<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>indonesi.com &#187; Keluarga</title>
	<atom:link href="http://indonesi.com/category/keluarga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indonesi.com</link>
	<description>Never Ending Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Jul 2009 11:40:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Anak dan Liburan</title>
		<link>http://indonesi.com/2009/07/21/anak-dan-liburan/</link>
		<comments>http://indonesi.com/2009/07/21/anak-dan-liburan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 11:00:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dania</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[ikan]]></category>
		<category><![CDATA[info tempat asyik ajak anak jalan dijakarta]]></category>
		<category><![CDATA[liburan di jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesi.com/?p=450</guid>
		<description><![CDATA[Wah, nggak terasa. Sudah lama juga ya saya nggak ngeblog. Mula-mula karena disibukkan oleh liburan dengan anak-anak. Lalu, oleh kehebohan masuk sekolah. Dan, wiken kemarin ini, oleh liburan tambahan.
Kami memang hanya memanfaatkan liburan panjang yang lalu dengan keliling Jakarta. Kami mengunjungi berbagai tempat yang kira-kira tidak terlalu ramai &#8212; tapi ya di mana-mana harus mengantri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, nggak terasa. Sudah lama juga ya saya nggak ngeblog. Mula-mula karena disibukkan oleh <strong>liburan dengan anak-anak</strong>. Lalu, oleh kehebohan masuk sekolah. Dan, wiken kemarin ini, oleh <strong>liburan tambahan</strong>.</p>
<p>Kami memang hanya memanfaatkan <strong>liburan panjang</strong> yang lalu dengan <a title="liburan di Jakarta" href="http://indonesi.com/2009/06/26/liburan-di-jakarta-saja/">keliling Jakarta</a>. Kami mengunjungi berbagai tempat yang kira-kira tidak terlalu ramai &#8212; tapi ya di mana-mana harus mengantri sih.</p>
<p>Namun, wiken kemarin ini, kami <em>terpaksa</em> ke Bandung. Sahabat suami menikah. <strong>Anak saya yang perempuan</strong> memang <em>hobi</em> kondangan. Jadi, ia sih senang-senang saja.</p>
<p>Terlebih, kami menginap di sebuah <strong>hotel di</strong> <strong>Dago Atas</strong> yang pemandangannya menghadap ke <strong>kota Bandung</strong>. <strong>Anak lelaki</strong> saya sampai tidak mau tidur cepat-cepat, asyik menikmati <strong>kerlip lampu kota Bandung</strong>.</p>
<p>Setelah menjadi orang tua,<strong> liburan memang lebih untuk membahagiakan anak</strong>. Sementara, saya dan suami kelelahan karena bergantian menyetir di antara macetnya kota Bandung dan perjalanan pulang-pergi yang &#8216;luar biasa.&#8217;</p>
<p>Walau begitu, melihat<strong> anak-anak begitu menikmati liburan</strong> dan sangat bahagia, kami lupa akan kelelahan itu.</p>
<p><strong>Si sulung</strong> sibuk memotret sana-sini dengan kamera poket yang sebenarnya dibelikan suami untuk saya. <strong>Si bungsu </strong>tak henti-hentinya bergaya di setiap sudut.</p>
<p>Ada yang bertanya, mau tambah satu lagi?</p>
<p>Hm&#8230;belum dalam agenda. Apalagi, kami sudah sangat nyaman membawa kedua anak kami <strong>jalan-jalan</strong> ke sana ke mari. Kalau ada bayi lagi, mulai dari nol dong?</p>
<p> <img src='http://indonesi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesi.com/2009/07/21/anak-dan-liburan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Liburan di Jakarta Saja</title>
		<link>http://indonesi.com/2009/06/26/liburan-di-jakarta-saja/</link>
		<comments>http://indonesi.com/2009/06/26/liburan-di-jakarta-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 07:40:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dania</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[berlibur di jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kuda]]></category>
		<category><![CDATA[liburan anak di jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[liburan anak jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[liburan di jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[liburan di jakarta 2009]]></category>
		<category><![CDATA[liburan di jakarta dan sekitarnya]]></category>
		<category><![CDATA[liburan dijakarta]]></category>
		<category><![CDATA[liburan jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[liburan jakarta dan sekitarnya]]></category>
		<category><![CDATA[liburan ke  keong mas]]></category>
		<category><![CDATA[liburan ke jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[musium di jakarta yang ramai dikunjungi anak-anak sekolah selama liburan]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[tempat berlibur di jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[tempat liburan anak  di jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[tips liburan ke jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesi.com/?p=438</guid>
		<description><![CDATA[Liburan kali ini ternyata jauh dari angan-angan. Kami tidak bisa ke mana-mana. Baik saya maupun suami sedang sangat sibuk di kantor, jadi agak sulit untuk mengambil cuti. Kami hanya dapat memanfaatkan akhir minggu untuk membawa anak-anak berlibur. Dan, hanya di Jakarta dan sekitarnya.
