Dangerously Beautiful Indonesia

Desain Interior Unik

Posted: June 8th, 2009 | Author: dania | Filed under: Ada-ada Saja, Inspirasi, Interior | 4 Comments »

Belakangan, seorang desainer interior banyak dicari. Orang semakin sadar bahwa sebuah ruangan yang indah perlu diawali dengan penataan yang padu, rapi, dan berseni.

Katakanlah, kita mampu menata sendiri ruangan-ruangan di rumah kita. Tapi, apakah akan nampak indah dipandang mata? Apakah dapat memberi kenyamanan? Apakah sudah padu antara fungsi dan estetika?

Di samping itu, belakangan, banyak sekali desain interior yang unik dan memberi warna tersendiri pada penampilan rumah kita. Untuk mendapatkan desain yang unik, yang diperlukan bukan sekedar estetika namun hal yang berbeda yang memberi nilai lebih pada ruangan tersebut.

Tengok gambar di bawah ini:

Unik bukan meja makannya? Pasti tak banyak orang yang memiliki ruang makan dengan meja seperti itu.

Perhatikan juga kursi unik di bawah ini:

Untuk yang kadang lupa belanja bulanan, kursi ini seru juga. Dijamin nggak akan lupa lagi. Dan, persediaan stok makanan di lemari akan selalu tercukupi.

Bagaimana dengan kursi-kursi ini?

Saya membayangkan diri sendiri dan suami sedang duduk manis membaca buku di sana. Terayun-ayun dengan nyamannya.

Begitu banyak sisi unik ruangan-ruangan di rumah yang dapat kita eksplor. Tentunya lebih menyenangkan jika rumah kita berbeda dengan rumah lainnya.

Pernah mengintip postingan saya tentang rumah unik satu ini dan yang ini? Kira-kira interiornya unik juga nggak ya?

Ket.: klik gambar untuk melihat desain unik lainnya.


Semoga Tak Ada Prita-Prita Lainnya

Posted: June 5th, 2009 | Author: dania | Filed under: Ada-ada Saja | No Comments »

Sungguh menyedihkan, apa yang terjadi dengan Prita Mulyasari. Saya mengetahuinya melalui Facebook dan beberapa blog. Ibu dua anak itu digugat oleh sebuah rumah sakit internasional yang menurut Prita, dalam e-mail yang ditulisnya — yang menjadi penyebab semua — justru tidak memberikan pelayanan maksimal kepadanya.

Karenanya, ia ditahan semenjak 13 Mei lalu. Namun, berkat semangat para blogger dan pemilik akun Facebook, kisah Prita terdengar ke media massa dan elektronik dan upaya pembebasan Prita membuahkan hasil.

Semenjak Rabu sore, Prita menjadi tahanan kota dan dapat kembali berkumpul kembali dengan kedua anaknya.

Kisah Prita memunculkan berbagai pertanyaan dan rasa takut untuk menyuarakan isi hati di dunia maya. Semua ini dikarenakan oleh UU ITE pasal pencemaran nama baik. Namun, sebenarnya, pasal itu tidak hanya terdapat dalam UU ITE saja. Di dunia ‘nyata’,  juga ada pasal ini.

Menurut blog Daus Trala La, terdapat beberapa hal yang memang agak riskan untuk dikemukakan dalam sebuah e-mail.

Tapi, terkadang, jika sedang emosi, kita memang agak sulit menahan diri kan?

Lalu, bagaimana agar kita, para blogger atau penggiat dunia maya tidak mengalami hal serupa?

Di DailySocial. net, terdapat beberapa tips untuk meminimalisir jeratan UU ITE. Boleh dicoba demi keamanan bersama.

Semoga tak ada Prita-Prita lainnya di negeri ini.


Mengawasi Anak di FB

Posted: May 13th, 2009 | Author: dania | Filed under: Ada-ada Saja, Keluarga | No Comments »

facebook1Siapa sih yang hari gini nggak punya Facebook? Dari yang tua sampai yang muda pasti punya. Yang tua cari kawan lama, yang muda belia alias anak-anak main Pet Society. Hehe…

Kebetulan, sepupu saya anak-anaknya sudah kelas 4 dan 6 SD. Keduanya memiliki akun Facebook karena mereka senang dengan game-game di sana.

Sepupu saya itu sudah mengatur sedemikian rupa agar waktu belajar dan bermain (offline) anak-anaknya tidak terganggu. Sehingga, ia tak punya masalah dengan kenyataan bahwa mereka punya FB.

Sebagai Tante yang baik, saya juga kerap menyambangi wall mereka. Nah, suatu kali, saya agak terkejut.

Si kelas 4 SD yang memang berwajah dewasa dan sangat cantik memiliki teman yang usianya sudah belasan tahun (18-an) dan mereka saling berbalas komen. Sampai situ, saya masih belum memberi warning apa-apa kepada sepupu saya itu. Tapi, suatu kali, si anak muda ini mengatakan ‘kangen’ di wall keponakan saya itu. Saatnya bertindak.

Akhirnya, saya beritahu hal itu kepada sepupu saya dan suaminya. Untungnya, mereka berhasil saya bujuk untuk menanyakan kepada si kelas 4 dengan santai dan tidak emosi.

