Dangerously Beautiful Indonesia

Plus Minus Reuni Akbar dan Reuni Kecil

Posted: May 21st, 2009 | Author: dania | Filed under: Inspirasi | 1 Comment »

Ada yang lebih suka Reuni Akbar, “Sekali jalan, ketemu semua.”

Sementara, yang lain lebih nyaman dengan Reuni Kecil, “Lebih akrab.”

Kamu lebih suka yang mana? Saya dua-duanya ok-ok saja. Pernah melalui Reuni Akbar, pernah juga Reuni Kecil. Bahkan kerap diminta jadi panitia.

Apa sih plus minus masing-masing jenis reuni tersebut?

Reuni Akbar

  • Plusnya, kita memang bisa ketemu dengan lebih banyak orang sekaligus, kadang ratusan. Kita juga nggak perlu khawatir semua mata terpandang kepada kita karena banyak yang lainnya. Kita bisa lebih cuek. Ini sebagai peserta ya. Sebagai panitia, biasanya strukturnya jelas, jadi ada bagi-bagi tugas.
  • Minusnya, kita harus bisa membagi waktu untuk melayani begitu banyak pertanyaan dari teman-teman yang sudah lama kita tidak jumpai. Kadang pertanyaan yang sama kita dapati berulang-ulang. Capek deh. Dan, jika kita sudah tak merasa nyaman, kita bisa pulang kapan saja.  Itu dilihat dari sisi peserta. Dari sisi panitia, kita harus memastikan semua berjalan dengan baik, acaranya, penyambutan peserta, koordinasi, dll.

Reuni Kecil

  • Sisi plus: benar sekali pendapat di atas, lebih akrab. Kita tidak perlu repot-repot membagi waktu karena biasanya reuni kecil ini diikuti oleh tak lebih dari dua puluh lima orang — itu pun terkadang sudah termasuk pasangan masing-masing. Itu dari sisi peserta. Dari sisi panitia, kita tidak perlu repot-repot memikirkan banyak hal. Tak jarang, untuk reuni kecil, hanya dibutuhkan satu hingga dua orang panitia.
  • Minusnya, terkadang jika peserta memang tidak terlalu akrab semasa sekolah dulu, ada keringkuhan antara peserta. Atau, jika misalkan kita merasa tidak nyaman dengan acara ‘ketemuan’ itu, agak sulit untuk ‘melarikan diri’. Kita terpaksa tetap mengikuti acara hingga selesai. Itu dari sisi peserta. Tapi, bagi panitia, adakah sisi minusnya? Tentu. Terkadang, karena sedikit, semua peserta ingin didengar suaranya. Masing-masing mengajukan saran, mulai dari kapan acara harus dilaksanakan, berapa banyak dana yang perlu dihabiskan, di mana acara dilangsungkan, dan banyak lagi. Panitia bisa pusing tujuh keliling karena semua permintaan ini.

Namun, apapun sisi minusnya, jika kita telusuri, reuni sesungguhnya — baik kecil maupun akbar — adalah bentuk silaturahmi antar orang-orang yang sudah lama tidak bertemu. Bahkan, tak jarang, reuni dapat mendatangkan rejeki. Teman sekolah dapat berubah menjadi rekan bisnis.

Reuni juga mengajarkan banyak hal, terutama jika peserta berbagi kisah yang telah dilalui selama tidak bertemu. Kita dapat belajar dari kisah hidup teman-teman kita.

Gak datang ke reuni? Ugh, rugi!

;)


One Comment on “Plus Minus Reuni Akbar dan Reuni Kecil”

  1. 1 SatoNa said at 10:11 pm on May 22nd, 2009:

    haha..

    aku ga pernah reunian yang sampe gitu sih (reuni an kalo dah dewasa?) hehe..

    tapi kalo aku lebih suka reuni kecil (yang cuma beberapa orang ato 1 grup) khan pasti emank dah kenal deket. hehe..

    kalo reuni akbar.. suka malah binguung gitu mesti duduk di mana, ma sapa.. serasa sendirian di tengah banyaknya orang.. apalagi kalo pas temen deket ga ikutan. malah jadi males. huhu.. *maklum ga pandai bergaul* huhu..

    anyway, iyaa aku jg dah lama ga ke sini gara” hiatus. huhuhu.. ujian ku akhirnya kelar cc.. hehe.. tinggal 1 lagi di minggu dpn.. hehehe..


Leave a Reply