Berikut ini adalah tempat-tempat yang dapat kami kunjungi selama liburan ini:

Monas. Tips dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Liburan kali ini ternyata jauh dari angan-angan. Kami tidak bisa ke mana-mana. Baik saya maupun suami sedang sangat sibuk di kantor, jadi agak sulit untuk mengambil cuti. Kami hanya dapat memanfaatkan akhir minggu untuk<strong> membawa anak-anak berlibur</strong>. Dan, hanya di Jakarta dan sekitarnya.</p>
<p>Berikut ini adalah tempat-tempat yang dapat kami kunjungi selama liburan ini:</p>
<ol>
<li><strong>Monas</strong>. Tips dari seorang teman adalah jangan memaksakan diri naik ke puncak <strong>Monas</strong> jika sedang ramai. Karena, antriannya bisa hingga 3 jam! Cukup ajak anak-anak naik delman keliling lingkar luar Monas, mengunjungi ruangan bersejarah, dan bermain-main di taman Monas. Kabarnya, ada yang menjual layang-layang di sana.</li>
<li>Mengunjungi Museum seperti Gedung Arsip, Museum Gajah, Museum Fatahillah, Museum Bank Mandiri, <strong>Museum Tekstil</strong> (kabarnya kita bisa belajar membatik di sana), dll.</li>
<li>Ke <a title="taman mini" href="http://www.tamanmini.com/" target="_blank">Taman Mini Indonesia Indah</a>. Anak-anak belum pernah mengunjungi satu per satu rumah adat di sana. Terakhir kali mereka ke <strong>Taman Mini</strong> adalah saat bepergian dengan sekolah. Itu pun hanya mengunjungi satu-dua museum di sana. Si Kakak ingin sekali mengunjungi <a title="keong emas" href="http://www.keongemas.com/" target="_blank">Keong Emas</a>. Nanti kita ke sana ya, Kak.</li>
<li><a title="kampoeng maen" href="http://kampoeng-maen.com" target="_blank">Kampoeng Maen</a>, BSD. Kami pernah mengajak anak-anak ke Kampoeng Maen yang diselenggarakan di <strong>Senayan</strong> sekitar setahun yang lalu. Tapi, kabarnya, pusatnya memang yang di<strong> BSD</strong> ini. Anak-anak dijamin puas dengan berbagai permainan yang ada. Ada tempat bermain sendiri, bersama keluarga, bisa juga mencoba-coba menjadi presenter, ada peragaan ilmu pengetahuan, dan lain sebagainya. Terkadang, orang tua ikutan bermain juga loh.. <img src='http://indonesi.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </li>
<li><a title="kidzania" href="http://kidzania.co.id/" target="_blank">Kidzania</a>, Pacific Place. Kalau yang satu ini, anak happy, ortu senang. Haha&#8230;saya berlibur dengan berbelanja, sementara mereka bermain-main dan berandai-andai di sana. Si Kakak mau jadi dokter gigi, gak usah nunggu lama ya, Kak? Kamu bisa jadi dokter gigi sekarang juga. Hahaha!</li>
<li><a title="ancol" href="http://www.ancol.com/" target="_blank">Ancol</a>. Nah yang satu ini sih bisa menghabiskan waktu seharian (atau lebih?). Dufan, Sea World, Gelanggang Samudra, Gondola, Pantai, Atlantis, Pasar Seni.  Sepertinya tidak cukup seharian. Atau menginap saja di hotel di<strong> Ancol</strong> ya?</li>
<li><a title="Ragunan" href="http://www.jakarta.go.id/ragunan/zoo.htm" target="_blank">Kebun Binatang Ragunan</a>. Yang satu ini si Adik belum pernah. Si Kakak sudah, dengan sekolah. Kabarnya di <strong>Ragunan</strong> ada Pusat Primata Scmutzer, Taman Bunga, dll. Anak-anak juga dapat melihat saat komodo, buaya dan cormoran diberi makan dan saat kuda nil sikat gigi.</li>
<li><a title="Taman Safari" href="http://www.tamansafari.com/agp/" target="_blank">Taman Safari</a>. Nah, yang satu ini dapat dibarengi dengan menginap di Puncak dan mengunjungi <strong>Perkebunan Teh Gunung Mas</strong>. Kami bisa menginap di Gunung Mas atau di wilayah Taman Safari.</li>
</ol>
<p>Sebenarnya masih banyak lagi yang dapat dikunjungi di Jakarta dan sekitarnya. Tapi, pertanyaannya adalah&#8230;penuh banget nggak ya? Hahaha&#8230;jangan sampai nanti anak terlanjur lelah hanya untuk <strong>mengantri</strong>.</p>
<p>Sambil pikir-pikir, sepertinya saya harus cari tahu dan meminta tips ke teman-teman nih.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesi.com/2009/06/26/liburan-di-jakarta-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghadapi Pertanyaan Anak</title>
		<link>http://indonesi.com/2009/06/06/menghadapi-pertanyaan-anak/</link>
		<comments>http://indonesi.com/2009/06/06/menghadapi-pertanyaan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 02:08:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dania</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[asal mula danau toba lalu sederhana]]></category>
		<category><![CDATA[bagaimana hewan panda bernafas?]]></category>
		<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[ikan]]></category>
		<category><![CDATA[Lucu]]></category>
		<category><![CDATA[menghadapi pertanyaan anak]]></category>
		<category><![CDATA[pertanyaan anak]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan dan perkembangan hewan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesi.com/?p=415</guid>
		<description><![CDATA[Anak, terutama di usia 3 &#8211; 7 tahun, akan sering bertanya tentang berbagai hal. Mulai dari yang sederhana, hingga yang rumit.
