Bijak Berbelanja di Saat Sulit
Posted: May 12th, 2009 | Author: dania | Filed under: Inspirasi, Keluarga | No Comments »Setiap kali berbelanja bulanan, saya dikejutkan oleh harga yang terus meningkat. Hanya sekali merasa bahagia saat harga minyak sayur turun karena harga minyak dunia juga turun waktu itu. Selebihnya, saya lebih sering terbelalak dan geleng-geleng kepala.
Bukan hanya bahan kebutuhan pokok, selai kacang saja hampir setiap beberapa bulan sekali naik. Parahnya, kami sekeluarga sangat suka sarapan dengan roti selai kacang.
Apalagi jika anak-anak ikut saat berbelanja bulanan. Yang minta inilah, itulah. Bersyukur, jika mood mereka sedang ok, setelah dijelaskan bahwa kami tidak dapat membelikan semua yang mereka inginkan, mereka dapat menerima.
Belakangan, saya dan suami memilih untuk berbelanja bulanan berdua saja. Paling tidak, untuk meminimalisir kebutuhan yang tidak terlalu perlu.
Sebelum berangkat pun kami mencatat apa-apa saja yang harus kami beli. Ingat, harus, bukan ingin. Kami mengoreksi daftar belanjaan masing-masing. Jika ada benda yang pembeliannya dapat ditunda, kami tak segan-segan mencoretnya dari daftar.
Kami juga selalu memantau pemakaian barang-barang yang kami beli. Kami tahu berapa banyak yang dibutuhkan sebulannya. Kami usahakan tidak membeli lebih dari kebutuhan, atau kurang.
Saat berbelanja, kami cenderung memasang kaca mata kuda, mengalihkan pandangan dari diskon benda-benda yang tak diperlukan. Namun, kami membuka mata lebar-lebar jika ada diskon untuk barang-barang yang terdapat dalam daftar kami.
Ada kalanya diskon membantu penghematan, namun tak jarang juga dapat menjerumuskan.
Di saat sulit seperti ini, kita memang harus pandai-pandai memilih dan memilah, bersikap bijak saat berbelanja.
Leave a Reply