasa atau Rabu, jangan harap hari Jum’at kerjanya sudah mendekati ekspektasimu. Training yang sebenarnya baru bisa dimulai di akhir minggu, saat kamu sekeluarga ada di rumah.
  • Beri contoh. Jangan katakan, “Saya mau meja ini bersih.” Hey, standar kebersihanmu dan dirinya berbeda loh. Beri tahu caranya, tetapkan standar.
  • Minta ia mengulang apa yang kamu perintahkan. Pastikan ia menangkap dengan benar.
  • Terapkan sistem “stick and carrot.” Bukan berarti kamu memukulnya jika dia salah. Tapi, beri tahu saja. Yang penting ia tahu bahwa ia salah. Dan, jika ia melakukan tugasnya dengan baik, tak ada salahnya jika kamu beri tips atau belikan ia jajanan yang mungkin dia suka.
  • Berikan tanggung jawab secara bertahap. Misalkan ia memiliki tiga tanggung jawab, mencuci, menyeterika dan membersihkan kamar. Berikan kesempatan kepadanya untuk mencuci tanpa diawasi. Jika sudah bisa, berikan tanggung jawab selanjutnya. Dan seterusnya. Tiga tanggung jawab sekaligus hanya akan membuatnya pusing dan mengacaukan segalanya.
  • Jangan dipikirkan! Make it fun!
  • Oh ya…jangan lupa tersenyum!

:)


Rumah Kecil? No Worries!

Posted: November 4th, 2008 | Author: dania | Filed under: Ide Kreatif, Simplify Your Life | No Comments »
tangga sepatu

tangga & sepatu

Gak usah bingung kalo ternyata kamu punya rumah yang kecil—bahkan super kecil. Karena, kamu justru akan menjadi sangat kreatif.

Contohnya gambar di atas.

Biasanya yang dimanfaatkan dari tangga adalah space di bawahnya. Ada yang menjadikannya lemari penyimpanan, bahkan kamar kecil.

Yang satu ini agak beda. Kamu bisa simpan sepatu–atau benda-benda lain seperti buku atau mainan anak–di setiap anak tangga. Keren kan idenya?

Tapi, bukan cuma tangga yang bisa dimaksimalkan fungsinya. Sudut ruangan juga bisa jadi spot yang menarik. Misalnya, bisa dijadikan ‘perpustakaan rumah.’ Letakkan sebuah sofa mungil yang nyaman, sekatkan dengan lemari tembus pandang yang diisi dengan koleksi buku-buku kamu. Di dinding di atas sofa, tempelkan lampu agar kamu lebih nyaman dalam membaca.

Gak punya ruang bermain untuk anak? Lagi-lagi, manfaatkan sudut ruangan. Gunakan lemari mainan lucu sebagai sekat. Di sudut itu, biarkan anak bermain (baca: memberantakkan mainannya) sepuasnya. Tentunya, ajak si anak untuk turut merapikan setelahnya.

Suka bercocok tanam tapi tidak punya halaman? Mudah kok. Manfaatkan jendela kamar. Buat semacam pot permanen di bawah jendela dan tanamlah tanaman kesukaan kamu di sana. Setiap pagi, setelah bangun tidur, kamu bisa langsung menyiram tanaman kesayangan.

Nah, ternyata, ada cara lain kan untuk memaksimalisasikan fungsi tangga atau ruang lain dalam rumah?

Kuncinya: Be Creative!


Banyak banget barang di rumah!

Posted: October 19th, 2008 | Author: indonesi | Filed under: Simplify Your Life | 1 Comment »
Absolute Garbage album cover

Image via Wikipedia

Pernah nggak kebayang bahwa kita punya barang banyak banget di rumah?

  • Koran, majalah yang udah lama nggak kepake?
  • Baju, celana,sepatu yang sudah kekecilan? atau malah kebesaran?
  • Belum barang elektronik lama yang sudah nggak kepake atau rusak?
  • Pernik pernik kecil kecil yang berserakan dimana mana? Apalagi kalau punya anak kecil, wah barang-barang kecil, kertas-kertas berserakan diseluruh penjuru rumah.

Saya pernah begitu, dan lama lama merasa sumpek dengan banyak barang di rumah. Di tempat sepatu saya ada sepatu lari yang sudah rusak, tapi rasanya sayang untuk dibuang. Di meja saya banyak pulpen yang sudah mati. Ada lagi pemukul nyamuk yang sudah patah di lemari. Dan lain sebagainya…

Tapi dilain pihak, pernah nggak kebayang bahwa barang barang itu – yang kita anggap sampah – ternyata bisa jadi duit, buat orang lain. Coba perhatiin pemulung yang suka ngutak ngatik tempat sampah orang-orang. Buat mereka sepatu lari saya mungkin mereka bisa jual, atau mereka pake sendiri (Itu juga kalo ukurannya pas, hehe). Apalagi kertas bekas, seperti majalah, koran dan lain-lain yang numpuk di rumah kita. Itu semua adalah uang di mata mereka.

Jadi ayo, kita beres beres rumah kita. Cari barang-barang yang sudah nggak kepake dan KASIH ke para pemulung.

Kasih ke mereka boleh, hitung-hitung amal sedekah kita. Atau kalau jual ke mereka, nggak apa-apa juga. Cuman jangan cari untung ya. Uang 1000 perak buat kita mungkin nilainya kecil sekali buat kita. Tapi buat mereka lumayan gede. jadi mendingan dikasih ke mereka aja.