Dangerously Beautiful Indonesia

Hadiah Ultah Istimewa untuk Pacar Baru

Posted: July 26th, 2009 | Author: dania | Filed under: Inspirasi | 9 Comments »

Baru jadian nih ceritanya? ;)

hadiah bungaTapi, tau-tau si dia ulang tahun. Ini pernah kejadian dengan suami saya. Saat kami baru jadian, saya ulang tahun. Dia nggak tahu dong apa kesukaan saya saat itu.

Akhirnya, dia memberi saya bunga. Hadiah ulang tahun yang cukup ‘aman’ mengingat hampir setiap perempuan suka bunga.

Tapi, saya sarankan sih, cek dulu sekali lagi. Karena, nggak setiap perempuan suka bunga juga.

Hadiah ‘aman’ lainnya adalah coklat. Kesannya coklat itu sweet dan romantis. Tapi, kalau pacar kamu agak merasa punya masalah dengan berat badan, sebaiknya cari alternatif lain deh.

Aksesoris juga hadiah ok. Sebaiknya cari yang netral seperti kalung, liontin, atau gelang. Kalau cincin, nanti takutnya nggak muat.

Hadiah lainnya adalah makan malam romantis. Ajak ia makan malam ke tempat yang istimewa. Kalau bisa, yang menyediakan berbagai jenis makanan. Jadi, kalau misalkan dia nggak suka makanan A, masih ada alternatif makanan B. Jangan lupa siapkan setangkai bunga (iya, cukup setangkai kok, kan kamu sudah traktir dia makan malam romantis).

Hadiah untuk ultah pacar baru nggak perlu yang mahal-mahal kok — kecuali pacar kamu itu agak matre ya. Yang penting, hadiah itu diberikan dengan segenap hati. Hadiah yang tulus akan jauh lebih istimewa ketimbang hadiah yang judulnya buat nunjukin kelebihan kamu.

Good luck ya!


Memilih Pekerjaan yang Cocok

Posted: June 29th, 2009 | Author: dania | Filed under: Inspirasi | 1 Comment »

pekerjaanDi Facebook, belakangan saya sering menemukan kuis tentang pekerjaan apa yang cocok untuk kita. Beberapa kali saya ikutan juga. Ada yang sesuai ada yang tidak sih. Dan, nampaknya teman-teman saya juga kerap menjalani kuis serupa.

Jadi, sepertinya, masih banyak orang yang tak tahu atau tidak yakin akan pekerjaannya, cocok atau tidak.

Apa saja sih indikator apakah pekerjaan yang kita jalani itu cocok atau tidak?

Saya sendiri selalu mendengarkan kata hati. Apakah saya bahagia saat melakukan pekerjaan tersebut? Apakah hati saya selalu mengeluhkannya?

Ingat ya, semua itu tak ada hubungannya dengan situasi kantor, melainkan benar-benar melihat kepada pekerjaan itu sendiri.

Langkah apa sajakah yang perlu kita lakukan sebelum memilih sebuah pekerjaan yang cocok?

  • Kenali minat dan bakat. Kedengarannya seperti anak SMA yang sedang memilih jurusan ya? Tapi, memang begitu adanya. Jika kita tidak berminat, melakukan pekerjaan hanya akan menjadi beban. Dan, jika tidak sesuai bakat, mungkin kita sulit berprestasi dalam bidang tersebut.
  • Cari tahu apa saja job description yang menjadi tanggung jawab kita. Biasanya perusahaan sudah menjelaskan apa-apa saja yang menjadi tugas pegawai yang dicarinya pada lowongan ya ia sebar. Teliti satu per satu. Apakah kira-kira kita mampu menjalankannya atau minimal mau belajar lebih lanjut untuk dapat mengerjakannya.
  • Jangan asal tabrak. Semua lowongan yang terdapat di koran atau di internet dilamar. Padahal, bukan hanya tidak tahu apa yang harus dikerjakan atau tidak sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Hal ini hanya membuang waktu.
  • Kenali kualitas diri. Jika Anda bukan orang yang teliti, jangan ambil pekerjaan yang membutuhkan ketelitian. Bisa-bisa nanti stres sendiri. Jika Anda bukan orang yang kreatif, jangan nekat mengambil pekerjaan yang membutuhkan kreativitas. Jika Anda bukan orang yang mobile, jangan coba-coba mengambil pekerjaan yang mengharuskan Anda banyak bergerak atau mengunjungi banyak tempat.

