Posted: June 20th, 2009 | Author: dania | Filed under: Interior | 1 Comment »
Oom saya pernah tinggal di wilayah Timur Indonesia selama beberapa waktu bersama keluarganya. Tante memiliki ketertarikan yang cukup besar pada kain etnik Indonesia. Koleksi batiknya cukup banyak.
Namun, ternyata, di sana, ia menemukan keasyikan lainnya. Jenis kain etnik yang belum pernah ia kenal. Tenun Ikat atau Kain Ikat.
Saat Oom selesai bertugas, mereka kembali ke pulau Jawa. Tentu Tante membawa serta semua koleksi kain ikatnya. Saat berkunjung, saya terpana dengan kecantikan kain-kain tersebut.
Memang, berbeda dengan batik yang kecantikannya nampak begitu lembut, tenun ikat memiliki garis-garis yang tegas dan pola yang memiliki banyak sudut. Warna-warnanya pun cukup berani.
Tante menggunakan kain-kain tersebut sebagai penghias interior rumahnya. Namun, ada pula yang ia gunakan sebagai bahan pakaian. Ia memadupadankan kain ikat dengan kebaya. Serupa dengan orang Sumatra yang kerap memadukan baju panjang dengan songket.
Apa yang membuat kain ikat berbeda dengan songket? Pada songket, terdapat benang emas, sehingga kain terlihat sangat mewah. Harganya pun selangit.
Memang ada kain ikat yang menggunakan hiasan emas, namun tidak banyak. Harga kain ikat sendiri beragam. Kita dapat menemukan dari harga yang paling murah hingga yang termahal sekalipun.
Belum lama ini, saya menemukan sebuah situs yang menjual tenun ikat, namanya kainikat.com. Koleksi mereka cukup menarik nampaknya meski harganya sangat terjangkau.
Sepertinya, tak lama lagi, saya dapat menyaingi koleksi kain ikat Tante.
Sumber gambar: kainikat.com
Posted: June 8th, 2009 | Author: dania | Filed under: Ada-ada Saja, Inspirasi, Interior | 4 Comments »
Belakangan, seorang desainer interior banyak dicari. Orang semakin sadar bahwa sebuah ruangan yang indah perlu diawali dengan penataan yang padu, rapi, dan berseni.
Katakanlah, kita mampu menata sendiri ruangan-ruangan di rumah kita. Tapi, apakah akan nampak indah dipandang mata? Apakah dapat memberi kenyamanan? Apakah sudah padu antara fungsi dan estetika?
Di samping itu, belakangan, banyak sekali desain interior yang unik dan memberi warna tersendiri pada penampilan rumah kita. Untuk mendapatkan desain yang unik, yang diperlukan bukan sekedar estetika namun hal yang berbeda yang memberi nilai lebih pada ruangan tersebut.
Tengok gambar di bawah ini:

Unik bukan meja makannya? Pasti tak banyak orang yang memiliki ruang makan dengan meja seperti itu.
Perhatikan juga kursi unik di bawah ini:

Untuk yang kadang lupa belanja bulanan, kursi ini seru juga. Dijamin nggak akan lupa lagi. Dan, persediaan stok makanan di lemari akan selalu tercukupi.
Bagaimana dengan kursi-kursi ini?

Saya membayangkan diri sendiri dan suami sedang duduk manis membaca buku di sana. Terayun-ayun dengan nyamannya.
Begitu banyak sisi unik ruangan-ruangan di rumah yang dapat kita eksplor. Tentunya lebih menyenangkan jika rumah kita berbeda dengan rumah lainnya.
Pernah mengintip postingan saya tentang rumah unik satu ini dan yang ini? Kira-kira interiornya unik juga nggak ya?
Ket.: klik gambar untuk melihat desain unik lainnya.
Posted: January 3rd, 2009 | Author: dania | Filed under: Basic, Interior, Rumah | 3 Comments »
Sekarang ini, yang sedang jadi trend dalam hal perumahan adalah tipe rumah minimalis. Semua serba kotak dan simpel.
Sayang, rumah yang kami tinggali sekarang masih berupa rumah lama yang jauh dari minimalis. Masih ada pilar, ornamen di jendela, dan lain-lain.
Impian saya dan suami adalah suatu hari dapat mengubah tampilan rumah kami ke arah yang lebih minimalis. Masalahnya, rumah kami masih dalam keadaan cukup baik sehingga sayang juga kalau harus direnovasi habis-habisan.
Walau begitu, kami sudah mulai hunting bentuk rumah minimalis seperti apa yang nantinya akan kami pilih.
Belum lama ini, kami mendarat di salah satu blog menarik seorang desainer interior dan arsitektur bernama Anna Hape. Bahkan, kami juga sempat melihat-lihat flickr Mbak Anna di sini.
Dalam blognya, kami menemukan salah satu tips menarik mengenai rumah minimalis. Mbak Anna menjelaskan bahwa rumah minimalis lebih dari sekedar gaya. Rumah minimalis adalah itu Filosofi Hidup.
Kalau dipikir-pikir ada benarnya.
Saya dan suami memang lebih senang yang simpel. Pemilihan rumah kami yang sekarang juga cukup simpel. Pertama, rumah ini dekat dengan rumah kedua orang tua kami. Kedua, kondisi rumah masih dalam keadaan baik. Ketiga, harganya sesuai dengan budget kami saat itu.
Namun, ya itu, kami agak terganggu dengan pembagian ruangan yang jauh dari simpel. Bagian dalam terkesan sempit karena banyak sekali sekat yang tidak terlalu fungsional. Tak ketinggalan banyaknya ornamen yang kurang perlu pada pintu dan jendela.
Padahal, menurut Mbak Anna, salah satu filosofi rumah minimalis adalah mengambil yang penting saja, yang fungsional.
Di blog Mas Ronny, bahkan dikatakan, “…less is more and ornament is crime.”
Saya semakin yakin bahwa memang rumah minimalis adalah tipe rumah minimalis. Bukan sekedar mengikuti trend yang ada. Tapi, lebih kepada menyelaraskan rumah dengan siapa saya sebenarnya. Untuk menunjukkan identitas saya.
Yang pasti, kami masih sedang taraf menabung dan menunggu hingga tiba waktunya rumah kami memang memerlukan renovasi. Agar dana yang kami keluarkan tidak mubazir dan benar-benar fungsional. Intinya, menerapkan milimalisasi dalam berbagai aspek.
Nantinya, jika saatnya tiba, saya ingin rumah minimalis yang:
- dapat membuat rumah saya terlihat lebih luas–saat ini ukuran rumah saya hanya 100m².
- tidak terlalu berwarna-warni dengan nuansa cokelat dan krem–kecuali kamar anak yang akan saya buat lebih ceria.
- furnitur yang sederhana–saat ini furnitur di rumah saya cukup simpel, mungkin hanya perlu sentuhan khusus.
- memaksimalisasi semua fungsi rumah–contohnya adalah tangga yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan seperti salah satu artikel saya yang bertajuk Rumah Kecil? No Worries!.
Duh, jadi nggak sabar deh mau punya rumah minimalis!