Misalkan pertanyaan, &#8216;Tuhan seperti apa?&#8217; atau &#8216;Aku lahirnya bagaimana?&#8217; atau &#8216;Kenapa aku butuh oksigen untuk bernafas?&#8217; Dan banyak lagi pertanyaan lainnya yang kerap membuat kita orang tua terkejut, terheran-heran, bahkan terenyak.
Lalu, harus bagaimana kah kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anak, terutama <strong>di usia 3 &#8211; 7 tahun</strong>, akan sering bertanya tentang berbagai hal. Mulai dari yang sederhana, hingga yang rumit.</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-416" title="pertanyaan-anak" src="http://indonesi.com/wp-content/uploads/2009/06/pertanyaan-anak.jpg" alt="pertanyaan-anak" width="300" height="205" />Misalkan pertanyaan,<strong> &#8216;Tuhan seperti apa?&#8217; </strong>atau &#8216;Aku lahirnya bagaimana?&#8217; atau &#8216;Kenapa aku butuh oksigen untuk bernafas?&#8217; Dan banyak lagi pertanyaan lainnya yang kerap membuat kita orang tua terkejut, terheran-heran, bahkan terenyak.</p>
<p>Lalu, <strong>harus bagaimana kah kita sebagai orang tua dalam menghadapi pertanyaan anak</strong> yang kadang lucu, kadang seru itu?</p>
<p>Pertama-tama, <strong>pastikan kita memperluas pengetahuan</strong>. Mulai dari pengetahuan dan wawasan umum, hingga tentang perkembangan anak.</p>
<p>Kita pun wajib memahami, <strong>mengapa sampai anak mengajukan pertanyaan tersebut</strong>. Kita juga harus tahu jawaban apa yang sebaiknya kita berikan kepada anak.</p>
<p><strong>Hindari wajah terkejut</strong> meski pertanyaan anak benar-benar di luar sangkaan kita. Kita harus bisa sedikit ber-<em>acting</em>. Tanggapi pertanyaannya seakan itu hal yang biasa ditanyakan.</p>
<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-417" title="anak-bertanya" src="http://indonesi.com/wp-content/uploads/2009/06/anak-bertanya.jpg" alt="anak-bertanya" width="205" height="300" />Jawab dengan sesederhana mungkin</strong>.Namun, pastikan anak puas dengan jawaban tersebut, karena jika tidak puas, ia akan terus bertanya lagi dan lagi.</p>
<p><strong>Tidak tahu jawabannya? </strong>Katakan bahwa kita akan membahas hal itu suatu hari nanti, cari tahu jawabannya, dan jawab. Jangan berharap si anak lupa. Bahaya jika anak mencari atau menyimpulkan sendiri jawabannya.</p>
<p><strong>Jangan marahi anak</strong> karena pertanyaan-pertanyaannya. Semua itu sebenarnya adalah sebuah proses belajar. Jika kita pikir pertanyaan itu <em>berbahaya</em>, tugas kitalah untuk mengarahkan si anak, bukan memarahinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesi.com/2009/06/06/menghadapi-pertanyaan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sukses Menunggui Anak di Sekolah</title>
		<link>http://indonesi.com/2009/05/29/sukses-menunggui-anak-di-sekolah/</link>
		<comments>http://indonesi.com/2009/05/29/sukses-menunggui-anak-di-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 15:22:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dania</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[kesuksesan untuk anak]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesi.com/?p=399</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang, jika ART kebetulan sedang pulang kampung, saya terpaksa menunggui anak di sekolah.
Kok terpaksa?
Hm&#8230;ya karena, saya sebetulnya kurang suka duduk-duduk dan mengobrol di sekolah dengan ibu-ibu lainnya. Karena, tak jarang yang terjadi adalah gosip-menggosip.