Intinya, sebelum mendapatkan pekerjaan yang cocok, kenali diri sendiri terlebih dulu. Yang paling tahu cocok atau tidaknya kita akan suatu pekerjaan adalah diri kita sendiri, bukan kuis-kuis tersebut. Tapi, saya sih cukup sering ikut kuis serupa, untuk bersenang-senang. :)


Liburan di Jakarta Saja

Posted: June 26th, 2009 | Author: dania | Filed under: Inspirasi, Jalan-jalan, Keluarga | 2 Comments »

Liburan kali ini ternyata jauh dari angan-angan. Kami tidak bisa ke mana-mana. Baik saya maupun suami sedang sangat sibuk di kantor, jadi agak sulit untuk mengambil cuti. Kami hanya dapat memanfaatkan akhir minggu untuk membawa anak-anak berlibur. Dan, hanya di Jakarta dan sekitarnya.

Berikut ini adalah tempat-tempat yang dapat kami kunjungi selama liburan ini:

  1. Monas. Tips dari seorang teman adalah jangan memaksakan diri naik ke puncak Monas jika sedang ramai. Karena, antriannya bisa hingga 3 jam! Cukup ajak anak-anak naik delman keliling lingkar luar Monas, mengunjungi ruangan bersejarah, dan bermain-main di taman Monas. Kabarnya, ada yang menjual layang-layang di sana.
  2. Mengunjungi Museum seperti Gedung Arsip, Museum Gajah, Museum Fatahillah, Museum Bank Mandiri, Museum Tekstil (kabarnya kita bisa belajar membatik di sana), dll.
  3. Ke Taman Mini Indonesia Indah. Anak-anak belum pernah mengunjungi satu per satu rumah adat di sana. Terakhir kali mereka ke Taman Mini adalah saat bepergian dengan sekolah. Itu pun hanya mengunjungi satu-dua museum di sana. Si Kakak ingin sekali mengunjungi Keong Emas. Nanti kita ke sana ya, Kak.
  4. Kampoeng Maen, BSD. Kami pernah mengajak anak-anak ke Kampoeng Maen yang diselenggarakan di Senayan sekitar setahun yang lalu. Tapi, kabarnya, pusatnya memang yang di BSD ini. Anak-anak dijamin puas dengan berbagai permainan yang ada. Ada tempat bermain sendiri, bersama keluarga, bisa juga mencoba-coba menjadi presenter, ada peragaan ilmu pengetahuan, dan lain sebagainya. Terkadang, orang tua ikutan bermain juga loh.. ;)
  5. Kidzania, Pacific Place. Kalau yang satu ini, anak happy, ortu senang. Haha…saya berlibur dengan berbelanja, sementara mereka bermain-main dan berandai-andai di sana. Si Kakak mau jadi dokter gigi, gak usah nunggu lama ya, Kak? Kamu bisa jadi dokter gigi sekarang juga. Hahaha!
  6. Ancol. Nah yang satu ini sih bisa menghabiskan waktu seharian (atau lebih?). Dufan, Sea World, Gelanggang Samudra, Gondola, Pantai, Atlantis, Pasar Seni.  Sepertinya tidak cukup seharian. Atau menginap saja di hotel di Ancol ya?
  7. Kebun Binatang Ragunan. Yang satu ini si Adik belum pernah. Si Kakak sudah, dengan sekolah. Kabarnya di Ragunan ada Pusat Primata Scmutzer, Taman Bunga, dll. Anak-anak juga dapat melihat saat komodo, buaya dan cormoran diberi makan dan saat kuda nil sikat gigi.
  8. Taman Safari. Nah, yang satu ini dapat dibarengi dengan menginap di Puncak dan mengunjungi Perkebunan Teh Gunung Mas. Kami bisa menginap di Gunung Mas atau di wilayah Taman Safari.

