Salah seorang teman kantor menghabiskan liburannya di Lombok. Katanya sih ok banget. Suami yang pernah tugas ke sana juga bilang begitu–tapi cuma bilang, nggak ngajak!
Jadi penasaran deh.
Kata si temanitu, ada dua tempat yang dia suka. Pertama di Senggigi, kedua di Rinjani.
Senggigi adalah pantai indah yang terletak di sebelah barat Pulau Lombok. Menurut si teman, pantai satu ini mirip dengan Kuta, tapi tak sebesar Kuta. Dan, yang pasti, lebih murah.
Dari kota Mataram, untuk mencapai pantai dengan keelokan pemandangan bawah lautnya ini hanya dibutuhkan waktu sekitar 15 menit.
Sebelum tiba di Senggigi, teman saya sempat mampir juga di Pura Batu Bolong. Kabarnya, dahulu kala sering diadakan pengorbanan seorang perawan untuk dimakankan kepada ikan hiu di tempat ini. Legenda lain mengatakan dahulu banyak para wanita yang menerjunkan diri dari tempat ini ke laut karena patah hati.
Teman saya juga sempat mendengar bahwa jika ke sana bersama pasangan atau pacar, maka hubungan tidak langgeng. Seperti mitos Kebun Raya Bogor ya?
Nah, dari Senggigi, teman saya juga dapat melihat Gunung Agung yang terletak di Bali.
Menurut teman saya lagi, jika tak bisa surfing, siap-siap saja iri kepada para surfer yang dengan semangatnya menunggu ombak yang dapat membawa mereka meluncur dengan lihainya.
Di samping itu, di pantai berpasir putih ini, selain dapat menikmati panorama nan indah, pengunjung dapat pula melihat pemandangan orang yang sedang memancing atau nelayan yang sedang melaut.
Di sekitar Senggigi, terdapat beragam penginapan dengan berbagai variasi harga. Jika ada uang lebih, Holiday Inn, the Oberoi, Sheraton Senggigi, Melati Dua Cottage, Pool Villa Club, Panorama Cottage bisa menjadi pilihan. Namun, jika dana agak terbatas, terdapat pula hotel melati hingga pemondokan.
Di sana, teman saya sempat menikmati angkutan khas NTB, Cidomo namanya. Cidomo ini ditarik oleh seekor kuda. Mungkin mirip delman di Jawa ya?
Selain Senggigi, seperti saya sebutkan di atas, si teman beruntung itu juga menikmati Rinjani. Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia.
Meski mendaki Rinjani bisa dilakukan sambil bersantai-santai, tetap saja persiapan logistik sangat diperlukan. Tapi, menurut teman saya, tak perlu khawatir. Segala sesuatu bisa diperoleh di desa terdekat (Senaru), mulai dari tenda, sleeping bag, peralatan makan, bahan makanan dan apa saja yg diperlukan.
Yang ok-nya lagi, porter di Rinjai selain handal dalam mengangkut logistik berat, mereka juga jago memasak dan bisa menjadi guide yang memuaskan.
Di Rinjani dapat ditemukan Edelweiss, bunga yang melambangkan keabadian dari keindahan. Edelweiss adalah jenis flora yang dilindungi. Jadi, si teman yang memang taat peraturan itu tak membawakan saya bunga nan indah itu sebagai oleh-oleh.
Menarik deh nampaknya. Tapi, mungkin saya hanya bisa ke Senggigi dan menikmati pantainya. Kalau harus mendaki, kayaknya saya hanya akan merepotkan saja. Hahaha!
So, enaknya liburan berikutnya ke Lombok atau Danau Toba ya? Bingung deh.
Mau ceritanya orang itu ulang tahun alias ultah, mau ceritanya mereka menikah, lahiran, lulus, dan lain sebagainya, suami saya hampir selalu menyempatkan diri mencari buku yang cocok untuk ia berikan kepada yang sedang berbahagia.
Awalnya saya heran juga. Kenapa sih ia begitu senang memberi buku?
“Ingin membiasakan budaya buku, Say. Biasanya yang aku beri buku kan mereka yang memang jarang membaca,” jawabnya.
Setelah saya ingat-ingat, betul juga. Ia jarang memberikan buku kepada saya ataupun adik-adiknya yang kebetulan hobi sekali membaca.
“Apa nggak sayang, kasih hadiah benda yang orang itu gak terlalu suka?” tanya saya.
