Dangerously Beautiful Indonesia

Promosi Jualan Lewat Facebook

Posted: June 11th, 2009 | Author: dania | Filed under: Bisnis, Cari duit internet | 7 Comments »

jualan-di-facebookBelakangan, di Facebook, saya sering di-tag pada gambar-gambar yang sama sekali bukan wajah saya. Ada gambar baju bayi, gaun, batik, perhiasan, dan banyak lagi.

Geram?

Awal-awalnya ya. Lah wong bukan wajah saya kok di-tag? Tapi, lama-kelamaan saya maklumi saja.

Ternyata foto-foto itu adalah barang jualan teman-teman saya. Mereka ingin menarik perhatian saya dengan men-tag saya di produk-produk yang mereka jual. Semacam sebuah promo begitu.

Tapi, apakah itu etis?

Jujur, saya merasa itu agak kurang etis. Karena, agak mengganggu.

Walau pada akhirnya yang saya lakukan adalah me-remove tag tersebut, tetap saya merasa kurang nyaman. Hanya saja, saya tak pernah mengatakan itu kepada mereka. Semestinya, dengan saya me-remove tag tersebut, mereka sudah tahu bahwa saya tidak terlalu suka.

Ada cara yang lebih baik dalam mempromosikan barang-barang yang kita jual di Facebook.

Caranya:

  • Klik box untuk menuliskan status.
  • Klik icon link, masukkan URL gambar barang yang kita jual — biasanya jika promo di Facebook, orang berjualan secara online kan?
  • Di box status, beri penjelasan sedikit tentang gambar tersebut.
  • Klik icon share.

Dengan begitu, foto yang ada akan masuk ke halaman home FB teman-teman kamu tanpa harus membuat mereka kesal.

Mau mencoba promosi damai lewat Facebook satu ini?

;)


Desain Interior Unik

Posted: June 8th, 2009 | Author: dania | Filed under: Ada-ada Saja, Inspirasi, Interior | 4 Comments »

Belakangan, seorang desainer interior banyak dicari. Orang semakin sadar bahwa sebuah ruangan yang indah perlu diawali dengan penataan yang padu, rapi, dan berseni.

Katakanlah, kita mampu menata sendiri ruangan-ruangan di rumah kita. Tapi, apakah akan nampak indah dipandang mata? Apakah dapat memberi kenyamanan? Apakah sudah padu antara fungsi dan estetika?

Di samping itu, belakangan, banyak sekali desain interior yang unik dan memberi warna tersendiri pada penampilan rumah kita. Untuk mendapatkan desain yang unik, yang diperlukan bukan sekedar estetika namun hal yang berbeda yang memberi nilai lebih pada ruangan tersebut.

Tengok gambar di bawah ini:

Unik bukan meja makannya? Pasti tak banyak orang yang memiliki ruang makan dengan meja seperti itu.

Perhatikan juga kursi unik di bawah ini:

Untuk yang kadang lupa belanja bulanan, kursi ini seru juga. Dijamin nggak akan lupa lagi. Dan, persediaan stok makanan di lemari akan selalu tercukupi.

Bagaimana dengan kursi-kursi ini?

Saya membayangkan diri sendiri dan suami sedang duduk manis membaca buku di sana. Terayun-ayun dengan nyamannya.

Begitu banyak sisi unik ruangan-ruangan di rumah yang dapat kita eksplor. Tentunya lebih menyenangkan jika rumah kita berbeda dengan rumah lainnya.

Pernah mengintip postingan saya tentang rumah unik satu ini dan yang ini? Kira-kira interiornya unik juga nggak ya?

Ket.: klik gambar untuk melihat desain unik lainnya.


Menghadapi Pertanyaan Anak

Posted: June 6th, 2009 | Author: dania | Filed under: Keluarga | No Comments »

Anak, terutama di usia 3 – 7 tahun, akan sering bertanya tentang berbagai hal. Mulai dari yang sederhana, hingga yang rumit.

pertanyaan-anakMisalkan pertanyaan, ‘Tuhan seperti apa?’ atau ‘Aku lahirnya bagaimana?’ atau ‘Kenapa aku butuh oksigen untuk bernafas?’ Dan banyak lagi pertanyaan lainnya yang kerap membuat kita orang tua terkejut, terheran-heran, bahkan terenyak.

Lalu, harus bagaimana kah kita sebagai orang tua dalam menghadapi pertanyaan anak yang kadang lucu, kadang seru itu?

Pertama-tama, pastikan kita memperluas pengetahuan. Mulai dari pengetahuan dan wawasan umum, hingga tentang perkembangan anak.