Sebenarnya masih banyak lagi yang dapat dikunjungi di Jakarta dan sekitarnya. Tapi, pertanyaannya adalah…penuh banget nggak ya? Hahaha…jangan sampai nanti anak terlanjur lelah hanya untuk mengantri.

Sambil pikir-pikir, sepertinya saya harus cari tahu dan meminta tips ke teman-teman nih.


Memandang Kesuksesan

Posted: June 21st, 2009 | Author: dania | Filed under: Inspirasi | No Comments »

suksesApakah definisi sukses itu sesungguhnya? Apa sajakah ukurannya? Banyak orang menjadikan harta, kekayaan, dan kedudukan sebagai patokan sukses tidaknya seseorang.

“Oh, dia sudah punya rumah tiga.”

“Sekarang dia sudah diangkat jadi direktur loh di tempat dia bekerja.”

Sering kan, mendengar komentar serupa?

Nah, tapi apakah hanya itu arti sebuah kesuksesan? Saya rasa tidak. Memang, dengan uang atau kedudukan/kekuasaan yang kita miliki, kehidupan jadi lebih mudah. Tapi, apakah lantas kehidupan kita jadi bahagia? Belum tentu. Tidak selalu.

Kesuksesan adalah sebuah kesatuan yang utuh, sukses di luar rumah, sukses di dalam rumah. Sukses dalam pekerjaan, sukses pula dalam menjadi seorang manusia seutuhnya. Sukses secara materi, sukses pula secara rohani.

Karena, apalah artinya uang yang berlimpah jika keluarga tak terurus? Apalah artinya kedudukan yang kita perjuangkan mati-matian jika orang tua kita sedih karena merasa ditinggalkan?

Terlebih lagi, menurut buku Hal Urban yang dikutip oleh Robert Adhi yang dimuat pula di sini, “Kesuksesan adalah suatu proses, bukan hasil akhir. Kehidupan tidak menuntut kita untuk selalu berada di puncak.”

Dikatakan pula bahwa kesuksesan adalah bagaimana kita mampu melewati setiap langkah kehidupan secara positif dan bagaimana kita berinteraksi dengan orang-orang di sekitar kita, serta banyak lagi yang dapat Anda simak si sana.

Jadi, bagaimanakah kita memandang kesuksesan?

Saya rasa, orang yang sukses adalah orang yang terus mengolah diri menjadi manusia yang lebih baik dan bahagia dalam kondisi apapun.


Desain Interior Unik

Posted: June 8th, 2009 | Author: dania | Filed under: Ada-ada Saja, Inspirasi, Interior | 5 Comments »

Belakangan, seorang desainer interior banyak dicari. Orang semakin sadar bahwa sebuah ruangan yang indah perlu diawali dengan penataan yang padu, rapi, dan berseni.

Katakanlah, kita mampu menata sendiri ruangan-ruangan di rumah kita. Tapi, apakah akan nampak indah dipandang mata? Apakah dapat memberi kenyamanan? Apakah sudah padu antara fungsi dan estetika?

Di samping itu, belakangan, banyak sekali desain interior yang unik dan memberi warna tersendiri pada penampilan rumah kita. Untuk mendapatkan desain yang unik, yang diperlukan bukan sekedar estetika namun hal yang berbeda yang memberi nilai lebih pada ruangan tersebut.

Tengok gambar di bawah ini:

Unik bukan meja makannya? Pasti tak banyak orang yang memiliki ruang makan dengan meja seperti itu.

Perhatikan juga kursi unik di bawah ini:

Untuk yang kadang lupa belanja bulanan, kursi ini seru juga. Dijamin nggak akan lupa lagi. Dan, persediaan stok makanan di lemari akan selalu tercukupi.

