Posted: July 26th, 2009 | Author: dania | Filed under: Inspirasi | 4 Comments »
Baru jadian nih ceritanya?
Tapi, tau-tau si dia ulang tahun. Ini pernah kejadian dengan suami saya. Saat kami baru jadian, saya ulang tahun. Dia nggak tahu dong apa kesukaan saya saat itu.
Akhirnya, dia memberi saya bunga. Hadiah ulang tahun yang cukup ‘aman’ mengingat hampir setiap perempuan suka bunga.
Tapi, saya sarankan sih, cek dulu sekali lagi. Karena, nggak setiap perempuan suka bunga juga.
Hadiah ‘aman’ lainnya adalah coklat. Kesannya coklat itu sweet dan romantis. Tapi, kalau pacar kamu agak merasa punya masalah dengan berat badan, sebaiknya cari alternatif lain deh.
Aksesoris juga hadiah ok. Sebaiknya cari yang netral seperti kalung, liontin, atau gelang. Kalau cincin, nanti takutnya nggak muat.
Hadiah lainnya adalah makan malam romantis. Ajak ia makan malam ke tempat yang istimewa. Kalau bisa, yang menyediakan berbagai jenis makanan. Jadi, kalau misalkan dia nggak suka makanan A, masih ada alternatif makanan B. Jangan lupa siapkan setangkai bunga (iya, cukup setangkai kok, kan kamu sudah traktir dia makan malam romantis).
Hadiah untuk ultah pacar baru nggak perlu yang mahal-mahal kok — kecuali pacar kamu itu agak matre ya. Yang penting, hadiah itu diberikan dengan segenap hati. Hadiah yang tulus akan jauh lebih istimewa ketimbang hadiah yang judulnya buat nunjukin kelebihan kamu.
Good luck ya!
Posted: July 24th, 2009 | Author: dania | Filed under: Basic, Makanan Indonesia | 3 Comments »
Jika dulu saya mengumpulkan resep ikan, kali ini giliran resep ayam. Saya cari resep ayam yang gampang, nggak susah, nggak repot, dan mudah-mudahan sih lezat ya.
Tips agar ayam tidak bau amis:
- Pilih ayam yang sesegar mungkin. Biasanya warnanya putih kekuningan dan dagingnya kenyal.
- Cuci di bawah air mengalir agar kotoran tidak lagi menempel di ayam.
- Pastikan tidak ada sisa bulu, terutama di bagian sayap (di bawah ketiak ayam).
- Lumuri ayam dengan jahe parut atau air jeruk nipis.
- Diamkan selama lima belas menit.
- Tiriskan.
- Ayam siap diolah.
Jangan lupa, saat merebus ayam, panci ditutup agar uap kaldu tidak ke mana-mana. Saat dimasak, ayam mengeluarkan air, jadi jangan gunakan terlalu banyak air.
Jangan lupa juga lumuri ayam dengan jahe atau jeruk nipis ya. Kan sayang kalau sudah masak capek-capek malah nggak dimakan karena amis.
Selamat mencoba!
Posted: July 21st, 2009 | Author: dania | Filed under: Keluarga | No Comments »
Wah, nggak terasa. Sudah lama juga ya saya nggak ngeblog. Mula-mula karena disibukkan oleh liburan dengan anak-anak. Lalu, oleh kehebohan masuk sekolah. Dan, wiken kemarin ini, oleh liburan tambahan.
Kami memang hanya memanfaatkan liburan panjang yang lalu dengan keliling Jakarta. Kami mengunjungi berbagai tempat yang kira-kira tidak terlalu ramai — tapi ya di mana-mana harus mengantri sih.
Namun, wiken kemarin ini, kami terpaksa ke Bandung. Sahabat suami menikah. Anak saya yang perempuan memang hobi kondangan. Jadi, ia sih senang-senang saja.
Terlebih, kami menginap di sebuah hotel di Dago Atas yang pemandangannya menghadap ke kota Bandung. Anak lelaki saya sampai tidak mau tidur cepat-cepat, asyik menikmati kerlip lampu kota Bandung.
Setelah menjadi orang tua, liburan memang lebih untuk membahagiakan anak. Sementara, saya dan suami kelelahan karena bergantian menyetir di antara macetnya kota Bandung dan perjalanan pulang-pergi yang ‘luar biasa.’
Walau begitu, melihat anak-anak begitu menikmati liburan dan sangat bahagia, kami lupa akan kelelahan itu.
Si sulung sibuk memotret sana-sini dengan kamera poket yang sebenarnya dibelikan suami untuk saya. Si bungsu tak henti-hentinya bergaya di setiap sudut.
Ada yang bertanya, mau tambah satu lagi?
Hm…belum dalam agenda. Apalagi, kami sudah sangat nyaman membawa kedua anak kami jalan-jalan ke sana ke mari. Kalau ada bayi lagi, mulai dari nol dong?