Kita pun wajib memahami, mengapa sampai anak mengajukan pertanyaan tersebut. Kita juga harus tahu jawaban apa yang sebaiknya kita berikan kepada anak.

Hindari wajah terkejut meski pertanyaan anak benar-benar di luar sangkaan kita. Kita harus bisa sedikit ber-acting. Tanggapi pertanyaannya seakan itu hal yang biasa ditanyakan.

anak-bertanyaJawab dengan sesederhana mungkin.Namun, pastikan anak puas dengan jawaban tersebut, karena jika tidak puas, ia akan terus bertanya lagi dan lagi.

Tidak tahu jawabannya? Katakan bahwa kita akan membahas hal itu suatu hari nanti, cari tahu jawabannya, dan jawab. Jangan berharap si anak lupa. Bahaya jika anak mencari atau menyimpulkan sendiri jawabannya.

Jangan marahi anak karena pertanyaan-pertanyaannya. Semua itu sebenarnya adalah sebuah proses belajar. Jika kita pikir pertanyaan itu berbahaya, tugas kitalah untuk mengarahkan si anak, bukan memarahinya.


Semoga Tak Ada Prita-Prita Lainnya

Posted: June 5th, 2009 | Author: dania | Filed under: Ada-ada Saja | No Comments »

Sungguh menyedihkan, apa yang terjadi dengan Prita Mulyasari. Saya mengetahuinya melalui Facebook dan beberapa blog. Ibu dua anak itu digugat oleh sebuah rumah sakit internasional yang menurut Prita, dalam e-mail yang ditulisnya — yang menjadi penyebab semua — justru tidak memberikan pelayanan maksimal kepadanya.

Karenanya, ia ditahan semenjak 13 Mei lalu. Namun, berkat semangat para blogger dan pemilik akun Facebook, kisah Prita terdengar ke media massa dan elektronik dan upaya pembebasan Prita membuahkan hasil.

Semenjak Rabu sore, Prita menjadi tahanan kota dan dapat kembali berkumpul kembali dengan kedua anaknya.

Kisah Prita memunculkan berbagai pertanyaan dan rasa takut untuk menyuarakan isi hati di dunia maya. Semua ini dikarenakan oleh UU ITE pasal pencemaran nama baik. Namun, sebenarnya, pasal itu tidak hanya terdapat dalam UU ITE saja. Di dunia ‘nyata’,  juga ada pasal ini.

Menurut blog Daus Trala La, terdapat beberapa hal yang memang agak riskan untuk dikemukakan dalam sebuah e-mail.

Tapi, terkadang, jika sedang emosi, kita memang agak sulit menahan diri kan?

Lalu, bagaimana agar kita, para blogger atau penggiat dunia maya tidak mengalami hal serupa?

Di DailySocial. net, terdapat beberapa tips untuk meminimalisir jeratan UU ITE. Boleh dicoba demi keamanan bersama.

Semoga tak ada Prita-Prita lainnya di negeri ini.


Tips Tidur Nyenyak

Posted: May 31st, 2009 | Author: dania | Filed under: Inspirasi | 4 Comments »

tidur-nyenyakPaling nggak enak kalau tidur nggak nyenyak. Besoknya, kita bangun dengan kepala pusing dan badan nggak enak. Nggak nyaman, pokoknya.

Karena itu, kita harus memastikan bahwa kita bisa tidur dengan nyenyak.

Caranya?

  • Pergi tidur pada jam yang sama setiap harinya. Dengan begitu, tubuh kita akan terbiasa dan dapat mempersiapkan diri untuk tidur.
  • Jangan nge-gym malam-malam, karena dapat memompa darah dan kamu akan kesulitan tidur.
  • Jangan makan dan minum sebelum tidur. Makan malam pun sebaiknya yang ringan-ringan saja dan dilakukan paling nggak 2 jam sebelum waktunya tidur.
  • Jauhi nikotin, alkohol dan kafein paling nggal 5 – 6 jam sebelm tidur.
  • Hanya tidur di waktu malam. Kalaupun ingin tidur siang, jangan lebih dari 1 jam dan jangan lewat dari jam 3 sore
  • Pastikan ruang tidur kamu nyaman, cukup udara dan bersih.
  • Sebelum tidur, kamu bisa mandi air hangat, baca buku atau mendengarkan musik favorit.
  • Relaks. Kalau perlu, pakai krim pelembab di bahu, leher dan telapak kaki.
  • Jangan sekali-kali mengkonsumsi obat tidur. Selain ada kemungkinan ketergantungan, obat tidur justru akan membuat kamu kesulitan tidur di kemudian hari.
  • Coba letakkan kaki di atas bantal tipis yang lembut, itu dapat membantu menghilangkan keletihan di kaki.