Bagaimana dengan kursi-kursi ini?

Saya membayangkan diri sendiri dan suami sedang duduk manis membaca buku di sana. Terayun-ayun dengan nyamannya.

Begitu banyak sisi unik ruangan-ruangan di rumah yang dapat kita eksplor. Tentunya lebih menyenangkan jika rumah kita berbeda dengan rumah lainnya.

Pernah mengintip postingan saya tentang rumah unik satu ini dan yang ini? Kira-kira interiornya unik juga nggak ya?

Ket.: klik gambar untuk melihat desain unik lainnya.


Tips Tidur Nyenyak

Posted: May 31st, 2009 | Author: dania | Filed under: Inspirasi | 8 Comments »

tidur-nyenyakPaling nggak enak kalau tidur nggak nyenyak. Besoknya, kita bangun dengan kepala pusing dan badan nggak enak. Nggak nyaman, pokoknya.

Karena itu, kita harus memastikan bahwa kita bisa tidur dengan nyenyak.

Caranya?

  • Pergi tidur pada jam yang sama setiap harinya. Dengan begitu, tubuh kita akan terbiasa dan dapat mempersiapkan diri untuk tidur.
  • Jangan nge-gym malam-malam, karena dapat memompa darah dan kamu akan kesulitan tidur.
  • Jangan makan dan minum sebelum tidur. Makan malam pun sebaiknya yang ringan-ringan saja dan dilakukan paling nggak 2 jam sebelum waktunya tidur.
  • Jauhi nikotin, alkohol dan kafein paling nggal 5 – 6 jam sebelm tidur.
  • Hanya tidur di waktu malam. Kalaupun ingin tidur siang, jangan lebih dari 1 jam dan jangan lewat dari jam 3 sore
  • Pastikan ruang tidur kamu nyaman, cukup udara dan bersih.
  • Sebelum tidur, kamu bisa mandi air hangat, baca buku atau mendengarkan musik favorit.
  • Relaks. Kalau perlu, pakai krim pelembab di bahu, leher dan telapak kaki.
  • Jangan sekali-kali mengkonsumsi obat tidur. Selain ada kemungkinan ketergantungan, obat tidur justru akan membuat kamu kesulitan tidur di kemudian hari.
  • Coba letakkan kaki di atas bantal tipis yang lembut, itu dapat membantu menghilangkan keletihan di kaki.

Dengan mencoba kesepuluh tips di atas, mudah-mudahan kamu bisa tidur dengan nyenyak.


Percaya pada Kemampuan Sendiri

Posted: May 31st, 2009 | Author: dania | Filed under: Inspirasi | No Comments »

sukses-percaya-diriNggak ada yang lebih penting daripada keyakinan akan diri sendiri. Kadang, hanya karena seseorang gak yakin akan dirinya, ia menjadi orang yang gagal.

Padahal, sedikit saja keyakinan mampu menambahkan persentase kemungkinan kesuksesan.

Ada orang yang memang dengan mudah menemukan keyakinan tersebut, namun ada pula yang tak kunjung menemukannya. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk dapat menemukan keyakinan tersebut.

Namun, sebelumnya, pastikan dulu satu hal. Kamu harus tahu apa kemampuan kamu. Baru bisa menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan tersebut.

Untuk menemukan kemampuan itu, coba lakukan beberapa tips di bawah ini:

  • Tuliskan hal-hal yang dapat kamu lakukan dengan mudah. Kamu nggak perlu bersusah payah, tapi kamu dapat berprestasi maksimal.
  • Coba ingat-ingat hal apa yang kamu lakukan yang membuatmu merasa waktu berjalan begitu cepat dan tak terasa.
  • Perhatikan kegiatan yang membuat kamu merasa puas, bahagia dan nyaman.

Saya yakin, setelah melakukan ketiga hal di atas, kamu akan menemukan satu atau bahkan lebih banyak lagi kemampuan yang selama ini mungkin terpendam dalam.