Tapi, ada kok cara-cara yang ok supaya nggak jenuh atau bete saat menunggui anak di sekolah:

Bawa buku. Kalau lagi nggak mau ngobrol, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignright size-full wp-image-400" title="ke-sekolah" src="http://indonesi.com/wp-content/uploads/2009/05/ke-sekolah.jpg" alt="ke-sekolah" width="200" height="300" /></strong>Terkadang, jika ART kebetulan sedang pulang kampung, saya terpaksa <strong>menunggui anak di sekolah</strong>.</p>
<p>Kok terpaksa?</p>
<p>Hm&#8230;ya karena, saya sebetulnya kurang suka <strong>duduk-duduk dan mengobrol di sekolah dengan ibu-ibu </strong>lainnya. Karena, tak jarang yang terjadi adalah gosip-menggosip.</p>
<p>Tapi, ada kok cara-cara yang ok supaya nggak jenuh atau bete saat menunggui anak di sekolah:</p>
<ul>
<li><strong>Bawa buku</strong>. Kalau lagi nggak mau ngobrol, ada baiknya bawa buku. Paling nggak, ibu-ibu lain itu nggak akan terus-terusan mengajak ngobrol.</li>
<li><strong>Ciptakan topik pembicaraan yang ok</strong><strong>. </strong>Nggak mau terjebak dengan gosip-gosip? Ciptakan topik sendiri, yang kira-kira ok buat ibu-ibu tersebut. Paling sip adalah tentang anak. Wah, mereka akan dengan senang hati membangga-banggakan anak masing-masing. Atau, bahas tentang sekolah-sekolah lain. Misalkan, SD yang bagus &#8212; kebetulan anak saya masih TK.</li>
<li><strong>Bawa laptop</strong>. Pura-pura kerja. Waktu itu, saya kebetulan memang ada kerjaan yang mendesak. Untunglah, mereka nggak berani mengganggu saat melihat saya serius dengan laptop.</li>
<li><strong>Menabung Kesabaran</strong>. Ini serius loh, nggak bercanda. Nggak ada yang lebih ok dalam menyukseskan program menunggui anak di sekolah selain bergudang-gudang kesabaran. Bayangkan, berjam-jam menunggu, ditambah dengan obrolan atau pertanyaan dari ibu-ibu lainnya. Adakah hal lain yang lebih penting dari seonggok kesabaran? Tentu tidak!</li>
</ul>
<p>Yah, mungkin saran-saran di atas dianggap berlebihan oleh sebagian orang. Karena, mungkin mereka memang <strong>senang menunggui anak di sekolah</strong>. Tapi, buat yang kurang suka seperti saya, wah, saya yakin tips di atas berguna.</p>
<p>Selamat mencoba!</p>
<p> <img src='http://indonesi.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesi.com/2009/05/29/sukses-menunggui-anak-di-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak dan Buku</title>
		<link>http://indonesi.com/2009/05/14/anak-dan-buku/</link>
		<comments>http://indonesi.com/2009/05/14/anak-dan-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 13:20:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dania</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[budaya membaca]]></category>
		<category><![CDATA[budaya membaca buku]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[gambar orang senangyang sedang berulang tahun]]></category>
		<category><![CDATA[kecil]]></category>
		<category><![CDATA[membaca]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesi.com/?p=389</guid>
		<description><![CDATA[Buku adalah gudang ilmu.
Saya dan suami bersyukur karena semenjak kecil, kami dibesarkan dalam lingkungan yang erat dengan buku. Karenanya, kami juga tak segan-segan mendekatkan anak-anak kami dengan buku. Sehingga, budaya membaca adalah hal biasa bagi mereka.
Yang lebih menyenangkan lagi adalah semakin banyaknya buku-buku yang ditulis khusus untuk anak. Ada yang bertema pengetahuan, yang memimiliki nilai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buku adalah gudang ilmu.</p>
<p>Saya dan suami bersyukur karena semenjak kecil, kami dibesarkan dalam lingkungan yang erat dengan buku. Karenanya, kami juga tak segan-segan mendekatkan anak-anak kami dengan buku. Sehingga, <a title="budaya membaca" href="http://indonesi.com/2009/04/26/budayakan-membaca/" target="_blank">budaya membaca</a> adalah hal biasa bagi mereka.</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-391" title="anak-buku" src="http://indonesi.com/wp-content/uploads/2009/05/anak-buku.jpg" alt="anak-buku" width="300" height="221" />Yang lebih menyenangkan lagi adalah semakin banyaknya buku-buku yang ditulis khusus untuk anak. Ada yang bertema pengetahuan, yang memimiliki nilai agama, ataupun yang mengandung nilai moral.</p>
<p>Walau begitu, saya dan suami selalu menyempatkan diri &#8216;meneliti&#8217; buku apa yang hendak dibeli anak-anak kami.</p>
<p>Yang pasti, mereka tidak kami ijinkan membeli komik yang tak memiliki nilai lebih. Bahkan persentase pembelian komik pun tak lebih dari 20 &#8211; 30% dari total pembelian.</p>
<p>Dengan begitu, anak-anak tidak melulu mencari buku yang ada gambarnya. Mereka pun terbiasa membaca buku yang kaya akan teks.</p>
<p>Syukurlah belakangan ini banyak sekali yang peduli akan buku. Sehingga, taman bacaan untuk anak kurang mampu atau anak jalanan semakin bertambah.</p>
<p>Salah satu di antaranya adalah <a title="1001 buku" href="http://www.1001buku.org/" target="_blank">Komunitas 1001 Buku</a> yang bermarkas di Pancoran Timur, Jakarta Selatan.</p>
<p>Saya mengenal komunitas ini pertama kali dari mailing list. Setelah saya pantau, ternyata kegiatannya sangat bermanfaat. Saya juga mengajak teman-teman untuk bergabung di mailing list tersebut. Bahkan, ada beberapa di antara teman saya yang menjadi sukarelawan.</p>
<p>Tertarik? Kirimkan e-mail kosong ke 1001buku-subscribe at yahoogroups.com. Atau, ingin menyumbangkan buku? Silakan lihat halaman <span class="titlefont"><a title="Drop Buku" href="http://www.1001buku.org/index.php/Indonesia/Book%20Drop%20Box/Lokasi%20BDB/39.html" target="_blank">Book Drop Box</a> ini.</span></p>
<p><span class="titlefont">Yuk, berpartisipasi dalam usaha mencerdaskan bangsa!<br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesi.com/2009/05/14/anak-dan-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengawasi Anak di FB</title>
		<link>http://indonesi.com/2009/05/13/mengawasi-anak-di-fb/</link>
		<comments>http://indonesi.com/2009/05/13/mengawasi-anak-di-fb/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 16:26:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dania</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ada-ada Saja]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[ikan]]></category>
		<category><![CDATA[kecil]]></category>
		<category><![CDATA[mengawasi anak facebook]]></category>
		<category><![CDATA[tips mengawasi anak dari facebook]]></category>
		<category><![CDATA[tips mengawasi anak di facebook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesi.com/?p=384</guid>
		<description><![CDATA[Siapa sih yang hari gini nggak punya Facebook? Dari yang tua sampai yang muda pasti punya. Yang tua cari kawan lama, yang muda belia alias anak-anak main Pet Society. Hehe&#8230;
Kebetulan, sepupu saya anak-anaknya sudah kelas 4 dan 6 SD. Keduanya memiliki akun Facebook karena mereka senang dengan game-game di sana.