“Nggak ada yang sayang when it comes to books.”
Maka, saya pun mengikuti jejaknya. Bedanya, saya memberikan buku juga kepada mereka yang gila buku. Hm…bahkan jika memang mereka agak-agak kutu buku, saya memberi lebih dari satu. Mungkin karena saya tahu mereka gak akan menyia-nyiakan buku pemberian dari saya.
Nah, ternyata, anak-anak saya juga terbawa budaya memberi buku sebagai hadiah ini. Jika ada teman mereka yang berulang tahun, mereka akan segera mengajak ke toko buku.
Oh ya, untuk saya, agak lebih sederhana. Saya langsung mencari buku yang ingin saya berikan di beberapa toko buku online seperti KutuKutuBuku.com atau IniBuku.com. Pernah juga saya memesan di toko buku online yang saya temukan di Multiply.com, BukuMurMer.multiply.com, meski lebih banyakbuku second-nya.
Belakangan, mereka yang saya berikan hadiah berupa buku juga menghadiahi saya buku. Jadi, jangan heran kalau saya tidak membeli banyak buku. Saya punya banyaaaaak sekali stok buku yang belum selesai saya baca. Namun, kalau ada buku yang benar-benar bagus atau saya memang membutuhkannya, barulah saya pertimbangkan untuk dibeli.
Budaya membaca memang harus selalu terus digalakkan. Memang, di kota besar, buku bukanlah hal yang aneh–terutama bagi kelompok masyarakat menengah dan atas. Namun, di kota lebih kecil atau daerah terpencil, buku adalah benda yang sulit ditemui, kecuali ada yang bersedia mendirikan perpustakaan atau rumah baca di wilayah tersebut.
Ya jika memang belum bisa membantu di daerah terpencil, ada baiknya memulai dengan orang-orang di sekitar, orang-orang terdekat. Ajak mereka turut mencintai buku, menjadikan buku bagian yang tak terpisahkan dalam hidup.
Buku apa sajakah yang tepat untuk dijadikan hadiah atau kado?
Berikan buku motivasi bagi mereka yang sedang ingin mencapai goal tertentu.
Berikan buku memasak untuk mereka yang senang berlama-lama di dapur.
Berikan novel untuk mereka yang romantis.
Berikan buku anak bermutu untuk teman anak kita yang sedang berulang tahun.
Berikan buku tentang pernikahan jika diundang ke acara resepsi.
Berikan buku tentang kehamilan jika ada kerabat atau sahabat yang baru saja dinyatakan mengandung.
Berikan buku tentang perkembangan dan kesehatan anak saat seorang teman melahirkan.
Setelah sebelumnya saya membahas tentang Tips Pintar Belanja Online, sekarang saya ingin membahas tentang Berjualan Online.
Kenapa? Karena, belum lama ini saya sempat kecewa dengan seseorang kenalan saya di dunia maya yang ingkar janji dalam menjual. Saya sudah membayar, tapi hingga kini saya tak juga menerima barangnya.
Beberapa hari yang lalu, saya membahas hal ini dengan seorang sahabat yang berjualan online. Pelanggannya banyak dan toko online-nya, meski hanya dijalankan dari layanan blog gratis (bukan webiste tersendiri dengan hosting yang harus ia bayar), mendapat pujian dari para pelanggan.
Apa rahasianya?
Ia jujur. Jika ia tak sanggup mengirimkan barang yang telah dipesan pada waktu yang ditentukan, ia mengirimkan pesan baik melalui PM, e-mail, ataupun SMS kepada pelanggan.
Ia menampilkan foto barang yang benar-benar ingin dijualnya, bukan barang serupa yang lebih baik tampilannya. Jika barang memang tidak dalam keadaan 100%, ia pun menjelaskan dengan jujur.
Ia menampilkan harga di sebelah barang tersebut. Ia tak suka menyembunyikan harga dan baru memberitahukannya kemudian.
Ia membina hubungan baik dengan pelanggan. Ia tak menganggap mereka sebagai orang yang membeli darinya, melainkan sebagai teman. Ia memberi ucapan selamat yang tulus saat mereka berulang tahun, mendo’akan saat mereka sedang kurang sehat, dan turut bahagia saat mereka bahagia.
Ia mudah dihubungi. Ia memberikan nomor HP (yang memang ia sediakan khusus untuk menjalankan bisnis di dunia maya-nya), alamat e-mail, dan YM ID.
