Menghadapi Pertanyaan Anak
Posted: June 6th, 2009 | Author: dania | Filed under: Keluarga | No Comments »Anak, terutama di usia 3 – 7 tahun, akan sering bertanya tentang berbagai hal. Mulai dari yang sederhana, hingga yang rumit.
Misalkan pertanyaan, ‘Tuhan seperti apa?’ atau ‘Aku lahirnya bagaimana?’ atau ‘Kenapa aku butuh oksigen untuk bernafas?’ Dan banyak lagi pertanyaan lainnya yang kerap membuat kita orang tua terkejut, terheran-heran, bahkan terenyak.
Lalu, harus bagaimana kah kita sebagai orang tua dalam menghadapi pertanyaan anak yang kadang lucu, kadang seru itu?
Pertama-tama, pastikan kita memperluas pengetahuan. Mulai dari pengetahuan dan wawasan umum, hingga tentang perkembangan anak.
Kita pun wajib memahami, mengapa sampai anak mengajukan pertanyaan tersebut. Kita juga harus tahu jawaban apa yang sebaiknya kita berikan kepada anak.
Hindari wajah terkejut meski pertanyaan anak benar-benar di luar sangkaan kita. Kita harus bisa sedikit ber-acting. Tanggapi pertanyaannya seakan itu hal yang biasa ditanyakan.
Jawab dengan sesederhana mungkin.Namun, pastikan anak puas dengan jawaban tersebut, karena jika tidak puas, ia akan terus bertanya lagi dan lagi.
Tidak tahu jawabannya? Katakan bahwa kita akan membahas hal itu suatu hari nanti, cari tahu jawabannya, dan jawab. Jangan berharap si anak lupa. Bahaya jika anak mencari atau menyimpulkan sendiri jawabannya.
Jangan marahi anak karena pertanyaan-pertanyaannya. Semua itu sebenarnya adalah sebuah proses belajar. Jika kita pikir pertanyaan itu berbahaya, tugas kitalah untuk mengarahkan si anak, bukan memarahinya.
Leave a Reply