Dengan mencoba kesepuluh tips di atas, mudah-mudahan kamu bisa tidur dengan nyenyak.


Percaya pada Kemampuan Sendiri

Posted: May 31st, 2009 | Author: dania | Filed under: Inspirasi | No Comments »

sukses-percaya-diriNggak ada yang lebih penting daripada keyakinan akan diri sendiri. Kadang, hanya karena seseorang gak yakin akan dirinya, ia menjadi orang yang gagal.

Padahal, sedikit saja keyakinan mampu menambahkan persentase kemungkinan kesuksesan.

Ada orang yang memang dengan mudah menemukan keyakinan tersebut, namun ada pula yang tak kunjung menemukannya. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk dapat menemukan keyakinan tersebut.

Namun, sebelumnya, pastikan dulu satu hal. Kamu harus tahu apa kemampuan kamu. Baru bisa menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan tersebut.

Untuk menemukan kemampuan itu, coba lakukan beberapa tips di bawah ini:

  • Tuliskan hal-hal yang dapat kamu lakukan dengan mudah. Kamu nggak perlu bersusah payah, tapi kamu dapat berprestasi maksimal.
  • Coba ingat-ingat hal apa yang kamu lakukan yang membuatmu merasa waktu berjalan begitu cepat dan tak terasa.
  • Perhatikan kegiatan yang membuat kamu merasa puas, bahagia dan nyaman.

Saya yakin, setelah melakukan ketiga hal di atas, kamu akan menemukan satu atau bahkan lebih banyak lagi kemampuan yang selama ini mungkin terpendam dalam.

Setelah menemukan kemampuan itu, coba fokuskan diri. Jangan memaksakan diri untuk melakukan hal-hal yang tidak termasuk dalam cakupan kemampuan kamu.

Dengan fokus pada kemampuan, kamu akan melihat hasil yang baik, dan setelah itu, kamu pun dapat meyakininya. Kamu bisa, dan kamu akan sukses.


Sukses Menunggui Anak di Sekolah

Posted: May 29th, 2009 | Author: dania | Filed under: Keluarga | No Comments »

ke-sekolahTerkadang, jika ART kebetulan sedang pulang kampung, saya terpaksa menunggui anak di sekolah.

Kok terpaksa?

Hm…ya karena, saya sebetulnya kurang suka duduk-duduk dan mengobrol di sekolah dengan ibu-ibu lainnya. Karena, tak jarang yang terjadi adalah gosip-menggosip.

Tapi, ada kok cara-cara yang ok supaya nggak jenuh atau bete saat menunggui anak di sekolah:

  • Bawa buku. Kalau lagi nggak mau ngobrol, ada baiknya bawa buku. Paling nggak, ibu-ibu lain itu nggak akan terus-terusan mengajak ngobrol.
  • Ciptakan topik pembicaraan yang ok. Nggak mau terjebak dengan gosip-gosip? Ciptakan topik sendiri, yang kira-kira ok buat ibu-ibu tersebut. Paling sip adalah tentang anak. Wah, mereka akan dengan senang hati membangga-banggakan anak masing-masing. Atau, bahas tentang sekolah-sekolah lain. Misalkan, SD yang bagus — kebetulan anak saya masih TK.
  • Bawa laptop. Pura-pura kerja. Waktu itu, saya kebetulan memang ada kerjaan yang mendesak. Untunglah, mereka nggak berani mengganggu saat melihat saya serius dengan laptop.
  • Menabung Kesabaran. Ini serius loh, nggak bercanda. Nggak ada yang lebih ok dalam menyukseskan program menunggui anak di sekolah selain bergudang-gudang kesabaran. Bayangkan, berjam-jam menunggu, ditambah dengan obrolan atau pertanyaan dari ibu-ibu lainnya. Adakah hal lain yang lebih penting dari seonggok kesabaran? Tentu tidak!

Yah, mungkin saran-saran di atas dianggap berlebihan oleh sebagian orang. Karena, mungkin mereka memang senang menunggui anak di sekolah. Tapi, buat yang kurang suka seperti saya, wah, saya yakin tips di atas berguna.

Selamat mencoba!

;)


Masakan Betawi yang Enak

Posted: May 25th, 2009 | Author: dania | Filed under: Wisata Kuliner | No Comments »

Masakan Betawi terkenal kaya akan rasa. Mulai dari rasa gurih, asin, manis, hingga asam. Terkadang semua rasa menyatu dalam sebuah masakan sekaligus.

