Dangerously Beautiful Indonesia

Mengawasi Anak di FB

Posted: May 13th, 2009 | Author: dania | Filed under: Ada-ada Saja, Keluarga | No Comments »

facebook1Siapa sih yang hari gini nggak punya Facebook? Dari yang tua sampai yang muda pasti punya. Yang tua cari kawan lama, yang muda belia alias anak-anak main Pet Society. Hehe…

Kebetulan, sepupu saya anak-anaknya sudah kelas 4 dan 6 SD. Keduanya memiliki akun Facebook karena mereka senang dengan game-game di sana.

Sepupu saya itu sudah mengatur sedemikian rupa agar waktu belajar dan bermain (offline) anak-anaknya tidak terganggu. Sehingga, ia tak punya masalah dengan kenyataan bahwa mereka punya FB.

Sebagai Tante yang baik, saya juga kerap menyambangi wall mereka. Nah, suatu kali, saya agak terkejut.

Si kelas 4 SD yang memang berwajah dewasa dan sangat cantik memiliki teman yang usianya sudah belasan tahun (18-an) dan mereka saling berbalas komen. Sampai situ, saya masih belum memberi warning apa-apa kepada sepupu saya itu. Tapi, suatu kali, si anak muda ini mengatakan ‘kangen’ di wall keponakan saya itu. Saatnya bertindak.

Akhirnya, saya beritahu hal itu kepada sepupu saya dan suaminya. Untungnya, mereka berhasil saya bujuk untuk menanyakan kepada si kelas 4 dengan santai dan tidak emosi.

Si kelas 4 juga menjawab dengan santai dan acuh, “Nggak tau tuh, aku juga bingung dia sering ke halaman aku.”

Setelah diperhatikan, ternyata memang si anak ini cuek dan tidak peduli dengan si ‘teman’ itu. Aman. Bahkan, ia bertanya kepada sepupu saya apakah ia perlu men-delete anak muda itu dari akunnya. Sepupu saya bilang terserah. Entah sudah dihapus atau belum.

Tapi, pengawasan terus dilakukan oleh sepupu saya. Bukan apa-apa, di luar negeri sudah sering terjadi penipuan terhadap anak kecil lewat dunia maya. Akibatnya terkadang sampai buruk sekali. Hal ini juga akhirnya kami jelaskan kepada si kelas 6 dan kelas 4 agar mereka paham dan tidak mudah dibohongi.

Membendung anak dari kehebohan dunia maya, satu sisi, juga memberikan dampak yang kurang baik. Apalagi jika sebagian besar teman mereka aktif online. Kita toh tidak ingin anak menjadi kuper?

Apa yang dapat kita lakukan sebagai orang tua?

  • Jelaskan kepada anak bahwa dunia maya sama saja dengan dunia nyata, ada orang baik, ada pula yang jahat.
  • Buat akun-akun di tempat mereka memiliki akun.
  • Pantau terus akun-akun anak tersebut, entah itu FB ataupun FS.
  • Perhatikan siapa saja yang menjadi ‘teman’ mereka, terlebih jika usianya jauh di atas mereka.
  • Ikuti perkembangan status anak di FB — dengan begini, kita sebagai orang tua juga jadi tahu apa maunya anak.
  • Ajak mereka membahas kegiatan mereka di dunia maya.

Dengan kondisi seperti sekarang ini, mau tidak mau, sebagai orang tua kita juga harus melek teknologi. Nggak jaman lagi punya ortu gaptek.

;)



Leave a Reply