Si kelas 4 juga menjawab dengan santai dan acuh, “Nggak tau tuh, aku juga bingung dia sering ke halaman aku.”

Setelah diperhatikan, ternyata memang si anak ini cuek dan tidak peduli dengan si ‘teman’ itu. Aman. Bahkan, ia bertanya kepada sepupu saya apakah ia perlu men-delete anak muda itu dari akunnya. Sepupu saya bilang terserah. Entah sudah dihapus atau belum.

Tapi, pengawasan terus dilakukan oleh sepupu saya. Bukan apa-apa, di luar negeri sudah sering terjadi penipuan terhadap anak kecil lewat dunia maya. Akibatnya terkadang sampai buruk sekali. Hal ini juga akhirnya kami jelaskan kepada si kelas 6 dan kelas 4 agar mereka paham dan tidak mudah dibohongi.

Membendung anak dari kehebohan dunia maya, satu sisi, juga memberikan dampak yang kurang baik. Apalagi jika sebagian besar teman mereka aktif online. Kita toh tidak ingin anak menjadi kuper?

Apa yang dapat kita lakukan sebagai orang tua?

  • Jelaskan kepada anak bahwa dunia maya sama saja dengan dunia nyata, ada orang baik, ada pula yang jahat.
  • Buat akun-akun di tempat mereka memiliki akun.
  • Pantau terus akun-akun anak tersebut, entah itu FB ataupun FS.
  • Perhatikan siapa saja yang menjadi ‘teman’ mereka, terlebih jika usianya jauh di atas mereka.
  • Ikuti perkembangan status anak di FB — dengan begini, kita sebagai orang tua juga jadi tahu apa maunya anak.
  • Ajak mereka membahas kegiatan mereka di dunia maya.

Dengan kondisi seperti sekarang ini, mau tidak mau, sebagai orang tua kita juga harus melek teknologi. Nggak jaman lagi punya ortu gaptek.

;)


Sudah Mencontreng?

Posted: April 10th, 2009 | Author: dania | Filed under: Ada-ada Saja | No Comments »

Kemarin, saya dan keluarga beruntung karena kami mendapatkan surat undangan untuk turut serta dalam pesta demokrasi. Sayang, sebagian tetangga lain tak mendapatkannya.

Ada yang tampak kecewa, ada juga yang biasa-biasa saja.

Yang kecewa adalah seorang Bapak keturunan Betawi yang memang sejak ia lahir pun tinggal di wilayah tersebut. Selama ini, ia selalu mendapatkan kesempatan untuk memilih. Tapi, kali ini tidak.

“Serumah, cuman anak saye nyang dapet. Eh, die juga kudu kerja. Jadi, kagak milih dah.”

Ia misrah-misruh kepada petugas TPS. Sayang, takada yang bisa membantu.

Siang hari, saat penghitungan berlangsung, suami saya bertemu lagi dengan si Bapak yang biasa kami panggil Babe.

“Be, tenang aja. Banyak kok yang nggak dapet. Bukan cuma Babe.”

“Nah entu die. Kudunye kan nggak begini. Kaco dah semua.”

Suami yang berniat menenangkan si Babe malah justru membuat pria paruh baya itu tambah kesal.

Tapi, memang miris sih melihatnya. Sementara banyak orang yang mendapatkan undangan justru memilih GolPut dan tak memanfaatkan undangan tersebut, si Babe yang semangat justru tak diundang.

Ia bergeming di TPS hingga proses penghitungan berakhir.

“Tuh kan, jagoan saye kagak menang. Padahal, kalo saye tadi ikut nyoblos, pasti menang.”

“Nyontreng kali maksudnya, Be?” ralat suami saya.

“Ah…same aje,” ujarnya sambil ngeloyor pergi, masih dengan kekesalannya.

Ah, kasihan si Babe. Mudah-mudahan saat pemilihan Presiden nanti, Babe diundang ya.


Desain Lucu Penanda Restroom alias Toilet

Posted: April 4th, 2009 | Author: dania | Filed under: Ada-ada Saja, Ide Kreatif | No Comments »


Rumah Unik (2)

Posted: March 31st, 2009 | Author: dania | Filed under: Ada-ada Saja | 1 Comment »

Selain ketiga rumah ini, ada lagi rumah unik lainnya. Mau minta tolong arsitekmu bikinin desain rumah unik? Tunjukin aja gambar-gambar di bawah ini:


Tanaman Pembunuh

Posted: March 18th, 2009 | Author: dania | Filed under: Ada-ada Saja | 3 Comments »

Berbahaya! ;)


Lukis Wajah

Posted: March 8th, 2009 | Author: dania | Filed under: Ada-ada Saja | 3 Comments »

Mau dilukis wajahnya? Saya mau deh, tapi harus seunik di bawah ini…

;)


Mau jadi karateka?

Posted: February 28th, 2009 | Author: dania | Filed under: Ada-ada Saja | 4 Comments »

Kalau rajin belajar karate bisa begini?


Melukis Jalan

Posted: February 23rd, 2009 | Author: dania | Filed under: Ada-ada Saja | 2 Comments »

Andai jalan di sekitar kita tidak bongklak ataupun hancur, pasti indah sekali jika dilukis…