Jika lebaran tiba, atau musim hajatan berlangsung, kami sekeluarga memilih untuk tidak memasak. Karena, kerap kami mendapat kiriman masakan khas Jakarta dari para tetangga. Jika lebaran, ada yang mengirim ketupat sayur dan semur kerbau. Jika ada hajatan, ada yang mengirim nasi uduk atau nasi ulam, pesmol ikan bandeng, asinan, dan banyak lagi.

Terkadang, jika rindu masakan Betawi, saya dan suami menyambangi beberapa rumah makan yang menyuguhkannya. Biasanya menu yang kami cari adalah:

  • Nasi Uduk Kebon Kacang. Yang kamu suka dari nasi uduk satu ini adalah porsinya yang kecil-kecil. Jika sedang lapar, kami dapat menghabiskan berbungkus-bungkus. Tapi, jika sedang diet — terutama saya — saya hanya menghabiskan paling banyak dua bungkus. Nasi uduk ini ditemani oleh saus kacang, tempe, tahu, dan ayam goreng.
  • Sop Kaki Kambing Tanah Abang. Sop ini ditemukan di berbagai sudut di wilayah Tanah Abang. Kuahnya bening, namun rasanya mantap. Biasanya, sumsum masih tertinggal di dalam tulang dan dapat dihirup.
  • Soto Betawi. Kuah Soto Betawi merupakan campuran antara santan dan susu — namun ada yang hanya santan saja dan ada yang hanya susu saja. Isinya dapat berupa daging kambing beserta jeroan dan bagian tubuh lainnya — seperti kuping, kaki, mata, otak, dll — atau daging sapi beserta paru.
  • Asinan Betawi. Untuk yang satu ini, kami biasanya memesan dari teman yang tinggal di lokasi Condet. Atau, jika kami sedang melewati daerah Slipi atau Rawabelong, kami menyempatkan diri menyambangi sebuah gerobak asinan yang berada di pertigaan Rawabelong.
  • Kerak Telor. Dulu, biasanya banyak sekali penjual Kerak Telor di PRJ atau Djakarta Fair. Namun, sekarang, kami tidak perlu menunggu hingga PRJ dibuka. Kami dapat menikmatinya di Pasar Bendungan Hilir atau di seberang RS. Pelni, KS. Tubun.
  • Soto Mie Betawi. Yang lebih terkenal sekarang adalah Soto Mie Bogor. Padahal, Soto Mie Betawi juga tak kalah sedapnya. Yang terkenal adalah Soto Mie di Wahid Hasyim. Dengar-dengar Soto Mie satu itu sudah puluhan tahun dijual di sana.
  • Ketupat Tahu. Tahu dan ketupat dijadikan satu, diberi kuah kacang yang kental, ditaburi kerupuk. Makanan ini terdapat di wilayah Condet dan hanya ada di malam hari.
  • Sate Manis dan Sate Lembut. Keduanya dapat ditemukan di resto milik Alm. Mpok Rohme di kawasan Kebon Kacang V. Sate manis tentu saja rasanya manis, sementara sate lembut bukan hanya manis, namun juga memang lembut karena dibuat dari daging cincang. Keduanya dihidangkan bersama kuah kacang.
  • Soto Tangkar. Kuahnya kaya akan rempah, dengan taburan kelapa gongseng yang menyatu di dalamnya. Salah satu tempat yang menjualnya adalah kawasan Tebet.

Wah, setiap kali membahas makanan, rasanya pingin langsung meluncur ke tempat yang menjual. Yuk?!


Plus Minus Reuni Akbar dan Reuni Kecil

Posted: May 21st, 2009 | Author: dania | Filed under: Inspirasi | 1 Comment »

Ada yang lebih suka Reuni Akbar, “Sekali jalan, ketemu semua.”

Sementara, yang lain lebih nyaman dengan Reuni Kecil, “Lebih akrab.”

Kamu lebih suka yang mana? Saya dua-duanya ok-ok saja. Pernah melalui Reuni Akbar, pernah juga Reuni Kecil. Bahkan kerap diminta jadi panitia.

Apa sih plus minus masing-masing jenis reuni tersebut?