Sepupu saya itu sudah mengatur sedemikian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-385" title="facebook1" src="http://indonesi.com/wp-content/uploads/2009/05/facebook1.jpg" alt="facebook1" width="283" height="213" />Siapa sih yang hari gini nggak punya <strong>Facebook</strong>? Dari yang tua sampai yang muda pasti punya. Yang tua cari kawan lama, yang muda belia alias anak-anak main <strong>Pet Society</strong>. Hehe&#8230;</p>
<p>Kebetulan, sepupu saya anak-anaknya sudah kelas 4 dan 6 SD. Keduanya memiliki <strong>akun Facebook</strong> karena mereka senang dengan game-game di sana.</p>
<p>Sepupu saya itu sudah mengatur sedemikian rupa agar waktu belajar dan bermain (offline) anak-anaknya tidak terganggu. Sehingga, ia tak punya masalah dengan kenyataan bahwa mereka punya FB.</p>
<p>Sebagai Tante yang baik, saya juga kerap menyambangi wall mereka. Nah, suatu kali, saya agak terkejut.</p>
<p>Si kelas 4 SD yang memang berwajah dewasa dan sangat cantik memiliki teman yang usianya sudah belasan tahun (18-an) dan mereka saling <strong>berbalas komen</strong>. Sampai situ, saya masih belum memberi warning apa-apa kepada sepupu saya itu. Tapi, suatu kali, si anak muda ini mengatakan &#8216;kangen&#8217; di wall keponakan saya itu. Saatnya bertindak.</p>
<p>Akhirnya, saya beritahu hal itu kepada sepupu saya dan suaminya. Untungnya, mereka berhasil saya bujuk untuk menanyakan kepada si kelas 4 dengan santai dan tidak emosi.</p>
<p>Si kelas 4 juga menjawab dengan santai dan acuh, &#8220;Nggak tau tuh, aku juga bingung dia sering ke halaman aku.&#8221;</p>
<p>Setelah diperhatikan, ternyata memang si anak ini cuek dan tidak peduli dengan si &#8216;teman&#8217; itu. Aman. Bahkan, ia bertanya kepada sepupu saya apakah ia perlu <strong>men-delete </strong>anak muda itu dari akunnya. Sepupu saya bilang terserah. Entah sudah dihapus atau belum.</p>
<p>Tapi, pengawasan terus dilakukan oleh sepupu saya. Bukan apa-apa, di luar negeri sudah sering terjadi <strong>penipuan terhadap anak kecil lewat dunia maya</strong>. Akibatnya terkadang sampai buruk sekali. Hal ini juga akhirnya kami jelaskan kepada si kelas 6 dan kelas 4 agar mereka paham dan tidak mudah dibohongi.</p>
<p>Membendung anak dari kehebohan <strong>dunia maya</strong>, satu sisi, juga memberikan dampak yang kurang baik. Apalagi jika sebagian besar teman mereka aktif online. Kita toh tidak ingin anak menjadi <strong>kuper</strong>?</p>
<p>Apa yang dapat kita lakukan sebagai orang tua?</p>
<ul>
<li>Jelaskan kepada anak bahwa dunia maya sama saja dengan dunia nyata, ada orang baik, ada pula yang jahat.</li>
<li>Buat akun-akun di tempat mereka memiliki akun.</li>
<li><strong>Pantau terus akun-akun anak tersebut, entah itu FB ataupun FS. </strong></li>
<li>Perhatikan siapa saja yang menjadi &#8216;teman&#8217; mereka, terlebih jika usianya jauh di atas mereka.</li>
<li><strong>Ikuti perkembangan status anak di FB</strong> &#8212; dengan begini, kita sebagai orang tua juga jadi tahu apa maunya anak.</li>
<li>Ajak mereka membahas kegiatan mereka di dunia maya.</li>
</ul>
<p>Dengan kondisi seperti sekarang ini, mau tidak mau, sebagai orang tua kita juga harus <strong>melek teknologi</strong>. Nggak jaman lagi punya<strong> ortu gaptek</strong>.</p>
<p> <img src='http://indonesi.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesi.com/2009/05/13/mengawasi-anak-di-fb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bijak Berbelanja di Saat Sulit</title>
		<link>http://indonesi.com/2009/05/12/bijak-belanja-di-saat-sulit/</link>
		<comments>http://indonesi.com/2009/05/12/bijak-belanja-di-saat-sulit/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 11:10:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dania</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[bijak berbelanja]]></category>
		<category><![CDATA[cache:sw0bgdyy3p4j:indonesi.com/2009/05/11/akrab-dengan-kakak-ipar-perempuan/ kakak ipar]]></category>
		<category><![CDATA[dafar]]></category>
		<category><![CDATA[daftar]]></category>
		<category><![CDATA[ikan]]></category>
		<category><![CDATA[kereta]]></category>
		<category><![CDATA[kuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesi.com/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[Setiap kali berbelanja bulanan, saya dikejutkan oleh harga yang terus meningkat. Hanya sekali merasa bahagia saat harga minyak sayur turun karena harga minyak dunia juga turun waktu itu. Selebihnya, saya lebih sering terbelalak dan geleng-geleng kepala.