Setelah menemukan kemampuan itu, coba fokuskan diri. Jangan memaksakan diri untuk melakukan hal-hal yang tidak termasuk dalam cakupan kemampuan kamu.

Dengan fokus pada kemampuan, kamu akan melihat hasil yang baik, dan setelah itu, kamu pun dapat meyakininya. Kamu bisa, dan kamu akan sukses.


Plus Minus Reuni Akbar dan Reuni Kecil

Posted: May 21st, 2009 | Author: dania | Filed under: Inspirasi | 1 Comment »

Ada yang lebih suka Reuni Akbar, “Sekali jalan, ketemu semua.”

Sementara, yang lain lebih nyaman dengan Reuni Kecil, “Lebih akrab.”

Kamu lebih suka yang mana? Saya dua-duanya ok-ok saja. Pernah melalui Reuni Akbar, pernah juga Reuni Kecil. Bahkan kerap diminta jadi panitia.

Apa sih plus minus masing-masing jenis reuni tersebut?

Reuni Akbar

  • Plusnya, kita memang bisa ketemu dengan lebih banyak orang sekaligus, kadang ratusan. Kita juga nggak perlu khawatir semua mata terpandang kepada kita karena banyak yang lainnya. Kita bisa lebih cuek. Ini sebagai peserta ya. Sebagai panitia, biasanya strukturnya jelas, jadi ada bagi-bagi tugas.
  • Minusnya, kita harus bisa membagi waktu untuk melayani begitu banyak pertanyaan dari teman-teman yang sudah lama kita tidak jumpai. Kadang pertanyaan yang sama kita dapati berulang-ulang. Capek deh. Dan, jika kita sudah tak merasa nyaman, kita bisa pulang kapan saja.  Itu dilihat dari sisi peserta. Dari sisi panitia, kita harus memastikan semua berjalan dengan baik, acaranya, penyambutan peserta, koordinasi, dll.

Reuni Kecil

  • Sisi plus: benar sekali pendapat di atas, lebih akrab. Kita tidak perlu repot-repot membagi waktu karena biasanya reuni kecil ini diikuti oleh tak lebih dari dua puluh lima orang — itu pun terkadang sudah termasuk pasangan masing-masing. Itu dari sisi peserta. Dari sisi panitia, kita tidak perlu repot-repot memikirkan banyak hal. Tak jarang, untuk reuni kecil, hanya dibutuhkan satu hingga dua orang panitia.
  • Minusnya, terkadang jika peserta memang tidak terlalu akrab semasa sekolah dulu, ada keringkuhan antara peserta. Atau, jika misalkan kita merasa tidak nyaman dengan acara ‘ketemuan’ itu, agak sulit untuk ‘melarikan diri’. Kita terpaksa tetap mengikuti acara hingga selesai. Itu dari sisi peserta. Tapi, bagi panitia, adakah sisi minusnya? Tentu. Terkadang, karena sedikit, semua peserta ingin didengar suaranya. Masing-masing mengajukan saran, mulai dari kapan acara harus dilaksanakan, berapa banyak dana yang perlu dihabiskan, di mana acara dilangsungkan, dan banyak lagi. Panitia bisa pusing tujuh keliling karena semua permintaan ini.

Namun, apapun sisi minusnya, jika kita telusuri, reuni sesungguhnya — baik kecil maupun akbar — adalah bentuk silaturahmi antar orang-orang yang sudah lama tidak bertemu. Bahkan, tak jarang, reuni dapat mendatangkan rejeki. Teman sekolah dapat berubah menjadi rekan bisnis.

Reuni juga mengajarkan banyak hal, terutama jika peserta berbagi kisah yang telah dilalui selama tidak bertemu. Kita dapat belajar dari kisah hidup teman-teman kita.

Gak datang ke reuni? Ugh, rugi!

;)


Anak dan Buku

Posted: May 14th, 2009 | Author: dania | Filed under: Info, Inspirasi, Keluarga | No Comments »

Buku adalah gudang ilmu.