Reuni Akbar

  • Plusnya, kita memang bisa ketemu dengan lebih banyak orang sekaligus, kadang ratusan. Kita juga nggak perlu khawatir semua mata terpandang kepada kita karena banyak yang lainnya. Kita bisa lebih cuek. Ini sebagai peserta ya. Sebagai panitia, biasanya strukturnya jelas, jadi ada bagi-bagi tugas.
  • Minusnya, kita harus bisa membagi waktu untuk melayani begitu banyak pertanyaan dari teman-teman yang sudah lama kita tidak jumpai. Kadang pertanyaan yang sama kita dapati berulang-ulang. Capek deh. Dan, jika kita sudah tak merasa nyaman, kita bisa pulang kapan saja.  Itu dilihat dari sisi peserta. Dari sisi panitia, kita harus memastikan semua berjalan dengan baik, acaranya, penyambutan peserta, koordinasi, dll.

Reuni Kecil

  • Sisi plus: benar sekali pendapat di atas, lebih akrab. Kita tidak perlu repot-repot membagi waktu karena biasanya reuni kecil ini diikuti oleh tak lebih dari dua puluh lima orang — itu pun terkadang sudah termasuk pasangan masing-masing. Itu dari sisi peserta. Dari sisi panitia, kita tidak perlu repot-repot memikirkan banyak hal. Tak jarang, untuk reuni kecil, hanya dibutuhkan satu hingga dua orang panitia.
  • Minusnya, terkadang jika peserta memang tidak terlalu akrab semasa sekolah dulu, ada keringkuhan antara peserta. Atau, jika misalkan kita merasa tidak nyaman dengan acara ‘ketemuan’ itu, agak sulit untuk ‘melarikan diri’. Kita terpaksa tetap mengikuti acara hingga selesai. Itu dari sisi peserta. Tapi, bagi panitia, adakah sisi minusnya? Tentu. Terkadang, karena sedikit, semua peserta ingin didengar suaranya. Masing-masing mengajukan saran, mulai dari kapan acara harus dilaksanakan, berapa banyak dana yang perlu dihabiskan, di mana acara dilangsungkan, dan banyak lagi. Panitia bisa pusing tujuh keliling karena semua permintaan ini.

Namun, apapun sisi minusnya, jika kita telusuri, reuni sesungguhnya — baik kecil maupun akbar — adalah bentuk silaturahmi antar orang-orang yang sudah lama tidak bertemu. Bahkan, tak jarang, reuni dapat mendatangkan rejeki. Teman sekolah dapat berubah menjadi rekan bisnis.

Reuni juga mengajarkan banyak hal, terutama jika peserta berbagi kisah yang telah dilalui selama tidak bertemu. Kita dapat belajar dari kisah hidup teman-teman kita.

Gak datang ke reuni? Ugh, rugi!

;)


Anak dan Buku

Posted: May 14th, 2009 | Author: dania | Filed under: Info, Inspirasi, Keluarga | No Comments »

Buku adalah gudang ilmu.

Saya dan suami bersyukur karena semenjak kecil, kami dibesarkan dalam lingkungan yang erat dengan buku. Karenanya, kami juga tak segan-segan mendekatkan anak-anak kami dengan buku. Sehingga, budaya membaca adalah hal biasa bagi mereka.

anak-bukuYang lebih menyenangkan lagi adalah semakin banyaknya buku-buku yang ditulis khusus untuk anak. Ada yang bertema pengetahuan, yang memimiliki nilai agama, ataupun yang mengandung nilai moral.

Walau begitu, saya dan suami selalu menyempatkan diri ‘meneliti’ buku apa yang hendak dibeli anak-anak kami.

Yang pasti, mereka tidak kami ijinkan membeli komik yang tak memiliki nilai lebih. Bahkan persentase pembelian komik pun tak lebih dari 20 – 30% dari total pembelian.

Dengan begitu, anak-anak tidak melulu mencari buku yang ada gambarnya. Mereka pun terbiasa membaca buku yang kaya akan teks.

Syukurlah belakangan ini banyak sekali yang peduli akan buku. Sehingga, taman bacaan untuk anak kurang mampu atau anak jalanan semakin bertambah.

Salah satu di antaranya adalah Komunitas 1001 Buku yang bermarkas di Pancoran Timur, Jakarta Selatan.

Saya mengenal komunitas ini pertama kali dari mailing list. Setelah saya pantau, ternyata kegiatannya sangat bermanfaat. Saya juga mengajak teman-teman untuk bergabung di mailing list tersebut. Bahkan, ada beberapa di antara teman saya yang menjadi sukarelawan.

Tertarik? Kirimkan e-mail kosong ke 1001buku-subscribe at yahoogroups.com. Atau, ingin menyumbangkan buku? Silakan lihat halaman Book Drop Box ini.

Yuk, berpartisipasi dalam usaha mencerdaskan bangsa!