Bukan hanya bahan kebutuhan pokok, selai kacang saja hampir setiap beberapa bulan sekali naik. Parahnya, kami sekeluarga sangat suka sarapan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap kali berbelanja bulanan, saya dikejutkan oleh <strong>harga yang terus meningkat</strong>. Hanya sekali merasa bahagia saat<strong> harga minyak sayur turun</strong> karena harga minyak dunia juga turun waktu itu. Selebihnya, saya lebih sering terbelalak dan geleng-geleng kepala.</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-381" title="kereta-belanja" src="http://indonesi.com/wp-content/uploads/2009/05/kereta-belanja.jpg" alt="kereta-belanja" width="300" height="225" />Bukan hanya bahan kebutuhan pokok, <strong>selai kacang</strong> saja hampir setiap beberapa bulan sekali naik. Parahnya, kami sekeluarga sangat suka sarapan dengan <strong>roti selai kacang</strong>.</p>
<p>Apalagi jika anak-anak ikut saat <strong>berbelanja bulanan</strong>. Yang minta inilah, itulah. Bersyukur, jika mood mereka sedang ok, setelah dijelaskan bahwa kami tidak dapat membelikan semua yang mereka inginkan, mereka dapat menerima.</p>
<p>Belakangan, saya dan suami memilih untuk b<strong>erbelanja bulanan</strong> berdua saja. Paling tidak, untuk meminimalisir kebutuhan yang tidak terlalu perlu.</p>
<p>Sebelum berangkat pun kami mencatat apa-apa saja yang harus kami beli. Ingat, harus, bukan ingin. Kami mengoreksi<strong> daftar belanjaan </strong>masing-masing. Jika ada benda yang pembeliannya dapat ditunda, kami tak segan-segan mencoretnya dari daftar.</p>
<p>Kami juga selalu memantau pemakaian barang-barang yang kami beli. Kami tahu berapa banyak yang dibutuhkan sebulannya. Kami usahakan tidak membeli lebih dari kebutuhan, atau kurang.</p>
<p>Saat berbelanja, kami cenderung memasang kaca mata kuda, mengalihkan pandangan dari <strong>diskon</strong> benda-benda yang tak diperlukan. Namun, kami membuka mata lebar-lebar jika ada diskon untuk barang-barang yang terdapat dalam daftar kami.</p>
<p>Ada kalanya diskon membantu <strong>penghematan</strong>, namun tak jarang juga dapat menjerumuskan.</p>
<p>Di saat sulit seperti ini, kita memang harus pandai-pandai memilih dan memilah, <strong>bersikap bijak saat berbelanja</strong>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesi.com/2009/05/12/bijak-belanja-di-saat-sulit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akrab dengan Kakak Ipar Perempuan</title>
		<link>http://indonesi.com/2009/05/11/akrab-dengan-kakak-ipar-perempuan/</link>
		<comments>http://indonesi.com/2009/05/11/akrab-dengan-kakak-ipar-perempuan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 05:59:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dania</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[adik ipar perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[ikan]]></category>
		<category><![CDATA[ipar]]></category>
		<category><![CDATA[ipar perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[kado pernikahan untuk kakak ipar]]></category>
		<category><![CDATA[kakak ipar]]></category>
		<category><![CDATA[kakak ipar perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[kakak ipar wanita]]></category>
		<category><![CDATA[kakakipar]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot ipar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesi.com/?p=376</guid>
		<description><![CDATA[Tak bisa dipungkiri, ibu mertua dan kakak ipar perempuan adalah momok bagi setiap menantu dan adik ipar. Untunglah ibu mertua saya baik dan suami adalah anak pertama.
Saya punya 2 adik laki-laki. Maka, bagi istri kedua adik saya ini, saya adalah momok yang menakutkan? Apakah begitu adanya?