Ia tak pernah promosi dengan cara spam, menampilkan link ke halaman blog jualannya di blog orang lain, ataupun memberikan komentar yang tidak berhubungan dengan postingan seorang blogger di blog mereka hanya karena ia ingin berpromosi.
Dengan menerapkan cara di atas, sahabat saya itu mendapat feedback yang sangat baik dari para pelanggan. Bahkan, tak sedikit yang memberikan testimonial positif tanpa diminta. Pelanggannya juga memberitahukan kepada teman-teman mereka bahwa ada toko online yang ok punya.
Dalam dunia maya, meski segalanya bergerak dengan cepat, ternyata tak jauh beda dengan apa yang terjadi di dunia nyata, tak ada yang instan. Semua harus dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Terkadang ada pula yang menganggap bahwa berjualan di dunia online bisa disambil. Sambil kerja, sambil mengerjakan hal lain. Bisa jadi. Tapi, tentu hasilnya tak sebesar jika dilakukan dengan total dan fokus.
Awalnya, sahabat saya berjualan di dunia maya sebagai iseng-iseng. Tapi, lama-kelamaan ia melihat peluang yang besar dan ia bersungguh-sungguh.
Dan, ternyata, sekarang ia bahkan sudah bisa membayar keponakannya untuk kerja part-time di toko online-nya tersebut untuk mengatur pengiriman barang. Ia juga punya kurir sendiri untuk pengiriman dalam kota.
Mau sukses berjualan online? Coba deh ikuti jejak sahabat saya itu.
Memang sudah beberapa kali suami berniat mengajak saya berlibur ke Danau Toba, tapi belum juga terlaksana. Ia begitu ingin karena saat kecil, ia pernah tinggal di Medan selama dua tahun dan sesekali diajak orang tuanya untuk menikmati indahnya Danau Toba.
Sementara belum ke sana, saya coba-coba cari video tentang Danau Toba, dan menemukan yang satu ini:
Indah banget kan?
Danau yang mengelilingi Pulau Samosir ini dapat dicapai hanya empat jam perjalanan darat dari kota Medan.
Menurut suami, kami dapat menginap di Parapat. Kami dapat menikmati keindahan Danau Toba dari hotel-hotel yang terletak di kota tersebut.
Kami juga dapat naik kapal untuk menyambangi Pulau Samosir. Suami bercerita betapa ia terpukau akan keindahan Danau Toba saat masih kecil dulu.
Katanya lagi, di Pulau Samosir, terdapat sebuah air terjun yang sangat indah yang dikenal dengan nama Air Terjun Sampurna Tujuh.
Di sana juga sepertinya banyak yang menjual pernak-pernik oleh-oleh yang lucu-lucu. Yah, mungkin seperti wajarnya obyek wisata ya? Sekitar setahun yang lalu, sahabat saya berlibur ke sana–karena kebetulan ia memang berasal dari Sumatra Utara–dan membawakan saya oleh-oleh yang katanya khas Samosir seperti kain dan tas.
Danau seluas 1.700 m2 ini kabarnya lebih seperti laut ketimbang danau. Suasana di sana tenang. Terletak 906 meter di atas permukaan laut, udaranya segar.
Yang menarik dari Danau Toba, di antaranya, adalah kisah di balik asal mula salah satu danau terindah di Indonesia ini.
Menurut legenda, Danau Toba berasal dari kata tuba atau tak tahu berbalas budi. Kisah ini berawal dari seorang pemuda yang bekerja sebagai penangkap ikan. Ia menemukan seekor ikan yang kemudian menjelma menjadi seorang perempuan. Ia pun menikah dengan perempuan ini, dengan syarat, jika mereka punya anak, ia tak boleh memberiytahukan bahwa anak tersebut adalah anak ikan.
Namun, suatu saat ia melanggar janji. Ia tak sengaja mengatakan kepada anaknya bahwa ia anak ikan. Sang istri mengetahui hal tersebut. Lalu ia dan si anak menghilang. Kabarnya tanah bekas telapak kaki mereka mengeluarkan air yang kemudian menjadi air di Danau Toba.
Sedangkan asal mula Danau Toba jika ditilik dari segi ilmiah, diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu. Dua peneliti dari Michigan Technological University, Bill Rose dan Craig Chesner, memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama 2 minggu. Debu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari Cina sampai ke Afrika Selatan. Letusannya terjadi selama 1 minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut.
Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.