Saya dan suami bersyukur karena semenjak kecil, kami dibesarkan dalam lingkungan yang erat dengan buku. Karenanya, kami juga tak segan-segan mendekatkan anak-anak kami dengan buku. Sehingga, budaya membaca adalah hal biasa bagi mereka.

anak-bukuYang lebih menyenangkan lagi adalah semakin banyaknya buku-buku yang ditulis khusus untuk anak. Ada yang bertema pengetahuan, yang memimiliki nilai agama, ataupun yang mengandung nilai moral.

Walau begitu, saya dan suami selalu menyempatkan diri ‘meneliti’ buku apa yang hendak dibeli anak-anak kami.

Yang pasti, mereka tidak kami ijinkan membeli komik yang tak memiliki nilai lebih. Bahkan persentase pembelian komik pun tak lebih dari 20 – 30% dari total pembelian.

Dengan begitu, anak-anak tidak melulu mencari buku yang ada gambarnya. Mereka pun terbiasa membaca buku yang kaya akan teks.

Syukurlah belakangan ini banyak sekali yang peduli akan buku. Sehingga, taman bacaan untuk anak kurang mampu atau anak jalanan semakin bertambah.

Salah satu di antaranya adalah Komunitas 1001 Buku yang bermarkas di Pancoran Timur, Jakarta Selatan.

Saya mengenal komunitas ini pertama kali dari mailing list. Setelah saya pantau, ternyata kegiatannya sangat bermanfaat. Saya juga mengajak teman-teman untuk bergabung di mailing list tersebut. Bahkan, ada beberapa di antara teman saya yang menjadi sukarelawan.

Tertarik? Kirimkan e-mail kosong ke 1001buku-subscribe at yahoogroups.com. Atau, ingin menyumbangkan buku? Silakan lihat halaman Book Drop Box ini.

Yuk, berpartisipasi dalam usaha mencerdaskan bangsa!


Bijak Berbelanja di Saat Sulit

Posted: May 12th, 2009 | Author: dania | Filed under: Inspirasi, Keluarga | No Comments »

Setiap kali berbelanja bulanan, saya dikejutkan oleh harga yang terus meningkat. Hanya sekali merasa bahagia saat harga minyak sayur turun karena harga minyak dunia juga turun waktu itu. Selebihnya, saya lebih sering terbelalak dan geleng-geleng kepala.

kereta-belanjaBukan hanya bahan kebutuhan pokok, selai kacang saja hampir setiap beberapa bulan sekali naik. Parahnya, kami sekeluarga sangat suka sarapan dengan roti selai kacang.

Apalagi jika anak-anak ikut saat berbelanja bulanan. Yang minta inilah, itulah. Bersyukur, jika mood mereka sedang ok, setelah dijelaskan bahwa kami tidak dapat membelikan semua yang mereka inginkan, mereka dapat menerima.

Belakangan, saya dan suami memilih untuk berbelanja bulanan berdua saja. Paling tidak, untuk meminimalisir kebutuhan yang tidak terlalu perlu.

Sebelum berangkat pun kami mencatat apa-apa saja yang harus kami beli. Ingat, harus, bukan ingin. Kami mengoreksi daftar belanjaan masing-masing. Jika ada benda yang pembeliannya dapat ditunda, kami tak segan-segan mencoretnya dari daftar.

Kami juga selalu memantau pemakaian barang-barang yang kami beli. Kami tahu berapa banyak yang dibutuhkan sebulannya. Kami usahakan tidak membeli lebih dari kebutuhan, atau kurang.

Saat berbelanja, kami cenderung memasang kaca mata kuda, mengalihkan pandangan dari diskon benda-benda yang tak diperlukan. Namun, kami membuka mata lebar-lebar jika ada diskon untuk barang-barang yang terdapat dalam daftar kami.

Ada kalanya diskon membantu penghematan, namun tak jarang juga dapat menjerumuskan.

Di saat sulit seperti ini, kita memang harus pandai-pandai memilih dan memilah, bersikap bijak saat berbelanja.