Syukurlah, tidak. Hubungan saya dengan kedua adik ipar baik-baik saja. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-377" title="kakak-ipar" src="http://indonesi.com/wp-content/uploads/2009/05/kakak-ipar.jpg" alt="kakak-ipar" width="199" height="300" />Tak bisa dipungkiri, <strong>ibu mertua dan kakak ipar perempuan</strong> adalah momok bagi setiap <strong>menantu dan adik ipar</strong>. Untunglah ibu mertua saya baik dan suami adalah anak pertama.</p>
<p>Saya punya 2 adik laki-laki. Maka, bagi istri kedua adik saya ini, saya adalah momok yang menakutkan? Apakah begitu adanya?</p>
<p>Syukurlah, tidak. Hubungan saya dengan kedua adik ipar baik-baik saja. Kami tidak saling sikut atau bermusuhan. Mungkin karena saya tipe orang yang cuek. Yang penting adik saya bahagia bersama mereka.</p>
<p>Sebenarnya, dari pengalaman saya dan beberapa teman sebagai seorang <strong>kakak ipar perempuan dan adik ipar</strong>, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh adik ipar:</p>
<ul>
<li>Anggap kakak ipar sebagai <strong>teman</strong>, namun jangan kurang ajar juga.</li>
<li>Perhatikan bagaimana <strong>suami memperlakukan kakaknya</strong> itu, lalu ikuti.</li>
<li><strong>Hindari bisnis</strong> dengan kakak ipar. Iya kalau lancar, kalau nggak, bahaya. Apalagi, sebagai adik ipar, mau nggak mau harus nurut, padahal hati ndongkol.</li>
<li><strong>Ingat ulang tahun kakak ipar</strong> &#8212; saya sih senang-senang saja mendapat hadiah, tapi lebih sebal jika tak ada ucapan sama sekali.</li>
<li>Sayangi anaknya seperti anak sendiri, apalagi jika <strong>suami dekat dengan keponakan-keponakannya</strong>.</li>
<li>Sayangi ibunya dengan tulus, karena kalau tidak, berbahaya!</li>
</ul>
<p>Nah, menghadapi kakak ipar saja sudah serepot itu, bagaimana dengan ibu mertua? Nanti kita bahas ya.</p>
<p>Tapi, sebenarnya kita bisa santai juga kok dalam menjadi adik ipar dan menantu yang baik. Intinya 1: TULUS.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesi.com/2009/05/11/akrab-dengan-kakak-ipar-perempuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Modifikasi Motor dan Keluarga</title>
		<link>http://indonesi.com/2009/04/18/antara-modifikasi-motor-dan-keluarga/</link>
		<comments>http://indonesi.com/2009/04/18/antara-modifikasi-motor-dan-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2009 10:31:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dania</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[ikan]]></category>
		<category><![CDATA[ipar]]></category>
		<category><![CDATA[modif motor]]></category>
		<category><![CDATA[modifikasi motor]]></category>
		<category><![CDATA[unik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesi.com/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[Bukan, bukan saya yang tiba-tiba tergila-gila pada motor, tapi suami saya. Sebenarnya ya nggak baru-baru amat sih. Saat masih single dulu, ia punya motor yang unik, hasil kreasi modifikasi di bengkel temannya.
Saya pernah diajak naik motor itu. Tapi, saya sungguh malu, karena ke mana-mana selalu menjadi pusat perhatian orang. Akhirnya, saya beri ia ultimatum: jangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan, bukan saya yang tiba-tiba tergila-gila pada motor, tapi suami saya. Sebenarnya ya nggak baru-baru amat sih. Saat masih single dulu, ia punya <strong>motor yang unik</strong>, hasil kreasi <strong>modifikasi di bengkel </strong>temannya.</p>
<p><a href="http://indonesi.com/wp-content/uploads/2009/04/modifikasi-motor.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-343" title="modifikasi-motor" src="http://indonesi.com/wp-content/uploads/2009/04/modifikasi-motor.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Saya pernah diajak naik motor itu. Tapi, saya sungguh malu, karena ke mana-mana selalu menjadi pusat perhatian orang. Akhirnya, saya beri ia ultimatum: jangan naik motor itu kalau mau jalan sama saya. Kejam ya? <img src='http://indonesi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah, setelah kami menikah, motor itu ia berikan kepada adiknya yang masih kuliah. Toh suami saya memang sudah jarang sekali mengendarainya.</p>
<p>Sekitar dua minggu yang lalu, ia bertemu dengan teman-temannya di <strong>komunitas motor </strong>saat masih aktif memodifikasi dulu. Dan, muncullah keinginan itu. Ia ingin memiliki motor dan menjalankan hobi lamanya: <strong>modifikasi motor</strong>.</p>
<p>Sayang, motornya dulu sudah dijual oleh adik ipar saya karena memang ia juga sudah jarang menggunakannya. Kalau tidak kan, suami dapat menyalurkan hobinya dengan <strong>motor </strong>tersebut.</p>
<p>Saat ini, rencana itu masih dalam taraf diskusi &#8212; kami memang selalu mendiskusikan segala sesuatu sebelum mengambil keputusan bersama. Sejujurnya, saya tidak masalah jika ia memang ingin menekuni hobi lamanya itu. Hanya saja, saya takut ia tak punya waktu luang. <strong>Waktu untuk keluarga</strong> saja sudah semakin sempit karena kesibukannya bekerja, lalu bagaimana jika ditambah lagi dengan <strong>hobi baru</strong> ini?</p>
<p>Entahlah. Semoga kalaupun ia kembali berjibaku dengan <strong>modifikasi motor</strong>, waktu untuk kami, keluarga, tidak berkurang. Semoga.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesi.com/2009/04/18/antara-modifikasi-motor-dan-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersahabat dengan Anak</title>
		<link>http://indonesi.com/2009/04/14/besahabat-dengan-anak/</link>
		<comments>http://indonesi.com/2009/04/14/besahabat-dengan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 09:59:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dania</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[bersahabat dengan anak]]></category>
		<category><![CDATA[ikan]]></category>
		<category><![CDATA[kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Lucu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesi.com/?p=328</guid>
		<description><![CDATA[Semenjak saya kecil, saya bersahabat dengan Mama saya. Bahkan, kalau boleh dibilang, Mama adalah sahabat terbaik saya. Saya lebih suka berbicara kepada Mama ketimbang dengan sahabat atau teman seumuran.
Sementara, saya lihat, teman-teman saya bermusuhan atau mengambil jarak dengan ibu masing-masing.
Saya mewanti-wanti diri, jika saya punya anak kelak, saya ingin mereka juga menjadi sahabat saya, memiliki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://indonesi.com/wp-content/uploads/2009/04/ibu-dan-anak.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-331" title="ibu-dan-anak" src="http://indonesi.com/wp-content/uploads/2009/04/ibu-dan-anak.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Semenjak saya kecil, saya bersahabat dengan Mama saya. Bahkan, kalau boleh dibilang, <strong>Mama adalah sahabat terbaik saya</strong>. Saya lebih suka berbicara kepada Mama ketimbang dengan sahabat atau teman seumuran.</p>
<p>Sementara, saya lihat, teman-teman saya bermusuhan atau mengambil jarak dengan ibu masing-masing.</p>
<p>Saya mewanti-wanti diri, jika saya punya anak kelak, saya ingin mereka juga menjadi sahabat saya, memiliki <strong>hubungan istimewa ibu-anak</strong> seperti yang saya miliki dengan Mama.</p>
<p>Tapi, lucunya, anak laki-laki saya lebih dekat dengan suami saya. Maka, yang tersisa hanyalah si anak perempuan saya. Dan, rasanya cukup adil dan bahkan mungkin lebih baik begitu.</p>
<p>Kenapa saya begitu keukeuh ingin <strong>bersahabat dengan anak</strong>? Tentunya selain alasan nostalgia dengan Mama yang saya sebutkan di atas.</p>
<p>Banyak sekali alasannya, misalnya:</p>
<ul>
<li>Menurut pengalaman, teman tak selalu dapat memberikan nasihat yang terbaik, terutama saat mereka masih terlalu kanak-kanak atau remaja. Mereka kan sama tak berpengalamannya.</li>
<li>Teman yang dipilih anak tak melulu &#8216;anak baik&#8217;, terkadang, bahayanya, bisa jadi justru menjerumuskan anak.</li>
<li>Dengan <strong>bersahabat dengan anak</strong>, kita sebagai orang tua jadi lebih tahu bagaimana si anak sebenarnya. Kita tak perlu repot mengawasinya, karena ia akan bercerita kepada kita tentang apa saja yang ia lewati.</li>
<li>Saya ingin <strong>menjadi orang pertama yang didatangi anak saat ia memiliki masalah</strong>.</li>
</ul>
<p>Lebih banyak positifnya kan?</p>
<p>Tapi, bagaimana sih caranya supaya bisa jadi sahabat anak? Supaya anak mau berbagi dengan kita, orang tuanya, seperti ia berbagi dengan teman-temannya?</p>
<p>Dari apa yang saya lihat melalui sikap Mama kepada saya, kira-kira beginilah caranya bersahabat dengan anak:</p>
<ul>
<li><strong>Mulai semenjak sedini mungkin</strong>. Jangan tunggu anak besar, chemistry-nya sudah agak beda.</li>
<li><strong>Bicara dan bicara</strong>. Ceritakan juga perasaan dan kisah kita kepada anak. Ini akan membuat anak merasa ia dihargai dan juga ingin berbagi cerita dengan kita, orang tua.</li>
<li><strong>Mengobrol </strong>minimal sehari sekali. Mama dulu selalu menanyakan apa yang saya lewati di sekolah. Tapi, tanpa kecurigaan atau rasa ingin tahu yang terlalu besar atau dibuat-buat.</li>
<li><strong>Mom and kid&#8217;s day out</strong>. Saya dan Mama sering pergi berdua&#8211;kebetulan saya anak perempuan satu-satunya. Kami belanja berdua, makan berdua, bersenang-senang deh pokoknya.</li>
<li><strong>Ungkapkan rasa sayang</strong>. Katakan bahwa kita mencintainya bagaimanapun keadaannya. Tunjukkan pula dengan sikap. Sehingga, jika anak sedang berbuat salah, ia tak perlu ragu mengakuinya kepada kita.</li>
</ul>
<p>Saya memang bukan <strong>ahli perkembangan anak atau parenting</strong>, tapi saya memiliki pengalaman yang cukup baik dengan Mama dan Papa saya. Saya ingin menerapkannya dalam keluarga yang sedang saya bina dengan suami. Dan, saya juga ingin membaginya dengan keluarga Indonesia lainnya.</p>
<p>Oh ya, kalau ada yang perlu dikoreksi, untuk perbaikan diri saya, monggo meninggalkan komentar. Jadi, <strong>kita sama-sama belajar</strong>.</p>
<p> <img src='http://indonesi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesi.com/2009/04/14/besahabat-dengan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
